1,721,176 research outputs found
URUPING KARYO
Karya tari Uruping Karyo merupakan sebuah karya tari yang ber-genre langen carita.Karya tari ini terinspirasi dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang bekerja di Sawah. Dari inspirasi yang sederhana itu, kemudian dikembangkan menjadi sebuah karya tari yang bercerita dan bertema semangat bekerja. Karya tari bercerita ini yang dimaksud sebagai genre langen carita. Ciri-ciri dari genre tersebut, yaitu suatu karya tari yang diceritakan melalui gerak-gerakan tari, sedikit dialog, dan terdapat unsur tetembangan. Unsur tetembangan tersebut yang memiliki arti penggambaran suatu cerita. Pada Karya tari Uruping Karyo ini menceritakan tentang anak-anak petani yang semangat bekerja dan divisualisasikan ke dalam genre langen carita. Kata Kunci: genre, langen carita, bekerja keras, dan Uruping Kary
Cinta VS Wedhus
Merupakan karya seni sastra berupa karya seni Naskah Drama, dengan judul Cinta VS Wedhus karya dari Karyo Gunawa
Wayang Kulit Purwa Karya Atmo Karyo Di Desa Wukirsari Yogyakarta
Wayang kulit purwa merupakan wayang yang ceritanya berasal dari kisah Ramayana ataupun Mahabarata. Seni wayang kulit purwa masih berkembang sampai sekarang dan masih menjadi daya tarik tersendiri bagi Bangsa Indonesia. Di Yogyakarta, tepatnya di Desa Wukirsari, Kelurahan Pucung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul memiliki sejarah munculnya seni wayang kulit yang berawal dari datangnya Atmo Karyo atau dikenal dengan nama Mbah Glemboh pada tahun 1917. Atmo Karyo banyak diceritakan mulai tertarik membuat wayang kulit setelah menjadi abdi dalem Keraton Yogyakrta untuk merawat wayang. Disela-sela kesibukannya, Atmo Karyo mengajak empat orang tetangganya yaitu, Reso Mbulu, Cermo, Karyo, dan Sumo untuk belajar membuat wayang kulit. Berdasarkan observasi yang dilakukan penulis, maka permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah mengenai sejarah Atmo Karyo dan beberapa karya wayang kulit purwa buatannya, sehingga dapat diperoleh ciri khas dan estetika visual apa yang terkadung di dalamnya. Oleh sebab itu, penulis juga menggunakan beberapa referensi yang berhubungan dengan kajian tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan teori estetika visual menurut Edmund Burke Feldman dan menggunakan metode historis yang berfokus pada peristiwa-peristiwa Atmo Karyo di masa lampau, dengan melakukan rekonstruksi sejarah melalui karya-karya yang ditinggalkannya. Sedangkan data yang diperoleh berasal dari artefak wayang kulit purwa dan laporan verbal dari beberapa generasi Atmo Karyo yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta berasal dari sumber yang relevan. Adapun hasil penelitian yang diperoleh penulis yaitu didapatkannya lima artefak wayang kulit purwa yang dilihat dari segi estetika visual melalui tatahan dan sunggingan sederhana. Sedangkan untuk ciri khas wayang kulit purwa karya Atmo Karyo yang pertama terletak pada bagian kepala, baik pada mekutha ataupun pada bagian odhol atau rambut. Kedua terletak pada pakaian yaitu celana yang digunakan memiliki tato berbentuk naga ngrangsang di bagian ujung. Ciri ketiga yaitu hampir keseluruhan wayang kulit purwa Atmo Karyo menggunakan kroncong atau gelang
kaki dan yang terakhir wayang kulit purwa yang dibuat berfungsi sebagai wayang peraga
JARANAN PEGON KARYO BUDOYO DESA WONOREJO KECAMATAN GANDUSARI KABUPATEN TRENGGALEK (KAJIAN BENTUK)
