1,724,454 research outputs found

    Simulasi runway untuk mengoptimalkan kapasitas runway di Juanda International Airport dengan metode time space

    No full text
    Transportasi saat ini merupakan bagian yang sangat fundamental dalam kehidupan untuk melakukan perpindahan. Salah satu moda transportasi yang sering digunakan adalah pesawat terbang yang memiliki keuntungan secara ekonomis dibandingkan jenis transportasi lain. Teknologi pada pesawat terbang memungkinkan terjadinya peningkatan demand dari tahun ke tahun. Padatnya demand dari penumpang di Bandara Internasional Juanda Surabaya membuat antrian pesawat pada runway, salah satunya runway 10. Runway tersebut adalah ujung dari landasan pacu yang digunakan untuk take off dan landing. Runway capacity dari bandara Internasional Juanda Surabaya mempunyai kapasitas yang terbatas. Mengkaji perubahan jadwal pesawat dengan menggunakan simulasi di Bandara diharapkan dapat mengoptimalkan antrian pesawat pada single runway Bandara Internasional Juanda Surabaya. Selain itu, penelitian ini dapat meminimasi waktu tunggu pesawat di runway sebelum keberangkatan dan sebelum landing di udara. Metode yang digunakan Time Space Diagram. Untuk menguji metode tersebut dikembangkan program berbasis Microsoft Excel. Dengan melakukan penelitian menggunakan program dan metode tersebut diharapkan mendapatkan hasil yang optimal dan harapannya menjadi masukan terhadap pihak Air Navigation, sehingga lebih memudahkan pihak perusahaan untuk mengambil keputusan

    Stasiun Kereta Api Layang Juanda

    Full text link
    Juanda adalah bandara tersibuk kedua di Indonesia. Bandara ini diperkirakan mampu menampung 6 juta hingga 8 juta penumpang per tahun dan 120.000 ton kargo/tahun. Terminal 1 Bandara Juanda dibuka pada tahun 2006. Terminal ini terletak di sebelah utara landasan pacu. Kapasitas sebenarnya hanya 6 juta penumpang/tahun. Namun pada tahun 2013, jumlah penumpang yang berangkat dan datang menjadi 17 juta penumpang/tahun. Terminal 2 mulai dibangun sejak tahun 2011. Terletak di terminal lama bandara Juanda. Seharusnya setiap bandara yang angka penumpangnya mencapai 10 ribu setiap harinya harus diimbangi dengan infrastruktur yang memadai. Sedangkan satu – satunya akses masuk ke bandara Juanda ini adalah melalui jalan kendaraan bermotor. Kendaraan yang dimaksud adalah melalui bus, taxi, sepeda motor, dan kendaraan pribadi. Ada dua jalur utama yang menuju bandara ini yaitu jalan tol Waru – Juanda dan jalan raya dari bundaran Aloha ke Sedati sampai ke Juanda. Tidak ada penghubung lain selain jalur kendaraan bermotor tersebut. Mengutip data dari pengelola bandara Juanda, naiknya pergerakkan penumpang pada tahun 2008 – 2012 tidak sebanding dengan banyaknya angka pergerakkan pesawat. Sehingga terjadi overload pada pesawat. Oleh karena itu objek infrastruktur baru sangat dibutuhkan untuk menampung penumpang yang akan menggunakan jasa bandara Juanda yang sangat sibuk ==========================================================================================Juanda is the second busiest airport in Indonesia. The airport is expected to accommodate 6 million to 8 million passengers per year and 120.000 tons of cargo per year. First Terminal of Juanda Airport, called Terminal 1 is opened in 2006. The terminal is located in the north of the runway. The actual capacity of only 6 million passengers per year. But in 2013, the number of departing and arriving passengers increased to 17 million passengers / year . Second Terminal of Juanda Airport, Terminal 2 was built since 2011. Located in the old terminal Juanda airport. Supposedly every airport that has 10 thousand passengers per day must be balanced with adequate infrastructure. While the only way to the Juanda airport are via motorways . The vehicle in question is by bus , taxi, motorcycle , and private vehicles . There are two main paths towards this airport is by use Waru - Juanda highway and road from the Aloha to Sedati then Juanda . There is no other way but the motorways. Citing data from Juanda airport management, the increase in passenger movements in the year 2008 - 2012 is not comparable with the large number of aircraft. Resulting in overload on the aircraft . Therefore the object of new infrastructure is needed to accommodate passengers who will use the services of Juanda airpor

    Ir. haji juanda kartawijaya

    No full text
    Buku ini berisi tentang biografi dari toko Ir. Haji Juanda Kartawijayavi, 203 hlm, 21,6 x 15,1 c

