1,721,015 research outputs found

    Peran KH. Idi Kholidi dalam mengembangkan Islam di Kabupaten Ciamis tahun 1957-2014

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti terhadap sosok ulama khususnya yang berada di Jawa Barat mengenai sejauh mana gerakannya dalam menyiarkan agama islam serta mengembangkannya. Ulama yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah KH. Idi Kholidi yang merupakan salah satu tokoh agama, ulama, kyai mansyur di Kabupaten Ciamis. KH. Idi Kholidi merupakan Mantan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Ciamis dan pernah menjabat sebagai ketua MUI Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis yang banyak berkontribusi dalam pengembangan bidang keagamaan dan pendidikan. Berdasarkan uraian di atas, terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut: pertama, bagaimana riwayat hidup KH. Idi Kholidi? Kedua, bagaimana peran KH. Idi Kholidi dalam mengembangkan Islam di Kabupaten Ciamis tahun 1957-2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi, serta peran KH. Idi Kholidi dalam mengembangkan Islam di Kabupaten Ciamis pada tahun 1957-2014, baik dalam bidang pendidikan, organisasi sosial kegamaan dan karya tulisnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah., yaitu model penelitian yang mempelajari peristiwa dan kejadian dimana dilakukan berdasarkan jejak-jejak yang ditinggalkan. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan empat tahapan, yaitu heuristik yang terdiri dari sumber primer dan sekunder, tahapan kritik dengan menggunakan kritik ektern dan intern, interpretasi, serta tahapan terakhir yaitu historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pemikiran keislaman KH. Idi Kholidi terbentuk dari sosok kedua orang tuanya. Beliau memperdalam ilmu agama di pondok pesantren dan banyak mendalami berbagai ilmu agama Islam. KH. Idi Kholidi sudah mulai berdakwah pada umur 20 tahun dan banyak menulis karya. (2) KH. Idi Kholidi dipandang oleh masyarakat sebagai sosok ulama yang berkharismatik serta cerdas dalam melihat perkembangan jaman. Oleh sebab itulah beliau diangkat Menjadi ketua MUI yang mampu menyatukan golongan umat Islam. KH. Idi Kholidi sering melakukan pengajian/dakwah ke setiap Masjid. Beliau juga berhasil mendirikan beberapa lembaga pendidikan yang masih terus berkembang hingga saat ini

    Peran Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi dalam Perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah di Onder Distrik Mandau Kerajaan Siak

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sejarah tarekat Naqsyabandiyah Distrik Mandau Kesultanan Siak dengan memfokuskan kajian pada peranan Tuan Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi Bin Encik Coteih dalam mengembangkan ajaran Islam jalur tarekat Naqsyabandiyah di onder distrik Mandau tepatnya di desa Balai Pungut. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawanacara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarekat Naqsyabandiyah berkembang dan diamalkan di Indonesia pada abad ke-19. Kerajaan Siak menjadi pusat berkembangnya ajaran tarekat Naqsyabandiyah di Riau. Desa Balai Pungut menjadi saksi nyata berkembangnya ajaran tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Mandau pada masa Kerajaan Siak Sri Indrapura oleh Tuan Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi bin Encik Coteih. Tarekat Naqsyabandiyah untuk pertama kalinya mulai berjalan dan dipimpin langsung oleh Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi pada tahun 1925 di desa Beringin. Kemudian baru pada tahun 1936 diajarkan dan dikembangkan di desa Balai Pungut.Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sejarah tarekat Naqsyabandiyah Distrik Mandau Kesultanan Siak dengan memfokuskan kajian pada peranan Tuan Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi Bin Encik Coteih dalam mengembangkan ajaran Islam jalur tarekat Naqsyabandiyah di onder distrik Mandau tepatnya di desa Balai Pungut. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawanacara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarekat Naqsyabandiyah berkembang dan diamalkan di Indonesia pada abad ke-19. Kerajaan Siak menjadi pusat berkembangnya ajaran tarekat Naqsyabandiyah di Riau. Desa Balai Pungut menjadi saksi nyata berkembangnya ajaran tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Mandau pada masa Kerajaan Siak Sri Indrapura oleh Tuan Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi bin Encik Coteih. Tarekat Naqsyabandiyah untuk pertama kalinya mulai berjalan dan dipimpin langsung oleh Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi pada tahun 1925 di desa Beringin. Kemudian baru pada tahun 1936 diajarkan dan dikembangkan di desa Balai Pungut

