KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
44 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS PENYELENGGARAAN PROGRAM KURSUS DI KABUPATEN DAN KOTA BANDUNG JAWA BARAT
This research article presents the finding of research undertaken during 2011. The aim of this research was to asssess the effectiveness of the courses program implementation in Bandung, West Java. Questionnaires and a focus group discussion (FGD) were conducted to get the data. The findings show that course programs were ineffectively implemented, and the monitoring and supervision to programs were ineffectively undertaken by the district goverment’s. Artikel ini memaparkan temuan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2011. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas penyelenggaraan program kursus di wilayah Bandung Jawa Barat.Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Hasil penelitian mendapati bahwa penyelenggaraan program kursus di wilayah Bandung belum diselelenggarakan secara efektif, dan kegiatan monitoring dan supervisi oleh Dinas pemerintah terkait juga belum dapat dijalankan secara efektif. Kata kunci: efektivitas, program kursus, dan lembaga kursus dan pelatiha
Analisis Kemampuan Siswa Sekolah Dasar Kota Blitar dalam Menyelesaikan Soal HOTS Matematika Tipe Open Ended
Siswa dikatakan mampu menyelesaikan suatu masalah apabila siswa tersebut dapat menelaah suatu permasalahan dan dapat menggunakan pengetahuannya ke dalam situasi baru. Kemampuan inilah yang biasanya dikenal sebagai Higher Order Thingking Skills (HOTS). Penggunaan soal tipe open ended yang merupakan salah satu soal matematika dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi sangatlah diperlukan. Semenjak tahun 2018 Kementerian pendidikan dan kebudayaan mulai menerapkan soal bertipe HOTS pada ujian nasional pada jenjang SMP dan SMA sebagai upaya mengejar ketertinggalan standart internasional. Soal open ended yang merupakan salah satu soal tipe HOTS juga dapat diterapkan pada anak-anak SD sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi mereka.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa persen siswa kota Blitar yang dapat menyelesaikan soal pada level analisis, evaluasi, dan kreasi dan untuk mengetahui bagaimana kemampuan siswa kota Blitar dalam menyelesaikan soal HOTS Matematika tipe Open Ended. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari siswa kelas V SDN Sananwetan 02, SDN Kepanjenkidul 01, dan SDN Pakunden 02. Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini adalah soal HOTS matematika tipe open ended sejumlah delapan belas. Intrumen ini telah lolos uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda.Hasil penelitian menunjukkan hanya sedikit siswa kelas V kota Blitar yang mampu menyelesaikan soal HOTS matematika tipe Open Ended level analisis yaitu sebanyak 34%. Sedangkan urutan kemampuan analisis berdasarkan konten matematika adalah yang pertama konten geomteri dan pengukuran sebesar 15%, urutan kedua konten bilangan sebesar 13 %, dan urutan ketiga konten statistika sebesar 7%. Pada level evaluasi, sebanyak 29% siswa kelas V kota Blitar mampu menjawab dengan benar soal HOTS matematika tipe Open Ended. Sedangkan urutan kemampuan berdasarkan konten matematika adalah konten statistika sebesar 13%, urutan kedua konten bilangan sebesar 8%, dan yang terakhir konten geometri dan pengukuran sebesar 7%.Level kreasi sebanyak 37% siswa kelas V kota Blitar mampu menjawab dengan benar soal HOTS matematika tipe Open Ended. Sedangkan urutan kemampuan berdasarkan konten matematika adalah 14% konten geometri dan pengukuran serta statistika. Dan urutan berikutnya adalah konten bilangan sebesar 9%. Kemampuan siswa kelas V kota Blitar dalam menyelesaikan soal HOTS matematika tipe Open Ended berada pada kategori sangat kurang yaitu sebanyak 89% sisw
Pelatihan Penilaian Hasil Belajar Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru
Pelaksanaan pelatihan penilaian hasil belajar diberikan kepada guru-guru SD Kota Blitar karena berdasarkan hasil studi awal yang dilakukan dengan beberapa guru SD di Kota Blitar terungkap bahwa mereka pada umumnya mengalami kesulitan dalam memahami penilaian dalam Kurikulum 2013. Selain itu hasil penilaian kurang dimanfaatkan secara optimal untuk umpan balik dan untuk perbaikan proses pembelajaran. Kurangnya pemahaman tersebut disebabkan karena sosialisasi Kurikulum 2013 belum menjangkau mereka. Hasil kegiatan menunjukkan guru-guru SD Kota Blitar mendapatkan wawasan pengetahuan, pemahaman konsep penilaian, dan terampil menyusun instrumen penilaian untuk mengukur kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan sesuai panduan penilaian pada Kurikulum 2013. Kata kunci: penilaian hasil belajar, kompetensi profesional gur
Kemampuan Koneksi Matematik Mahasiswa PGSD Ditinjau Dari Perbedaan Gender
Kemampuan koneksi merupakan kemampuan yang perlu dimiliki oleh mahasiswa karena akan membantu penguasaan pemahaman konsep dan membantu dalam menyelesaikan masalah melalui keterkaitan antar konsep matematika, antar disiplin ilmu, dan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan koneksi matematik mahasiswa PGSD laki-laki dan perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif tipe penelitian komparatif. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan mahasiswa tes kemampuan koneksi matematik berbentuk essay yang telah valid dan reliabel. Total mahasiswa yang mengerjakan tes kemampuan koneksi adalah 63 mahasiswa laki-laki dan perempuan yang telah mengambil mata kuliah matematika dasar, aritmetika dasar, dan geometri pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematik mahasiswa PGSD ditinjau dari perbedaan gender. Artinya kemampuan koneksi matematik mahasiswa PGSD laki-laki dan perempuan berbeda. Kata Kunci: Gender, Kemampuan koneksi, Mahasiswa PGS
Perkembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) di LPTK Bandung Raya
Matematika sangat penting untuk menumbuhkembangkan kemampuan berpikir siswa serta menanamkan pendidikan karakter pada diri siswa sehingga dengan kemampuan itu diharapkan peserta didik mampu bertahan hidup dalam keadaan yang tidak pasti dan kompetitif. Namun sampai saat ini sebagian besar siswa tidak menyukai dan bahkan benci dengan matematika karena mereka merasa matematika adalah sesuatu yang membosankan dan menakutkan. terdapat bukti dengan masalah umum matematika seperti rendahnya rata-rata NEM nasional, rendahnya daya saing di ajang internasional serta rendahnya minat belajar matematika. Banyak upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pakar pendidikan matematika di Indonesia bahkan di negara-negara maju pun melakukan banyak inovasi-inovasi pendidikan khususnya pada matematika. Indonesia sendiri tengah dipopulerkan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia atau disingkat PMRI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang akan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari subjek yang diamati. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan metode observasi, metode angket, metode wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini bahwa Perkembangan PMRI di Jawa Barat khususnya Bandung Barat belum berkembang maksimal sesuai yang diharapkan pada saat pertama kali PMRI dikenalkan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat hanya beberapa yang menerapkan PMRI itu sendiri di sekolah. Pada saat sekarang ini LPTK-LPTK sudah mulai jarang mengadakan pelatihan/workshop, seminar dan juga penelitian yang bertemakan PMRI. Kudian ditunjang juga bahwa kurang adanya dukungan dari pemerintah mengenai PMRI. Sehingga, PMRI dalam perkembangannya belum menyebar secara menyeluruh di Bandung Raya. Kata Kunci: Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI), LPTK
Pembelajaran Matematika di SD menggunakan Pendekatan Matematika Realistik Indonesia (PMRI)
Ketika mendengar matematika, maka kesan dari sebagian orang adalah matematika itu sulit, menakutkan, menyeramkan, dan membosankan. Kesan inilah yang membuat sebagian orang membenci dan malas belajar matematika bahkan ada orang yang phobia terhadap matematika. Banyak upaya yang telah dilakukan oleh para pendidik, peneliti, dan pemerhati pendidikan di bidang matematika untuk mengubah kesan sebagian orang tersebut ke arah positif terhadap matematika. Salah satunya yaitu dengan mengembangkan strategi dan pendekatan pembelajaran matematika, yaitu pendekatan matematika realistik Indonesia. Pendekatan ini dikembangkan untuk mendekatkan matematika dengan siswa melalui masalah-masalah nyata dan benda-benda di sekitar siswa, hal ini dilakukan agar siswa mengetahui bahwa matematika itu dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kata kunci: pembelajaran, matematika SD, pendekatan matematika realistik
Learning Style of Grade V Students At Elementary Schools In Blitar
The purpose of this study is to identify learning styles of grade V students at elementary schools in Blitar. This is a quantitative study using descriptive methods involving grade V students at elementary schools in Blitar Sample of 199 students were selected using simple random sampling. Questionnaires were used to gather the data, and analyzed employing descriptive statistical techniques. Results showed that the auditorial learning style was used dominantly by all female and male students. Keywords: students, teachers, teaching, learning styles
Profile of Student Math Specific Self Esteem Education Elementary School Teacher
This study aimed to examine and describe of student math specific self esteem education elementary school teacher. To get the research data used instrument of self-esteem scale mathematical PGSD students. The study population was all students PGSD force in 2015 with a sample of students PGSD four classes were selected by cluster random sampling. The data were analyzed qualitatively to the data self-esteem. The instruments used were 30 statements about the selfesteem of four indicators namely: worthiness, successfulness, significance and capability. The results showed the general self-esteem of students PGSD force in 2015 are in the moderate category. Keywords: Profile, math specific self esteem, Student PGS
Pengembangan Komik Moral Sebagai Media Layanan Informasi Bagi Siswa SMP
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan komik moral sebagai media layanan informasi bagi siswa SMP. Rancangan penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subyek penelitian meliputi ahli BK, ahli Media Pembelajaran, ahli Bahasa dan calon pengguna yaitu siswa SMP. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket semi terbuka. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komik moral yang dikembangkan dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai media layanan informasi bagi siswa SMPKata Kunci: pengembangan, komik moral, siswa SM