1,774 research outputs found

    From Albania to Brazil: Ismail Kadaré's Broken april and its filmic adaptation, Walter Salles' Abril despedaçado

    No full text
    Dissertação (mestrado) - Universidade Federal de Santa Catarina, Centro de Comunicação e Expressão, Programa de Pós-Graduação em Letras/Inglês e Literatura Correspondente, Florianópolis, 2007The aim of the present study is to analyse how issues of Albanian national identity are portrayed in Ismail Kadaré's novel Broken April (Prilli i Thyer), and how such features have been appropriated and translated onto the screen into a Northeastern Brazilian context. I depart from the premise that, even though Brazilian elements are indeed shown in the film, the non existence of the Kanun in Brazil, and the use of narrative techniques different from the ones employed in the novel render the story of the blood feuds in the film more universal than the genuinely Albanian reality depicted in the novel. In sum, the appropriation transcends the Albanian reality into a universal context, showing, at the same time, elements which are typical of the Brazilian culture.O objetivo do presente estudo é analisar como questões sobre a identidade nacional Albanesa são retratadas no romance Abril Despedaçado (Prilli i Thyer), de Ismail Kadaré, e como tais questões foram apropriadas e traduzidas para a tela num contexto Nordestino-Brasileiro. O estudo parte do princípio que, embora elementos tipicamente Brasileiros sejam mostrados no filme, a não existência do Kanun no Brasil, e o uso de técnicas narrativas diferentes das empregadas no romance ajudam a deixar a história das brigas de família no filme com um aspecto mais universal do que a realidade genuinamente Albanesa representada na romance. Em suma, a apropriação transcende a realidade Albanesa para um contexto mais universal, sem deixar de mostrar também elementos típicos da cultura Brasileira

    LOKALITAS PENAFSIRAN K.H. MAIMOEN ZUBAIR DALAM KITAB SAFINAH KALLA SAYA'LAMUN

    No full text
    Penelitian ini mengkaji karakteristik kitab Safinah Kalla Saya'lamun fi Tafsiri Syaikhina Maymun karya Lora Muhammad Ismail al-Ascholy dan menelusuri bentuk-bentuk lokalitas penafsiran K.H. Maimoen Zubair yang ada di dalamnya. Kitab ini adalah catatan-catatan Lora Ismail dari pengajian Tafsir Jalalayn Mbah Moen yang dilaksanakan di Pondok Pesantren al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, yang kemudian dikumpulkan menjadi satu jilid dengan dua juz di dalamnya. Mbah Moen sendiri merupakan kyai sekaligus cendekiawan muslim pesantren yang akrab dengan pemikiran-pemikirannya yang dinamis dan juga responsif terhadap perkembangan zaman. Fokus utama penelitian ini ada dua permasalahan, pertama, mendeskripsikan karakteristik kitab Safinah Kalla Saya'lamun; kedua, mengungkap lokalitas penafsiran Mbah Moen, sebagai pemilik narasi tafsir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berbasis pada studi pustaka dengan teknik analisis berupa deskriptif-analitis. Teknik ini akan menguraikan kitab Safinah Kalla Saya'lamun, sebagai sumber data utama, kemudian untuk mengungkap lokalitas penafsiran Mbah Moen akan dilakukan tiga tahapan analisis, yaitu reduksi data (data reduction) dengan pendekatan eksplisit-implisit dan pengklasifikasian secara mikro-makro, penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing). Terdapat dua hasil dalam penelitian ini, pertama, kitab Safinah Kalla Saya'lamun memiliki karakter sistematis dan komunikatif, dengan dua model sistematika penyajian tematik, yaitu tematik modern plural di bagian pertama dan tematik klasik di bagian kedua. Metode penafsiran yang digunakan meliputi metode riwayat, metode pemikiran, dan metode interteks. Dan nuansa adabi ijtima’i dalam kitab ini mempunyai porsi yang lebih dominan. Kedua, penafsiran Mbah Moen menunjukkan pendekatan yang khas. Di samping menggunakan bahasa Jawa dalam menyampaikannya, beliau juga melibatkan isu-isu lokal dalam penafsirannya, seperti kewafatan ulama Sarang, penambangan batu gamping di Rembang, perkembangan teknologi modern, isu keagamaan kontemporer, serta refleksi terhadap latar sosial-politik Indonesia. Lokalitas penafsiran tersebut menunjukkan adanya upaya membumikan pesan al-Qur’an dengan mengaitkan ayat-ayat suci pada realitas lokal secara khas dan relevan. Dengan demikian, kitab Safinah Kalla Saya'lamun merupakan representasi penafsiran lokal yang memperlihatkan relasi erat antara teks suci dan dinamika masyarakat

    Moderasi Beragama Perspektif Muhammad Jusuf Kalla

    No full text
    Moderasi beragama sangat penting dalam rangka membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat yang agamanya beragam, termasuk Indonesia. Menggaungkan moderasi beragama adalah tugas seluruh masyarakat beragama termasuk para tokoh bangsa yang menjadi panutan. Untuk itu, penelitian ini berusaha mengahadirkan pandangan Muhammad Jusuf Kalla terkait moderasi beragama. Melalui metode kepustakaan, penelitian ini menemukan konflik bernuansa agama terjadi, selain karena perbedaan ideologi, juga disebabkan oleh ketidakadilan ekonomi, sosial, hukum dan politik. Untuk mengantisipasi konflik yang bernuasa agama tersebut, Muhammad Jusuf Kalla sangat menekankan pentingnya moderasi beragama untuk dijalankan. Sebagai tokoh yang intens menyuarakan moderasi beragama, Muhammad Jusuf Kalla mengatakan moderasi beragama harus dimulai dengan rasa persaudaraan, baik persaudaraan antara umat beragama, persaudaraan dalam berbangsa dan bernegara, serta persaudaraan antar sesama manusi

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Corak Penafsiran K.H. Maimoen Zubair Dalam Kitab Safinatu Kalla Saya'lamun Fi Tafsir Syaikhina Maimun

    No full text
    This research is trying to describe the interpretation style of K.H. Maimoen Zubair which is contained in the book of tafseer Safinatu Kalla Saya'lamun fi Tafsir Syaikhina Maimun. Each mufassir has his own tendencies in interpreting the Quran. This tendency depends on the discipline of knowledge mastered, scientific research, experience, social conditions, politics, and so on. So the background of scholars, politicians, and expertise in history that K.H. Maimoen Zubair certainly also influenced his interpretations in the book Safinatu Kalla Saya'lamun fi Tafsir Syaikhina Maimun. One of the reasons behind this research is a style of interpretation that is not necessarily imagined by other interpreters. Then the book of tafseer Safinatu Kalla Saya'lamun fi Tafsir Syaikhina Maimun by Muhammad Ismail Al-Ascholy was chosen as the main source because it was felt to be important for preserving the tafseer of the Quran from Indonesian ulama. Therefore, the author wishes to examine the interpretation style of K.H. Maimoen Zubair in the book Safinatu Kalla Saya'lamu fi Tafsir Syaikhina Maimun. This type of research is literature with a qualitative descriptive analysis. Meanwhile, the analysis method in this research uses descriptive analysis carried out using content analysis. With these methods and approaches, various interpretive patterns were found that colored the interpretation of K.H. Maimoen Zubair. The conclusions obtained from this research are the interpretation of K.H. Maimoen Zubair is intensely characterized by ijtimā'i. However, there are also many styles of ijtimā'i that are combined with other styles of interpretation. In other words, K.H Maimoen Zubair will place special emphasis on the interpretation of certain verses such as legal verses, Sufism verses, scientific verses, ijtimā'i verses with social nuances. Apart from that, many of the interpretations found in this book are interpretations of K.H. Maimoen Zubair relates to verses containing historical values of previous peoples and the people of the Prophet Muhammad, which are then given historical descriptions and adapted to the current social context of society

    Memorandum sent to Lord Edward Grey

    No full text
    Title: Memorandum presented to Lord Edward Grey, British Minister of Foreign Affairs and President-in-Chief of the Conference of Ambassadors of the Great Powers in London Originally published: Originally written in 1913 as a private memorandum Language: FrenchThe text used is from Ismail Qemali, Përmbledhje dokumentesh, ed. by T. Hoxha, (Tirana: Sh.B “8 Nentori,” 1982), pp. 232–235. About the author Ismail Qemali bej Vlora (also known as Ismail Kemal Pasha) [1844, Vlora, (It Valona, present-d..

    A bibliography of IFLA conference papers [1979]

    No full text
    This booklet is a continuation of the first bibliography of "IFLA Conference papers 1968 - 1978". The papers included in the bibliography are all from 45th Congress and Council Meeting 27 August - 1 September 1979 in Copenhagen. The publication is arranged alphabetically by author or title and includes alphabetical cumulative subject and author indexes 1968 - 1979. Compiled by: Ismail Abdullahi Produced by: IFLA Clearinghouse - The Royal School of Librarianship, Copenhage

    ANALISIS PENERAPAN STRATEGI PEMASARAN DALAM PENINGKATAN PANGSA PASAR PADA PT. HADJI KALLA (TOYOTA) CABANG URIP DI MAKASSAR

    No full text
    -EKI MAULADI RAHMAN, A211 076 644. Analisis Penerapan Strategi Pemasaran Dalam Peningkatan Pangsa Pasar Pada PT. Hadji Kalla (Toyota) Cabang Urip di Makassar. (dibimbing oleh Muhammad Ismail dan Mukhtar)\ud \ud Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan strategi pemasaran mobil Toyota pada PT. Hadji Kalla (Toyota) Cabang Urip di Makassar melalui penerapan (produk, harga, promosi dan saluran distribusi) dalam peningkatan pangsa pasar, untuk menganlisis sejauh mana penerapan analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, peluang, ancaman) yang dihadapi oleh perusahaan. \ud Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis strategi pemasaran, analisis SWOT dan analisis Pangsa Pasar\ud Berdasarkan hasil perkembangan penjualan menunjukkan bahwa volume penjualan mobil Toyota yang dicapai oleh perusahaan dari tahun 2007 s/d tahun 2010 mengalami peningkatan sebesar 24,07%. Namun dalam tahun 2011 volume penjualan mobil Toyota mengalami penurunan sebesar 20,50%, hal yang lebih dominan mengakibatkan penurunan penjualan adalah disebabkan karena ketatnya persaingan, dimana munculnya beberapa jenis perusahaan pesaing yang menawarkan segala model/type yang bersaing dan harga jual yang bersaing pula.\ud Hasil analisis Swot nampak bahwa posisi strategi pemasaran mobil Toyota pada PT. Hadji Kalla Cabang Urip Makassar berada pada kuadran I, hal tersebut merupakan situasi yang menguntungkan di mana perusahaan memiliki peluang dan kekuatan yang sangat baik. Strategi yang harus diterapkan oleh PT. Hadji Kalla dalam melakukan pemasaran mobil adalah dengan strategi kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growthoriented strategy). Alasannya karena perusahaan PT. Hadji Kalla memiliki nilai kekuatan yang lebih besar dari kelemahan dan di samping itu memiliki peluang yang lebih besar jika dibandingkan dengan ancaman.\ud Berdasarkan hasil perhitungan market share nampak bahwa dalam tahun 2007 market share yang dicapai perusahaan sebesar 60%, tahun 2008 sebesar 60,52%, tahun 2009 market share perusahaan sebesar 61,07%, tahun 2010 market share sebesar 61,50% dan tahun 2011 market share sebesar 50%

