KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
44 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH BAGI PENDIDIK PLS DALAM TERANG PEMBELAJARAN TRANSFORMASIONAL
RINGKASAN Artikel ini bertujuan untuk mendiskripsikan upaya yang telah dilakukan untuk mengembangkan kemampuan profesional pendidik PLS (dalam hal ini pamong belajar), dan alternatif usulan untuk mendedah kemampuan tersebut khususnya dalam menghasilkan karya ilmiah. Model pembelajaran transformasional merupakan alternatif tawaran yang patut dipertimbangkan dalam pengembangan kemampuan profesional dimaksud. Kata kunci: pendidik PLS, kemampuan profesional, karya ilmiah, pembelajaran transformasiona
Pendampingan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Scientific Dengan Pembelajaran Karakter Terintegrasi
Studi awal yang dilakukan di SD Negeri Bareng IV, ditemukan fakta bahwa guru-guru di SD Negeri Bareng 4 Malang belum begitu memahami dengan baik tuntutan pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang menuntut agar diimplementasikan pendekatanScientificdenganpembelajaran karakter terintegrasi. Di sisi lain, mereka dituntut untuk bisa mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan pendekatan Scientific. Kurangnya pemahaman tersebut disebabkan karena Sosialisasi Kurikulum 2013 belum menjangkau mereka. Mereka juga belum begitu menguasai prinsip-prinsip pembelajaran tematik terpadu dan bagaimana mengntegrasikan pendidikan dan pembelajaran karakter di dalamnya. Akibatnya, mereka belum baham bagaimana merancang pembelajaran dengan pendekatan Scientific dengan pembelajaran karakter terintegrasi di dalamnya. Pendampingan Penyusunan RPP Berpendekatan Scientific dengan Pembelajaran Karakter Terintegrasi ini dilakukan dengan tujuan agar guru-guru di Sekolah Dasar memahami bagaimana menyusun RPP dengan Pendekatan Scientific dengan Integrasi Pembelajaran Karakter dan mampu menyusunnya dengan baik. Kata kunci: rencana pelaksanaan pembelajaran, tematik, scientific, pembelajaran karakter terintegras
Quality Profile Questions of PGSD Students in Learning
The aim of this study is to describe the profile of PGSD student questions in terms of type and quality. The study was conducted with a quantitative descriptive design. Samples are PGSD students in 2014 and 2015. Samples from 7 offerings totaling 264 students consisting of 56 men and 208 women were determined by stratified non proportional random ampling technique. Data were collected through observation with observation guidance instrument. The collected data is nalyzed with descriptive statistics, presented in the form of tables and diagrams. The results show that most of the questions are asked by what question, how, and why. Most of the questions asked by students are low level and submitted by female students. High-level questions raised between male students and women appear balanced. There are still students who ask but do not use the word question. It is suggested to lecturers to give opportunity to ask in writing so that less courageous students ask to participate actively. In addition, lecturers should give examples and train students to ask productive questions that demand answers in the form of proof.Keywords: question, PGSD students
Manajemen Perpustakaan sebagai Sumber Belajar Siswa di SDN Rampal Celaket 1 Kota Malang
RINGKASANAzizah, Rohmatul. 2018. Manajemen Perpustakaan sebagai Sumber Belajar Siswa di SD Rampal Celaket 1 Kota Malang.Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. A. Badawi, S.Pd., M.Pd., (II) Drs. Imam Nawawi, M.SiKata Kunci: manajemen, perpustakaan, sumber belajar, hambatan Perpustakaan diperlukan sebagai salah satu sarana pendidikan yang menunjang kegiatan belajar mengajar .Mengingat pentingnya perpustakaan, pemerintah mengeluarkan UU RI Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. UU tersebut dibuat sebagai upayauntuk menumbuhkan budayamembaca melalui pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan sebagai sumber belajar .Salah satunya melalui manajemen perpustakaan. Penelitian ini dilakukan untuk (1)mendeskripsikan manajemen perpustakaan sebagai sumber belajar siswa di SDN Rampal Celaket 1 kota Malang , dan(2) mendeskripsikan hambatan dalam manajemen perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan meliputi manajemen perpustakaan dan hambatan dalam manajemen perpustakaan.Data tersebut bersumber dari kepala sekolah, petugas perpustakaan, dan guru. Data yang diperoleh kemudian diklasifikasi dengan cara triangulasi. Berdasarkan hasil angket diketahui bahwa perpustakaan memiliki struktur organisasi. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa luas perpustakaan sekitar 56m 2.Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa perpustakaan tidak memiliki peralatan seperti amplop, tinta stempel, lem, dan lain- lain. Berdasarkan hasil dokumentasi perpustakaan tidak memiliki kursi dan meja baca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen perpustakaan Di SDN Rampal Celaket 1 belum optimal. Hal ini tampak dari gedung perpustakaan yang belum strategis untuk dijangkau oleh semua kelas, luas perpustakaan belum memadai dengan jumlah siswa yang ada, area membaca belum dilengkapi dengan kursi dan meja baca.Hambatan dalam manajemen yaitu peralatan habis pakai dan peralatan tahan lama yang belum lengkap. Hambatan dalam perkembangan teknologi informasi seperti siswa lebih sering menggunakan google dalam mencari sumber belajar.Disarankan bagi sekolah untuk melakukan pengadaan terhadap peralatan habis pakai dan peralatan tahan lama. Bagi kepala sekolah untuk melakukan kegiatan pembinaan bagi petugas perpustakaan.Bagi petugas perpustakaan untuk melakukan penataan kembali ruang perpustakaan dan menyediakan meja baca
MODEL PELATIHAN HEUTAGOGIS UNTUK PAMONG BELAJAR DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PENGELOLAAN PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Pamong belajar (PB) pada adasarnya merupakanjabatan strategis bagi pengembangan pendidikan luar sekolah (PLS) ke depan. Tugas pokok dan fungsi PB adalah pengembangan model dan pengendalian mutu program-program PLS yang ditempatkan di SKB, BPKB, BP-PAUDNI dan P2-PAUDNI di seluruh Indonesia. Akibat belum optimalnya sistem rekruitmen, pembinaan, dan penugasan PB, maka produk kerja PB dirasakan kurang optimal. Model pelatihan heutagogis, oleh karena itu, dibutuhkan sebagai upaya peningkatan produktivitas kerja PB. Model pelatihan heutagogis ini merupakan produk dari penelitian Hibah Besaing dan penelitian dilaksanakan denganrancangan penelitian pengembangan. Temuan penelitian ini terdiri atas dua hal. Pertama, kemampuan heutagogis pamong belajar tergolong rendah. Hal ini ditunjukkan oleh masih rendahnya kemampuan PB dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya sebagai PB, dan masih rendahnya kemampuan refleksi diri dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai PB. Kedua, watching dan doing merupakan dua kecenderungan gaya belajar yang dimiliki PB. Karenanya, model grasping experience merupakan pola yang lebih disukai oleh PB dalam proses perolehan pengalaman belajar. Berpijak pada kecenderungan ini, maka desain model pelatihan yang relevan dikembangkan adalah model pelatihan yang lebih menonjolkan atau memberi porsi terbesar pada penguasaan pengalaman (grasping experience). Desain model yang dikembangkan lebih memberi penekanan pada proses mengamati pengalaman lapang (watching) dan melakukan praktik (doing) untuk mengembangkan program-program PLS.Kata kunci: model pelatihan heutagogi,pamong belajar, double-loop learning, self-reflection, self-determined learnin
PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN SENI SEKOLAH DASAR
Anak didik memiliki berbagai potensi yang siap untuk dikembangkan oleh guru. Salah satu potensi yang perlu dikembangkan adalah tentang wawasan dan rasa seni anak. Kesenian merupakan salah satu bentuk dari kecerdasan jamak yang potensial untuk dikembangkan. Sehingga mengembangkan potensi seni anak sama dengan mengembangkan kecerdasan anak. Pendidikan seni pada hakekatnya merupakan proses pembentukan manusia melalui seni. Pendidikan secara umum berfungsi untuk mengembangkan kemampuan setiap anak (peserta didik) merupakan pemenuhan dirinya (personal fulfillment) dalam hidup, untuk mentransmisikan warisan budaya, memperluas kesadaran sosial dan sebagai jalan untuk menambah pengetahuan. Tujuan pendidikan seni sejalan dengan tanggung jawab yang luas dari pendidikan secara umum
Kesalahan Siswa pada Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan di Kelas VI Sekolah Dasar
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesalahan siswa kelas VI SD terkait dengan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan serta faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan rancangan explanatory design. Data berupa hasil tes. Hasil penelitian ini, ditemukan bahwa 61% siswa mengalami kesalahan pada operasi penjumlahan pecahan dan 63,3% siswa pada operasi pengurangan pecahan. Kesalahan siswa meliputi kesalahan prosedur, kesalahan konsep, kesalahan dalam menyalahartikan petunjuk, kesalahan karena kecerobohan, kesalahan aplikasi, dan kesalahan belajar. Berdasarkan paparan data hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kesalahan siswa pada operasi penjumlahan pecahan mencapai 61% dan pada operasi pengurangan pecahan mencapai 63,3%. Kata kunci: kesalahan siswa, penjumlahan, pengurangan, pecahan
MEPE GALON: Counseling Method of Semi-Modern Salt Making in an Effort to Realize the Education Community Concerned with the Salt Crisis
