1,721,585 research outputs found

    Peningkatan Kompetensi Melalui Kolaborasi : Suatu Tinjauan Teoritis Terhadap Guru

    Full text link
    Abstract. Yuni Kasmawati, 2020. Teacher collaboration is a means for teachers to improve their competence in the form of knowledge, skills and experience. Competence is needed by teachers to support their performance. This study aims to examine the improvement of teacher competency through the teacher collaboration approach. The study was conducted using the literature review method by utilizing the publication of previous research results. The results of the study concluded that teacher collaboration has a positive impact not only on teachers, but also on students and schools. From the teacher's side, collaboration plays a role in increasing competencies in the form of teacher's knowledge, skills and experience. Furthermore, teacher competence will play a role in supporting teacher performance which will ultimately improve student achievement.Keywords:Abstrak. Yuni Kasmawati, 2020. Kolaborasi guru merupakan sarana bagi guru untuk meningkatkan kompetensinya baik berupa pengetahuan, ketrampilan maupun pengalaman. Kompetensi dibutuhkan guru untuk menunjang kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kompetensi guru melalui pendekatan kolaborasi guru. Penelitian dilakukan dengan metode tinjauan literatur dengan memanfaatakan  publikasi hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kolaborasi guru mempunyai dampak positif tidak hanya bagi guru, tetapi juga bagi siswa dan sekolah. Dari sisi guru, kolaborasi berperan dalam meningkatkan kompetensi berupa pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman guru. Selanjutnya kompetensi guru akan berperan dalam menunjang kinerja guru yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi siswa.Kata kunci : kompetensi, kolaborasi, tinjauan teoritisAbstrak. Yuni Kasmawati, 2020. Kolaborasi guru merupakan sarana bagi guru untuk meningkatkan kompetensinya baik berupa pengetahuan, ketrampilan maupun pengalaman. Kompetensi dibutuhkan guru untuk menunjang kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kompetensi guru melalui pendekatan kolaborasi guru. Penelitian dilakukan dengan metode tinjauan literatur dengan memanfaatakan  publikasi hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kolaborasi guru mempunyai dampak positif tidak hanya bagi guru, tetapi juga bagi siswa dan sekolah. Dari sisi guru, kolaborasi berperan dalam meningkatkan kompetensi berupa pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman guru. Selanjutnya kompetensi guru akan berperan dalam menunjang kinerja guru yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi siswa.Kata kunci : kompetensi, kolaborasi, tinjauan teoriti

    PENGARUH METODE PICTORIAL RIDDLE BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR) TERHADAP BERFIKIR KREATIF SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 ANGKOLA TIMUR

    No full text
    The aim of this research is to determine the significant influence of student creativity on the subject of static fluids after implementing the AR-based pictorial riddle learning model in class XI of SMA Negeri 1 Angkola Timur. This research is a Quasi Experimental Research. The instruments in this research were essay test instruments and student observation sheets. The population is 270 class XI students of SMAN Negeri 1 East Angkola and the sample here uses a cluster random sampling technique with an experimental class of class Based on the research data obtained and the results of the statistical tests that have been carried out, it can be concluded that there is a significant difference between the average score and the results of the t-test analysis of two independent samples. The average post-test score for the experimental class was 77.30, more than higher than the post-test average score in the control class of 69.13. The statistical test results show that tcount 2.72 > ttable 1.717, for a significance level of 95% and α = 0.05 so that Ha is accepted and H0 is rejected. So it can be concluded that through the application of the pictorial riddle learning model, it can improve students' ability to think creatively in Class XI of SMA Negeri 1 Angkola Timur.

