Rumah Jurnal Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA)
Not a member yet
209 research outputs found
Sort by
Pengaruh Inflasi, Kurs, dan BI Rate terhadap Jumlah Tabungan Mudharabah pada Bank Umum Syariah Periode 2016-2020
Inflasi dan BI Rate secara makroekonomi merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi tabungan mudharabah. Inflasi dianggap sebagai sumber penurunan daya beli yang terjadi karena jumlah uang yang beredar terlalu besar, sehingga untuk menyangkalnya harus mengurangi jumlah uang yang beredar. Pengurangan jumlah uang yang beredar akan menimbulkan tingginya tingkat suku bunga (BI Rate). Tingginya harga dan pendapatan yang tetap atau meningkat sesuai dengan besarnya inflasi membuat masyarakat tidak mempunyai kelebihan dana untuk disimpan dalam bentuk tabungan. Tingginya minat nasabah untuk menabung dipengaruhi oleh tingkat suku bunga (BI Rate), Faktor lain yang memengaruhi tabungan mudharabah adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar (kurs), pertukaran antara nilai mata uang yang berbeda mengakibatkan perbandingan nilai atau harga antara kedua mata uang tersebut. Dengan demikian, peneliti bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh inflasi, kurs, BI Rate terhadap jumlah tabungan mudharabah pada Bank Umum Syariah periode 2016-2020.Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data tahunan mulai tahun 2016-2020 dengan menggunakan alat analisis regresi linier berganda.Teknis sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel 35 yang terdiri dari 7 Bank yang tercatat di Bank Umum Syariah. Penelitian ini menggunakan aplikasi Eviews versi 12 dan Microsoft Excel 2019.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurs dan BI Rate secara parsialberpengaruh secara signifikan terhadap jumlah tabungan mudharabah. Sedangkan inflasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah tabungan mudharabah. Secara simultan inflasi, kurs, dan BI Rate berpengaruh secarasignifikan terhadap terhadap jumlah tabungan mudharabah
Rekonstruksi Kurikulum Pondok Pesantren Ahlussunnah Waljamaah Ambunten, Sumenep
This research aims to analyze the rationality of curriculum reconstruction, reconstructive design, and curricular reconstitution measures at pesantren Ahlussunnah Waljamaah, Ambunten Sumenep. This research uses a phenomenological approach, which is the theory that the reality seen at the surface level is only a symptom of what is hidden behind the inner reality of the subject. The results of this study show that the rationality of the reconstruction of the curriculum of pesantewn Ahlussunnah Waljamaah is a form of awareness of all the components of the hostel and the demands of the community by combining religious and general lessons that are included in its curricula. The aim is to improve the quality of science by transforming the values of science into a pattern of personality. Furthermore, the reconstruction design of the curriculum is the result of the rebuilding of curricula that has been carried out and is based on three main principles, namely religious ritual, scientific achievement, and willingness to live an independent life. In the final part, the steps taken by the boarding house are gradual with systematic steps. He evaluated his curriculum by looking at the mastery of the material, the effectiveness of the curricula, the achievement of the educational objectives, and the evaluation system
Pengaruh Customer Rating, Promosi Flash Sale, COD, dan Gratis Ongkir terhadap Keputusan Pembelian di Marketplace Shopee
Shopee Marketplace is here to help people fulfill their needs. By offering various features that attract consumers to decide on a purchase. Features used include ratings, flash sale promotions, cash on delivery and free shipping. This study aims to determine and examine the effect of Customer Rating, Flash Sale Promotion, Cash on Delivery and Free Shipping on Purchasing Decisions at Shopee Marketplace. This research is quantitative research with descriptive methods. The sample in this study amounted to 78 respondents using purposive sampling method. Data collection was carried out by distributing questionnaires (questionnaires) via Google form to 78 respondents. The data analysis method used is the classic assumption test and multiple linear regression analysis using SPSS 21. The results of this study indicate that the variables Customer Rating, Flash Sale Promotion, Cash on Delivery and Free Cream Cost have a positive and significant effect on purchasing decisions in the Shopee marketplace. This can be seen from the acquisition of the coefficient of determination test (R2) of 0.915 or 91.5%. Meanwhile, the partial test results also show that each independent variable has a positive and significant effect on purchasing decisions. This can be known from the results of the t test of the Customer Rating variable obtained a significance value of 0.000 ? 0.05 and a tcount value (13.011). The Flash Sale Promotion variable obtained a significance value of 0.020 ? 0.05 and a tcount value of (2.379). The Cash On Delivery variable obtained a significance value of 0.000 ? 0.05 and a tcount value of (4.717). The Free Shipping variable obtained a significance value of 0.002 ? 0.05 and a tcount value of (3.229)
