1,924,973 research outputs found
KEEFEKTIFAN KALIMAT PADA TEKS BERITA KARYA MAHASISWA JURUSAN SASTRA INDONESIA PAKET JURNALISTIK
ABSTRAKCara untuk menyajikan gagasan, ide atau amanat dengan baik ialah denganmenggunakan kalimat yang efektif. Penggunaan kalimat efektif pada teks berita sangat penting diterapkan oleh mahasiswa paket jurnalistik yang telah dianggap lebih dalampengetahuan seputar menulis teks berita. Data dalam penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang terdapat pada karya teks berita yang ditulis oleh mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Paket Jurnalistik pada tahun ajaran 2016/2017. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan teks berita yang ditulis oleh mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Paket Jurnalistik pada tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan kalimat pada teks berita karya mahasiswa Sastra Indonesia Paket Jurnalistik. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen berupa kodifikasi data dan tabel pengumpul data. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, terdapat kalimat lengkap dan tidak lengkap pada hasil analisis kalimat pada teks berita karya mahasiswa paket jurnalistik. Syarat kalimat lengkap pada teks berita ialah harus memiliki unsur subjek dan predikat. Adapun kalimat yang tidak lengkap disebabkan karena tidak memiliki subjek dan terdapat juga kalimat yang tidak memiliki subjek maupun predikat. Kedua, berdasarkan analisis kalimat pada teks berita, terdapat kalimat yang serasi dan tidak serasi. Kalimat tidak serasi tersebut hanya terdapat satu kalimat saja yang disebabkan karena gagasannya yang tidak serasi. Adapun Kalimat serasi ditandai dengan keserasian gagasan, keserasian antara subjek dan predikat, serta keserasian antara predikat dan preposisi yang mengikutinya. Ketiga, berdasarkan hasil analisis kalimat dari segi kehematan, ditemukan kalimat hemat dan tidak hemat. Kalimat hemat tersebut lebih banyak ditandai oleh pemakaaian salah satu bentuk jamak diantara bentuk jamak ulang dan bentuk jamak leksikal. Adapun kalimat yang tidak efektif dari segi kehematan, lebih banyak ditandai oleh pengulangan subjek.Kata kunci: keefektifan kalimat, teks berita, mahasiswa paket jurnalistikABSTRACTHow to present ideas, ideas or work properly is to use an effective sentence. The use of sentence effective on very important news text applied by students of the journalistic Pack has been considered more dalampengetahuan about writing the text of the news. The data in this study are the sentences contained in the paper text news written by students majoring in Literature and journalism in the packet of Indonesia school year 2016/2017. Data source this study is a collection of text news written by students majoring in the journalistic Pack Indonesia Literature in teaching 2016/2017. This research is qualitative research which aims to describe the effectiveness of the sentence in the text of the news paper the student Literary Indonesia Journalistic Package. In this study, researchers used the instrument in the form of codification of the data and table data Gatherer. The results showed as follows. First, there is a complete and incomplete sentences in sentences of text analysis results news paper the student Pack journalism. The terms complete sentences in the text of the news is the must have elements of the subject and the predicate. As for the sentence that is incomplete because it doesn't have the subject and there is a sentence that does not have a subject or a predicate. Second, based on the analysis of the sentence in the text of the news, there is a matching sentences and mismatched. The mismatched sentences there are only a one sentence only because his mismatched. As for matching Sentences are characterized by the harmony of the idea, the harmony between the subject and the predicate, as well as the harmony between the predicate and the prepositions that follow. Third, based on the results of the analysis of sentences in terms of kehematan, found the phrase sparingly and not cost-efficient. The more efficient the sentence is marked by pemakaaian one plural form between the plural and the plural form of lexical. As for the sentence that is not effective in terms of kehematan, much more characterized by the repetition of the subject.Keywords: effectiveness of the sentence, the text of the journalistic Pack, student new