    MANAJEMEN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI PALOPO MENUJU MADRASAH UNGGUL

    Full text link
    ABSTRAK Kasmawati, 2023. “Manajemen Pengembangan Pendidikan Islam Pada Madrasah Aliyah Negeri Palopo Menuju Madrasah Unggul”, Skripsi Program Studi Manajemen pendidikan islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Nur Rahmah dan Muhazzab Said. Skripsi ini membahas tentang Manajemen Pengembangan Madrasah Aliyah Negeri Palopo menuju madrasah unggul. Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui bagaimana manajemen pengembangan pendidikan Islam di MAN Palopo, untuk mengetahui bagaimana upaya pengembangan pendidikan Islam menuju madrasah unggulan di MAN Palopo dan untuk mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat dalam upaya pengembangan pendidikan Islam di MAN Palopo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknis analisis data yaitu teknik editing, teknik coding, teknik analisis data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpula. Hasil dari penelitian tersebut manajemen pelaksanaan pendidikan Islam di siswa MAN Palopo menerapkan nilai-nilai Keislaman. Pengembangan pendidikan Islam menuju madrasah unggulan di MAN Palopo adalah dengan mengadakan kelas tahfidz dan kelas unggulan dan program organisasi dakwah. Kemudian Faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan pendidikan Islam di MAN Palopo yaitu dimana pendukungnya terdiri dari kepemimpinan kepala madrasah sendiri yang mampu memimpin dalam menggerakkan kehidupan sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Hambatanyang hendak dihadapi adalah siswa itu sendiri yang sulit bahkan tidak mau menerima pelajaran yang diberikan oleh para pendidik itu sendiri. Kata kunci: Manajemen Pengembangan, Pendidikan Islam, Madrasah Unggul

    PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MUḤᾹDATHAH DI MTS. MIFTAHUL „ULUM DATARA KABUPATEN GOWA

    No full text
    KASMAWATI. “Problematika Pembelajaran Muḥādathah di MTs. Miftahul ‘Ulum Datara Kabupaten Gowa” dibimbing oleh A. Abdul Hamzah (Konsultan I) dan Supratman (Konsultan II). Skripsi ini membahas masalah pembelajaran muhādatsah dan problem yang dihadapi guru dan siswa di MTs. Miftahul „Ulum Datara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan, dengan mengambil latar MTs. Miftahul „Ulum Datara. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara, dokumentasi dan kuisioner (angket). Analisis data dilakukan dengan metode kuantitatif, dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa pembelajaran bahasa Arab di MTs. Miftahul „Ulum Datara menggunakan kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sedangkan materi pelajaran diambil dari buku “Faṣīḥ Bi al-lughah al „Arabiyyah”. Proses pembelajaran terdiri dari perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, metode yang sering digunakan oleh guru adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, menulis, praktik, membaca, dan imla‟. Problem yang terjadi di MTs. Miftahul „Ulum Datara terdiri dari beberapa faktor antara lain : faktor siswa yaitu latar belakang pendidikan, motivasi, kurangnya mufraḍat yang diketahui, perhatian siswa dalam pembelajaran di kelas. Selanjutnya adalah faktor guru antara lain, faktor pendidik, yaitu kejelasan dan metode yang digunakan kurang menarik perhatian dan minat siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Selain itu, ada faktor materi, faktor waktu, faktor fasilitas, dan faktor sosial atau lingkungan yaitu lingkungan asrama, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Faktor yang terakhir adalah faktor psikologis siswa. Dalam skripsi ini, penulis memberikan gambaran sosulusi untuk mengatasi problem tersebut, kepada beberapa pihak yaitu siswa, guru dan pihak sekolah

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU BERBASIS MODEL DIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS FISIKA SISWA SMP

    Full text link
    Scientific literacy is a high-level thinking skill, and according to PISA 2018, Indonesia is 70th out of 78 countries participating in the OECD, with an average score of 396. Low level of students' high-level thinking skills in Natural Sciences subjects can also be seen in the school exam results. National Standard at SMP/MTs in Padangsidimpuan. This research aims to develop integrated natural science teaching materials based on the Differentiated Learning Model and evaluate its feasibility and effectiveness. This research uses the ADDIE research and development model. The instrument used to obtain validity uses a questionnaire with a Likert scale and for the effectiveness of scientific literacy uses a scientific literacy test with multiple choices. The research results show validity of teaching materials with aspects of content suitability is 89.45%, presentation suitability is 92.00%, language assessment is 94.20%, and scientific literacy assessment is 85.88%, with very valid criteria. The effectiveness of teaching materials is shown by the difference in the average score between the experimental class (83.55) and the control class (75,00) at postest. Based on the mean calculation, the average of the experimental class posttest is higher than the average of the control class posttest, The concluded that the scientific literacy of experimental class students has increased more than that of control class students

