1,721,140 research outputs found
Sintesis Lempung Terpilar Polikation Alumunium Sebagai Adsorben Indigo Karmina
Lempung mempunyai sifat plastis pada keadaan basah, di mana terjadi pengembangan antarlapis namun tidak mempunyai pori yang permanen. Kekurangan tersebut dapat diatasi dengan mengubah lempung alam menjadi lempung terpilar. Pilarisasi lempung dilakukan dengan interkalasi polikation Al pada lempung alam yang dilanjutkan dengan kalsinasi. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan difraktometer sinar-X. Analisis indigo karmina hasil adsorpsi dilakukan menggunakan spektrofotometer uv-vis. Hasil difraksi sinar-x menunjukkan bahwa peningkatan rasio Al/lempung mampu meningkatkan kristalinitas lempung terpilar, tetapi tidak mempengaruhi ukuran basal spacing-nya. Peningkatan suhu kalsinasi menyebabkan penurunan kristalinitas dan basal spacing dari lempung terpilar Aluminium. Basal spacing yang terbesar dihasilkan oleh lempung terpilar yang kalsinasi pada suhu 300°C yaitu 18,03 Å.Uji aktifitas sebagai adsorben indigo karmina menunjukkan bahwa meningkatnya suhu kalsinasi pada sintesis lempung terpilar Al menyebabkan kemampuan adsorpsi menurun. Sedangkan dengan meningkatnya rasio Al/lempung meningkatkan kemampuan adsorpsi. Lempung terpilar dengan rasio Al/lempung = 2 dan suhu kalsinasi 300°C mampu mengadsorpsi indigo karmina sebesar 88,99%.</jats:p
Određivanje sadržaja metala i metaloida u uzorcima karmina i pudera
Cilj ovog rada je bilo određivanje sadržaja As, Cd, Pb i Ni u pojedinim uzorcima kozmetičkih proizvoda. Deset uzoraka karmina i deset uzoraka tečnih pudera, različitih proizvođača i zemalja porekla, je pripremljeno digestijom sa HCl, HNO3 i H2O2 a zatim analizirano metodom AAS-a (As GF-AAS-om; Cd, Pb i Ni FL-AAS-om). U uzorcima karmina Cd nije detektovan dok se sadržaj As, Pb i Ni nalazi u opsegu od 0-0.23, 0-2.05 i 0-4.20 mg kg-1, respektivno. Kod uzoraka pudera Cd i Ni su detektovani u samo po jednom uzorku (Satin matt – 1.1 mg kg-1 Cd i Matt Touch – 2.15 mg kg-1) dok je sadržaj As i Pb u opsegu od 0-0.04 i 0-7.33 mg kg-1. Ni kod jednog od uzoraka sadržaj ispitivanih elemenata ne prekoračuje maksimalno dozvoljene vrednosti
Analisis Efisiensi Rantai Pasokan dan Nilai Tambah Produk Olahan Lele di KUB Karmina, Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali
Kampung Lele is the name for Tegalrejo Village because most of the population work as cultivator of catfish. Abundant catfish raw materials and people who are getting bored with processed catfish are usually only served with fried or baked, formed a catfish processing agroindustry that is KUB Karmina. The purpose of this research is to determine efficient supply chain, to know the flow of product, information flow, and the flow of supply chain finance, to calculate product efficiency, to calculate the added value of each member of supply chain network. The research method adopted the marketing efficiency approach, the DEAP 2.1 software and the Hayami method. Selected supply chain models start from catfish farmers, Karmina Kubina, and consumers. From several products in KUB Karmina, products that have relatively efficient value of 1,000 abon and chips of meat, while the relatively inefficient products of flaky chips and meat chips with an efficiency value below 1,000. Chains that exist in the first chain model of catfish farmers and KUB Karmina with abon products, meat chips, flaky chips, and skin chips. The breeder of catfish produces added value of Rp 4,334,64. Value added abon Rp 49.714, meat chips Rp 23.480, leather chips Rp 15.161, fin chips Rp 22.918. KUB Karmina can increase the production of abon and meat chips because it has a high level of efficiency and great added value in order to get the maximum profit.
