KARYA DOSEN Fakultas Ekonomi UM
Not a member yet
480 research outputs found
Sort by
Manajemen Ekonomi Sumberdaya Tambak
Pengembangan komoditas usaha tambak budidaya air payau di Kabupaten Pasuruan Propinsi Jawa Timur terus dilakukan dalam rangka meningkatkan perekonomian dengan melihat potensi sumberdaya alam yang dimiliki. Keanekaragaman hayati (komoditi) yang ada pada usaha tambak di wilayah tersebut sangat membantu dalam mengembangkan pembangunan ekonomi masyarakat local. Dengan pendekatan fungsi produksi usaha tambak dan analisis petambak mampu menggambarkan hubungan antara peningkatan produksi dengan pendapatan masyarakat petambak. Buku referensi yang disajikan secara simpel dan sangat sederhana ini, sangat menarik untuk dibaca. Isi buku referensi ini di bagian pendahuluan (Bab I) menjelaskan tentang konsep dasar manajemen ekonomi sumberdaya tambak, latar belakang, tujuan dan manfaat. Pada Bab II dibahas tentang Ekonomi Produksi Usaha Tambak, Fungsi Produksi dan Biayanya. Bab III di ulas Manajemen Ekonomi Sumberdaya Tambak. Di Bab IV membahas tentang Manajemen Produksi Usaha Tambak Berwawasan Lingkungan dan Bab V Penutup
Ekonomi Produksi Usaha Mebel
ABSTRAKdalam suatu kegiatan ekonomi sangatlah penting bagi pelaku ekonomi (baca: produsen) termasuk bagi pengrajin usaha mebel di Pasuruan Propinsi Jawa Timur. Dengan pengalokasian faktor produksi usaha mebel yang tepat, akan memberikan manfaat bagi pengrajin mebel itu sendiri. Buku referensi yang ditulis oleh Dr. Naiskh, S.E, M.P, M.Pd, sangat sederhana penggunaan bahasa dan simpel penyajiannya sehingga sangat menarik untuk dibaca. Isi dari buku referensi ini dibagian Kata Kunci:Penggunaan dan Pengalokasian faktor produksi pendahuluan menjelaskan tentang konsep dasar ekonomi produksi, problematikanya, beberapa contoh kasus dan penyelesaiannya di Bab I. Karakteristik ekonomi produksi usaha mebel dan formulasinya dalam penyelesaian kasus ekonomi juga disajikan di Bab II & III. Di bagian tengah, dipaparkan ekonomi produksi usaha mebel (metodologi pemecahan masalah, data dan kajian teori mutakhir di Bab IV) dan aplikasi optimalisasi ekonomi produksi usaha mebel juga dijelaskan di Bab V. Di bagian akhir, lebih banyak membahas upaya pengembangan ekonomi produksi usaha mebel
Ekonomi Produks Usaha Mebel
Masalah keputusan yang biasa dihadapi para analis ekonomi khususnya pelaku ekonomi sektor riil adalah bagaimana mengalokasikan sumber daya yang dimiliki dan digunakan untuk kegiatan ekonomi (produksi) menjadi optimal penggunaannya, apalagi sumberdaya tersebut merupakan sumberdaya (faktor produksi) yang langka atau relatif terbatas ketersediaannya. Kita ketahui bersama bahwa sumber daya merupakan segala sesuatu, baik berupa barang maupun jasa yang digunakan dalam proses kegiatan ekonomi khususnya kegiatan produksi untuk menambah nilai barang atau nilai tambah (value added) barang atau jasa untuk menciptakan nilai guna bagi barang atau jasa itu sendiri. Sumberdaya (faktor produksi) secara umum dapat digolongkan menjadi 4 faktor produksi, yaitu alam (land), tenaga kerja (labor), modal (capital) dan keahlian (skill). Oleh karenanya, sumberdaya secara riil dalam konsep ekonomi dapat berupa modal,tenaga kerja, bahan mentah, kapasitas mesin, waktu, ruangan atau teknologi dan lain sebagainya. Tugas analis ekonomi adalah bagimana produk yang akan dihasilkan dapat mencapai hasil terbaik yang memungkinkan dengan keterbatasan sumber daya yang ada atau relatif langka
Alfonsus, yanuar. 2019. penerapan model pembelajaran role playing untuk meningkatkan keaktifan dan kegembiraan belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS 4 SMA Negeri 1 Turen Kabupaten Malang semester ganjil tahun ajaran 2018/2019. Skripsi, ju
ABSTRAKSalah satu sistem pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah adalah pembiayaan yang menggunakan akad musyarakah, akad musyarakah merupakan akad antara dua pemilik modal untuk menyatukan modalnya pada usaha tertentu. Implementasi akad musyarakah oleh bank syariah diterapkan pada pembiayaan usaha atau proyek yang di biayai oleh lembaga keuangan yang jumlahnya tidak 100%. Perilaku nasabah atau konsumen merupakan studi mengenai proses-proses yang terlibat ketika nasabah memilih menggunakan produk dan jasa suatu perbankan guna memenuhi kebutuhannya. Sebelum seorang nasabah mengambil keputusan menggunakan suatu produk tertentu, nasabah akan mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya atas produk tersebut. Faktor internal merupakan faktor yang mempengaruhi seorang nasabah yang berasal dari pribadi nasabah sendiri, sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang mempengaruhi nasabah yang berasal dari luar pribadi nasabah itu sendiri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku nasabah sebelum mengambil keputusan untuk menggunakan produk pembiayaan musyarakah di BTN syariah dan Bank Muamalat kantor cabang Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan prosedur pengumpulan data menggunakan metode snowball sampling dengan observasi, wawancara serta dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun data ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan di pelajari, serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh peneliti dan orang lain. Data yang digunakan adalah hasil dari serangkaian observasi dan studi pustaka yang dilakukan di BTN syariah dan Bank Muamalat kantor cabang Malang, serta wawancara dengan beberapa nasabah pengguna produk pembiayaan musyarakah di BTN syariah dan Bank Muamalat kantor cabang Malang.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum nasabah memilih menggunakan jasa produk pembiayaan musyarakah di BTN syariah dan Bank Muamalat kantor cabang Malang, mereka mempertimbangkan faktor eksternal. Hal itu dapat dijelaskan karena nasabah mempertimbangkan faktor bank syariah yang menggunakan sistem bagi hasil dan nisbah yanPenelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan yang ada di kelas XI IPS 4 SMA negeri I Turen Malang, permasalahan tersebut adalah kurangnya kegembiraan dan keaktifan belajar siswa. Ketika proses pembelajaran berlangsung guru mengajak siswanya bermain, bercerita, tetapi jarang sekali guru memahami hakikat kegembiraan dalam belajar dan akhirnya permainan ini tidak menyambung dengan studi yang diajarkan. Dalam proses pembelajaran berlangsung beberapa siswa mengalami kejenuhan dan kebosanan terlihat ketika ada lima siswa tidak memperhatikan guru ketika guru menjelaskan materi, ada beberapa siswa bermain handphone dan ada tiga siswa terlihat berpangku tangan dengan ekspresi lesu. Semua merupakan penanda bahwa sekolah dan belajar merupakan kegiatan yang membosankan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut cara yang paling tepat adalah dengan menggunakan model penerapan role playing. Penerapan model ini adalah bermain peran, siswa terlibat secara aktif dengan peran yang telah dibagikan oleh guru.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yakni lembar observasi keaktifan belajar siswa dan lembar observasi kegembiraan belajar siswa, catatan lapangan dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan dan kegembiraan belajar siswa khususnya pada mata pelajaran ekonomi. Subjek penelitian ini melibatkan siswa kelas XI IPS 4 SMA negeri I Turen pada semester genap 2018/2019 dengan jumlah siswa 34. Data keaktifan dan kegembiraan belajar siswa murni dari hasil obervasi dengan beberapa observer yang membantu peneliti melakukan penelitian tersebut.Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan kegembiraan belajar siswa setelah penerapan model role playing. Hal ini dibuktikan adanya peningkatan keaktifan belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata 49,85% menjadi 76,04% pada siklus II. Sedangkan untuk hasil kegembiraan belajar siswa juga mengalami peningkatan hal ini terlihat dari rata- rata siklus I 50,16% menjadi 79,95% pada siklus II dan semua ketercapain tindakan ini sudah berhasil.g rendah dalam penerapan pembiayaan musyarakah. Faktor masukan dari keluarga dan kerabat juga menjadi salah satu faktor yang cukup penting untuk dijadikan alasan mengapa nasabah memilih menggunakan produk pembiayaan musyarakah di BTN syariah dan Bank Muamalat kantor cabang Malang. Selain itu, nasabah juga mempertimbangkan faktor internal dalam keputusannya, yang di antara lain nasabah mempertimbangkan agama dan keyakinannya sebagai seorang muslim dan juga mempertimbangkan jumlah kebutuhan modal usaha yang mereka butuhkan
PENGEMBANGAN MODUL KORESPONDENSI BERBASISIS THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK (Studi Pada Peserta Didik Kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di SMKN 2 Blitar)