Salt production is one of the issues that concern the government because of the salt crisis in bad weather. As a result, many farmers are unable to produce maximally resulting in saltiness. For industrial salt in 2018 imported 3.7 million tons. While the overall yield of salt produced by farmers ranged from 1.43 million tons, mostly only for consumption of salt. Therefore, triggered a method to overcome them. Writing this article aims to describe methods that serve to improve the quality and quantity of industrial salt production and to minimize the dependence of imported salt. The applied method still adopts conventional salt making methods with the addition of filtration, greenhouse effect, geoisolator, ulir system, and chemical addition to reduce unnecessary substance content. Keywords— salt crisis, semi-modern method, imported sal
Kepemimpinan Profetik Islam Oleh Kepala Madrasah
RINGKASAN Maulana, A. H. 2018. Kepemimpinan Profetik Islam Oleh Kepala Madrasah (Studi Kasus di MI Muhammadiyah 03 Jogoroto Kabupaten Jombang). Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd., dan (2) Dr. R. Bambang Sumarsono, M.Pd. Kata Kunci: kepala madrasah, kepemimpinan, kepemimpinan profetik. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah Swt ditakdirkan sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi. Pada berbagai bidang yang manusia lakukan dalam sebuah kelompok memerlukan seorang pemimpin agar suatu kelompok tersebut dapat mencapai suatu tujuan. Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa dalam dunia pendidikan juga membutuhkan suatu pemimpin. Kepala sekolah atau madrasah yang merupakan seorang pemimpin dalam suatu lembaga pendidikan, diharapkan mampu mencapai apa yang menjadi visi, misi, dan tujuan sekolah atau madrasah. Salah satu upaya agar hal tersebut dapat tercapai adalah diterapkannya satu gaya kepemimpinan, yaitu kepemimpinan profetik islam. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui gaya kepemimpinan kepala madrasah; (2) mengetahui tanggapan warga madrasah mengenai kepemimpinan kepala madrasah; (3) menjelaskan tentang karakteristik kepemimpinan profetik Islam oleh kepala madrasah; dan (4) menemukan hal-hal yang menjadi faktor pendukung dan penghambat kepemimpinan profetik Islam oleh kepala madrasah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui secara mendalam mengenai kepemimpinan profetik Islam oleh kepala madrasah. Penelitian ini dilakukan di MI Muhammadiyah 03 Jogoroto Kabupaten Jombang dengan mekanisme pengumpulan data melalui observasi atau pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data yang didapat diperiksa keabsahannya melalui triangulasi, pengecekan anggota, perpanjangan waktu pengamatan, dan kecukupan bahan referensi. Berdasarkan hasil analisis data, dinyatakan bahwa: (1) gaya kepemimpinan kepala madrasah adalah kepemimpinan profetik Islam; (2) tanggapan warga madrasah mengenai kepemimpinan profetik Islam oleh kepala madrasah ditanggapi dengan positif; (3) karakteristik kepemimpinan profetik Islam oleh kepala madrasah ditunjukkan dengan adanya pengamalan empat nilai dasar kepemimpinan Nabi Muhammad Saw yaitu sidiq, amanah, tabligh, dan fatonah; dan (4) lingkungan madrasah yang kondusif, adanya rasa kebersamaan, dan tingginya komitmen yang dimiliki warga madrasah menjadi faktor pendukung kepala madrasah dalam berkepemimpinan profetik Islam, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan dan ketidak sempurnaan manusia. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan kepada: (1) Kantor kementerian Agama Kabupaten Jombang untuk menjadikan kepemimpinan profetik Islam dapat diterapkan untuk sekolah berbasis Islam maupun umum pada semua jenjang; (2) Ketua Yayasan (Majelis Dikdasmen PC (Pimpinan Cabang) Muhammadiyah Jogoroto), disarankan kepemimpinan profetik Islam dijadikan standar utama bagi kepala madrasah dalam memimpin suatu madrasah; (3) Kepala Jurusan Administrasi Pendidikan, penelitian ini agar dapat dijadikan rujukan pengembangan keilmuan baru dalam bidang kepemimpinan sekolah atau madrasah; dan (4) Peneliti lain, disarankan agar dapat mengembangkan penelitian ini dalam penelitian selanjutnya
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH BAGI PENDIDIK PLS DALAM TERANG PEMBELAJARAN TRANSFORMASIONAL
Artikel ini bertujuan untuk mendiskripsikan upayayang telah dilakukan untuk mengembangkan kemampuan profesional pendidik PLS (dalam hal ini pamong belajar), dan alternatif usulan untuk mendedah kemampuan tersebut khususnya dalam menghasilkan karya ilmiah.Model pembelajaran transformasional merupakan alternatif tawaran yang patut dipertimbangkan dalam pengembangan kemampuan profesional dimaksud. Kata kunci: pendidik PLS, kemampuan profesional, karya ilmiah, pembelajaran transformasiona