Kajian Strukturalisme Todorov Pada Novel Lelaki Harimau Karya Eka Kurniawan
RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan. Teori yang digunakan untuk membedah karya ini adalah teori strukturalisme Tzvetan Todorov yang meliputi (1) aspek sintaksis, dan (2) aspek semantik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif. Berdasarkan hasil analisis data dan temuan penelitian dalam novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan ditemukan data mengenai (1) urutan peristiwa secara kronologis dan logis, dan (2) tema, tokoh dan latar. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai salah satu bahan bacaan dalam memahami karya sastra dengan perspektif strukturalisme
Penerapan Model Pembelajaran Kollaboratives Schreiben dengan EduPad pada Matakuliah Aufsatz II di Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Agustine, Dewi Maya. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Kollaboratives Schreiben dengan EduPad pada Matakuliah Aufsatz II di Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Herri A.B., M.A., M.Hum. Kata Kunci: kollaboratives Schreiben, EduPad, keterampilan menulis Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kollaboratives Schreiben dengan EduPad beserta hasil penerapannya.Model pembelajaran kollaboratives Schreiben melatih kemampuan menulis bahasa Jerman mahasiswa dengan cara menulis secara kolaboratif dalam kelompok yang telah ditentukan. Dalam proses menulis oleh kelompok, mahasiswa dapat saling bekerja sama dengan cara saling mengoreksi, menambahkan dan mengurangi, memperbaiki, dan berdiskusi dengan teman lainnya, sehingga tercipta suatu karya yang telah disepakati oleh seluruh anggota kelompok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dari penelitian ini adalah 20 mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Angkatan 2015 kelas A. Data pada penelitian ini diperoleh dari observasi, angket, dan dokumentasi.Penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali pertemuan karena keterbatasan waktu yang dimiliki oleh peneliti. Pertemuan pertama yakni penerapan model pembelajaran ini dengan kelompok besar, sedangkan pertemuan kedua dengan kelompok yang lebih kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kollaboratives Schreiben dengan EduPad membuat proses pembelajaran menyenangkan dan mahasiswa sangat antusias dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Dengan menggunakan EduPad, seluruh proses penyusunanAufsatz dapat terlihat dengan jelas dan dapat diketahui tingkat keaktifan dan kerjasama anggota kelompok. Kendala yang ditemukan dalam penerapan model pembelajaran ini adalah kendala teknis, serta terdapat salah satu mahasiswa yang kurang maksimal mengikuti pembelajaran karena tidak terbiasa bekerja dalam tim. Mahasiswa juga kurang memerhatikan ortografi, koherensi dan tatabahasa dalam menulis karangan. Namun secara keseluruhan karangan mahasiswa sesuai dengan tema Wohnung: Wie wohnt man in Deutschland? dengan materi Beschreibung
Nilai Moral dalam Novel Ranah 3 warna karya Ahmad Fuadi
ABSTRAK Dzulqoidah, Annisa. 2014. Nilai Moral Dalam Novel Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Maryaeni, M.Pd, (II) Musthofa Kamal, S.Pd., M.Sn Kata kunci: karya sastra, nilai moral. Pada masa ini, bangsa Indonesia sedang mengalami degradasi moral. Wujud dari hal tersebut dapat dilihat dengan maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja, tawuran antarpelajar, penyalahgunaan narkoba, ketidakpatuhan anak kepada orang tuanya, dan lain sebagainya. Munculnya beragam peristiwa tersebut salah satunya merupakan akibat dari menurunnya moralitas yang ada pada masyarakat saat ini. Karya sastra sebagai sebuah karya kreatif yang lahir dari pemikiran dan pengalaman pengarangnya sering mencerminkan pandangannya