KARYA DOSEN Fakultas Sastra UM
Not a member yet
77 research outputs found
Sort by
MERDEKA BERBAHASA DAN BERSASTRA UNTUK MERDEKA BELAJAR
Salah satu persoalan mendasar kebudayaan dan pendidikan kita ialah terbatasnya daya pikir, daya imajinasi, dan daya ekspresi bangsa kita sehingga kreativitas dan inovasi bangsa masih jauh dari harapan dan kalah dibandingkan dengan berbagai bangsa lain, padahal masa depan bangsa kita sangat bergantung pada kreativitas dan inovasi. Di samping karena ekosistem dan ruang berpikir, berimajinasi, dan berekspresi yang masih terbatas dan belum kondusif, hal tersebut disebabkan oleh tidak atau kurang merdekanya bangsa kita dalam berpikir, berimajinasi, dan berekspresi
PROSES VISUALISASI ESTETIK BATIK TULIS PRODUK SAJADAH PADA RUMAH BATIK SENGGURUH KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG
RINGKASANWijaya, Ocha Denta. 2019. Proses Visualisasi Estetik Batik Tulis Pada Sajdah di Rumah Batik Seng . Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ponimin, M. Hum, (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd.Kata Kunci : Visualisasi Estetik, Batik tulis sajadah, motif batik seng, warna batik. Visualisasi merupakan objek dan estetik adalah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercangkup dalam pengertian keindahan. Visualisasi (objek) estetik terdapat objek alam dan objek buatan manusia, dan berebntuk dua dimensi dan tiga dimensi. Objek buatan manusia yang berbentuk dua dimensi tersebut salah satunya berupa batik tulis.Kecamatan Kepanjen terdapat rumah industri batik yaitu rumah batik seng yang terdapat di desa Sengguruh. Rumah batik Seng ini memproduksi batik tulis pada produk sajadah. Produk sajadah batik ini merupakan inovasi terbaru dari rumah batik seng. Rumah batik seng ini motif batik eceng gondok yang merupakan motif yang lebih banyak diminati masyarakat. Terciptanya motif eceng gondok ini agar masyarakat tidak hanya mengangap bahwa eceng gondok ini sebagai benalu, tetapi eceng gondok juga bermanfaat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskripsi kualitatif. Penelitian diawali dengan pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan metode dengan menghubungkan data hasil obsevasi dengan landasan teori. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, proses pembuatan batik dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : (a) Proses persiapan membatik; (b) Proses penyantingan batik; (c) proses pewarnaan batik; (d) proses finishing. Kedua, visualisasi motif batik tulis pada sajadah mengandung nilai keindahan atau estetik yang didalamnya terdapat unsur-unsur estetik dan prinsip-prinsip estetik. Ketiga, pewarnaan pada batik tulis sajadah ini menggunakan dua warna yaitu pewarna sintesis atau buatan dan pewarna alam. Keempat, visualisasi motif pada batik tulis sajadah motif utama adalah eceng gondok, dan motif pendukungnya yaitu motif ka’bah, motif daun, dan motif mega mendung.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan ilmu dalam bidang seni betik. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk mengadakan penelitian serupa. Bagi pengrajin, penelitian ini dapat memotivasi untuk menciptakan motif dan teknik baru. Pada bidang pendidikan, diharapkan dapat menjadi salah satu literatur pada bidang seni.SUMMARYWijaya, Ocha Denta. 2019. The Aesthetic Visualization Process of Batik Written on Sajdah at the Seng Batik House. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Literature, Malang State University. Advisor: (I) Dr. Ponimin, M.Hum, (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd.Keywords: Aesthetic Visualization, Batik written prayer rug, zinc batik motif, batik color.Visualization is an object and aesthetics is a value that relates to everything that is captured in terms of beauty. Aesthetic visualization (object) contains natural objects and man-made objects, and has two dimensions and three dimensions. The two-dimensional man-made object is one of them in the form of written batik.Kepanjen Subdistrict has a batik industrial house, which is a house of batik bat which is located in Sengguruh village. This Seng batik house produces handmade batik on prayer mat