    Catatan Refleksi Pemikiran “Kang” Guru

    No full text
    Catatan Refleksi Pemikiran “Kang” Guru ©Shulhan Kholidi, S.Ag. "Buku yang ada di tangan pembaca ini terdiri dari 17 esai yang ditulis dalam rentang waktu antara tahun 2019 hingga 2024. Sebelum dicetak menjadi buku, esai-esai tersebut penulis simpan dalam postingan di blog pribadi penulis. Tulisan ini lebih bersifat refleksi pemikiran, renungan, bahkan kegelisahan intelektual penulis atas beragam hal, mulai dari pengalaman pribadi, tema spritualitas, moralitas, sejarah, budaya, hingga politik. Ukuran: 14,8 x 21 cm QRCBN: 62-3251-3897-260 -Harga Cetak: Rp. 80.000 Available on Shopee: https://id.shp.ee/yrxo31P -Harga E-Book: Rp. 35.000 Available on Gramedia Digital: https://ebooks.gramedia.com/id/buku/penerbit/pt-revormasi-jangkar-philosophia -Kontak Kami: WhatsApp: 0851-7963-2023 Instagram: @penerbitrevormasi Facebook: Penerbit Revormasi Website: revormasi.co

    Inspirasi Maulid

    No full text
    Inspirasi Maulid ©Shulhan Kholidi, S.Ag. "Buku ini adalah kumpulan letupan renungan dan refleksi yang muncul dalam benak penulis sebagai wujud kecintaan kepada Nabi saw. Tulisan-tulisan tersebut penulis torehkan kurang lebih selama bulan maulid/Rabi'ul Awwal 1446 Hijriah sebagai tulisan yang terbit dalam Buletin Online MI Bustanul Ulum 02 Mlokorejo Jember. Melalui buku ini, penulis ingin menyampaikan bahwa momen perayaan maulid nabi selain sebagai ekspresi spritual dan kultural, harapannya semoga juga bisa membawa kepada pengayaan khazanah wawasan keislaman dan perjalanan evolusi karakter." Ukuran: 14,8 x 21 cm QRCBN: 62-3251-5379-161 -Harga Cetak: Rp. 80.000 Available on Shopee: https://id.shp.ee/yrxo31P -Harga E-Book: Rp. 35.000 Available on Gramedia Digital: https://ebooks.gramedia.com/id/buku/penerbit/pt-revormasi-jangkar-philosophia -Kontak Kami: WhatsApp: 0851-7963-2023 Instagram: @penerbitrevormasi Facebook: Penerbit Revormasi Website: revormasi.co

    Jalan-Jalan Yuk

    No full text
    Jalan-Jalan Yuk ©Shulhan Kholidi, S.Ag. "Buku kecil ini adalah kumpulan 12 tulisan yang penulis torehkan pada bulan Juli tahun 2019 silam. Tulisan-tulisan ini kemudian penulis posting di blog pribadi penulis hingga akhirnya di tahun 2024 ini penulis putuskan untuk mengumpulkan dan menerbitkannya menjadi sebuah buku kecil. Isinya yang ringan, membuat penulisan tulisan-tulisan ini bisa selesai dalam waktu yang relatif singkat, yaitu hanya dalam sebulan. Adapun tema tulisan-tulisan tersebut berkisar pada sejarah, potensi daerah, beberapa destinasi wisata, dan budaya lokal di Jember dan wilayah sekitarnya. Ukuran: 14,8 x 21 cm QRCBN: 62-3251-0258-533 -Harga Cetak: Rp. 80.000 Available on Shopee: https://id.shp.ee/yrxo31P -Harga E-Book: Rp. 35.000 Available on Gramedia Digital: https://ebooks.gramedia.com/id/buku/penerbit/pt-revormasi-jangkar-philosophia -Kontak Kami: WhatsApp: 0851-7963-2023 Instagram: @penerbitrevormasi Facebook: Penerbit Revormasi Website: revormasi.co

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    No full text
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    No full text
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore