10,449 research outputs found

    KONSEP PENDIDIKAN SPIRITUAL PERSPEKTIF SAYYID MUHAMMAD BIN ALAWI AL-MALIKI (Telaah Kitab Muhammad Al-Insan Al-Kamil)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan: (1) Menganalisis dan mendeskripsikan konsep pendidikan spiritual dalam kitab Muhammad Al-Insan Al-Kamil. (2) Mendeskripsikan relevansi pendidikan spiritual dalam kitab Muhammad Al-Insan Al-Kamil terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini adalah kajian teks dengan menggunakan metode analisis konten. Teks yang dianalisis adalah teks yang ada di kitab Muhammad Al-Insan Al-Kamil. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dengan metode interpretasi dan deduktif. Adapun hasil penelitian ini antara lain: (1) Model pendidikan spiritual perspektif Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam kitab Muhammad Al-Insan Al-Kamil. (2) Relevansi pendidikan spiritual perspektif Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam kitab Muhammad Al-Insan Al-Kamil terhadap pendidikan Islam

    Insan Kamil dalam Keteladanan Rasulullah Saw.: Sebuah Kajian Hadis Tematik

    Get PDF
    This research is motivated by the phenomenon of human morality which is increasingly worrying. The purpose of this study is to discuss the greatness of the morals of the Prophet Muhammad through thematic hadiths related to the theme of Insan Kamil. This research is a type of qualitative research through literature study with thematic hadith approach. The results and discussion of this study lead to the nature and behavior of the Prophet Muhammad as a perfect human proof that must be followed by the believer. The development of the Insan Kamil theme includes indicators of Insan Kamil, including the role of humans as caliph, physically and spiritually healthy, amar nahi munkar, and the peak is morality. This study concludes that the hadiths narrated by Imam Muslim related to insan kamil accompanied by thematic syarah are understood to be a reference for a person to shape himself into insan kamil in order to reach the pleasure of Allah SWT

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    Get PDF
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    Pengaruh Konsep Insan Kamil Sufi Dalam Pemikiran Ego (Individu) Muhammad Iqbal

    Get PDF
    Insan kamil merupakan manusia sempurna yang berhasil mencapai puncak yang paling tertinggi potensinya dibanding manusia lainnya dengan melalui tahapan-tahapan sehingga melahirkan insan kamil, oleh karena itu sangat penting untuk mengkaji lebih mendalam pandangan Muhammad Iqbal sebagai salah satu tokoh yang mengembangkan konsep manusia sempurna melalui ego (individu). Agar bisa menjadi manusia yang sebenarnya di mata Tuhan dan berperilaku dengan perilakunya Tuhan di zaman modern ini. Permasalahan yang diteliti disini adalah pertama tentang bagaimana konsep ego Muhammad Iqbal kedua bagaimana pengaruh para sufi tentang insan kamil sebelumnya terhadap pemikiran ego (individu) Muhammad Iqbal. Dalam penulisan ini menggunakan pendekatan kepustakaan (library research), dengan metode analisis reflektif yaitu menganalisa atau merefleksikan pengaruh konsep insan kamil pada konsep ego (individu ) Muhammad Iqbal. Muhammad Iqbal memandang ego (individu) sebagai sesuatu yang abadi dan mampu menyerap semua sifat Tuhan sehingga ia mampu berperilaku seperti Tuhan. Yang memiliki kekreatifan untuk menciptakan kebebasan tanpa batas dan wawasan luas, kemudian ego tersebut mempunyai karakter yaitu sebagai khalifah Tuhan lalu ego diperkuat dengan isyqo muhabbat, faqr, semangat, toleransi dan kasbu al-ḥalâl kemudian ego bisa lemah jika adanya rasa takut, suâl,perbudakan dan rasa bangga keturunan, ego dapat dicapai sempurna dengan ketaatan pada ilahi, penguasaan diri dan perwakilan Tuhan, lalu ego tersebut memiliki dua jenis yaitu ego efisien dan ego apresiatif, serta ego mempunyai tingkatan yaitu ego mutlak (Tuhan), ego individu, dan ego materi. Adapun pengaruh sufi terhadap insan kamil memiliki pengaruhnya masing-masing pada posisinya seperti Ibnu’ Arabi yang terlihat pada makna dan tingkatan insan kamil, Jalaluddin Rumi terlihat pada bagian karakteristik, dan Al-Jilli yang terlihat pada jenis insan kamil. Akan tetapi walaupun terlihat adanya kedekatan ego Iqbal dengan pengaruh sufi namun disini Iqbal memiliki keunikannya tersendiri dalam mengkonsep manusia sempurna pada zaman modern ini, yaitu bagi Iqbal seseorang harus aktif bergerak bebas tanpa batas untuk memiliki kreatifitas pada dirinya untuk bisa berkembang maju dilingkungannya serta mampu menyerap sifat-sifat baik Tuhan dalam dirinya agar bisa menjadi manusia sempurna di zaman ini

    Achieving Insan Kamil Through Maqamat Tauhid Muhammad Nafis Al-Banjari andits Relevance to Modern Life

    Get PDF
    Insan kamil is an urgent concept to be understood and imitated for humans who want to achieve human perfection and even make it a way of life. However, there are various paradigms that differ in understanding and achieving the degree of insan kamil itself. This study aims to explain a method or method in achieving the degree of insan kamil through the maqamat of monotheism of Muhammad Nafis al-Banjari, which is contained in the book of ad-Durrun Nafis. This study uses a qualitative model with the type of literature study research with content analysis methods. The results of this study indicate that people who have undergone maqamat-maqamat tauhid will arrive at fanna fillah and baqa fillah where, when a servant has achieved it, will be classified as a perfect human being. This study concludes that the concept of insan kamil is very important to understand, because in reaching the insan kamil a salik will go through the stations of monotheism where the fruit of doing this will be able to see the essence of all events in this universe to avoid actions. the bad one

    PENGARUH PEMIKIRAN ABDUL KARIM AL-JILLI (1365-1422 M) TERHADAP INSAN KAMIL SYEKH MUHAMMAD NAFIS AL-BANJARI (1735-1812 M)

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang pengaruh pemikiran Abdul Karim al-Jilli terhadap insan kamil Syekh Muhammad Nafis al-Banjari. Namun, belum adanya kajian yang signifikan terhadap pengaruh yang diterima Syekh Muhamad Nafis al-Banjari dari sosok Abdul Karim al-Jilli terkhusus di Indonesia, sehingga perlu dilakukan penelitian secara signifikan tentang permasalahan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analisis untuk mengkaji dua permasalahan, yaitu konsep insan kamil Abdul Karim al-Jilli (Tajalli Ilahi, Martabat Tujuh dan Nur Muhammad) dan Syekh Muhammad Nafis al-Banjari (Tauhid al-Ma’rifah, Martabat Tujuh dan Nur Muhamad ) serta pengaruh Abdul Karim al-Jilli terhadap insan kamil Syekh Muhammad Nafis al-Banjari. Pengkajian terhadap sumber-sumber yang ada, baik berasal dari karya-karya Abdul Karim al-Jilli dan Syekh Muhammad Nafis al-Banjari, maupun dari tulisan-tulisan yang serupa dengan kajian ini. Insan kamil yang telah dipaparkan oleh Syekh Muhamad Nafis al-Banjari tentang Tauhid al-Ma’rifah, Martabat Tujuh dan Nur Muhamad, tidak terlepas dari pengaruh yang Abdul Karim al-Jilli yang juga membahas mengenai kajian konsep insan kamil. Kata Kunci: Abdul Karim al-Jilli, Syekh Muhammad Nafis al-Banjari, Insan Kamil, pengaruh

    PENGEMBANGAN KONSEP INSAN KAMIL MUHAMMAD IQBAL DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM

    Get PDF
    ABSTRAK Permasalahan yang terdapat berdasarkan latar belakang bahwa adanya konsep- konsep mengenai insan kamil namun sukar dipahami dan diterapkan, maka penulis dalam penelitian ini memasukkan konsep Muhammad Iqbal mengeanai insan kamil dalam Pendidikan Islam yang bertujuan untuk mengetahui dan menyederhanakan kiat- kiat menjadi Insan Kamil dalam pendidikan Islam. Penelitian ini adalah penelitian kajian pustaka (Library Research) dengan mengumpulkan dan mengkaji beberapa sumber-sumber primier dan sekunder, dengan metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan, karya ilmiah, artikel dan sebagainya. Adapun data primer yang digunakan yaitu beberapa karya yang memuat pemikiran Muhammad Iqbal, diantaranya Buku Rekontruksi Pemikiiran Religius dalam Islam, Metafisika Persia,Asrar I Khudi, dan Iqbal Tentang Tuhan dan Keindahan. Sedangkan data sekunder yaitu buku-buku dan karya-karya ilmiah yang relevan dengan penelitian ini. Dalam hal ini bukti pemikiran Muhammad Iqbal yang membahas mengenai Insan Kamil yaitu berawal dari pemikirannya dalam filsafat ego/khudi, melalui pemikiran fisafat ini menjadi penopang keseluruhan pemikirannya tentang hakikat ego/khudi yang pada intinya membahas tentang manusia. Setiap manusia menginginkan menjadi manusia yang sempurna (insan kamil), untuk itu menurut Muhammad Iqbal haruslah melalui proses pengembangan ego/khudi yaitu dimana dalam dirinya berhasil memiliki sifat-sifat ketuhanan dengan berlandaskan Iman, Islam, Ihsan, As-Syahadah dan terealisasikan dalam bentuk aktifitas dan kreativitas manusia dalam usaha menjaga hubungan antara manusia dengan Allah (hablumminAllah) dan hubungan antara manusia dengan manusia lainnya (hablumminannas), dan memiliki sikap cinta, keberanian, toleransi, dan faqr. Dengan demikian terbentuklah insan yang kamil, namun tak terlepas dari proses pendidikan, pendidikan islampun berperan dalam upaya menciptakan manusia yang sempurna oleh karena itu dalam skripsi ini yang berjudul Pengembangan Konsep Insan Kamil Muhammad Iqbal dan Relevansinya dalam Pendidikan Islam ialah keberhasilan dari tujuan pendidikan islam dengan memberikan pendidikan yang ideal yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia dari aspek ruhani, jasmani, akal, dan ilmu pengetahuan melalui prinsip pendidikan yang telah Iqbal paaparkan diantaranya (1)Konsep Individu (2)Pertumbuhan Individu (3)Keseimbangan Jasmani dan Rohani(4)Pertautan Individu dengan Masyarakat (5)Kreativitas Individu (6)Peran Intelektual dan Intuisi (7)Pendidikan Watak (Integritas) (8)Pendidikan Sosial. Sehingga melalui hal-hal tersebut setiap ego bisa dikembangkan dan terbentukah manusia yang sempurna. Kata Kunci : Pengembangan Insan Kamil Muhammad Iqbal, Relevansi Pendidikan Isla

    1. Palais de Muhammad 'Ali, à Shubra

    No full text
    Greg Robert Hyde, Shafik Muhammad, Home John, Lacau Pierre, Ghalib Kamil Osman, Wiet Gaston, Ahmad Mahmud, Pauty Edmond. 1. Palais de Muhammad 'Ali, à Shubra. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 37, exercice 1933-1935, 1940. p. 314