    Standar Keshahihan Hadis Menurut Syuhudi Ismail

    No full text
    This Article aims to discuss Syuhudi Ismail’s view of the standard of authentic hadith. The author uses the library research method. This method uses data collection with the technique of documenting books that discuss Syuhudi Ismail and his method of studying hadith. Furthermore, the results of the study are: Syuhudi Ismail presents two principles in criticizing the authenticity of hadith, namely the major rule and the minor rule. The major rules are the varios conditions of criteria for the validity of a hadith that are general in nature, while the minor rules are the elements of the rules which are derivatives and detailed explanations of the rules major. ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk membahas pandangan Syuhudi Ismail terhadap standar keshahihan hadis. Penulis menggunakan metode kajian pustaka (library research). Metode ini menggunakan pengumpulan data dengan teknik mendokumentasikan buku-buku yang membahas tentang Syuhudi Ismail dan metodenya dalam menelaah hadis. Selanjutnya hasil dari kajian tersebut adalah: Syuhudi Ismail menyajikan dua kaidah dalam mengkiritik keshahihan hadis yaitu kaedah mayor dan kaedah minor. Kaedah mayor adalah berbagai syarat atau kreteria kesahihan suatu hadis yang bersifat umum, sedangkan kaedah minor yaitu unsur-unsur kaedah yang merupakan turunan dan penjelasan terperinci dari kaidah mayor

    Kitab Safinah Kalla Saya’lamun dalam Diskursus Khazanah Tafsir Pesantren

    No full text
    This article aims to conduct an analysis of Islamic boarding school tafsir treasures by taking a case study of Safinah Kalla  Saya’lamun Fi Tafsir Syaikhina Maimun. In general, this work is part of the Indonesian interpretation. However, so far the mapping of the Tafsir Nusantara typology has not touched on the institutional aspect which is an important locus for the emergence of this work. This article questions the background to the writing of Safinah Kalla Saya'lamun? And in the context of what horizon was the work born? These two questions are the basis for expanding the study of the existence of Islamic boarding school interpretive works. This article used qualitative method with the content analysis. This article concludes, that the book Kalla Saya'lamun was originally the result of the Tafsir Jalalain recitation every Sunday read by Maimoen Zubair (d. 2019). The position of the writer who was a student at that time felt the importance of recording the teacher's ideas. However, in fact, the author’s role is not only to explain Zubair's ideas, but also to explore and compare with the views of other commentators. So that it is able to present a literary interpretation of the Al-Qur'an that is not only one way, but presents a rich variety of views using simplistic methods, in addition to presenting ideas that are unique to the locality of the Islamic boarding school. In this case, the interpreter links the meaning of the verse to the current social context or local historical facts. Based on the findings of this work, this research proves that the dynamics of interpretive studies in Islamic boarding schools continue to grow.Artikel ini bertujuan melakukan analisis terhadap khazanah tafsir Pesantren dengan mengambil studi kasus pada kitab Safinah Kalla Saya 'lamun Fi Tafsir Syaikhina Maimoen karya Ismail Al-Ascholy. Secara umum, karya tersebut merupakan bagian dari tafsir Nusantara. Namun selama ini pemetaan terhadap tipologi Tafsir Nusantara tidak menyentuh pada aspek lembaga yang menjadi lokus penting munculnya karya tersebut. Artikel ini mempertanyakan bagaimana latar belakang penulisan kitab Safinah Kalla Saya’lamun? Dan dalam konteks horizon apakah karya tersebut lahir? Dua pertanyaan tersebut sebagai basis untuk memperluas kajian tentang eksistensi karya tafsir pesantren. Kitab Kalla Saya’lamun tersebut semula hasil dari pengajian Tafsir Jalalain setiap hari Ahad yang dibacakan oleh Maimoen Zubair (w. 2019). Posisi penulis yang merupakan santri saat itu merasakan pentingnya membukukan gagasan sang guru. Namun pada faktanya, peran penulis tidak hanya memaparkan gagasan Zubair, melainkan melakukan eksplorasi dan komparasi dengan pandangan para mufasir lain. Sehingga mampu menampilkan suatu literasi tafsir Al-Qur’an yang tidak hanya satu arah, tetapi menyuguhkan ragam pandangan yang kaya dengan metode yang simplistik, selain menampilkan gagasan yang khas dengan lokalitas pesantren. Dalam hal ini, penafsir mengaitkan makna ayat dengan konteks sosial yang sedang terjadi ataupun dengan fakta sejarah lokal. Berangkat dari temuan karya tersebut, riset ini membuktikan jika dinamika kajian tafsir di pesantren terus tumbuh
    corecore