Keywords: Hayami Method, DEAP 2.1, Marketing Efficiency, Value Added, Supply Chai
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI BERBASIS WEB PADA KELOMPOK USAHA KARMINA
Penelitian bertujuan (1).Mengetahui sistem informasi akuntansi penjualan tunai pada KARMINA. (2).Merancang sistem informasi akuntansi penjualan tunai berbasis web pada KARMINA. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan SDLC, berupa: Analisis kelemahan sistem, kebutuhan sistem, kelayakan sistem baru ; Desain sistem meliputi pemodelan database, proses dan interface ; Implementasi sistem meliputi tahap mempersiapkan implementasi, melakukan implementasi, menindaklanjuti implementasi. Hasil Penelitian menunjukkan sistem informasi akuntansi penjualan tunai pada KARMINA masih manual. Fungsi yang terkait, fungsi marketing, penjualan, bendahara. Jaringan prosedur meliputi order penjualan, penerimaan kas, penyerahan barang, pencatatan transaksi penjualan. Dokumen dan catatan yang digunakan nota penjualan, daftar penjualan, laporan penjualan, daftar stok. Unsur pengendalian intern belum berjalan baik. Berdasarkan analisis kelayakan sistem, sistem informasi akuntansi penjualan tunai berbasis web layak untuk dikembangkan. Desain sistem meliputi pemodelan database menggunakan tabel. Pemodelan proses menggunakan diagram konteks, DFD, flowchart. Pemodelan interface meliputi desain input dengan form, output dengan laporan.Kata Kunci : Perancangan, Sistem, Penjualan Tunai, Web, KARMIN
SINTESIS LEMPUNG TERPILAR CetylTrimethylAmmonium-Aluminium (CTMA-Al) DARI LEMPUNG ALAM SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA INDIGO KARMINA
Dilakukan sintesis lempung terpilar karena lempung mempunyai pori yang tidak tetap yaitu akan mengkerut jika dipanaskan (dehidrasi) dan akan mengembang jika terjadi hidrasi. Lempung terpilar disintesis dengan pertukaran kation CetylTriMethylAmmonium CTMA dilanjutkan dengan polikation Al pada lempung alam. Lempung terpilar CTMA-Al (CetylTriMethylAmmonium-Aluminium) yang disintesis digunakan untuk mengadsorpsi indigo karmina pada larutan air relatif terhadap lempung alam.
Proses pilarisasi pada lempung dilakukan dengan interkalasi surfaktan CTMA dilanjutkan dengan interkalasi polikation Al pada lempung alam. Hasil sintesis lempung terpilar CTMA-Al dikarakterisasi dengan difraktometer sinar-X. Uji kemampuan lempung terpilar CTMA-Al digunakan sebagai adsorben terhadap larutan indigo karmina. Analisis larutan indigo karmina sebelum dan setelah adsorpsi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis.
Hasil difraksi sinar-X menunjukkan bahwa penambahan surfaktan CTMA-Br dan polikation Al mampu meningkatkan ukuran basal spacing lempung alam dari 15,46 Å menjadi 19,99 Å, tetapi kristalinitas lempung terpilar CTMA-Al yang disintesis menurun. Lempung terpilar CTMA-Al 0,5 gram mampu menyerap warna dengan baik sampai dengan 125 mL indigo karmina (8,58x10-5 M). Sedangkan pada lempung alam kemampuan adsorpsiya jauh lebih kecil daripada lempung terpilar CTMA-Al, yaitu dengan volume larutan indigo karmina yang sama (15 mL) lempung alam mempunyai kemampuan adsorpsi 37,07 %, dan lempung terpilar CTMA-Al mempunyai kemampuan adsorpsi 99,56 %
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI BERBASIS WEB PADA KELOMPOK USAHA KARMINA
Penelitian ini mempunyai dua tujuan, yaitu (1). Mengetahui sistem informasi
akuntansi penjualan tunai yang diterapkan pada kelompok usaha KARMINA (2).
Merancang sistem informasi akuntansi penjualan tunai berbasis web yang sesuai pada
KARMINA.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan pendekatan
studi kasus pada kelompok usaha KARMINA. Teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi.