Tradisi Bhe’ Gerbis; Perpaduan Agama dan Seni Lokal Madura (Studi Kasus di Desa Rajun Pasongsongan Sumenep)
This research tries to reveal the Bhe' Gherbis tradition in Rajun Pasongsongan as a local art and cultur mixed with religious views and values. This research is a field research with a qualitative approach. The data analysis used is interactive analysis of Miles and Huberman model having three stages and activities simultaneously: data reduction, data disply and conclusion drawing/verification. The results of research show that: a) traditions that have become habits in society have taken root and become religious rituals by some people. This cannot be separated from the indigenous Islamic mission and thoughts which promote the preservation of religion, but do not eliminate the traditions inherited from their ancestors; b) traditions are built from the local community's philosophy of life which is processed based on views and life values ??whose truth and benefits are recognized. c) the entry of Islam into the archipelago and in subsequent developments there have been cultural interactions that influence each other. d) Local art which combined with Islamic phrases, becomes a new attraction for the Rajun community without causing significant tension
Pesantren dan Pemberdayaan Civil Society (Studi Kasus Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan)
Pesantren are recognized as the roots of civil society in Indonesia, because of their institutional and sociological role. Bayt Al-Hikmah as one of the pesantren plays this role comprehensively. This research will reveal: (1) the efforts of the Pesantren Bayt Al-Hikmah in strengthening the empowerment of civil society in the fields of education, da'wah, economics, politics and socio-culture, (2) the strategy of the Pesantren Bayt Al-Hikmah in carrying out the role of empowering civil society. As field research, researchers use civil society theory by collecting data through observation, interviews and documentation. Analysis of the data was carried out in two stages, namely the data collection stage and after the data was collected. The conclusions obtained are as follows. First, the efforts made by Bayt Al-Hikmah include educational and community activities at the same time. Educational activities take the form of a combination of Salaf and modern education, as well as religion for the community. Social activities are carried out by empowering (a) the economy through the Ummart mini market, Lazis, (b) politics through education and participation in politics based on pesantren values, (c) social and cultural activities carried out with various cultural activities. Second, the approach taken includes identifying problems, mapping service areas, identifying and classifying needs, identifying and mapping problems, studying the history of regional development, finding potential, analyzing problems and potential, choosing solutions and solving problems. These various approaches are carried out so that the efforts made are effective and right on target so as to achieve the expected goals
Tafsir Ekologis Berkarakter Feminis dalam Perspektif al-Qur’an
Perempuan memang selalu mendapatkan diskriminasi di segala bidang, terutama ketika mereka dihadapkan pada perkembangan kebudayaan yang menempatkannya di bawah laki-laki. Perempuan semakin tak bisa berkutik ketika dihadapkan pada doktrin agama yang bersumber dari tafsir yang bernuansa patriakhis. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pandangan al-Quran terhadap peran perempuan dalam merawat lingkungan. Selain itu, juga bagaimana ide tafsir ekologis berkarakter feminis ini dalam jagad kajian tafsir dan keperempuanan global. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka kajian ini menggunakan model penelitian kepustakaan (library research), dengan mengkombinasikan beberapa data dari berbagai karya (buku/kitab) yang bersinggungan dan berkaitan langsung dengan tema kajian ini, yang penyajiannya menggunakan metode deskriptif analitis. Penelitian ini menunjukkan bahwa al-Quran memang menghendaki perempuan untuk ikut terlibat dalam merawat lingkungan. Hal itu bisa dilihat dalam penjelasan al-Quran bahwa manusia sebagai khalifah (QS. Al-Baqarah (2): 30) mempunyai tanggung jawab untuk memakmurkan bumi (dan QS. Hûd (11): 61) dan dilarang untuk merusak ekosistem yang ada di dalamnya (QS. Al-A’râf (7) :56). Bahkan semua itu bernilai pahala bagi mereka yang mampu melakukannya (QS. Al-Nisâ’: 124)