ABSTRAKFitriana, Nia, 2018. Pengembangan Modul Korespondensi Berbasis Think Talk Write Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik (Studi Pada Peserta Didik Kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di SMK Negeri 2 Blitar). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: H. Imam Bukhori, S.Pd., M.M., M.Pd.Kata Kunci : Modul, Korespondensi, TTW (Think Talk Write), Hasil Belajar.Modul korespondensi berbasis Think Talk Write merupakan modul yang menuntut peserta didik untuk berpikir secara aktif. Langkah-langkahnya yaitu Think, Talk, dan Write, dimana pada tahap think peserta didik diajak untuk memahami materi maupun soal yang telah tersaji, kemudian tahap talk peserta didik dibentuk ke dalam kelompok untuk mendiskusikan materi maupun soal yang telah tersaji, sedangkan pada tahap write peserta didik mengerjakan soal dan kemudian mempresentasikan. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk: (1) Menghasilkan Modul Korespondensi Berbasis Think Talk Write Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Kelas X OTKP di SMKN 2 Blitar,(2) Mengetahui kelayakan modul dihasilkan, melalui hasil validasi oleh ahli materi dan ahli modul. (3) Mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik antara kelasn eksperimen yang menggunakan modul dan kelas kontrol yang tidak menggunakan modul korespondensi berbasisi Think Talk Write (TTW) kompetensi dasar menganalisis surat niaga pada kelas X OTKP di SMKN 2 Blitar.Rancangan penelitian ini diadaptasi dari model pengembangan Reseach and Development (R&D) dari Sugiyono yang telah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan penelitian dan kondisi lapangan yaitu : (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain, (6) Uji Coba Produk, (7) Revisi Produk, (8) Uji Coba Pemakaian, (9) Revisi Produk. Data yang diproleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif tersebut diperoleh dari kritik dan saran yang diberikan oleh ahli materi, ahli modul, dan 6 peserta didik pada kelompok kecil yang telah dituliskan pada angket, sedangkan data kuantitatif tersebut diperoleh dari pemberian penilaian dari ahli materi, ahli modul, 6 peserta didik pada kelompok kecil kelas X OTKP 2, serta hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen kelas X OTKP 2 dan kelas kontrol kelas X OTKP 1.Penyajian dan analisis data dalam penelitian ini berdasarkan hasil validasi dari ahli materi, ahli modul, dan 6 peserta didik yang memiliki kriteria sangat valid atau dapat digunakan dalam pembelajaran. Validasi dalam penelitian ini menghasilkan dua jenis data, yaitu data yang berupa hasil skorvalidasi sebagai data kuantitatif dankritik maupun saran sebagai data kualitatif.Peneliti menggunakan teknik analisis data deskriptif prosentase yaitu teknik yang mengubah data kuantitatif menjadi bentuk prosentase yang selanjutnya dijelaskan dengan kalimat kuantitatif. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli modul yaitu sebesar 97%, ahli materi 96%, sedangkan 6 peserta didik 90%. Penelitian dan pengembangan modul ini terbukti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, hal tersebut terbukti dari analisis data tes yang menunjukan perolehan rata-rata hasil belajar peserta didik ranah kognitif pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 92 dan 82 dengan ketuntasan kelas 100% dan 83%, sedangkan perolehan rata-rata hasil belajar peserta didik pada ranah psikomotorik pada kelas ekperimen dan kelas kontrol sebesar 87 dan 79 dengan ketuntasan 100% dan 75%.Dari perolehan perbedaan rata-rata hasil belajarantara kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan efektif untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.Saran pemanafaatan bagi guru yaitu agar menggunakan modul korespondensi berbasis think talk write sebagai sumber belajar atau bahan ajar saat kegiatan pembelajaran di dalam kelas sedang berlangsung, dan saran pemanfaatan bagi peserta didik yaitu agar menggunakan modul korespondensi berbasis think talk write dalam belajar khususnya ketika mempelari kompetensi dasar menganalisis surat niaga.ABSTRACTFitriana, Nia, 2018. Developing Correspondence ModuleBased onThink Talk Writeto Enhance Students’ Learning Outcome (Study on the Tenth Grade Students ofAutomationand Office Management at SMK Negeri 2 Blitar). Sarjana’s thesis. Department of Management, Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang. Advisor: H. Imam Bukhori, S.Pd., M.M., M.Pd.Keywords: Module, Correspondence, TTW (Think Talk Write), Learning Outcome The so-called Think Talk Write correspondence module is a module that requires students to think actively. The