products. This batik prayer mat product is the latest innovation in the home of zinc batik. The house of seng batik is a hyacinth batik motif which is a motif that is more in demand by the public. The creation of this water hyacinth motif so that people do not just consider the water hyacinth as a parasite, but water hyacinth is also useful.The study was conducted with a qualitative description approach. The research begins with data collection with observation, interview, and documentation techniques. Data analysis was carried out with the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Checking the validity of the data is done by means of triangulation of sources and methods by linking the data from observation with the theoretical basis.Based on the results of the study, the conclusions of the research results are as follows. First, the process of making batik is carried out with the following steps: (a) The process of preparing batik; (b) Batik escort process; (c) batik coloring process; (d) finishing process. Second, the visualization of batik motifs on prayer mats contains aesthetic or aesthetic value in which there are aesthetic elements and aesthetic principles. Third, the coloring of the prayer mat uses two colors, synthetic or artificial dyes and natural dyes. Fourth, the visualization of motifs on sajadah batik is the main motive is water hyacinth, and its supporting motifs are the ka'bah motif, leaf motif, and mega overcast motif.The results of this study are expected to be an additional knowledge in the field of batik art. For other researchers, this research can be used as a reference for conducting similar research. For craftsmen, this research can motivate to create new motives and techniques. In the field of education, it is expected to be one of the literature in the field of art
Sepenggal Perjalanan Hidup Sang Mursyid
Sejarah adalah rangkaian peristiwa atau kejadian masa lalu yang dilakukan oleh umat manusia. Allah Ta’ala dalam al-Jur’an banyak menceritakan sejarah para Nabi dan Rasul, serta umat-umat terdahulu, seperti sejarah Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, Nabi Muhammad, Lugmanul Hakim, Kaum Madyan, Kaum Tsamud, Kaum Ouraisy dan lain-lain. Dari semua sejarah itu, ada yang bercerita tentang kebaikan tetapi ada juga yang bercerita tentang keburukan. Bagi orang yang berakal, membaca sejarah bukan hanya untuk menambah wawasan atau informasi tetapi juga untuk memahami makna yang ada di balik peristiwa itu. Dengan membaca sejarah manusia akan mampu memahami akibat baik atau akibat buruk dari suatu kejadian. Karena itu mempelajari sejarah adalah suatu yang penting bagi kita semua. Buku ini termasuk buku yang menceritkan peristiwa masa lalu, khususnya berhubungan dengan sebagian kecil perjalanan hidup saya yang dimulai dari peristiwia kelahiran saya, masa kecil dan nyantri, masa-masa sulit setelah ayah saya H. Abdul Mu’thi meninggal, keadaan saya di Lamongan, sampai saya kembali ke Ploso untuk mengajarkan ajaran Shiddiqiyyah kepada masyarakat
KEEFEKTIFAN KALIMAT PADA TEKS BERITA KARYA MAHASISWA JURUSAN SASTRA INDONESIA PAKET JURNALISTIK
ABSTRAKCara untuk menyajikan gagasan, ide atau amanat dengan baik ialah denganmenggunakan kalimat yang efektif. Penggunaan kalimat efektif pada teks berita sangat penting diterapkan oleh mahasiswa paket jurnalistik yang telah dianggap lebih dalampengetahuan seputar menulis teks berita. Data dalam penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang terdapat pada karya teks berita yang ditulis oleh mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Paket Jurnalistik pada tahun ajaran 2016/2017. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan teks berita yang ditulis oleh mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Paket Jurnalistik pada tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan kalimat pada teks berita karya mahasiswa Sastra Indonesia Paket Jurnalistik. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen berupa kodifikasi data dan tabel pengumpul data. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, terdapat kalimat lengkap dan tidak lengkap pada hasil analisis kalimat pada teks berita karya mahasiswa paket jurnalistik. Syarat kalimat lengkap pada teks berita ialah harus memiliki unsur subjek dan predikat. Adapun kalimat yang tidak lengkap disebabkan karena tidak memiliki subjek dan terdapat juga kalimat yang tidak memiliki subjek maupun predikat. Kedua, berdasarkan analisis kalimat pada teks berita, terdapat kalimat yang serasi dan tidak serasi. Kalimat tidak serasi tersebut hanya terdapat satu kalimat saja yang disebabkan karena gagasannya yang tidak serasi. Adapun Kalimat serasi ditandai dengan keserasian gagasan, keserasian antara subjek dan predikat, serta keserasian antara predikat dan preposisi yang mengikutinya. Ketiga, berdasarkan hasil analisis kalimat dari segi kehematan, ditemukan kalimat hemat dan tidak hemat. Kalimat hemat tersebut lebih banyak ditandai oleh pemakaaian salah satu bentuk jamak diantara bentuk jamak ulang dan bentuk jamak leksikal. Adapun kalimat yang tidak efektif dari segi kehematan, lebih banyak ditandai oleh pengulangan subjek.Kata kunci: keefektifan kalimat, teks berita, mahasiswa paket jurnalistikABSTRACTHow to present ideas, ideas or work properly is to use an effective sentence. The use of sentence effective on very important news text applied by students of the journalistic Pack has been considered more dalampengetahuan about writing the text of the news. The data in this study are the sentences contained in the paper text news written by students majoring in Literature and journalism in the packet of Indonesia school year 2016/2017. Data source this study is a collection of text news written by students majoring in the journalistic Pack Indonesia Literature in teaching 2016/2017. This research is qualitative research which aims to describe the effectiveness of the sentence in the text of the news paper the student Literary Indonesia Journalistic Package. In this study, researchers used the instrument in the form of codification of the data and table data Gatherer. The results showed as follows. First, there is a complete and incomplete sentences in sentences of text analysis results news paper the student Pack journalism. The terms complete sentences in the text of the news is the must have elements of the subject and the predicate. As for the sentence that is incomplete because it doesn't have the subject and there is a sentence that does not have a subject or a predicate. Second, based on the analysis of the sentence in the text of the news, there is a matching sentences and mismatched. The mismatched sentences there are only a one sentence only because his mismatched. As for matching Sentences are characterized by the harmony of the idea, the harmony between the subject and the predicate, as well as the harmony between the predicate and the prepositions that follow. Third, based on the results of the analysis of sentences in terms of kehematan, found the phrase sparingly and not cost-efficient. The more efficient the sentence is marked by pemakaaian one plural form between the plural and the plural form of lexical. As for the sentence that is not effective in terms of kehematan, much more characterized by the repetition of the subject.Keywords: effectiveness of the sentence, the text of the journalistic Pack, student new
Proceedings Of The 1th A/Muslim International Conference On Science, Technology And Society (Aicsts) 2015 November 7-8, 2015, Bireuen, Indonesia "The Influence of The Professionalism Phases On Teacher's Performance"
The study on teacher's professionalism phaseshas been conducted by Hargreaves (2000) which concluded thatteacher's professionalismcan be divided into 4 phases: 1) the preprofessional, 2) autonomous professional, 3) collegial professional and 4). post-professional. Each of these phases describes the level of professionalism that is closely related to the teachers' performance. This finding isinterested to be applied in Indonesia due to the Act no. 14 of 2005 on teachers and lecturer who are considered asprofessional teacher. The purpose of this study is to describe and analyze the phases of professional teacher as well as its influence on the teachers' performance (there are four