    MODEL PEMBENTUKAN BADAN PENGELOLA BANDARA UDARA SEBAGAI PENGGANTI BANDARA JUANDA

    Full text link
    oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1Salah bandara yang sangat padat di Jawa Timur adalah Juanda. Bandar Udara Internasional Juanda berada satu di kecamatan Sedati, kabupaten Sidoarjo. Jumlah penumpang di Ba dara Juanda tahun 5n pada 201 mencapai 12 juta penumpang. Untuk itu diperlukan alternatif pengganti Juanda pada masa yang akan datang. Berdasarkan atas hasil penelitian dapat disimpulkan (1) Telah ada aturan dapat mendukung Pembentukan Badan Pengelola Bandara Udara sebagai Pengganti Bandara Juanda ondisi lokasi alternatif sebagai Pengganti Bandara , (2) K Juanda saat ini Pengganti Bandara Juanda , yang paling siap adalah Lamongan, (3) yang paling banyak potensi dan peluangnya yaitu Sidoarjo dan Lamongan, (4) pModel pembentukan Badan Pengelola sebagai enggantiBandara Juanda terbaik yang adalah Badan Usaha Milik Daerah. Rekomendasi yang dapat disampaikan adalah (1) RTRW Provinsi Tahun 2011-2031 perlu segera diwujudkan dalam RTRW kabupaten/kota yang dijadikan sebagai lokasi pengembangan bandara, (3) Pemerintah Provinsi perlu mengambil peran yang lebih banyak dalam pengelolaan bandara agar dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam pembangunan

    Evaluasi Tingkat Pelayanan Fasilitas Sisi Udara Bandara Internasional Juanda Surabaya

    No full text
    Bandara berperan dalam menunjang, menggerakkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah karena berfungsi sebagai pintu gerbang suatu daerah dan menunjang Indonesia sebagai pintu gerbang menuju negara lain melalui bandara internasional. Jumlah pergerakan penumpang yang berangkat dan datang di Bandara Juanda semakin meningkat setiap tahunnya dengan peningkatan cukup tinggi di tahun 2008-2011, maka dari itu Bandara Juanda harus membenahi infrastruktur supaya dapat melayani permintaan yang ada. Salah satu yang perlu ditingkatkan adalah kelancaran lalu lintas pesawat. Tujuan melakukan evaluasi tingkat pelayan fasilitas sisi udara bandara Juanda Surabaya adalah mengetahui kapasitas runway bandara internasional Juanda Surabaya saat ini, mengevaluasi kinerja taxiway pada bandara internasional Juanda Surabaya, mengevaluasi kapasitas apron pada bandara internasional Juanda Surabaya dan untuk menentukan kebutuhan fasilitas sisi udara pada bandara internasional Juanda Surabaya tahun 2012-2032. Metode pengambilan data menggunakan data sekunder dari PT. Angkasa Pura I sebagai instansi yang berwenang sebagai pengelolah bandara Juanda Surabaya dan Biro Pusat Statistik Propinsi Jawa Timur sebagai lembaga yang mencatat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Hasil perhitungan kapasitas maksimum runway Juanda saat ini berdasarkan data pergerakan pesawat per jam dikalikan dengan jam operasional efektif dikalikan dengan hari operasional efektif hari atau 350.400 pergerakan pesawat per tahun. Kapasitas taxiway adalah jumlah maksimum operasi pesawat ditampung pada komponen landasan lapangan udara. Perhitungan kapasitas apron Juanda saat ini berdasarkan nilai peak hour 40 pergerakan pesawat setiap jam. Untuk kebutuhan fasilitas sisi udara pada runway dan taxiway belum perlu dilakukan penambahan sedangkan pada apron perlu dilakukan perluasan. Setelah mengevaluasi fasilitas sisi udara bandara Juanda Surabaya pada runway dan taxiway belum perlu ditambahkan, pada apron perlu dilakukan perluasan. Untuk tahun 2024 saat rasio bernilai 0,715 perlu dilakukan perencanaan penambahan runway, taxiway dan apron agar pada tahun 2037 saat rasio bernilai 1,007 fasilitas telah tersedia dimasa depan. Untuk saat ini tingkat pelayanan sisi udara bandara Juanda Surabaya masih mencukupi tidak perlu melakukan penambahan runway dan taxiway. Jadi perlu memaksimalkan jam operasional bandara dan jam puncak pergerakan pesawat pada runway

    Studi Perencanaan Moda Transportasi Penumpang Antar Terminal Bandara Juanda Surabaya

    No full text
    Bandara Juanda memiliki kapasitas 12,5 juta penumpang pertahun namun harus melayani hingga 17 juta penumpang. Pertumbuhan penumpang sebesar 16,% per tahunnya (Angkasa Pura I,2015) sehingga Bandara Juanda sudah mengalami Overcapacity.Untuk mengatasi hal tersebut,pihak Angkasa Pura I merencanakan pengembangan Bandara Juanda dengan menambah dua landasan pacu dan satu gedung terminal penumpang. diharapkan kedepanya bandara Juanda dapat melayani 75 juta penumpang per tahunnya.Lokasi dari ketiga terminal tersebut terpisah kan oleh landasan pacu dan tidak memungkinkan adanya penghubung dalam jarak dekat.melihat kondisi terminal penumpang dari Bandara Juanda dan estimasi peningkatan penumpang dalam beberapa tahun kedepan, ada beberapa permasalahan yang perlu di tinjau guna meningkatkan pelayanan pada Bandara Juanda. Permasalahan yang dimaksud adalah bentuk pelayanan pada penumpang transit yang berpindah terminal.Oleh karena itu pada penulisan tugas akhir ini dilakukan studi perencanaan transportasi penumpang antar terminal Bandara Juanda guna mengantisipasi demand transportasi antar terminal yang diakibatkan peningkatan jumlah penumpang,disamping itu memahami kondisi pergerakan penumpang pada bandara dan melakukan perencanaan moda transportasi sebagai upaya pengembangan bandara guna meningkatkan kualitas dari perjalanan pada Bandara Juanda Surabaya. Hasil yang didapatkan dari perencanaan ini adalah rekomendasi moda transportasi penumpang antar terminal yang efisien menghubungkan ketiga terminal bandara Juanda Surabaya