    AKHLAK BERHIAS BAGI WANITA DALAM BUKU AL-JAMI’ FI FIQHI AN-NISA’KARYA SYAIKH KAMIL MUHAMMAD ‘UWAIDAH

    Get PDF
    ABSTRAK Ulfa Fitriyani, (2023): Akhlak Berhias Bagi Wanita dalam Buku Al-Jami’ Fi Fiqhi An-Nisa’ Karya Syaikh Kamil Muhammad ‘Uwaidah Penelitiaan ini bertujuan mendeskripsikan akhlak berhias bagi wanita dalam buku Al-Jami‟ Fi Fiqhi An-Nisa‟ karya Syaikh Kamil Muhammad „Uwaidah. jenis penelitian ini adalah penelitiaan kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) yang berhubungan dengan isi yang terkandung dalam buku Al-Jami‟ Fi Fiqhi An- Nisa‟ karya Syaikh Kamil Muhammad „Uwaidah. Hasil penelitiaan ini menyimpulkan bahwa terdapat beberapa etika berhias dalam buku Al-Jami‟ Fi Fiqhi An-Nisa‟ karya Syaikh Kamil Muhammad „Uwaidah meliputi, Berhias merupakan sunnah amaliah; Adanya larangan mencukur dan menyambung rambut; mengerjakan sesuatu yang baik dimulai dengan sebelah kanan; adanya larangan membuat tato dan merenggangkan gigi; memperbolehkan memakai pakaian sutera bagi wanita; larangan menjulurkan pakaian; dimakruhkan bagi wanita memperlihatkan perhiasan yang dipakainya; tidak diperbolehkan memakai wewangian yang tercium aromanya oleh orang lain; diperbolehkan memakai inai; tidak diperbolehkan memakai pakaian tipis; perintah berhijab; Bertabarruj; bersandar pada barang-barang azimat dirumah; mendatangi dan mempercayai peramal; berhiasnya wanita untuk selain suaminya. Kata Kunci: Akhlak, Berhias, Al-Jami’ Fi Fiqhi An-Nisa

    KONSEP INSAN AL - KAMIL MENURUT MUHAMMAD IQBAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM

    Get PDF
    Pendidikan Islam pada prinsipnya bersifat emansipatoris, yaitu berusaha melepaskan manusia dari kungkungan dalam bentuk apa pun, dengan harapan akan menumbuhkan keberanian untuk tunduk dan patuh hanya kepada Tuhan. Dan dalam agama Islam sendiri berusaha me mberikan penghargaan terhadap manusia secara sejajar, mengutamakan kemanusiaan, sehingga melahirkan insan al - kamil. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengkaji lebih mendalam pandangan Muhammad Iqbal sebagai salah satu tokoh yang mengembangkan konsep insan al - kamil. Masalah yang diteliti di sini adalah yang pertama tentang konsep konsep Insan Kamil menurut Muhammad Iqbal, dan apa implikasi konsep Insan al - Kamil Muhammad Iqbal terhadap pendidikan Islam. Dalam penulisan ini, di gunakan metode penelitian k ualitatif dengan pendekatan Library Research atau penelitian berbasis kepustakaan. Dengan metode analisis isi, analisis histori dan analisis deskriptif. Dikarenakan penelitian ini berbasis kepustakaan, maka yang berupa catatan, transkrip buku, surat kabar, majalah, dan sebagainya digunakan dalam proses pengumpulan datanya. Pendidikan Islam menurut Iqbal, secara terpisah, makna dari kata pendidikan itu dipandang sebagai suatu keseluruhan daya budaya yang mempengaruhi kehidupan perorangan maupun kelompok masy arakat. Sedangkan makna kata Islam bagi Iqbal, adalah agama yang perlu dan wajib mendapat tempat yang paling utama dalam pendidikan. Insan al - Kamil menurut Iqbal, harus melalui empat tahap. Yang pertama Cinta, Keberanian, Toleransi, dan Faqr. Dalam perspe ktif pendidikan Islam, Insan Kamil menjadi dua bagian, pertama, adalah perihal Individualitas , berisi perjalanan manusia dalam melalui berbagai ujian hidup. Yang mana akan mendewasakan dan menempatkan derajat dari prib adi manusia tersebut pada tempatnya. Kedua Pendidikan Watak , tentang pembentukan dasar berpikir manusia dengan benar sebagai pembentuk karakter dan kepribadian. Menurut Iqbal dan persepsi pendidikan Islam, perlu dibentuk konsep diri manusia dengan jelas d an baik yang berlandaskan nilai - nilai agama, sehingga mampu tercipta Insan yang Kamil. Dan terakhir saran bagi umat Islam. Bahwa sejatinya tujuan dan akhir dari pada manusia itu adalah mengarah kepada pembentukan insan yang kamil. Jadi diharapkan semuanya berlomba - lomba menggapai derajat tersebut dengan semangat Iman, Islam dan Ihsan
    corecore