1,722,449 research outputs found

    PEMIKIRAN KALAM K. H. M. HASYIM ASY`ARI

    Get PDF
    Persoalan kalam senantiasa menarik untuk dikaji, oleh karena persoalan ini berimplikasi pada sikap seseorang dalam beragama, baik relasinya sebagai hamba dengan Tuhannya maupun dalam ranah interaksi sosial dengan sesama dan lingkungannya, persinggungan perihal persoalan kalam juga tak jarang memicu konflik semisal yang terjadi antara Asy`arĩyah dan Mu’tazĩlah, juga antara Qodariyah dan Jabariyah. Perihal As’ariyah dan Mu’tazilah sejarah mencatat bagaimana pergolakan dua aliran kalam ini telah menjadi ideologi dinasti Abbasĩyah dan berperan besar dalam jejak pasang surutnya dinasti tersebut. Sejarah kemerdekaan Indonesiapun tak lepas dari manifestasi pemikiran yang berlandaskan agama, Indonesia dengan kekayaan budaya, adat serta tradisi yang mayoritas penduduknya adalah muslim tak luput dari persinggungan persoalan kalam, pada masa kemerdekaan persinggungan antar entitas Islam banyak dijumpai, persinggungan ini sangat serius dan sempat melemahkan serta berimbas pada keretakan antar sesama kaum muslim di Indonesia namun demikian situasi keretakan itu tak berujung parah karena munculnya kesadaran kaum muslim Indonesia untuk saling toleran guna mewujudkan persatuan dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan, dan tokoh sentral dalam menggagas persatuan muslim itu satu diantaranya adalah K. H. M. Hasyim Asy’ari. K. H. M. Hasyim Asy’ari merupakan sosok ulama yang penting dalam sejarah perjuangan Islam Indonesia. Gagasan dan pemikirannya baik dalam ranah agama maupun sosial banyak menginspirasi umat Islam di Indonesia sejak dulu hingga kini. Karenanya hingga saat ini khazanah pemikirannya masih menjadi rujukan di berbagai lembaga pendidikan khususnya di pesantren-pesantren Nusantara, bahkan ulasan mengenai sejarah dan pemikiran K. H. M. Hasyim Asy’ari tak henti-hentinya menarik minat para peneliti, namun demikian, meski kajian mengenai K. H. M. Hasyim Asy’ari telah banyak dilakukan, namun sejauh penelusuran penulis, penulis belum menemukan penelitian yang mencoba menggali pemikiran kalam K. H. M. Hasyim Asy’ari secara khusus, problem itulah yang menarik hati penulis untuk meneliti pemikiran kalam beliau. Rumusan pokok permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu apa dan bagaimana Pemikiran Kalam K. H. M. Hasyim Asy’ari?. Adapun jenis penelitian yang digunakan penulis adalah berupa kajian pustaka (library research) yaitu penelitian yang bersumber pada temuan-temuan penelitian terdahulu. Jadi penelitian ini menekankan sumber informasinya baik yang primer maupun sekunder dari buku-buku karya K. H. M. Hasyim Asy’ari dan buku-buku yang mengulas seputar kesejarahan dan pemikiran K. H. M. Hasyim Asy’ari serta segenap literatur yang relevan dengan objek kajian dengan memakai pendekatan historis faktual. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa pola pemikiran kalam K. H. M. Hasyim Asy’ari adalah bercorak Sunni, dan menilik pada respon serta jawaban K. H. M. Hasyim Asy’ari dalam menyikapi problematika kalam pada masanya, pemikiran kalam K. H. M. Hasyim Asy’ari adalah tergolong pemikiran kalam yang modera

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Perspektif K. H. M. Hasyim Asy’ari Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam

    Get PDF
    Penelitian ini menyajikan nilai-nilai Pendidikan Akhlak perspektif K. H. M. Hasyim Asy’ari dalam kitab Adabul ‘Alim wal Muta’alim dan relevansinya dengan pendidikan Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Teknik analisis data dilakukan dengan cara induktif deduktif, komperatif, deskriptif dan interpretatif. Hasil penelitian menjelaskan nilai-nilai pendidikan akhlak perspektif K. H. M. Hasyim Asy’ari dalam Kitab Adab Al-Alim Wal Muta’alim sebagai berikut: akhlak yang pasti dicamkan dalam belajar, akhlak murid terhadap gurunya, akhlak murid terhadap pelajaran dan beberapa hal yang harus dijadikan pedoman bersam guru, akhlak yang harus diperhatikan oleh guru, akhlak guru ketika atau akan mengajar, akhlak guru menggunakan literature, dan beberapa alat yang digunakan dalam belajar. Dalam kitab ini dapat diklasifikasikan bagian yang terpenting, yaitu akhlak bagi seorang pelajar, serta akhlak bagi seorang pendidik. Nilai-nilai pendidikan akhlak perspektif K. H. M. Hasyim Asy’ari dalam Kitab Adab Al-Alim Wal Muta’alim sangat relevan dengan pendidikan Islam hal ini dengan meliat pendidikan saat ini yang mengalami kemerosotan mengenai akhlak, karena hanya berfokus pada kecerdasan dan intelektualnya tanpa diimbangi dengan nilai-nilai akhlak yang mulia

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used

    K. H. M. NATSIR, K. H. M. ISA ANSHARY AND K. H. RUSYAD NURDIN Tiga Ulama Persatuan Islam (Persis), Berjuang Menolak Ideologi Komunis : Three Ulamas of the Persatuan Islam (Persis), Fighting to reject Communist

    No full text
    Communist ideology once existed and developed in Indonesia, especially during the Old Order government. This study aims to explain the struggle carried out by K. H. M. Natsir, K. H. M. Isa Anshary and K. H. Rusyad Nurdin in an effort to reject the existence of communist ideology in Indonesia.  By using historical research methods, this study found that communist ideology damages humanity because it rapes character, and human rights. The ideology of communism is anti-God, anti-religion. Communist ideology is against democracy and creates new imperialism. Communist ideology is also very contrary to Pancasila and the 1945 Constitution.  On this basis, many ulama from various religious organizations oppose the existence of communist ideology in Indonesia. Based on the conclusions supported by Ruth T McVey in her book entitled:  Kemunculan Komunisme di Indonesia, K. H. M. Natsir, K. H. M. Isa Anshary and K. H. Rusyad Nurdin are three ulama  of  the Persatuan  Islam (Persis) who during their lifetime persistently rejected and opposed the development of communist ideology in Indonesia.  الملخص كانت الإيديولوجية الشيوعية موجودة ومتطورة في إندونيسيا، خاصة في عهد حكومة النظام القديم. تهدف هذه الدراسة إلى شرح النضال الذي قام به ك. ح. م. نتسير، وك. ح. م. عيسى أنشاري وك. ح. رسياد نور الدين في محاولة لرفض وجود الأيديولوجية الشيوعية في إندونيسيا.  باستخدام مناهج البحث التاريخي، وجدت هذه الدراسة أن الأيديولوجية الشيوعية تضر بالإنسانية لأنها تغتصب الشخصية وحقوق الإنسان. أيديولوجية الشيوعية معادية لله ومعادية للدين. الأيديولوجية الشيوعية تتناقض مع الديمقراطية وتخلق إمبريالية جديدة. الأيديولوجية الشيوعية تتعارض أيضًا مع البانكاسيلا ودستور عام 1945.  وعلى هذا الأساس، يعارض العديد من العلماء من مختلف المنظمات الدينية وجود الأيديولوجية الشيوعية في إندونيسيا. استنادًا إلى الاستنتاجات التي أيدتها روث تي ماكفي في كتابها المعنون:  ظهور الشيوعية في إندونيسيا، فإن ك. هـ. م. م. ناتسير، وك. م. عيسى أنشاري وك. هـ. م. عيسى أنشاري وك. هـ. رسياد نور الدين هم ثلاثة من علماء الجمعية الإسلامية (برسيس) الذين رفضوا بإصرار خلال حياتهم وعارضوا تطور الأيديولوجية الشيوعية في إندونيسيا.  Abstrak Ideologi komunis pernah eksis dan berkembang di Indonesia, terutama pada masa pemerintahan Orde lama. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perjuangan yang dilakukan K. H. M.  Natsir, K. H. M. Isa Anshary dan K. H. Rusyad Nurdin dalam usaha menolak keberadaan ideologi komunis di Indonesia. Dengan  menggunakan metode penelitian historis studi ini menemukan bahwa ideologi  komunis merusak kemanusiaan karena memperkosa tabiat, dan hak-hak asasi manusia. Ideologi komunisme merupakan paham anti-Tuhan, anti-agama. Ideologi komunis bertentangan dengan demokrasi dan menciptakan imperialisme baru. Ideologi komunis juga sangat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.  Atas dasar ini banyak ulama dari berbagai organisasi keagamaan yang menentang  keberadaan ideologi komunis di Indonesia. Berdasarkan kesimpulan yang  didukung Ruth T. McVey dalam bukunya yang berjudul: Kemunculan Komunisme di Indonesia, K. H. M.  Natsir, K. H. M. Isa Anshary dan K. H. Rusyad Nurdin merupakan tiga ulama Persatuan Islam (Persis) yang selama hidupnya gigih melakukan penolakan dan penentangan terhadap berkembangnya ideologi komunis di Indonesia. Ideologi komunis pernah  eksis  dan  berkembang  di Indonesia, terutama  pada masa pemerintahan  Orde lama. Penelitian ini  bertujuan untuk menjelaskan  perjuangan  yang  dilakukan K.H. M.  Natsir, K.H. M. Isa Anshary dan  K.H. Rusyad Nurdin dalam  usaha   menolak  keberadaan  ideologi  komunis  di  Indonesia.  Dengan  menggunakan  metode penelitian historis studi ini  menemukan bahwa ideologi  komunis  merusak kemanusiaan karena memperkosa tabiat, dan hak-hak asasi manusia. Ideologi komunisme  merupakan paham itu anti-Tuhan, antiagama. Ideologi komunis  bertentangan dengan demokrasi dan menciptakan imperialisme baru. Ideologi komunis juga  sangat bertentangan dengan Pancasila  dan  UUD 1945.  Atas  dasar ini banyak  para ulama  dari berbagai  organisasi  keagamaan yang menentang  keberadaan ideologi komunis di  Indonesia. Berdasarkan  kesimpulan  yang  didukung Ruth  T McVey dalam  bukunya  yang berjudul :  Kemunculan Komunisme di Indonesia, K.H. M.  Natsir, K.H. M. Isa Anshary dan  K.H. Rusyad Nurdin merupakan tiga  ulama Persatuan  Islam (Persis)  yang  selama  hidupnya  gigih melakukan  penolakan dan penentangan  terhadap berkembangnya   ideologi komunis di Indonesia.&nbsp
    corecore