Penelitian ini mengkaji tentang bentuk yang didalamnya terdapat struktur dan elemen Jaranan Pegon Karyo Budoyo. Teori yang digunakan untuk membahas permasalahan adalah teori bentuk yang terbagi dalam enam elemen yaitu; gerak, pola lantai, musik atau iringan, tata rias busana, tempat pertunjukan dan properti. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan asal-usul dan bentuk Jaranan Pegon Karyo Budoyo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pegumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis data berupa data dilapangan.Terciptannya kesenian ini yaitu terinspirasi dari pertunjukan wayang yang ada di Desa Wonorejo, seniman mengambil beberapa tokoh wayang seperti Gatotkaca, Werkudara, Puntadewa, Arjuna, Srikandi dan Subadra sebagai perwujudan karakter manusia didunia. Jaranan Pegon Karyo Budoyo menggambarkan cerita tentang prajurit pribumi melawan penjajah, yang dibawakan oleh enam penari karakter wayang serta celeng dan barong berperan sebagai penjajah. Bentuk Jaranan Pegon Karyo Budoyo terdiri dari beberapa elemen yaitu; gerak yang dominan pada gerakan tangan dan kaki seperti tekuk samping, ngaca, nyabuk, ukel tumpang, tepuk setan dan bumi langit. Pola lantai yang digunakan lingkaran dan sejajar. Musik yang digunakan untuk mengiringi Jaranan Pegon yaitu gamelannya tidak lengkap hanya menggunakan kendang, kempul, kenong, slompret dan saron. Tata rias dan busana yang digunakan merupakan rias karakter dari putra gagah, putra alus, putri endel dan putri oyi. Untuk busana menggunakan baju berwarna putih yang mempunyai arti prajurit suci. Tempat pertunjukan Jaranan Pegon yaitu pada halaman terbuka atau tempat yang luas. Perlengkapan menggunakan properti jaranan besar untuk laki-laki dan jaranan kecil untuk perempuan, sampur, celengan serta barongan. Dengan adanya penggunaan karakter wayang menjadikan karakteristik pada penyajian Jaranan Pegon Karyo Budoyo dan berbeda dari pertunjukan Jaranan Pegon yang ada di Kabupaten Trenggalek.Kata Kunci : Jaranan Pegon, Bentuk, Karakter Wayang
D-karyo—A New Prenatal Rapid Screening Test Detecting Submicroscopic CNVs and Mosaicism
Chromosomal microarray analysis (CMA), recently introduced following conventional cytogenetic technology, can detect submicroscopic copy-number variations (CNVs) in cases previously diagnosed as “cytogenetically benign”. At present, rapid and accurate chromosomal analysis is required in prenatal diagnostics, but prenatal CMA is not widely used due to its high price and long turnaround time. We introduced a new prenatal screening method named digital karyotyping (D-karyo), which utilizes a preimplantation genetic test for the aneuploidy (PGT-A) platform. First, we conducted a preliminary experiment to compare the original PGT-A method to our modified method. Based on the preliminary results, we decided to implement the modified strategy without whole-genome amplification (WGA) and combined it with three analytical software packages. Next, we conducted a prospective study with 824 samples. According to the indication for invasive tests, the D-karyo positive rates were 2.5% and 5.0%, respectively, in the screening positive group with NT ≥ 3.5 mm and the group with fetal abnormalities by ultrasound. D-karyo is a breakthrough modality that can detect submicroscopic CNVs ≥ 1.0 Mb accurately in only 10.5 h for 24 samples at a low cost. Implementing D-karyo as a prenatal rapid screening test will reduce unnecessary CMA and achieve more accurate prenatal genetic testing than G-banding
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
ANALISIS PRAKTIK SIMPAN PINJAM GABAH PADA LUMBUNG PADI GUNA KETAHANAN PANGAN PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Sido Karyo Desa Sinar Ogan Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan)
ABSTRAK
Islam datang sebagai agama penyempurna bagi semua agama
terdahulu. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti sandang, pangan,
dan papan manusia tidak terlepas dari kegiatan bermuamalah salah
satunya adalah kegiatan simpan pinjam. Kegiatan Simpan pinjam
dalam Islam harus sesuai dengan ajaran nilai-nilai Islam. Kegiatan
simpan pinjam gabah di Lumbung padi diharapkan dapat berperan
dalam pemenuhan ketahanan pangan. Rumusan masalah pada
penelitian ini adalah : bagaimana praktik simpan pinjam gabah lumbung
padi Sido Karyo guna ketahanan pangan Desa Sinar Ogan Kecamatan
Tanjung Bintang?, bagaimana pandangan Ekonomi Islam pada praktik
simpan pinjam gabah lumbung padi Sido Karyo guna ketahanan pangan
Desa Sinar Ogan Kecamatan Tanjung Bintang?. Dan tujuan penelitian
ini untuk menganalisis praktik simpan pinjam gabah lumbung padi Sido
Karyo guna ketahanan pangan Desa Sinar Ogan Kecamatan Tanjung
Bintang dan untuk menganalisis Pandangan Ekonomi Islam pada
praktik simpan pinjam gabah lumbung padi Sido Karyo Desa Sinar
Ogan Kecamatan Tanjung Bintang.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kualitatif, yaitu metode penelitian yang ditunjukan untuk
mendeskripsikan hasil riset dengan menggunakan landasan teori
sebagai acuan dalam menganalisis hasil penelitian. Jenis penelitian
yang digunakan adalah case study atau studi kasus.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai praktik simpan pinjam
gabah di Lumbung padi Sido Karyo guna ketahanan pangan bahwa
praktik simpan pinjam gabah di lumbung padi Sido Karyo terdapat
peran dalam mendukung pemenuhan ketahanan pangan yang antara lain
adalah pengelolaan pasokan pangan, pengendalian harga gabah,
perlindungan terhadap musim tidak tertentu, dapat membantu ke akses
ke pembiayaan, dapat mengembangkan komunitas dan mendukung
untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sedangkan dalam
pandangan Ekonomi Islam praktik simpan pinjam gabah di lumbung
padi Sido Karyo yaitu tidak sesuai dengan ajaran maupun prinsip�prinsip ekonomi Syariah, karena mengandung unsur riba.
Kata Kunci : Ketahanan Pangan, Lumbung Padi, Simpan Pinjam.
iv
ABSTRACT
Islam came as a perfect religion for all previous religions. To
fulfill life's needs, such as clothing, food and shelter, people cannot be
separated from charitable activities, one of which is savings and
borrow activities. Savings and borrow activities in Islam must be in
accordance with the teachings of Islamic values. It is hoped that grain
savings and borrow activities at Lumbung Padi can play a role in
fulfilling food security. The formulation of the problem in this research
is: how does the practice of saving and borrowing grain from the Sido
Karyo rice barn affect the food security of Sinar Ogan Village, Tanjung
Bintang District? . And the aim of this research is to analyze the
practice of saving and borrowing grain from the Sido Karyo rice barn
on food security in Sinar Ogan Village, Tanjung Bintang District and
to analyze Islamic Economic Views on the practice of saving and
borrowing grain from the Sido Karyo rice barn, Sinar Ogan Village,
Tanjung Bintang District.
The approach used in this research is a qualitative approach,
namely a research method intended to describe research results using
a theoretical basis as a reference in analyzing research results. The
type of research used is a case study or case study.
Based on the results of research regarding the practice of saving
and borrowing grain in the Sido Karyo rice barn on food security, the
practice of saving and borrowing grain in the Sido Karyo rice barn
plays a role in supporting the fulfillment of food security, which
includes managing food supplies, controlling grain prices, protecting
against irregular seasons, can help with access to financing, can
develop communities and support realizing national food security.
Meanwhile, from an Islamic economic perspective, the practice of
saving and borrowing grain in the Sido Karyo rice barn is not in
accordance with the teachings and principles of Sharia economics,
because it contains elements of usury.
Keywords : Food Security, Rice Granary, Savings and Borrows
- …