dalam melihat sebuah kehidupan. Pengalaman tersebut ditulis sebagaimana adanya untuk dimaknai sebagai bentuk implementasi dari pengungkapan pikiran maupun perasaan yang ada pada diri manusia. Sebagai sebuah karya kreatif, karya sastra tidak hanya mengandung unsur keindahan, karya sastra sering mencerminkan nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu novel yang mengandung nilai moral adalah novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi. Dalam novel Ranah 3 Warna, pengarang berusaha menyajikan nilai moral sebagai salah satu nilai yang akan dipaparkan kepada pembaca. Pengarang tidak hanya ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya saja tetapi secara implisit juga mempunyai dorongan untuk memengaruhi pembaca agar lebih memahami, menghayati, dan menyadari masalah serta ide yang diungkapkan. Selain itu, pengarang juga menyampaikan pandangan-pandangannya tentang kehidupan yang dapat memberi faedah kepada pembacanya. Oleh sebab itu, pembaca bisa mengambil pelajaran yang terdapat di dalam karya sastra tersebut dengan penuh kesadaran sehingga dapat dijadikan sebagai bahan renungan dalam kehidupan sehari-hari. Identifikasi nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Ranah 3 Warnadidasarkan pada teori etika Bertens.Teori etika yang dikemukakan oleh Bertens digunakan sebagai landasan dalam mengidentifikasi perilaku tokoh dalam cerita yang mengandung nilai-nilai moral. Penelitian ini secara rinci bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral dalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi yang meliputi, (1) nilai moral individu, (2) nilai moral sosial, dan (3) nilai moral ketuhanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data penelitian berupa dialog dan narasi antartokoh yang mengandung nilai moral. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca berulang-ulang. Untuk menjaga keabsahan temuan, peneliti menggunakan teknik berdiskusi dengan teman sejawat dan melakukan pendalaman materi dengan cara membaca berulang-ulang. Teknik analisis data dalam penelitian ini mencakup tiga tahapan, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi data. Pertama, reduksi data dilakukan dengan identifikasi, klasifikasi, dan kodifikasi data.Kedua, tahap penyajian data. Pada tahap ini, data disajikan dalam bentuk yang sudah disesuaikan dengan rumusan masalah yang akan diteliti. Terakhir, tahap verifikasi data. Verifikasi data dilakukan dengan cara mengaitkan data dengan teori yang telah dijadikan dasar penelitian atau teori utama. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan terkait nilai moral dalam novel Ranah Tiga Warna karya A. Fuadi, yaitu nilai moralindividu, nilai moral sosial, dan nilai moral ketuhanan.Pertama, nilai moral individu menyangkut hubungan manusia dengan diri sendiri serta kejiwaannya. Nilai moral individu mendorong individu yang bersangkutan untuk mencapai kesejahteraan dalam kehidupan sebagai individu yang mampu memanfaatkan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki tanpa melibatkan atau bahkan merugikan individu yang lainnya. Nilai moral individu dalam penelitian ini adalah 1) tanggung jawab berupa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan bekerja dengan semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil sebaik munngkin, (2) keoptimisan berupa pantang menyerah ketika menghadapi suatu masalah, dan (3) kejujuran berupa berlaku jujur apa adanya, tidak mengurangi atau menambahi informasi yang diketahui. Kedua, nilai moral sosial menyangkut hubungan manusia satu dengan manusia lainnya. Nilai moral sosial mengacu pada semua kegiatan yang menimbulkan kesatuan, kekuatan, kedamaian, dan kehormatan bagi masyarakat serta perbuatan yang menimbulkan pengaruh baik dan keselamatan bagi orang lain. Segala sesuatu yang dilakukan seorang manusia, tidak terlepas dari penilaian manusia lainnya. Nilai moral sosial dalam penelitian ini adalah (1) menolong sesama berupa meringankan beban teman dan meringankan beban orang lain, (2) kepedulian sosial berupa memperhatikan atau peka terhadap sesuatu yang terjadi di masyarakat, dan (3) berbakti berupa berbakti kepada orang tua. Ketiga, nilai moral ketuhanan menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan. Baik berupa perilaku, kepercayaan, serta semua hal yang berhubungan dengan Tuhan. Nilai moral ketuhanan dalam penelitian ini adalah (1) berdoa berupa memohon kepada Tuhan, (2) ikhlas berupa memberikan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan, dan (3) bersyukur berupa mengucapkan terimakasih kepada Tuhan atas rezeki yang telah diberikan. Berdasarkan nilai moral yang terkandung dalam novel Ranah 3 Warna diharapkan pembaca dapat mengambil pelajaran moral yang terkandung di dalamnya. Karya sastra yang baik hendaknya mengandung unsur-unsur pendidikan dan pembelajaran, bukan hanya unsur hiburan semata. Salah satunya mengenai nilai-nilai moral yang dapat disiratkan dalam cerita sebagai pembelajaran kepada pembaca
Karya-karya Taufiq Ismail sebagai bahan pengajaran sejarah
Karya-karya Taufiq Ismail sebagai bahan pengajaran sejara
Pengembangan Media Pembelajaran Menyimak Cerita Wayang Untuk SMP Kelas IX KTSP Berbasis Multimedia Interaktif
ABSTRAK Al-a’laa, NotaraRatuJelytaDraydhie. 2017. Pengembangan MediaPembelajaranMenyimakCeritaWayanguntuk SMP Kelas IX KTSP Berbasis Multimedia Interaktif. Skripsi.Jurusan Sastra Indonesia, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing; Prof. Dr. Suyono,M.Pd Kata Kunci : pengembangan media pembelajaran, menyimakceritawayang,pembelajaranmenyimak, multimedia interaktifMenemukanpesandariceritawayangmerupakansalahsatukompetensidasar KTSP matapelajaranbahasaJawakota Malang yang harusdikuasaiolehpesertadidikkelas IX tingkat SMP/MTs.Kompetensiinitermasukdalamaspekmendengarkandanmengerucutpadakegiatanmenyimak. Kegiatanmenyimakceritawayanginidapatmeningkatkantingkatpemahamanpesertadidikterhadapisipesan yang terkandungdalamceritawayangdanmerealisasikanterhadapkehidupansehari-harimereka.Akan tetapihaltersebutbelumtercapaidikarenakanadanyabeberapahambatan.Hambatantersebutantaralain, yaitudarifaktor internal danfaktoreksternal. Hambatanfaktor internal adalahhambatan yang datangdaridiripesertadidiksendiri, sedangkanhambatanfaktoreksternaladalahhambatan yang terkaitdenganfasilitaspembelajaranyaitu media pembelejarandanstrategipembelajaran yang digunakanoleh guru.Berkaitandenganhaltersebutperluadanyapengembangan media pembelajaranmenyimakceritawayang yang dapatmengatasibeberapahambatan.Hal inidimaksudkanuntukmemfasilitasidanmendukung proses pembelajaranmenyimakceritawayang di tingkat SMP/MTs.Adapunbeberapahal yang mendasaripentingnyapengembangan media pembelajaran, yaknikebutuhanpesertadidikdantuntutan guru untukdapatmemfasilitasipesertadidikmenguasaikompetensisesuaituntutankurikulumdenganmenyajikan proses belajar yang berkualitasdenganmemperhatikankarakteristikpesertadidiktingkat SMP kelas IX.Penelitiandan pengembangan ini bertujuanmenghasilkanproduk media pembelajaranmenyimakceritawayangkelas IX SMP KTSP berbasis multimedia interaktif.Tujuanumumtersebutdapatdirincimenjadibeberapatujuankhusus, yaitu(1) menghasilkan media pembelajaran bahasa Jawa menyimak cerita wayang untuk SMP kelas IXKTSP berbasis multimedia interaktif disertai dengan penyajian materi; (2) menghasilkan media pembelajaran bahasa Jawa menyimak cerita wayang untuk SMP kelas IXKTSP berbasis multimedia interaktif disertai dengan penyajian tampilan yang interaktif; dan(3) menghasilkan media pembelajaran bahasa Jawa menyimak cerita wayang untuk SMP kelas IXKTSP berbasis multimedia interaktif disertai dengan penyajian bahasa komunikatif.Dalam penelitian dan pengembangan ini diadaptasidarimodelpengembanganBorg and Gall.Dari model pengembangantersebutterdapat5tahapanprosedurpenelitianpengembangan, yaitu:(1) tahappenelitiandanpengumpulaninformasiawal, (2) perencanaan, (3) pengembanganproduk, (4) ujicoba, dan(5) revisi.Produkhasilpenelitiandanpengembanganinidiujicobakepadaahlimaterimenyimakceritawayang, ahli media pembelajaran, praktisi (guru Jawa), dankelompokkecilpesertadidik yang beranggotakan 10 siswadenganmembagikanangket.Berdasarkandata hasilujivalidasiprodukyaknidiklasifikasikanberdasarkankelayakanisi media pembelajaran, kelayakankomponen/ sajian media pembelajaran, kelayakanbahasa media pembelajarandankelayakantampilan media pembelajaran.Klasifikasitersebutsimpulandarihasilujicobaahli, praktisidanlapangan.Berikutadalahhasilrekapitulasidaribeberapaklasifikasihasilujivalidasiproduk media.Kelayakanisimemperolehpresntase rata-rata 83%.Kelayakankomponen/ sajian media pembelajarnmemperolehpresentase rata-rata 88%.Kelayakanbahasa media pembelajaranmemperolehpresentase rata-rata 84%.Kelayakantampilan media pembelajaranmemperolehpresentase rat-rata 82%.Media pembelajaran yang dihasilkanpadapenelitiandanpengembanganinidiberijudulNyemakCritaPewayangan. Media pembelajaraniniterdiriatas 6 bagian.Bagian 1 memuatkalimatpembuka, standarkompetensi, kompetensidasar, danindikator.Bagian 2 memuattokohwayang, asalusulcritawayang, danjinisebasa.Bagian 3 memuatlarah-larahanenemtokakepesencritapawayangan, audio ceritawayangberjudulResi Durna lan Duryudana, video wayangkulitberjudulKarna dadi Senapati,dan video ceritawayang orang berjudulRembugan Baratayuda.Bagian 4 memuat 3 bagiansoalsesuaijudulceritawayangpadabagian 3.Bagian 5 memuatkamusbahasaJawadanataubahasaKawi .Bagian 6 memuatprofilpengembang. Adapunbeberapasaranpemanfaatanproduk yang dihasilkanpadapenelitiandanpengembanganini, yakniditujukanpadapihak-pihak yang berkaitandenganpengembangan media pembelajaranmenyimakceritawayang, guru agar dapatmemanfaatkan media pembelajaransecara optimal, pesertadidik agar memanfaatkanprodukuntukmenemukanisipesanceritawayangsecaramandiri, dandiseminasiproduk agar disebarluaskanmelaluijurnalpenelitian, forum MGMP Kota/ Kabupaten Malang serta media sosial
PENGEMBANGAN MODUL KORESPONDENSI BERBASISIS THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK (Studi Pada Peserta Didik Kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di SMKN 2 Blitar)
ABSTRAKFitriana, Nia, 2018. Pengembangan Modul Korespondensi Berbasis Think Talk Write Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik (Studi Pada Peserta Didik Kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di SMK Negeri 2 Blitar). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: H. Imam Bukhori, S.Pd., M.M., M.Pd.Kata Kunci : Modul, Korespondensi, TTW (Think Talk Write), Hasil Belajar.Modul korespondensi berbasis Think Talk Write merupakan modul yang menuntut peserta didik untuk berpikir secara aktif. Langkah-langkahnya yaitu Think, Talk, dan Write, dimana pada tahap think peserta didik diajak untuk memahami materi maupun soal yang telah tersaji, kemudian tahap talk peserta didik dibentuk ke dalam kelompok untuk mendiskusikan materi maupun soal yang telah tersaji, sedangkan pada tahap write peserta didik mengerjakan soal dan kemudian mempresentasikan. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk: (1) Menghasilkan Modul Korespondensi Berbasis Think Talk Write Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Kelas X OTKP di SMKN 2 Blitar,(2) Mengetahui kelayakan modul dihasilkan, melalui hasil validasi oleh ahli materi dan ahli modul. (3) Mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik antara kelasn eksperimen yang menggunakan modul dan kelas kontrol yang tidak menggunakan modul korespondensi berbasisi Think Talk Write (TTW) kompetensi dasar menganalisis surat niaga pada kelas X OTKP di SMKN 2 Blitar.Rancangan penelitian ini diadaptasi dari model pengembangan Reseach and Development (R&D) dari Sugiyono yang telah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan penelitian dan kondisi lapangan yaitu : (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain, (6) Uji Coba Produk, (7) Revisi Produk, (8) Uji Coba Pemakaian, (9) Revisi Produk. Data yang diproleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif tersebut diperoleh dari kritik dan saran yang diberikan oleh ahli materi, ahli modul, dan 6 peserta didik pada kelompok kecil yang telah dituliskan pada angket, sedangkan data kuantitatif tersebut diperoleh dari pemberian penilaian dari ahli materi, ahli modul, 6 peserta didik pada kelompok kecil kelas X OTKP 2, serta hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen kelas X OTKP 2 dan kelas kontrol kelas X OTKP 1.Penyajian dan analisis data dalam penelitian ini berdasarkan hasil validasi dari ahli materi, ahli modul, dan 6 peserta didik yang memiliki kriteria sangat valid atau dapat digunakan dalam pembelajaran. Validasi dalam penelitian ini menghasilkan dua jenis data, yaitu data yang berupa hasil skorvalidasi sebagai data kuantitatif dankritik maupun saran sebagai data kualitatif.Peneliti menggunakan teknik analisis data deskriptif prosentase yaitu teknik yang mengubah data kuantitatif menjadi bentuk prosentase yang selanjutnya dijelaskan dengan kalimat kuantitatif. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli modul yaitu sebesar 97%, ahli materi 96%, sedangkan 6 peserta didik 90%. Penelitian dan pengembangan modul ini terbukti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, hal tersebut terbukti dari analisis data tes yang menunjukan perolehan rata-rata hasil belajar peserta didik ranah kognitif pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 92 dan 82 dengan ketuntasan kelas 100% dan 83%, sedangkan perolehan rata-rata hasil belajar peserta didik pada ranah psikomotorik pada kelas ekperimen dan kelas kontrol sebesar 87 dan 79 dengan ketuntasan 100% dan 75%.Dari perolehan perbedaan rata-rata hasil belajarantara kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan efektif untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.Saran pemanafaatan bagi guru yaitu agar menggunakan modul korespondensi berbasis think talk write sebagai sumber belajar atau bahan ajar saat kegiatan pembelajaran di dalam kelas sedang berlangsung, dan saran pemanfaatan bagi peserta didik yaitu agar menggunakan modul korespondensi berbasis think talk write dalam belajar khususnya ketika mempelari kompetensi dasar menganalisis surat niaga.ABSTRACTFitriana, Nia, 2018. Developing Correspondence ModuleBased onThink Talk Writeto Enhance Students’ Learning Outcome (Study on the Tenth Grade Students ofAutomationand Office Management at SMK Negeri 2 Blitar). Sarjana’s thesis. Department of Management, Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang. Advisor: H. Imam Bukhori, S.Pd., M.M., M.Pd.Keywords: Module, Correspondence, TTW (Think Talk Write), Learning Outcome The so-called Think Talk Write correspondence module is a module that requires students to think actively. The steps are Think, Talk, and Write, where at the think stage students are invited to understand the material and the questions that have been presented, then the talk stage students are formed into groups to discuss the material and the questions that have been presented, while in the write stage participant stage students work on the problem and then present. The objectives of this research and development are to: (1) Produce Think Talk Write-Based Correspondence Modules to enhancethe Learning Outcomes oftenth grade students of Automation Class in SMK 2 Blitar, (2) knowing the feasibility of the module produced, through validation results by material experts and module experts, (3) knowing the increase in student learning outcomes between the experimental classes which used modules and control classes that did not use Think Talk Write (TTW)-based correspondence module on the basic competencies in analyzing commercial letters for the tenth grade students of Automationat SMK 2 Blitar.The design of this study was adapted from the development model of Research and Development (R & D) from Sugiyono which had been modified according to research needs and field conditions that is: (1) Potential and Problems, (2) Data Collection, (3) Product Design, (4) Validation Design, (5) Design Revision, (6) Product Trial, (7) Product Revision, (8) Usage Trial, (9) Product Revision. The data obtained in this study are qualitative and quantitative data. The qualitative data was obtained from criticism and suggestions given by material experts, module experts, and 6 students in small groups that had been written on the questionnaire, while the quantitative data was obtained from the assessment of material