hypotheses to be tested).This study was conducted on two vocational teachers in the field of Business and Management who consist of 159 teachers as populations.Theselected sample technique is simple random sample of 80 teachers (50% of 159). Data was collected by using questionnaire, both for the dependent variable and autonomous variables; while the data analysis technique was done by using multiple linear regressions that begins with the classical assumption.The results showed that the pre-professional phase, professional, autonomous, and post-professional have significant positive effect on the teachers' performance; whereas the professional phase collegial has a significant effect on the teachers' performance. This finding can be also the basis for rejecting the first and third hypothesis. On the other way around, it accepts the second and fourth hypothesis.From the findings of the study, it is recommended that for similar research should develop a more in-depth indicator of pre-professional and professional variables to examine in depth collegial both from a literature review and the findings of similar research. Keywords: Pre-Professional, autonomous, collegial, post-professional, teacher's performanc
Pemaknaan Dosen Agama Islam Terhadap Radikalisasi Kehidupan Beragama Mahasiswa di Malang Indonesia
Abstrak : Penelitian ini berusaha melihat bagaimana radikalisasi kehidupan beragama pada mahasiswa dari sudut pandang para dosen AGAMA. Sampel penelitian ini adalah para dosen agama di Kota Malang Jatim. Tiga hal penting hasil penelitian, Pertama, pemahaman dosen AGAMA di PTU di Malang Raya terhadap radikalisme sangat beragam, sebagian kecil sangat menguasai, sebagian lainnya tidak banyak mengetahui bahkan ada di antara mereka yang terkesan tidak peduli dengan fenomena radikalisme: Kedua, tidak semua dosen agama mengetahui dengan seksama bagaimana pola radikalisme, baik sistem penyebaran faham radikal, rekrutmen anggota samagama pada penggalangan pendanaan organisasi mereka, dan Ketiga, dalam menanggulangi persoalan radikalisme di kalangan mahasiswa, para dosen AGAMA di PTU se Malang Raya telah banyak melakukan hal-hal kongkrit. Kata kunci: Islam rahmah, Radikalisme, Perguruan Tinggi Abstract: This study investigates how the radicalization of religious life in university students from the point of view of religion lecturers. Samples were professors of religion in Malang in East Java. Three important results of the study, First, the understanding of religion lecturer in public university in Malang against radicalism is very diverse, in small part are masters, others are not much aware there even among those who seem not to care with the phenomenon of radicalism, Second, not all religions lecturer knows carefully how patterns of radicalism, whether system of deployment radical ideology, recruitment member from the same religion on raising funding their organization, and Third, in tackling the issue of radicalism among 'he stu- dents, religion lectures in public university around Malang had done many things concretely. Keywords: Islamic blessing, radicalism, universities
SYARIAT ISLAM: Dari Konsepsi Hingga Problematika Legislasi dan Formalisasi
Perdebatan perihal syariat Islam bukan wacana baru, akan tetapi merupakan “beban sejarah” yang sampai detik ini belum tuntas. Selain itu, tertangkap fenomena kecanggungan umat Islam dalam memecahkan persoalan-persoalan pokok yang terkait dengan syariat, seperti: bagaimana syariat Islam mesti dipahami dan dipraktikkan; bagaimana mencari kaitan yang pas antara Islam dan politik; bagaimana memosisikan syariat dalam konteks negara modern demokratis. Dialektika wacana antara Muhammad Sa‟id al-Asymawi dan Muhammad „Imarah seputar konsepsi syariat dan implikasi-praksisnya dalam politik pemerintahan—yang diangkat sebagai fokus kajian buku ini—merupakan upaya untuk memaparkan varian-varian teori politik yang berkembang di kalangan intelektual Muslim, dengan harapan nantinya dapat dijadikan sebagai landasan penting bagi pengembangan sintesis yang konstruktif antara agama dan negara (din wa daulah)
AISYAH DINIKAHI NABI DI USIA KANAK-KANAK, MITOS ATAU FAKTA?
