Rumah Jurnal Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA)
Not a member yet
209 research outputs found
Sort by
The Influence of Non-Performing Financing and Financing to Deposit Ratio on Profitability with Capital Adequacy Ratio as a Mediation Variable on Islamic Commercial Banks in Indonesia, 2020-2022
The purpose of this study is to analyze theh influence of Non Performing Finance and Financing to Deposit Ratio on Profitability with Capital Adequacy ratio as a moderating variable at Islamic Commercial Banks in Indonesia for 2020-2022 period. This research is a quantitative type of research that uses secondary data in the form of panel data. The sample used in this research is four banks registered with the Financial Services Authority and which have published their annual reports for the 2020-2022 period. The results of the tests conducted NPF have a significant effect on ROA in a positive direction, FDR has a positive but not significant effect on ROA, CAR has a significant positive effect on ROA, NPF has a significant effect on CAR with a negative correlation, FDR has a significant positive effect to CAR, CAR is not able to mediate the relationship between NPF and ROA, and CAR is able to be a variable mediating the relationship between FDR and ROA
Implementasi Metode Ummi dalam Mengenalkan Makhorijul Huruf di TK Ar-Rahmah Sumenep
Hasil kajian dan penelitian Yayasan Indonesia Mengaji, sebanyak 65% dari jumlah penduduk Indonesia yang beragama Islam tidak bisa membaca Al-qur'an. Oleh karena itu, perlu adanya metode pembelajaran Al-Qur’an yang lebih efektif dan inovatif, salah satunya metode Ummi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati menggunakan tipe penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti mengumpulkan data yang sesuai dan menganalisis, menganalisis secara diskriptif dan menyimpulkannya. Adapun hasil penelitian menujukkan bahwa adanya kenaikan sebesar 22,5 poin atau 20.1% kemudahan siswa TK Ar Rahmah dalam mengenal makhorijul huruf. Data ini juga menjukkan bahwa metode Ummi berjalan dengan baik dan cocok bagi anak usia dini
“Maompang”: Tradisi, Beban Ekonomi, dan Pewarisan Utang pada Masyarakat Madura
Penelitian ini mengkaji suatu tradisi yang telah terjadi secara turun temurun di kalangan masyarakat Madura khususnya di Dusun Angsanah II Desa Lenteng Barat Lenteng Sumenep yaitu “maompang”. Berdasarkan tradisi maompang yang terjadi di masyarakat Dusun Angsanah II Desa Lenteng Barat maka penting untuk dilakukan penelitian, sehingga muncul pertanyaan “Bagaimana praktik maompang di masyarakat Dusun Angsanah II Desa Lenteng Barat Lenteng Sumenep Madura? dan Bagaimana dampak tradisi maompang terhadap perekonomian masyarakat di Dusun Angsanah II Desa Lenteng Barat Lenteng Sumenep Madura? Pertanyaan di atas akan dijawab melalui penelitian kualitatif dengan sumber data primer masyarakat pelaku tradisi maompang. Metode pengambilan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini berupa buku, karya ilmiah terkait, catatan, atau gambaran umum tentang kegiatan maompang di Dusun Angsanah II Desa Lenteng Barat. Setelah semua data terkumpul dilakukan analisa dengan cara deskriptif analisis. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa tradisi maompang yang dipraktikan masyarakat di Dusun Angsanah II Desa Lenteng Barat Lenteng Sumenep Madura merupakan tradisi yang sudah terjadi secara turun temurun dari nenek moyang atau para leluhur dengan maksud membantu tetangga/famili dalam suatu hajatan. Namun, pada akhirnya di sisi lain tradisi ini menjadi beban ekonomi dan piutang berjangka sampai suatu saat akan ditagih kembali oleh orang yang memberikan ompangan
Analisis Prinsip dan Faktor Produksi dalam Ekonomi Islam pada "Muza Konveksi" di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang
Abstract
In economic activities known as production activities, producers contribute to the creation of goods. This production activity's goals are to satisfy consumer demand and generate profits for the producers. In Islamic economics, production refers to any actions taken to achieve or enhance profits by utilizing the sources of gain supplied by Allah SWT to meet the requirements of the community. As a result, production efforts must be focused on meeting these demands. The main topic of this study is how "Muza Convection" applies Islamic economic ideas and production parameters.This study's methodology combines a qualitative descriptive approach with field research to learn more about the Muza Convection production process and determine whether or not it complies with Islamic economic principles. The data used as references in this study are actual field observations. Information gleaned via observations, interviews, and documentation And it was discovered from the investigation that Muza Convection's manufacturing method involves a number of processes, including the stages of making designs, cutting, sewing, printing or embroidery, packing, and the last operation, which is distributing items. In addition, the production variables, starting with company capital, labor, land, and capacities and skills, are in line with Islamic Economics' production principles.