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode system development
life cycle (SDLC), berupa: Analisis kelemahan sistem lama menggunakan metode
PIECES (performance, information, economy, control, eficiency and service), analisis
kebutuhan sistem dan analisis kelayakan sistem baru ; Desain sistem meliputi
pemodelan database, pemodelan proses dan pemodelan interface ; Implementasi
sistem meliputi tahap mempersiapkan rencana implementasi, melakukan kegiatan
implementasi dan menindaklanjuti implementasi.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi penjualan
tunai pada kelompok usaha KARMINA masih manual. Fungsi yang terkait meliputi
fungsi marketing dan penjualan serta fungsi bendahara. Jaringan prosedur meliputi
prosedur order penjualan, penerimaan kas, penyerahan barang dan pencatatan
transaksi penjualan. Dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan nota penjualan,
daftar penjualan, laporan penjualan, dan daftar stok barang. Unsur pengendalian
intern belum berjalan baik, masih terjadi perangkapan fungsi. Sistem otorisasi dan
prosedur pencatatan, yaitu pada saat transaksi, fungsi penjualan membuat nota
penjualan dan mencatat penjualan pada daftar penjualan serta membuat laporan
penjualan. KARMINA belum menerapkan praktik yang sehat dalam sistem informasi
akuntansi penjualan tunai. Berdasarkan analisis kelayakan teknik, operasional,
ekonomi, hukum dan sosial, menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi penjualan
tunai berbasis web layak untuk dikembangkan. Desain sistem dilakukan dengan
pemodelan database menggunakan tabel database. Pemodelan proses menggunakan
diagram konteks, DFD, dan flowchart. Pemodelan interface meliputi desain input
dengan form dan desain output dengan laporan
Bioadsorben dari Biomassa Bambu Betung (Dendrocalamus asper) Teraktivasi Besi (III) Klorida Heksahidrat untuk Menghilangkan Zat Pewarna Indigo Karmina dalam Air
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivasi bioadsorben dari biomassa bambu betung ( Dendrocalamus asper menggunakan FeCl3.6H2O terhadap karakteristik dan kapasitas adsorpsi zat warna indigo karmina dalam air. Untuk mendapatkan proses adsorpsi dengan kondisi optimum, beberapa faktor diuji seperti konsentrasi zat aktivator, pH, dosis
adsorben, konsentrasi awal indigo karmina, dan waktu kontak. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan ANOVA (Analysis of Variance) dilanjutkan dengan uji DNMRT (Duncan’s New Multiple Range Test) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivasi menggunakan
FeCl3.6H2O memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik bambu betung dan kapasitas adsorpsi indigo karmina. SEM menunjukkan bahwa aktivasi mengubah permukaan bambu betung menjadi lebih halus dan FTIR menunjukkan perubahan rentang dan intensitas puncak gelombang akibat interaksi dan penempatan FeCl3.6H2O pada permukaan bambu betung. Didapatkan nilai kapasitas adsorpsi maksimal sebesar 98,15 mg/g dan persentase penghilangan 78,52% dengan kondisi optimum adsorpsi pada pH 8, dosis adsorben 10 mg, konsentrasi awal indigo karmina 25 mg/L, dan waktu kontak 60 menit. Proses adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir dan
model kinetika pseudo orde kedua yang menunjukan proses adsorpsi membentuk monolayer dan adsorpsi terjadi secara kimia. Analisis FTIR menunjukan keterlibatan antara gugus fungsi adsorben dan indigo karmina
Sistesis lempung terpilar polikation aluminium dari lempung alam Banyumas sebagai adsorben indigo karmina
Lempung merupakan material yang berlimpah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Lempung mempunyai sifat plastis pada keadaan basah, dimana menunjukkan pengembangan antarlapis yang menyebabkan volumenya meningkat menjadi dua kali lipat, nail= tidak mempunyai pori yang permanen, dan kemampuan adsorpsinya rendah. Kekurangan tersebut dapat diatasi dengan mengubah lempung alam menjadi lempung terpilar. Pada penelitian ini disintesis lempung terpilar Al dan lempung alam Banyumas dengan memvariasi rasio Al/lempung dan suhu kalsinasinya dan uji aktifitas adsorpsi lempung terpilar hasil sintesis terhadap larutan indigo karmina
Pilarisasi lempung dilakukan dengan interkalasi polikation Al pada lempung alam yang dilanjutkan dengan kalsinasi. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan difraktometer sinar-x. Analisis indigo karmina hasil adsorpsi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis.