steps are Think, Talk, and Write, where at the think stage students are invited to understand the material and the questions that have been presented, then the talk stage students are formed into groups to discuss the material and the questions that have been presented, while in the write stage participant stage students work on the problem and then present. The objectives of this research and development are to: (1) Produce Think Talk Write-Based Correspondence Modules to enhancethe Learning Outcomes oftenth grade students of Automation Class in SMK 2 Blitar, (2) knowing the feasibility of the module produced, through validation results by material experts and module experts, (3) knowing the increase in student learning outcomes between the experimental classes which used modules and control classes that did not use Think Talk Write (TTW)-based correspondence module on the basic competencies in analyzing commercial letters for the tenth grade students of Automationat SMK 2 Blitar.The design of this study was adapted from the development model of Research and Development (R & D) from Sugiyono which had been modified according to research needs and field conditions that is: (1) Potential and Problems, (2) Data Collection, (3) Product Design, (4) Validation Design, (5) Design Revision, (6) Product Trial, (7) Product Revision, (8) Usage Trial, (9) Product Revision. The data obtained in this study are qualitative and quantitative data. The qualitative data was obtained from criticism and suggestions given by material experts, module experts, and 6 students in small groups that had been written on the questionnaire, while the quantitative data was obtained from the assessment of material experts, module experts, 6 students in the smallgroup X OTKP 2 class, as well as student learning outcomes in the experimental class X OTKP 2 class and the control class X OTKP 1.The presentation and analysis of data in this study based on the results of validation from material experts, module experts, and 6 students have very valid criteria or can be used in learning.Validation in this research produces two types of data, wich are, data in the form of validation score results as quantitative data and criticisms and suggestions as qualitative data. The researcher used percentage descriptive data analysis techniques, wich is the techniques of converting quantitative data into a percentage descriptive analiysis technique form which next explained by quantitative sentences. The results of the validation obtained from module experts are 97%, material experts 96%, while 6 students are 90%. Research and development of this module proved to be able to improve student learning outcomes, it can be seen from the analysis of test data which showed the acquisition of the average learning outcomes of cognitive students in the experimental class and control class of 92 and 82 with 100% and 83% grade completeness, while the average student learning outcomes in the psychomotor domain in the experimental class and the control class were 87 and 79 with 100% and 75% completeness. From the acquisition of differences in the average learning outcomes between the experimental classes that are higher than the control class, it can be concluded that the modules developed are effective for use in learning activities in the classroom to improve student learning outcomes.Suggestions for utilizing teachers are to use think talk write based correspondence modules as learning resources or teaching materials when learning activities in the classroom are taking place, and suggestions for the use of students to use think talk write-based correspondence modules in learning especially when studying basic competencies in analyzing commerce letters
Hubungan Kausalitas Antara Pasar Modal Dengan Pasar Valuta Asing: Studi Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2018