Keywords: Factors of production, Principles of Production, Islamic Economics
Abstrak
Dalam kegiatan ekonomi yang dikenal dengan kegiatan produksi, produsen berkontribusi dalam penciptaan barang. Kegiatan produksi ini bertujuan untuk memenuhi permintaan konsumen dan menghasilkan keuntungan bagi produsen. Dalam ekonomi Islam, produksi mengacu pada setiap tindakan yang diambil untuk mencapai atau meningkatkan keuntungan dengan memanfaatkan sumber daya yang disediakan oleh Allah SWT untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas. Akibatnya, upaya produksi harus difokuskan untuk memenuhi tuntutan tersebut. Topik utama dalam penelitian ini adalah bagaimana "Konveksi Muza" melaksanakan prinsip dan faktor produksi sesuai dengan Ekonomi Islam. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan, yang mana data-data yang dijadikan rujukan dalam penelitian ini adalah fakta yang ada dilapangan, dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengetahui bagaimana proses produksi yang ada di Muza Konveksi, serta menganalisis apakah proses produksi yang dilakukan disana sudah sesuai dengan aturan Ekonomi Islam atau belum. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan juga dokumentasi. Dan dari penelitian yang sudah dilakukan ditemukan bahwa, proses produksi yang ada di Muza Konveksi melalui beberapa tahapan yaitu, tahap membuat pola, pemotongan, menjahit, penyablonan/bordir, packing dan pada proses akhir yaitu pengiriman barang. Selain itu untuk faktor produksi mulai dari modal usaha, tenaga kerja, tanah, kemampuan/skill telah sesuai dengan prinsip produksi Ekonomi Islam.
Kata Kunci: Faktor produksi, Prinsip Produksi, Ekonomi Islam
Optimalisasi Pendidikan Kreatif Santri Melalui Permainan Rubik di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep
Pada saat ini, permainan rubik menjadi salah satu permainan yang sedang marak dimainkan dikalangan santri di PP. Annuqayah. Hal ini dikarenakan santri PP.Annuqayah baru mengetahui rumus cepat menyelesaikan permainan rubik sehingga mereka tertarik untuk bermain rubik. Permainan rubik juga dianggap mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif santri, terlihat dari kemampuan santri dalam menciptakan metode atau strategi pemecahan permainan rubik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian PTK dengan pendekatan kualitatif (Qualitative Research). Hasil penelitian dari tiga siklus menunjukkan bahwa sebagian besar santri PP.Annuqayah dari tiga Daerah (Al-Idrisi, As-Syafi’iyah dan Lubangsa Tengah) sudah berhasil meningkatkan berfikir kreatif dan sebagian kecil masih lambat dalam berfikir kreatif. Saat ini santri masih berpatokan pada rumus dalam menyelesaikan permainan rubik. Rata-rata santri dari tiga daerah dapat meningkatkan berfikir kreatifnya dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dengan menggunakan strategi dan cara yang mereka miliki
Al-Dalalah Mafhum Al-Mukhalafah Al-Syafi'iyah
Ilmu Ushul fiqih merupakan salah satu piranti (ilmu alat) yang sangat urgen dan sangat dibutuhkan dalam menetapkan hukum-hukum syariah (Islam). Kajian ushul fiqih sangat erat hubungannya dengan al-Qur’an dan Sunnah. Keduanya sebagai sumber hukum inti syariah Islamiyah dijadikan sebagai hujjah yang diproses oleh kaidah-kaidah ushuliyah dalam menelurkan hukum-hukum syariah. Karena pada dasarnya setiap pengambilan hukum (istinbath) dalam syariat Islam harus berpijak atas al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Umat