    Peningkatan Aktivitas, Hasil Belajar Biologi dan Karakter Siswa dengan Penerapan Strategi Pembelajaran Inkuiri Pada Siswa Kelas VIIIA MTs Al Hilaal Namlea Maluku

    Full text link
    ABSTRAK Kasmawati. Peningkatan Aktivitas, Hasil Belajar Biologi dan Karakter Siswa dengan Penerapan Strategi Pembelajaran Inkuiri Pada Siswa Kelas VIIIA MTs Al Hilaal Namlea Maluku (dibimbing oleh Mansyur dan Andi Mu’nisa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas, hasil belajar, dan karakter siswa MTs Al Hilaal namlea maluku pada kelas VIIIA melalui peneranan strategi pembelajaran inkuiri. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA MTs Al Hilaal Namlea Maluku yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas, tes hasil belajar, dan lembar observasi implementasi nilai karakter serta lembar angket siswa. Lembar observasi dan angket dianalisis dengan deskriptif kuantitatif menggunakan teknik persentase sedangkan tes hasil belajar dianalisis menghitung rata-rata skor ulangan harian tiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan strategi pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan aktivitas siswa pada kelas VIIIA MTs Al Hilaal Namlea Kabupaten Buru Maluku tahun pelajaran 2013/2014. Pada siklus I aktivitas belajar siswa rata-rata 52,08% dan pada siklus II meningkat menjadi 85,21%, (2) penerapan strategi pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada kelas VIIIA MTs Al Hilaal Namlea Kabupaten Buru Maluku tahun pelajaran 2013/2014. Besarnya peningkatan hasil belajar pada siklus I rata-rata skor hasil belajar biologi siswa 70,67 mengalami peningkatan di siklus II menjadi 75,60, (3) penerapan strategi pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan karakter siswa kelas VIIIA MTs Al Hilaal Namlea Maluku tahun pelajaran 2013/2014 yaitu pada siklus I untuk masing-masing indikator karakter kejujuran, tanggung jawab, kemandirian dan kreativitas berturut-turut skor aktualnya sebesar 62; 58; 39; dan 61 mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 86; 89; 60; dan 71. Kata Kunci : Aktivitas, Hasil belajar, Karakter, strategi inkuiri . ABSTRACT KASMAWATI. 2014. The Improvement of Activity, Learning Result of Biology, and Studentas’ Character by Employing the Implementation of Inquiry Learning Strategy of Grade VIIIA Students at MTs Al Hilaal Namlea in Maluku (supervised by Mansyur dan Andi Mu’nisa) The study aimed at examining the improvement of activity, learning result, and students’ character at MTs Al Hilaal Namlea in Maluku of grade VIIIA by employing the implemntation of inquiry learning strategy. The study is a classroom action research which conducted in two cycles. The subjects of the study were 30 students of grade VIIIA on the second semester of academic year 2013/2014 at MTs Al Hilaal Namlea in Maluku. The instruments used were observation sheet of activity, test of learning result, and observation sheet of the implementation of character value as wellas questionnaire for students. Observation sheet and questionnaire were analized using desctriptive quantitative with persentage technique; whereas, test of learning result was analized by counting the mean score of daily test in each cycle. The results of the study revealed that (1) the implementation of inkuiry learningstrategy can improve students activity. In cycle I, students, learning activity was 52,08% and improved to 85,21% in cycle II, (2) the implementation of inquiry learning strategy can improve learning result of biology of grade VIIIA students. The mean score in cycle I was 70,67 and improved to 75,60 in cycle II, (3) the implementation of inquiry learning strategy can improve students’ character that in cycle I each indicator or characters such honesty, responsibility, independence, and creativitywere 62, 58, 39, and 61 and improved to cycle II by 86, 89, 60, 71nrespectively. Keywords : Activity, learning result, character, inquiry strateg

    “Keefektifan Model PembelajaranPenemuan (Discovery Learning)