ABSTRAKArianto, Yusuf. 2019.Hubungan Kausalitas Antara Pasar Modal Dengan Pasar Valuta Asing : Studi Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2018. Skripsi. Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ely Siswanto, S.Sos., M.M.Kata Kunci: Pasar modal, pasar valuta asing, Indeks Harga Saham Gabungan, nilai tukar, uji kausalitas.Permasalahan melemahnya kurs mata uang lokal terhadap mata uang asing menyebabkan goncangan terhadap harga di pasar-pasar dan tak terkecuali dengan pasar modal yang memperjualbelikan surat-surat berharga jangka panjang untuk modal usaha. Harga Indeks Harga Saham Gabungan pada Bursa Efek mengalami penurunan seiring dengan melemahnya kurs mata uang domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan kausalitas antara pasar modal dan pasar uang di Indonesia.Penelitian ini menggunakan nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai indikator dari pasar modal dan nilai tengah tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sebagai indikator dari pasar uang. Penelitian ini menggunakan jangka waktu 2008-2018 dengan periode waktu harian dan bulanan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dengan jenis data sekunder. Pengujian data yang dilakukan adalah uji stasioner, uji Lag optimum, uji kointegrasi, dan uji kausalitas.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kausalitas satu arah dari nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mempengaruhi gerak dari nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dipakai sebagai indikator keadaan perekonomian negara Indonesia. Selain itu, banyaknya investasi asing di Indonesia membuat hubungan dari dari nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat semakin kuat.Disarankan bagi peneliti selanjutnya agar memperpanjang lagi waktu penelitiannya dan menambah variabel-variabel yang terikat dengan pasar modal dan pasar uang agar bisa secara luas dan akurat dalam menggambarkan hubungan antara nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke kurs tengah rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Sedangkan bagi investor sebagai bahan pertimbangan dalam keputusan investasi pada pasar modal ataupun pasar uang, serta bagi pemerintah (regulator) sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan yang berkaitan dengan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat dan nilai IHSG agar bisa meredam ketidakstabilan yang diakibatkan oleh faktor-faktor internal maupun eksternal
KONEKSI MATEMATIS SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR
ABSTRAKKoneksi matematis berperan penting bagi siswa dalam memahami pengetahuan sebelumnya untuk membangun pengetahuan yang baru. Koneksi matematis adalah salah satu kemampuan dasar matematika melalui kegiatan yang meliputi mengaitkankonsep antar topik matematika, matematika dengan ilmu yang lain dan matematika dengan kehidupan sehari-hari.Kata Kunci:mendeskripsikan tentang koneksi matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar. Koneksi matematis siswa dilihat dengan menyelesaikan soal materi bangun ruang sisi datar. Materi bangun ruang sisi datar dipelajari siswa kelas VIII yang membahas tentang kubus dan balok.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa MTs. Sultan Agung Kalipare Kelas VIII dengan dibagimenjadi tiga kelompok kemampuan matematis yaitu kemampuan matematis tinggi, sedang dan rendah, masing-masing terdiri dari 1 siswa. Koneksi matematis siswa dilihat berdasarkan hasil tes koneksi matematis dan hasil wawancara dengan subjek penelitian. Soal tes koneksi matematis terdiri dari 2 soal tentang bangun ruang sisi datar kususnya kubus dan balok yang sudah diajarkan. Soal nomer 1 berkaitan dengan koneksi antar topik matematika dan soal nomer 2 berkaitan dengan koneksi matematis dengan ilmu lain dan koneksi matematis dengan kehidupan sehari-hari. Dari hasil tes dan wawancara tersebut selanjutnya dideskripsikan koneksi matematis masing-masing subjek penelitian berdasarkan indikator dalam menyelesaikan soal tes koneksi matematis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa koneksi matematis subjek dapat dideskripsikan berdasarkan cara subjek dalam menyelesaikan soal matematika yang dilihat pada setiap indikator koneksi matematis. Pada indikator koneksi antar topik matematika ditunjukkan oleh 2 subjek yaitu subjek dengan kemampuan tinggi dan subjek dengan kemampuan sedang.Pada indikator koneksi matematis dengan ilmu lain, hanya ditunjukkan oleh 1 subjek yaitu subjek dengan kemampuan tinggi saja. Dan pada indikator koneksi matematis dengan kehidupan sehari-hari ditunjukkan oleh ketiga subjek penelitian yaitu subjek dengan kemampuan tinggi, subjek dengan kemampuan sedang dan dan subjek dengan kemampuan rendah. Sehingga pada umumnya subjek mengalami kesulitan dalam menemukan koneksi matematis dengan ilmu lain
Pengelolaan Wisata Kampung Tematik Dalam Perspektif Community Based Tourism (Studi Kasus Kampung Heritage Kajoetangan, Kota Malang).
