1,721,464 research outputs found
STANDARISASI PARIWISATA HALAL DALAM PENGEMBANGAN WISATA PANTAI TANJUNG BIRA KABUPATEN BULUKUMBA
ABSTRAK
JUSMAN, 2024. “Standarisasi Pariwisata Halal dalam Pengembangan Wisata
Pantai Tanjung Bira Kab. Bulukumba.” Skripsi Program Studi
Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut
Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Dr. Fasiha, S.EI.,
M.EI.
Skripsi ini membahas tentang standarisasi pariwisata halal dalam pengembangan
Wisata Pantai Tanjung Bira Kab. Bulukumba. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui standarisasi pariwisata halal dalam pengembangan wisata di Pantai
Tanjung Bira Kab. Bulukumba.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu data yang berupa
informasi yang memberikan penelasan berupa uraian yang menggambarkan
peristiwa ata proses, damam hal ini data diperoleh melalui hasil observasi,
wawancara, dan dokumen. Sumber data yang digunakan oleh peneliti ada dua yaitu
data primer dan data sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa: Pertama, penerapan
pariwisata halal di Pantai Tanjung Bira Kab. Bulukumba khususnya pada hotel�hotel, restoran, biro perjalanan, spa, sauna, dan massage, menunjukkan bahwa
destinasi ini telah mengadobsi beberapa kriteria standar standarisasi pariwisata
halal menurut hukum syariah. Akad layanan syariah, teknik pemasaran syariah, dan
etika bisnis syariah menjadi tiga elemen kunci yang dijadikan acuan. Meskipun
demikian, penerapan ini belum sempurna karena belum adalnya undang-undang
khusus yang mengatur pariwisata halal. Kedua, dampak pengembangan pariwisata
di Pantai Tanjung Bira, pemerintah berfokus pada empat kreteria utama: pertama
sosialiasi terkait pengembangan pariwisata halal, kedua pembinaan dan
pengawasan terhadap penerapan konsep pariwisata halal, ketiga pemberian
sertifikat usaha halal kepada para pelaku usaha pariwisata, keempat melakukan
pendampingan kepada pelaku usaha terkait makanan dan minuman yang
bersertifikat halal.
Kata Kunci : Pariwisata Halal, Pengembangan, Standarisasi
Penerapan Doulingo Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris di Kelas VII A SMP Negeri 4 Awangpone
Application of Doulingo to Improving Student Learning Outcomes in English Subject in Class VII A of SMP Negeri 4 Awangpone, Thesis for the Education Technology Study Program, Faculty of Teaching and Education, University of Muhammadiyah Bone. Supervised by Advisor I Hj. Andi Kasmawati and Supervisor II Jusman. This research aims to determine the application of Doulingo to improving student learning outcomes in English subjects in class VII A of SMP Negeri 4 Awangpone. The type of research used is classroom action research. The data processed is the result of interviews with 1 (one) English teacher and 22 (twenty two) class VII A students. The data collection methods used in this research were observation, interviews and documents, where the author saw directly in the field. The results of the research obtained by the author are the application of Doulingo to improve student learning outcomes in English subjects in class VII A of SMP Negeri 4 Awangpone, which was obtained based on what was carried out in cycle I and cycle II. Data on the percentage increase in grades achieved by students when implementing the Duolingo application is quite important and can be said to be going well. Student input regarding the use of media is quite good. Students also become more active when practicing English through Duolingo. The application of the Duolingo application can improve student learning outcomes from the first cycle percentage data of 64.55 which is in the category below the completeness value of the KKM success criteria to increase from the second cycle percentage data which gets a percentage value of 80 which has achieved completeness of the success criteria exceeding the completeness of the KKM. This is because the results of action research have been achieved in cycle II and the implementation of the research has increased significantly, so this research does not need to be continued to the next cycle. Based on these results, the search stopped in Cycle II
Developing Students' Ability In Writing Procedure Text By Using Sequence Pictures
Jusman, (A 121 08 110) Developing Students' Skill in Writing Procedure Text by Using Sequence Pictures of the Ninth Grade Students at SMP Negeri 8 Pasangkayu under supervision of MochtarMarhum and Muhsin. The objective of this research was to find out whether the use of sequence pictures can improvewriting ability of the ninth grade students at SMP Negeri 8 Pasangkayu. This research employed true experimental design. It involved two class: experimental and control class. The sample of this research was the ninth grade students at SMP Negeri 8 Pasangkayu. It was selected with a random sampling technique. The instrument of data collection was a test which was given and distributed to the research sample as pre-test and post-test. The pre-test was given before the treatment to measure the students' basic knowledge and the post-test was administered after conducting 8 meetings of treatment to measure the improvement of students' writing skill. The means score of the students of experimental class in pre-test is 5.13 and post-test is 6.57, while the mean score of control class in pre-test is 4.92 and post-test is 5.93. By applying 0,05 level of significance and 48 (25 + 25 – 2) degree of freedom (df), the researcher found that the t-counted value (3.14) was greater than t-table value (1.992). It means that the hypothesis of this research was accepted. It indicated that the students' writing skill in procedure text can be developed through sequence pictures
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
PENERAPAN METODE LOVAAS DALAM MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL ANAK AUTIS KELAS DASAR II DI SLB NEGERI PEMBINA TINGKAT PROVINSI SULAWESI SELATAN SENTRA PK DAN PLK
JUSMAN 2017, Penerapan metode Lovaas dalam meningkatkan interaksi sosial anak
autis Kelas Dasar II SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sul-Sel Sentra PK-PLK.