Islam hidup di dunia ini bertujuan untuk mendapatkan ridho Allah SWT, dengan berlandaskan pada nash Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW. Kalimat-kalimat yang ada di dalamnya membuka peluang interprestasi yang berbeda. Oleh sebab itu timbul makna yang yang bervariasi terhadap perintah/larangan. Agar terhindar dari taklid yang berlebihan dalam sebuah memahami nash, penting untuk mengkaji pentingnya al-dalalah mafhum al-mukhalafah as-Syafiiyah. Hasilnya antara lain: ada perbedaan pendapat di antara imam madzab, diantaranya Imam Syafi’i beranggapan dalam nash terdapat dua pemikiran yang lebih dikenal dengan dalalah almanthuq dan dalalah al-mafhum. Dalalah al-mafhum terdiri atas mafhum muwafaqat dan mafhum mukhalafah. Jenis-jenis mafhum mukhalafah yaitu mafhum sifat, syarath, ghayah, ‘adad dan laqab
Rekonstruksi Kesadaran Keberagamaan: Perspektif Makrohistoris dan Mikrohistoris
Kelahiran setiap agama pada mulanya selalu berupaya untuk mewujudkan kedamaian bagi semesta. Agama lahir untuk meredam kekerasan, egoisme, dan nafsu rendah dan sifat-sifat kebinatangan. Namun demikian, dalam konteks agama Islam misalnya, visi agama untuk menyebarkan kedamaian dan kasih sayang bagi semesta itu kurang mendapatkan titik tekan dari umat pemeluknya. Ada semacam keterputusan epistemologis yang terjangkit dalam konstruksi kesadaran keberagamaan umat Islam. Keterputusan epistemologis ini terjadi tidak hanya dalam level pemaknaan segi-segi ajaran keberagamaan, tapi lebih jauh lagi sudah relatif cukup meresap dalam perilaku dan pola pikir kehidupan beragama sehari-hari, bahkan dalam bentuk yang sederhana. Tulisan ini hendak menelusuri titik epistemologis keterputusan visi Islam ini dengan melihat dari sisi makrohistoris dan mikrohistoris. Bagian pertama dilakukan dengan mencermati titik-titik sejarah krusial yang menjadi landasan berpikir umat Islam untuk mengejawantahkan ajaran agamanya. Bagian kedua berkaitan dengan dimensi subjektif keberagamaan, yakni berhubungan dengan “dunia kecil” yang membentuk subjektivitas seseorang. Misalnya, lingkungan sosial budaya, pendidikan, dan sebagainya. Dengan mencermati melalui dua perspektif epistemologis tersebut, tulisan ini menawarkan model pembacaan dimensi normatif dan historis untuk merawat visi Islam yang damai
Pendekatan Humanis dalam Membentuk Pendidikan Karakter Kaum Millenial di Madura
Tulisan ini bermaksud menjelaskan cara melakukan character building pada kaum millenial yang ada di pedesaan Madura. Banyak kasus yang terjadi di masyarakat berkaitan kejahatan, pelanggaran-pelanggaran norma yang terjadi di masyarakat yang di lakukan kalangan millennial. Kondisi tersebut membuat keprihatinan banyak kalangan dan beranggapan bahwa penyebabnya adalah kegagalan pendidikan karakter terhadap generasi millenial. Untuk itu tulisan ini akan mengkaji tentang upaya sebuah masyarakat dalam melakukan Pendidikan karakter terhadap generasi millennial di desa mereka dengan pendekatan humanis. Yaitu menjadikan kaum millennial sebagai subyek pembentukan karakter yang harus dipenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka sesuai dengan bakat, minat dan kesenangan yang ada pada diri mereka. sehingga tulisan ini didasarkan pada data dilapangan yang dikumpulkan selama dua bulan. Dimana data dikumpulkan melalui proses observasi, interview dan FGD. Dengan menggunakan analisis diskriptif interpretatif. Pengumpulan data di pandu dengan teori hierarkhi need Abraham