RINGKASANSeptyastuti, Ardiana Wicky. 2019. Pengelolaan Wisata Kampung Tematik Dalam Perspektif Community Based Tourism (Studi Kasus Kampung Heritage Kajoetangan, Kota Malang). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Agus Sumanto S.E, M.Sa.Kata Kunci: pariwisata, pengelolaan, masyarakatSektor pariwisata sekarang ini telah berkembang menjadi salah satu industri terbesar di Indonesia. Kepariwisataan juga merupakan salah satu sektor yang menjanjikan dalam upaya peningkatan pendapatan negara dan daerah. Pariwisata juga merupakan salah satu kegiatan yang secara tidak langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat setempat. Pemberdayaan masyarakat yang berada di lokasi yang menjadi tujuan wisata melalui kegiatan usaha kepariwisataan merupakan salah satu model pembangunan yang sedang mendapatkan banyak perhatian dari berbagai kalangan. Perencanaan pengembangan kepariwisataan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan partisipasi masyarakat setempat sebagai subjek pembangunan yang dikenal dengan istilah Community Based Tourism (CBT).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan objek wisata kampung tematik di Kota Malang khususnya pada Kampung Heritage Kajoetangan dengan prespektif Community Based Tourism (CBT) serta untuk mengetahui faktor pendukung serta faktor penghambat dalam pengelolaan wisata tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan menggunakan metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara serta studi pustaka. Penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif menurut Miles dan Hubberman, sehingga memiliki tiga tahapan analisis yaitu data condensation atau proses memilih serta menyederhanakan data, data display atau penyajian data dari hasil pengolahan sebelumnya menjadi data yang teratur dan terlihat secara keseluruhan untuk mempermudah penarikan kesimpulan. Serta conclusion atau menarik kesimpulan berdasarkan data yang sudah terkumpul dan diteliti. Data yang digunakan adalah hasil dari serangkaian observasi dan studi pustaka yang dilakukan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Kampung Heritage Kajoetangan, serta wawancara dengan beberapa wisatawan yang sedang berwisata ke Kampung Heritage Kajoetangan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pengaplikasian Community Based Tourism pada pengembangan wisata Kampung Heritage Kajoetangan di Kota Malang belum sepenuhnya berjalan dengan baik karena masyarakat dirasa masih belum terlalu dilibatkan dalam proses pengelolaan kampung Heritage Kajoetangan, pengelolaan wisata saat ini masih berada dibawah kendali pihak Pokdarwis Kampung Heritage Kajoetangan. Namun dalam kepastian penerimaan manfaat serta kepastian penerimaan pendidikan kepariwisataan bagi masyarakat sudah dapat dirasakan oleh masyarakat setempat. Serta terdapat faktor pendukung dalam pengelolaan wisata ini yaitu adanya daya tarik wisata yang berbeda dengan kampung tematik lainnya dan peran dari pemerintah daerah dan masyarakat lokal untuk berkerja sama dalam mengembangkan potensi wisata tersebut serta terdapat faktor penghambat dalam pengelolaan wisata kampung Heritage Kajoetangan yaitu sulitnya mengubah pola pikir masyarakat setempat mengenai pentingnya pengelolaan yang baik dari sebuah objek wisata
Analisis Perilaku Nasabah Dalam Pengambilan Keputusan Terhadap Produk Pembiayaan Musyarakah (Studi Kasus Pada Bank BTN Syariah dan Bank Muamalat Kantor Cabang Malang)