Dibimbing oleh Dr. Mustafa, M.Si dan Prof. Dr. H. Abdul Hadis. M. Pd. Pendidikan
Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar.
Masalah dalam penelitian ini yaitu murid belum mampu menyebutkan objek
berdasarkan fungsinya,tidak mampu memahami ekspresi wajah orang lain. Rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Penerapaan Metode Lovaas
dalam meningkatka interaksi sosial anak autis,dan Bagaimanakah meningkatka
interaksi sosial pada Anak Autis Kelas Dasar II di SLB Negeri Pembina Tingkat
Provinsi Sulawesi Selatan Sentra PK-PLK sebelum dan setelah Penerapaan Metode
Lovaas. Mengetahui sejauh mana “Penerapan metode lovaas dalam meningkatka
interaksi sosial anak autis kelas dasar II SLBN Pembina Tingkat Provinsi Sul-Sel
Sentra PK-PLK,dan Bagaimanakah Mengetahui peningkatan interaksi sosial anak
autis kelas dasar II SLBN Pembina Tingkat Provinsi Sul-Sel Sentra PK-PLK.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan
melakukan penerapan metode Lovaas dalam meningkatkan interaksi sosial dengan
memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan belajar dan hasil belajar.
Jenis penelitian yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan tes dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data yang digunakan
adalah deskriptif dan yang menjadi subjek penelitian adalah seorang anak autis yang
duduk di kelas II bernama AMK yang berusia 10 tahun. Hasil penelitian yang
diperoleh menunjukkan bahwa sebelum penerapan metode Lovaas belum mampu
menyebutkan objek berdasarkan fungsinya dan tidak mampu memahami ekspresi
wajah orang lain. Sedangkan setelah penerapan metode Lovaas sudah mampu
menyebutkan objek berdasarkan fungsinya dan mampu memahami ekspresi wajah
orang lain dengan benar. Dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan interaksi sosial
pada anak autis kelas dasar II di SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sul-Sel
Sentra PK-PLK setelah penerapan metode Lovaas
PENGGUNAAN KARTU HURUF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PADA MURID DISLEKSIA KELAS IV SDN KALUKUANG III MAKASSAR
JUSMAN RUDI, 2018. “Penggunaan Kartu Huruf Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pada Murid Disleksia Kelas Dasar IV SDN Kalukuang III Makassar”. Skripsi. Dibimbing oleh Drs.H.Agus Marsidi,M.Si dan Dr. Bastiana,M.Si,..Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Masalah dalam penelitian ini yaitu kemampuan membaca kata yang rendah pada murid Disleksia Kelas IV SDN Kalukuang III Makassar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah kemampuan membaca pada anak disleksia kelas IV SDN Kalukuang III Makassar denagan menggunakan kartu huruf? . Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kempuan membaca pada anak disleksia Kelas IV SDN Kalukuang III Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yaitu untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca kata sebelum dan setelah pembelajaran dengan menggunakan kartu huruf pada murid Disleksia Kelas IV di SDN Kalukuang III Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) Kemampuan membaca kata sebelum digunakan Kartu Huruf pada kategori sangat kurang.2) Kemampuan membaca setelah digunakan Kartu Huruf menunjukkan adanya peningkatan dengan nilai berada pada kategori baik sekali.3) Ada peningkatan kemampuan membaca dengan Kartu Huruf pada murid Disleksia Kelas Dasar IV SDN Kalukuang III Makassar . Dapat disimpulkan bahwa melalui Kartu Huruf dapat meningkatkan kemampuan membaca pada Murid Disleksia Kelas IV SDN Kalukuang III Makassar
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Pembentukan Karakter Siswa Melalui Kegiatan Pramuka Pada Gugus Depan 157-158 MIN Sampit dan Gugus Depan 47-48 MTsN Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah
Jusman; Pembentukan Karakter Siswa Melalui Kegiatan Pramuka Pada Gugus Depan 157-158 MIN Sampit dan Gugus Depan 47-48 MTsN Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah di bawah bimbingan I: Dr. H. Ridhahani Fidzi, M.Pd., dan II Dr. Hj. Romdiyah, M.Pd., pada Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin, ( tahun 2017).
