1,730,184 research outputs found
Kartini dan Gending Gamelan
Gamelan menjadi jembatan bagi Kartini untuk memasuki belantara dunia lain yang baru, berupa gugusan mimpi dan imajinasi. Dalam kalimat lain pada surat di atas, Kartini berkata: Dan jiwaku sendiri melayang bersama dengan gemercik suara peraknya yang suci itu ke atas, ke langit biru, ke mega kapas, ke bintang-gemintang gemerlap; bunyi-bunyi bas yang dalam membubung ke langit, dan bunyi-bunyian itu membawa aku menelusuri lembah-lembah gelap dan dalam, melewati hutan-hutan yang lengang, menerobosi belantara yang tak tertembusi
Kartini Pejuang dari balik dinding pingitan.
Buku ini berisi tentang Kartini tak pernah menyerah meski jalan perjungan yang ditapak jauh dari mudah.iv, 52 hlm.: ilus.; 21 cm
Seri Buku Saku Kartini Gelap-Terang Hidup
Kartini adalah kontradiksi, ia cerdas sekaligus lemah hati. Ia menyerap ide masyarakat Barat tapi tak takluk pada adat. ia membawa perjungan perempuan pada fase baru, tidak sekedar menuntut pengakuan tapi juga mengklaim keberadaannya dalam kehidupan bangsa.xi; 154 hal 11 cmX16 c
Perayaan hari kartini oleh keoetamaan isteri medan 1939-1941
Kajian pada skripsi ini membahas tentang perayaan Hari Kartini oleh organisasi Keoetamaan Isteri di Medan tahun 1939-1941. Dalam rentang tahun tiga tahun tersebut, Keoetamaan Isteri merayakan hari lahir R.A. Kartini dengan cara yang berbeda-beda. Selain merayakan dalam bentuk resepsi, Keoetamaan Isteri juga selalu mengangkat R.A. Kartini sebagai tema dalam majalahnya yang terbit pada bulan April. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis dan teori mobilisasi sumberdaya. Teori ini digunakan untuk menganalisis keberhasilan Keoetamaan Isteri dalam mengadakan perayaan R.A. Kartini baik oleh organisasi itu sendiri maupun dengan mengajak beberapa organisasi dan perguruan perempuan yang ada di Medan. Penelitian ini menemukan bahwa dalam rentang 1939 hingga 1941 organisasi Keoetamaan Isteri merayakan peringatan R.A. Kartini secara berbeda-beda. Pada tahun 1939, Keoetamaan Isteri mengadakan perayaan sendiri dengan mengundang organisasi dan perguruan perempuan yang ada di Medan, sambil berjanji akan mengajak untuk berkolaborasi dengan organisasi lain di tahun berikutnya. Pada tahun 1940, Keoetamaan Isteri menjadi anggota dari Komite Perayaan R.A. Kartini bersama dengan sebelas organisasi lain di Medan. Adapun di tahun 1941, perayaaan dilaksanakan oleh Perikatan Perayaan Poeteri Indonesia (PPII) yang terdiri dari sembilan organisasi perempuan dengan perwakilan Keoetamaan Isteri bertugas sebagai bendahara. Perbedaannya dengan komite perayaan, PPII tidak hanya untuk merayakan Hari Kartini tapi juga untuk peringatan Hari Ibu dan yang lain. Dalam rentang tiga tahun tersebut, Keoetamaan Isteri juga rutin menerbitkan majalah Keoetamaan Isteri dengan artikel-artikel tentang R.A. Kartiniix,64 hl
Betapa besarpun sebuah sangkar hidup, suratan dan karya Kartini
Judul asli: Hoe ruin een kooi ook is. leven en lot van Kartini en haar werkv, 241p : il.; 18 cm
PENGEMBANGAN PARIWISATA SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN DI SEKITAR PANTAI KARTINI, KABUPATEN JEPARA
Poverty is a complex issue that gained significant attention in Indonesia. Various strategies and programs have been carried out by the government to solve the poverty issue. However, the result is not satisfactory. One of the endeavors which conducted by the government is by initiating tourism sector to encourage the improvement of people welfare by means of good services and tourism businesses provision. This paper aims to describe the role of tourism development in improving dwelling infrastructure and providing tourism facilities, in the effort to alleviate poverty in Pantai Kartini. Examines 120 dwellings is located close to Pantai Kartini (as Zone A) and quite far from Pantai Kartini (as Zone B). This shows that tourism development in Pantai Kartini gives enough impact in reducing the number of poor people. The differences of both dwelling areas around Pantai Kartini are caused by the intensity of connectivity and easiness access between the dwelling area and the tourism area.
The need to reconceptualise notions of justice for the Asian woman
The 2nd Conference of the Kartini Asia Network (KAN) on The Future of Asian Feminism: Confronting Fundamentalism, Conflict and Neoliberalism, Bali, Indonesia, 2-5 November 2008
KARAKTER KARTINI DALAM FILM KARTINI KARYA HANUNG BRAMANTYO TAHUN 2017
Alur cerita film “Kartini” terdiri dari empat belas adegan dan alur cerita film merupakan alur campuran atau alur maju-mundur-maju. Karakter Raden Ajeng Kartini yang terdapat dalam film “Kartini" yaitu karakter religius, jujur, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial dan tanggung jawab. Karakter Raden Ajeng Kartini pada film ‘Kartini" dalam perspektif Penguatan Pendidikan Karakter yaitu bahwa tiga belas nilai karakter Raden Ajeng Kartini yang muncul dalam film “Kartini” merupakan tigas belas dari delapan belas nilai karakter Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Kata kunci: karakter, Kartini, film Kartini dan Penguatan Pendidikan Karakte
ANALISIS PENGAKUAN PENDAPATAN PADA SMP KARTINI SURABAYA
This study aims to determine the recognition of income in the financial administration section in a school institution, private junior high school under the
auspices of the Public Relations Foundation which is engaged in educational services. To get the required data, the author conducted research at Kartini Middle
School in Surabaya. The type of research used is descriptive, by collecting, analyzing and documenting and explaining data regarding income recognition. This research explains that how the income is recorded and recognized by Kartini Middle School. The results showed that Kartini Middle School used both income recognition methods namely cash basis and accrual basis.
Keywords: recognition, income, cash basis and accrual basi
Gambaran Pengetahuan Ibu Post Partum tentang Penggunaan Kontrasepsi Suntik di Puskesmas Batua Makassar Tahun 2012
xiii, 31 hlm.; 28,5 cm
- …