Maslow seorang penggagas psikologi humanistik. Temuan penelitian ini mendiskripsikan masyarakat desa (pemerintahan desa dan tokoh masyarakat) mengawali dengan apa yang menjadi keinginan pemuda berdasarkan bakat pemuda didesa tersebut, selanjutnya dibuatkan sebuah fasilitas sesuai yang mereka butuhkan yaitu lapangan footsall dan membentuk group al-banjari, dan bengkel otomotif. Langkah ini kemudian diikuti dengan mengajak mereka dalam sebuah kelompok-kelompok kajian agama yang dipimpin oleh kiai. Partisipasi dan keikutsertaan penuh para pemuda telah menurunkan tingkat kenakalan remaja yang ada di desa tersebut, sehingga mereka beralih kepada aktifitas yang bersifat positif secara bersama-sama. Sehingga kegiatan keagamaan banyak berkembang dengan disertai dengan proses transformasi tradisi lokal dan nilai-nilai agama. Temuan ini dapat menjadi koreksi terhadap pendidikan karakter dan di jadikan best practice di tempat lain
Praktek Jual Beli Ayam Sabung di Desa Poteh Galis Pamekasan dalam Perspektif Hukum Islam
Jual beli merupakan hal yang niscaya dalam kehidupan manusia. Setiap manusia membutuhkan jual beli untuk mengisi kebutuhan masing-masing. Karenanya Islam sebagai agama yang komprehensif mengatur tentang persoalan jual beli ini dengan jelas, baik di dalam Al-Qur’an maupun hadis. Namun, seiring perkembangan zaman, selalu muncul permasalahan baru perihal masalah-masalah hukum Islam. Salah satunya adalah bagaiamana jual beli ayam yang digunakan untuk kepentingan aduan yang dilarang oleh agama? Tulisan ini mengulas secara komprehensif terhadap hal tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jual beli ayam pada dasarnya, hukum asalnya boleh. Namun, dalam prakteknya karena digunakan untuk perbuatan yang diharamkan agama, karena jual beli tersebut mengandung maisir dan menyiksa hewan.
 
Pengaruh Brand Image dan Aksesibilitas Digital Banking terhadap Loyalitas Nasabah
Technological developments in the 5.0 era are now growing, with the development of Islamic bank technology focused on developing and continuously innovating BSI mobile by continuing to add features needed by the community. In addition, the brand is also important for the continuity of the development of the bank, because there are still very few banks that use the Sharia brand in their institutions. From the results of the test carried out the validity test is said to be valid because the results of Rcount is greater than Rtable (0.197), the results of the reliability test of X1, X2 and Y are said to be reliable because they have fulfilled statistical requirements, the results of the multicollinearity test get a result of 2.912 which is greater than 5 it can be said to have a multicollinearity relationship. the results of the heteroscedasticity test are 0.000 <0.05 which means there are symptoms of heteroscedasticity, the normality test, in the histogram the line is facing down normally, the dot plots are close to the line which indicates normal, table one the Kolmogorof Smirnov sample is 0.075 <0.134 the data is normally distributed. and also supported by the results of the Asymp Sig (2-Tailed) value of 0.627> 0.05, the data is normally distributed. partial test (T) 5.776> 1.661 (information H0 is rejected), simultaneous test (F) 148.627> 3.090 then H0 is rejected. It can be said that Brand Image and digital banking accessibility have an effect of 75% on customer loyalty.
Keywords: Label, convenience, satisfaction, loyalty