Kata Kunci: Pembentukan Karakter Siswa
Pembentukan karakter yang selama ini dilaksanakan oleh berbagai pihak ternyata belum berhasil sepenuhnya, hal ini dikarenakan kegiatan yang menjadi point pokok dalam membentuk karakter kurang mengena kepada peserta didik. Melalui kegiatan pramuka, pembentukan karakter dapat dicapai dengan maksimal, karena kegiatan pramuka telah mencakup keseluruhan aspek nilai-nilai karakter yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana program pembentukan karakter, proses/aktivitas pembentukan karakter, karakter apa saja yang dimiliki oleh siswa, serta faktor pendukung dan penghambat pembentukan karakter pada kegiatan Pramuka di Gugus Depan 157-158 MIN Sampit dan gugus depan 47-48 MTsN Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan berjenis penelitian lapangan. Pembina pramuka, dan anggota pramuka dipilih sebagai informan kunci (key informan). Data diperoleh dengan wawancara (interview), dokumen (document) dan observasi (observation). Proses analisis data menggunakan model Spradley. Dan pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan langkah credibility, transferability, dependability, dan confirmability.
Ada empat hasil temuan yang diperoleh, yaitu, (1) Program Pembentukan Karakter Pada Kegiatan Pramuka terdiri dari : karakter disiplin, religius, jujur, cinta damai, komunikatif, peduli lingkungan, tanggung jawab, cinta tanah air/ patriotisme, mandiri, kreatif, gemar membaca, rasa ingin tau, kerja keras, peduli sosial, toleransi, semangat kebangsaan, prestasi, dan demokratis. (2) Proses atau Aktivitas Pembentukan Karakter Pada Kegiatan Pramuka terjadi pada kegiatan Ketrampilan Tali Temali, Keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Ketangkasan Pionering, Keterampilan Morse dan Semaphore, Membaca Sandi Pramuka, Penjelajahan dengan Tanda Jejak, Kegiatan Pengembaraan, Ketrampilan Baris-Berbaris (KBB), dan Menentukan Arah (Kompas), (3) Karakter siswa yang mengikuti kegiatan pramuka memiliki karakter dalam belajarnya yang disebut dengan karakter belajar observasional, dan siswa yang mengikuti kegiatan pramuka terhidar dari aktivitas atau indikasi kenalan remaja. Sedangkan siswa yang tidak mengikuti kegiatan pramuka lebih rentan terkena kenakalan remaja dan memiliki sifat belajar yang tekstual (4) Faktor pendukung penyelenggaraan kegiatan pramuka di MIN Sampit dan MTsN Sampit adalah : (a) dukungan dari sekolah, (b) ada biaya dari pemerintah melalui dana BOS, (c) tempat latihan cukup luas, (d) dukungan orang tua cukup besar, (e) kegiatan pramuka diwajibkan pada siswa MIN dan di MTsN Sampit, (f) dukungan dari pemerintah setempat (g) program pemerintah melalui kwartir Cabang mengadakan lomba prestasi pramuka setiap tahun. Sedangkan faktor penghambatnya adalah : (a) selain kendala waktu, (b) terbatasnya Pembina pramuka di MIN dan Di MTsN Sampit, (c) anggota pramuka terlalu banyak. (d) Kompetesi Pembina Pramuka yang belum matang, karena sebagian besar belum mengikuti KMD dan KML
- …