experts, module experts, 6 students in the smallgroup X OTKP 2 class, as well as student learning outcomes in the experimental class X OTKP 2 class and the control class X OTKP 1.The presentation and analysis of data in this study based on the results of validation from material experts, module experts, and 6 students have very valid criteria or can be used in learning.Validation in this research produces two types of data, wich are, data in the form of validation score results as quantitative data and criticisms and suggestions as qualitative data. The researcher used percentage descriptive data analysis techniques, wich is the techniques of converting quantitative data into a percentage descriptive analiysis technique form which next explained by quantitative sentences. The results of the validation obtained from module experts are 97%, material experts 96%, while 6 students are 90%. Research and development of this module proved to be able to improve student learning outcomes, it can be seen from the analysis of test data which showed the acquisition of the average learning outcomes of cognitive students in the experimental class and control class of 92 and 82 with 100% and 83% grade completeness, while the average student learning outcomes in the psychomotor domain in the experimental class and the control class were 87 and 79 with 100% and 75% completeness. From the acquisition of differences in the average learning outcomes between the experimental classes that are higher than the control class, it can be concluded that the modules developed are effective for use in learning activities in the classroom to improve student learning outcomes.Suggestions for utilizing teachers are to use think talk write based correspondence modules as learning resources or teaching materials when learning activities in the classroom are taking place, and suggestions for the use of students to use think talk write-based correspondence modules in learning especially when studying basic competencies in analyzing commerce letters
KARYA ILMIAH: KARYA SENI MONUMENTALJUDUL KARYA: “OGOH-OGOH PARADE”
Abstrak :
Karya ini berjudul”Ogoh-ogoh Parade”, dimana hal ini terinpirasi dari keinginan penulis untuk melestarikan budaya Bali dan memperkenalkan salah satu budaya Bali di kancah Internasional. Melalui pameran yang dilakukan di Jepang tentu saja akan membawa nama Bali sebagai daerah yang kaya akan budaya, salah satunya adalah festival Ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh sendiri merupakan karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu , Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujud Rakshasa. Festival Ogoh-ogoh ini rutin dilaksanakan di Bali sehari sebelum hari raya Nyepi.
Kata Kunci : Ogog-ogoh, Parad
KARYA ILMIAH: KARYA SENI MONUMENTAL “Saraswati”
Abstrak :
Judul Karya “Saraswati” ini merupakan karya dalam bentuk seni prasi. Sumber ide dari pembuatan karya ini adalah dilihat pemaknaan dari Dewi Saraswati itu sendiri. Dalam kepercayaan agama Hindu, Dewi Saraswati merupakan lambang dari Ilmu Pengetahuan dan Seni. Dewi Saraswati digambarkan sebagai sosok wanita cantik, dengan kulit halus dan bersih, merupakan perlambang bahwa ilmu pengetahuan suci akan memberikan keindahan dalam diri. Dewi saraswati digambarkan memiliki empat lengan yang melambangkan empat aspek kepribadian manusia dalam mempelajari ilmu pengetahuan: pikiran, intelektual, waspada (mawas diri) dan ego.
Kata Kunci : Saraswati, Seni Pras
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH BAGI PENDIDIK PLS DALAM TERANG PEMBELAJARAN TRANSFORMASIONAL
RINGKASAN Artikel ini bertujuan untuk mendiskripsikan upaya yang telah dilakukan untuk mengembangkan kemampuan profesional pendidik PLS (dalam hal ini pamong belajar), dan alternatif usulan untuk mendedah kemampuan tersebut khususnya dalam menghasilkan karya ilmiah. Model pembelajaran transformasional merupakan alternatif tawaran yang patut dipertimbangkan dalam pengembangan kemampuan profesional dimaksud. Kata kunci: pendidik PLS, kemampuan profesional, karya ilmiah, pembelajaran transformasiona
- …