    Full text link
    ABSTRAK Kasmawati. 2014. “Keefektifan Model PembelajaranPenemuan (Discovery Learning) dalam Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas X MAN Lappariaja Kabupaten Bone”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Sulastriningsih Djumingin dan Azis). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) membuktikan kemampuan menulis teks eksposisi dengan menggunakan pengajaran konvensional (ceramah dan Tanya jawab) padasiswakelas X MAN LappariajaKabupaten Bone; (2) membuktikan kemampuan menulis teks eksposisi setelah menggunakan model pembelajaran penemuan (discovery learning) siswa kelas X MAN Lappariaja Kabupaten Bone; dan (3) membuktikan model pembelajaran penemuan (discovery learning) efektif atau tidak digunakan dalam menulis teks eksposisi siswa kelas X MAN Lappariaja Kabupaten Bone. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X MAN Lappariaja Kabupaten Bone yang berjumlah 126 orang. Jumlah tersebut terbagi atas empat kelas. Dengan teknik pengambilan sampel cluster sampling (sampel kelompok) terpilih kelas X IPA1 sebanyak 32 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA2 sebanyak 32 orang sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan, yaitu observasi, tes, dan RPP. Teknik yang digunakan mengumpulkan data adalah teknik tes dan observasi. Data yang diperoleh dengan dua cara dianalisis secara statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pembelajaran menulis teks eksposisi pada siswa kelas X MAN Lappariaja Kabupaten Bone dengan menerapkan model pembeljaran penemuan (Discovery Learning) dikategorikan baik. Hal ini tampak pada nilai t 1.091 dengan signifikansi (p) 0,092. Kaidah yang digunakan adalah jika p > 0,05. Kesimpulannya adalah bahwa hipotesis diterima sehingga ada perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan model pembelajaran penemuan (Discovery Learning) dengan menggunakan pengajaran konvensional dengan nilai rata-rata pada kelas kontrol 54.,2 dan kelas eksperimen 74.3. Kata Kunci: Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning), Menulis Teks Eksposis

    Implementasi Supervisi Akademik Pengawas di Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Jeneponto (dibimbing oleh Hanafie Mahtika dan Husain Syam).

    Full text link
    ABSTRAK KASMAWATI. 2014. Implementasi Supervisi Akademik Pengawas di Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Jeneponto (dibimbing oleh Hanafie Mahtika dan Husain Syam). Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui: 1). Perencanaan supervisi akademik Pengawas di Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Jeneponto. 2). Pelaksanaan supervisi akademik Pengawas di Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Jeneponto. 3) Gambaran evaluasi hasil supervisi akademik Pengawas di Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Jeneponto. 4). Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi supervisi akademik di Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti yang bertindak sebagai instrumen penelitian dengan sumber data pengawas madrasah, dan guru mata pelajaran yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan tehnik analisis datanya yaitu colecting data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun tehnik pengabsahan data dilakukan dengan triangulasi dan member check. Hasil penelitian yang diperoleh adalah : 1) Perencanaan sudah terlaksana dengan baik, antara lain dalam perumusan tujuan, penentuan komponen-komponen yang akan disupervisi, penetapan dalam jadwal pelaksanaan dan penetapan model dan tehnik supervisi yang berdasarkan pada tujuan yang telah ditetapkan; 2) Pelaksanaan supervisi akademik pengawas di Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Jeneponto sudah baik utamanya dalam ketercapaian aspek-aspek supervisi dan penggunaan waktu sedangkan pemilihan tehnik masih perlu lebih bervariasi; 3) Evaluasi hasil supervisi akademik pengawas sudah baik antara lain dalam pencapaian tujuan, penggunaan waktu dan ketercapaian aspek-aspek yang disupervisi. Sedangkan yang perlu mendapatkan perhatian adalah penanggungjawab dalam penilaian kinerja kepala madrasah oleh supervisor yaitu Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto belum terlaksana; 4) Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi supervisi akademik oleh pengawas di Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Jeneponto adalah : a) Faktor pendukung antara lain motivasi tinggi dari atasan, wawasan pengawas tentang supervisi yang luas, qualifikasi pendidikan pengawas sesuai bidangnya, pemahaman guru yang baik tentang tupoksinya dan iklim madrasah yang kondusif; b) faktor penghambat antara lain, wilayah kerja pengawas yang terlalu luas, keterbatasan SDM pengawas, Kemampuan ketrampilan guru dalam penguasaan IT masih rata-rata, koleksi buku perpustakaan tentang referensi penunjang guru di madrasah yang masih kurang meski bangunan perpustakaannya indah dan sistem yang sudah terotomasi
    corecore