Riwayat tentang usia Aisyah RA yang masih kanak-kanak (6 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW, dan 9 tahun pada saat mengawali kehidupan rumah tangganya) merupakan data sejarah yang dianggap final dan reliabel selama puluhan abad. Tidak mengherankan, jika kemudian banyak di antara umat Islam yang mempraktikkan model perkawinan tersebut (baca: perkawinan di bawah umur), dengan dalih meneladani perkawinan historis Nabi SAW dengan puteri Abu Bakr itu. Terlebih, fikih (klasik-yang berwenang mengelola ranah pranata sosial Islam-cenderung "membiarkan" praktik tersebut, dengan indikator ketidaktegasannya dalam persoalan batas usia kawin minimal
CHILD MARRIAGE PREVENTION BASED ON INTEGRATED PLAN OF POLICY AND ACTION TO REDUCE THE INDEX OF CASE AND PRACTICE OF CHILD MARRIAGE IN REMOTE AREAS
Child marriage contributes to many dark sides, such as preventing the improvement of human resource and increasing the poverty index. Strategic and collective efforts are needed in order to prevent the existence of this phenomenon, for instance, through organizing a plan of policy and action integratedly. This article aims to portray the social profile of Maduranese people living in South Malang and their tendency towards the practice of child marriage as a need analysis to organize the plan of policy and action prototype to prevent the existence of this dangerous ractice. The chosen strategy is solving the child marriage practice in whole area through “circular formula” which relate to law, politic, education, social and religion, and economy area
“Menyama Braya” (Brotherhood) As a Harmonious Social Interaction Between Hindus and Muslims in Bangli Regency, Bangli
Setiap agama, baik Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan Konghuchu pada dasarnya tidak pernah mengajarkan umatnya berbuat aniaya terhadap umat lain. Tapi sayangnya, agama yang mengajarkan perdamaian tak jarang dijadikan legitimasi untuk mengganggu, memusuhi bahkan memusnahkan umat lain terutama yang mayoritas terhadap yag monorutas. Hal ini bisa difahami mengingat masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk dengan pemeluk agama yang beragam. Karena itu perlu dicara jalan keluar sehingga hal-hal semacam itu tidak terjadi. Di Kabupaten Bangli, Bali terdapat komunitas Muslim yang minoritas dapat hidup berdampingan dengan masyarakat Hindu yang mayotitas. Secara kuantitas jumlah umat Muslim sangat sedikit, akan tetapi mereka bisa hidup berdampingan tanpa ada persoalan yang berarti. Beragam aktivitas bisa dijalankan dengan baik sesuai dengan falsafah Tri Hita Karana, termasuk di bidang seni tanpa adanya kekhawatiran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Rancangan ini diharapkan dapat menghasilkan teori dengan generalisasi lebih luas dan lebih umum penerapannya untuk kasus harmonisasi hubungan antar umat beragama, khususnya umat Hindu dan Muslim. Dalam penelitian studi kasus ini digunakan rancangan studi kasus observasional dan multi situs, dimana peneliti hadir di daerah kantong-kantong masyarakat Muslim yang tersebar di beberapa wilayah/desa di Kabupaten Bangli untuk melihat lebih dekat bagaimana mereka membangun toleransi beragama dengan masyarakat Hindu yang mayoritas. Rancangan metode tersebut digunakan untuk menelaah sebuah fenomena toleransi beragama di berbagai tempat yang berbeda. Dalam pelaksanaannya dilakukan beberapa kali pengumpulan data dan hasilnya dianalisis sehingga tersusun teori sementara.Basically, all religions such as Islam, Christianity, Hinduism, Buddhism and Konghuchu never teach their followers to maltreat the followers of the other religions. Unfortunately, however, the fact that the religion, which is usually the majority, which teaches peace is freguently used to legitimate the attempts its followers make to disturb and even eliminate the followers of the other religions, which are usually the minorities: it is freguently used to show hostile attitude to the followers of the other religions. That can be understood as Indonesia is a multi cultural country where every religion has its followers. Therefore, solutions should be sought for to anticipate what was described above. In Bangli Regency, there isa Muslim community which exists next to the Hindu communities. Ouantitatively, there are not so many Muslims: however, although they live next to the Hindu communities, they live peacefully. Every activity, including art activity, can be properly performed and without anxiety, as implied by the philosophy of Tri Hita Karana. Oualitative approach was employed in the present study with a case study design. It was expected that the present study would lead to a theory which might be generally and widely applied to the case of harmonious relation among the followers of different religions, especially the Hindus and Muslims. In this present study, an observational case study and multi site design was used, meaning that the researcher was present at the residences where Muslims live and which are located at several villages in Bangli Regency to observe more closely what they did to be tolerant of the Hindus as the majority. Such a method design was used to analyze a phenomenon of religious tolerance at different places. The data were collected several times and were analyzed to form a temporary theory. Keywords: Harmonious social interaction, menyama braya, tri hita karana, and state integrity