Hasil difraksi sinar-x menunjukkan bahwa peningkatan rasio AVlempung mampu meningkatkan kristalinitas lempung terpilar, tetapi tidak mempengaruhi ukuran basal spacing-nya. Peningkatan suhu kalsinasi menyebabkan penurunan kristalinitas dan jarak basal spacing lemptmg terpilar Al. Basal spacing yang terbesar dihasilkan oleh lempung terpilar Al pada kalsinasi dengan suhu 300 °C yaitu sebesar 18,03 A.Uji aktifitas sebagai adsorben indigo karmina menunjukkan dengan meningkatnya suhu kalsinasi pada sintesis lempung terpilar Al menyebabkan kemampuan adsorpsinya menurun. Sedangkan dengan meningkatnya rasio AVlempung memperbesar kemampuan adsorpsinya. Lempung terpilar Al dengan rasio Al/lempung = 2 dan suhu kalsinasi 3000C mampu mengadsorpsi indigo karmina sebesar 88,45%.
Natural clay is a material which has not been optimally exploited yet. Clays have plastic properties in wet condition, it shows interlayer development causing the volume becomes twofolds, but it doesn't have permanent pores, and has low adsorption ability. The problem can be solved by altering natural clay to pillared one. Al-pillared clays have been synthesized from Banyumas natural clays. Al/clay ratios and calcination temperatures were varied to show the effects to pillared clay resulted. The adsorption properties have been evaluated by adsorption of indigo carmine.
Al-pillared clays have been synthesized. with intercalation polycation Al to natural clays followed by calcination. The results were characterized by x-rays diffractometer. The amount of indigo carmine after adsorption was analyzed with UV-Vis spectrophotometer.
X-ray diffraction shows that Al-pillared clay crystallinity increased with the increase of Al/clay ratio. Different Al/clay ratio did not influence basal spacing size. Increase of calcination temperature decreased the basal spacing size and the crystallinity of Al-pillared clay. The highest basal spacing was 18,03 A obtained by which Al-pillared clay was calcinated at 300 °C. Al-pillared clay, as indigo carmine adsorben, was examined to observe the activity. The result showed that increase of calcination temperature caused decline of adsorptivity, while the increase Al/clay ratio boosted the adsorptivity. AI-pillared clay with Al/clay ratio of 2 and calcination temperature 300 °C managed to adsorp indigo carmine as high as 88,45 %
Analisis Kelayakan Finansial dan Sensitivitas Agroindustri Pengolahan Ikan Lele (Studi Kasus di Kub Karmina, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali )
: This research is to analyze the feasibility of economic and financial on agroindustrial processing of cathfish business in KUB Karmina. The basic method applied is descriptive analitic, with the case study research techniques. Research location chosen purposively in KUB Karmina Sawit Subdistrict Boyolali Regency. The data were collected using primary data and secondary data from 2007 to 2015. Method of data analysis used the method of financial analysis (with analysis tools such as Payback Period, NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), Gross B/C Ratio, and Net B/C Ratio) and sensitivity analysis.The results of financial analysis (with discount rate9%) are NPV amounting to 39.823.953,13is greater than 0, IRR amounting to 12,06 % (greater than discount rate 9%), Net B/C Ratio amounting to 1,23 (greater than 1), and Gross B/C Ratio amounting to 1,04 (greater than 1) and payback period as long as 7 year 11 month. Based on the results of financial analysis, showing that the agroindustrial processing of cathfish business in KUB Karminais feasible. Based on the results of the sensitivity analysis, agroindustrial processing of cathfish business in KUB Karmina is not feasible in the event of macroeconomic dynamics described by an average of inflation rate of 5 % and the loan interest rate of 9% Bank BRI
- …