ABSTRAKSalah satu sistem pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah adalah pembiayaan yang menggunakan akad musyarakah, akad musyarakah merupakan akad antara dua pemilik modal untuk menyatukan modalnya pada usaha tertentu. Implementasi akad musyarakah oleh bank syariah diterapkan pada pembiayaan usaha atau proyek yang di biayai oleh lembaga keuangan yang jumlahnya tidak 100%. Perilaku nasabah atau konsumen merupakan studi mengenai proses-proses yang terlibat ketika nasabah memilih menggunakan produk dan jasa suatu perbankan guna memenuhi kebutuhannya. Sebelum seorang nasabah mengambil keputusan menggunakan suatu produk tertentu, nasabah akan mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya atas produk tersebut. Faktor internal merupakan faktor yang mempengaruhi seorang nasabah yang berasal dari pribadi nasabah sendiri, sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang mempengaruhi nasabah yang berasal dari luar pribadi nasabah itu sendiri.Katakunci:perilaku nasabah sebelum mengambil keputusan untuk menggunakan produk pembiayaan musyarakah di BTN syariah dan Bank Muamalat kantor cabang Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan prosedur pengumpulan data menggunakan metode snowball sampling dengan observasi, wawancara serta dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun data ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan di pelajari, serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh peneliti dan orang lain. Data yang digunakan adalah hasil dari serangkaian observasi dan studi pustaka yang dilakukan di BTN syariah dan Bank Muamalat kantor cabang Malang, serta wawancara dengan beberapa nasabah pengguna produk pembiayaan musyarakah di BTN syariah dan Bank Muamalat kantor cabang Malang.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum nasabah memilih menggunakan jasa produk pembiayaan musyarakah di BTN syariah dan Bank Muamalat kantor cabang Malang, mereka mempertimbangkan faktor eksternal. Hal itu dapat dijelaskan karena nasabah mempertimbangkan faktor bank syariah yang menggunakan sistem bagi hasil dan nisbah yang rendah dalam penerapan pembiayaan musyarakah. Faktor masukan dari keluarga dan kerabat juga menjadi salah satu faktor yang cukup penting untuk dijadikan alasan mengapa nasabah memilih menggunakan produk pembiayaan musyarakah di BTN syariah dan Bank Muamalat kantor cabang Malang. Selain itu, nasabah juga mempertimbangkan faktor internal dalam keputusannya, yang di antara lain nasabah mempertimbangkan agama dan keyakinannya sebagai seorang muslim dan juga mempertimbangkan jumlah kebutuhan modal usaha yang mereka butuhkan
Analisis Pengelolaan dan Strategi Pengembangan Industri Kecil Kerajinan Genteng dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Pekerja (Studi Kasus: Perusahaan Genteng Super Sonic di Desa Mangliawan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang)
RINGKASANSari, Devi Juwita. 2018. Analisis Pengelolaan dan Strategi Pengembangan Industri Kecil Kerajinan Genteng dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Pekerja (Studi Kasus: Perusahaan Genteng Super Sonic di Desa Mangliawan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang). Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Nasikh, S.E., M.P., M.PdKata Kunci: Pengelolaan, Pengembangan, Industri Genteng, Kesejahteraan Pekerja.Saat ini industri kerajinan genteng mengalami penurunan jumlah usaha yang disebabkan oleh ketatnya persaingan usaha. Seperti pada industri genteng di Desa Mangliawan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Untuk itu perlu adanya pengelolaan dan strategi pengembangan yang tepat untuk menghadapi persaingan usaha. Industri genteng Super Sonic merupakan salah satu industri genteng yang mampu bertahan hingga saat ini dan industri genteng terbesar di Desa Mangliawan sehingga dianggap lebih berpengaruh besar terhadap kesejahteraan pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan dan strategi pengembangan yang dilakukan industri genteng Super Sonic serta keterkaitannya dengan kesejahteraan pekerja pada industri tersebut. Metode analisis yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Alat analisis data yang digunakan yaitu fungsi Planning, Organizing, Actuating dan Controlling untuk menganalisis pengelolaan industri. Selain itu, untuk menganalisis strategi pengembangan industri terdapat dua tahap yaitu tahap masukan dan tahap pencocokan. Pada tahap masukan menggunakan matriks Internal Factors Analysis Strategic (IFAS) dan matriks Eksternal Factors Analysis Strategic (EFAS). Lalu tahap pencocokan menggunakan matriks SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat) dan matriks IE (Internal-Eksternal). Sebandingkan indikator BPS digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan pekerja sesudah dan sebelum bekerja di industri genteng Super Sonic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pada industri genteng Super Sonic belum optimal dan strategi pengembangan belum terencana dengan baik, sehingga industri tersebut belum mampu meningkatkan kesejahteraan karyawan secara signifikan yaitu hanya sekitar 36% saja karyawan yang mengalami peningkatan kesejahteraan. Untuk itu perlu adanya strategi pengembangan industri guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terserap dalam industri tersebut yaitu dengan analisis SWOT dan matriks IE dengan hasil kekuatan industri sebesar 1,75, kelemahan sebesar 1,24, peluang sebesar 1,50 dan ancaman sebesar 1,76. Maka perumusan strategi pengembangan yang tepat adalah dengan menerapkan strategi ST (Strengths-Threats) yaitu dengan meningkatkan pangsa pasar dan meningkatkan keunggulan produk.SUMMARYSari, Devi Juwita. 2018. Management Analysis and Development Strategy of Tile Crafts as Small Industry in Effort to Improve Workers Welfare (Case Study: Super Sonic Tile Company in Mangliawan Village, Pakis, Malang). Sarjana’s Thesis, Department of Economics Development, Faculty of Economic, Universitas Negeri Malang. Advisor: Dr. Nasikh, S.E., M.P., M.Pd.Keywords: Management, Development, Tile Industry, Workers Welfare.Currently the tile craft industry has decreased the number of business due to intense business competition. Such as tile industry in Mangliawan, Pakis, Malang. For this reason, it is necessary appropriate management and development strategy to overcome business competition. Super Sonic tile industry is one of the tile industry that can survive until now and the largest tile industry in Mangliawan, Pakis, Malang, so that it is considered to have the greater influence against the workers welfare. This study discussed the Super Sonic tile industry and focused on how good management and development strategy which expected to improve the welfare of surrounding communities absorbed in the industry. This study aimed to analyze the management and development strategy that conducted by Super Sonic tile industry, and also its correlation with welfare of workers in that industry. Analytical method used was qualitative approach. Data analysis tool used in this study was the functions of Planning, Organizing, Actuating and Controlling to analyze industrial management. In addition, there were two stages to analyze the industrial development strategy they were input stage and matching stage. Input stage consisted of the use of Internal Factors Analysis Strategic matrix (IFAS) and Eksternal Factors Analysis Strategic matrix (EFAS). Then, matching stage used SWOT matrix (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat) and IE matrix (Internal-External). BPS indicator was used to measure the level of employee welfare before and after working in Super Sonic Tile Industry. The results showed that the management of Super Sonic tile industry had not been optimal and the development strategy had not been well planned, so that the industry had not been able to significantly improve employee welfare, only about 36% of employees who had experienced increased welfare. For this reason, Super Sonic tile industry needed a development strategy to improve the welfare of the employee who absorbed in the industry by using SWOT analysis and IE matrix with industry’s strength of 1.75, weakness of 1.24, opportunity of 1.50 and threat of 1.76. Thus, the formulation of appropriate development strategy for Super Sonic tile industry could be conducted by implementing the ST strategy (Strength-Threat), by increasing market share and increasing the excellence of product