Urgensi Pendidikan Moderasi Beragama di Sekolah
Radikalisme dan ekstremisme beragama masih menjadi ancaman di Indonesia. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh pemahaman agama yang kaku dan ekslusif. Untuk itulah, pendidikan moderasi beragama merupakan keharusan dan semakin penting dalam konteks pendidikan di berbagai tingkatan sekolah. Artikel ini mengulas urgensi pendidikan moderasi beragama di sekolah sebagai respons terhadap meningkatnya perpecahan dan ekstremisme beragama di masyarakat. Pendidikan moderasi beragama bertujuan untuk membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman yang seimbang terhadap nilai-nilai agama, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan. Tulisan ini akan mengeksplorasi bagaimana pendidikan moderasi beragama dapat membantu mencegah polarisasi dan konflik yang timbul akibat interpretasi yang sempit atau ekstrem terhadap agama. Pendidikan moderasi beragama di sekolah dapat mencakup pendekatan yang mengedepankan pemahaman mendalam tentang ajaran agama, sejarah toleransi, dialog antaragama, serta pemberdayaan peserta didik untuk menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat
Dinamika Kultur Pesantren dalam Penerapan Kurikulum Merdeka
Pondok pesantren sebagai institusi Pendidikan tertua di Indonesia telah terbukti bertahan menghadapi perubahan zaman. Lebih dari 6 abad lamanya pondok pesantren berhasil mencetak kader terbaik yang berkontribusi pada bangsa dan negara Indonesia. Pola Pendidikan di Pesantren tidak banyak berubah dan masih mengadopsi metode lama dalam proses belajar mengajar. Sementara itu, Kemendikbud Republik Indonesia resmi meluncurkan kurikulum baru bernama kurikulum Merdeka yang mengganti kurikulum 2013. Walaupun penerapannya diserahkan kepada kesiapan institusi masing-masing, terdapat beberapa isu terkait penerapannya pada kultur Pendidikan pesantren. Tulisan ini membahas dinamika kultur pesantren dalam kaitannya dengan penerapan kurikulum Merdeka. Dari hasil kajian yang dilakukan, ditemukan beberapa potensi permasalahan penerapan yaitu metode pembelajaran di pesantren yang masih mempertahankan pola lama; pola patron Kyai dan santri yang tidak bisa disamakan dengan guru dan siswa pada umumnya; orientasi Pendidikan; Batasan penggunaan teknologi IT seperti internet dan handphone; kesulitan link and match dengan industri, serta kendala finansial
Indikator Ketakwaan Menurut Ali bin Abi Thalib dan Relevansinya dengan Fenomena Korupsi di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap indikator ketakwaan menurut Ali Bin Abi Thalib dengan contoh kasus pada perilaku korupsi yang dilakukan tokoh agama di Indonesia. Ada tiga perkataan Ali bin Thalib sebagai cerminan dari kebahasaan yang mengarah pada ketakwaan, yaitu sujud, sujud, dan dirham. Tiga kata ini dikaji dengan pendekatan kebahasaan yang membahas fenomena tanda dalam ujaran, yaitu semiotika. Untuk mengkaji permasalahan korupsi kaum beragama dengan indikator ketakwaan, peneliti menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa surban manjadi simbol ketakwaan yang menjadi aksesoris kalangan agamawan dalam menunjukkan eksistensinya. Sedangkan sujud berada dalam kategori tanda indeks karena menjadi wujud representasi dari salat sebagai prosesi penghambaan dan penghormatan kepada Tuhan. Adapun dirham masuk dalam kategori tanda ikon sebagai gambaran dari mata uang, harta benda, dan bentuk kekayaan lainny
Penerapan Etika Bisnis Islam pada Usaha Kecil dan Menengah Mikro (UMKM) di Kabupaten Pasuruan
In this study, we'll talk about how MSMEs in Purwosari are putting Islamicbusiness practices into practice. This study is a qualitative descriptive one that usedobservation, interviewing, and documentation as data gathering methods and datareduction, presentation, and conclusion-drawing as data analysis strategies. In thisstudy, the informants were MSME actors, such as owners, staff, customers, and theneighborhood. The findings of this study show that the MSME actors at Purwosarihave a thorough understanding of Islamic business ethics and hold the belief that allbusiness transactions are conducted in accordance with Islamic teachings. Islamicbusiness ethics principles, such as the values of unity (tawhid), justice as the focus('Adl), free choice (Ikhtiar), responsibility (responsibility), and honesty (Siddiq),have also been adopted by MSME actors.
Kata Kunci: Etika Bisnis Islami, Pelaku UMK