    Studi Perencanaan Transportasi Penumpang Antar Terminal Bandara Juanda Surabaya

    Full text link
    Bandara Juanda memiliki kapasitas 12,5 juta penumpang pertahun namun harus melayani hingga 17 juta penumpang. Pertumbuhan penumpang sebesar 16,% per tahunnya (Angkasa Pura I,2015) sehingga Bandara Juanda sudah mengalami Overcapacity.Untuk mengatasi hal tersebut,pihak Angkasa Pura I merencanakan pengembangan Bandara Juanda dengan menambah dua landasan pacu dan satu gedung terminal penumpang. diharapkan kedepanya bandara Juanda dapat melayani 75 juta penumpang per tahunnya. Lokasi dari ketiga terminal tersebut terpisah kan oleh landasan pacu dan tidak memungkinkan adanya penghubung dalam jarak dekat.melihat kondisi terminal penumpang dari Bandara Juanda dan estimasi peningkatan penumpang dalam beberapa tahun kedepan, ada beberapa permasalahan yang perlu di tinjau guna meningkatkan pelayanan pada Bandara Juanda. Permasalahan yang dimaksud adalah bentuk pelayanan pada penumpang transit yang berpindah terminal. Oleh karena itu pada penulisan tugas akhir ini dilakukan studi perencanaan transportasi penumpang antar terminal Bandara Juanda guna mengantisipasi demand transportasi antar terminal yang diakibatkan peningkatan jumlah penumpang,disamping itu memahami kondisi pergerakan penumpang pada bandara dan melakukan perencanaan moda transportasi sebagai upaya pengembangan bandara guna meningkatkan kualitas dari perjalanan pada Bandara Juanda Surabaya. Hasil yang didapatkan dari perencanaan ini adalah rekomendasi moda transportasi penumpang antar terminal yang efisien menghubungkan ketiga terminal bandara Juanda Surabaya

    Studi Perencanaan Moda Transportasi Penumpang Antar Terminal Bandara Juanda Surabaya

    Full text link
    Bandara Juanda memiliki kapasitas 12,5 juta penumpang  pertahun namun harus melayani hingga 17 juta penumpang. Pertumbuhan penumpang sebesar 16,% per tahunnya (Angkasa Pura I,2015) sehingga Bandara Juanda sudah mengalami Overcapacity.Untuk mengatasi hal tersebut,pihak Angkasa Pura I merencanakan pengembangan Bandara Juanda dengan menambah dua landasan pacu dan satu gedung terminal penumpang. diharapkan kedepanya bandara Juanda dapat melayani 75 juta penumpang per tahunnya.Lokasi dari ketiga terminal tersebut terpisah kan oleh landasan pacu dan tidak memungkinkan adanya penghubung dalam jarak dekat.melihat kondisi terminal penumpang dari Bandara Juanda dan estimasi peningkatan penumpang dalam beberapa tahun kedepan, ada beberapa permasalahan yang perlu di tinjau guna meningkatkan pelayanan pada Bandara Juanda. Permasalahan yang dimaksud adalah bentuk pelayanan pada penumpang transit yang berpindah terminal.Oleh karena itu pada penulisan tugas akhir ini dilakukan studi perencanaan transportasi penumpang antar terminal Bandara Juanda guna mengantisipasi demand transportasi antar terminal yang diakibatkan peningkatan jumlah penumpang,disamping itu memahami kondisi pergerakan penumpang pada bandara dan melakukan perencanaan moda transportasi sebagai upaya pengembangan bandara guna meningkatkan kualitas dari perjalanan pada Bandara Juanda Surabaya. Hasil yang didapatkan dari perencanaan ini adalah rekomendasi moda transportasi penumpang antar terminal yang efisien menghubungkan ketiga terminal bandara Juanda Surabaya.

    Bahasa Indonesia

    No full text
    Materi kuliah bahasa Indonesia membahas kalimat efektif, akronim, lafal singkata, kata dan lain sebagainya

    Arahan Pengendalian Penggunaan Lahan di Koridor Jalan Raya Juanda Sidoarjo

    Full text link
    Pesatnya perubahan penggunaan lahan dan intensitas pemanfaatan ruang di Jalan Raya Juanda menimbulkan dampak bagi keseimbangan lingkungan di sekitarnya. Hal tersebut mengakibatkan permasalahan seperti gangguan keamanan penerbangan, timbulnya bangkitan/tarikan pergerakan baru yang dapat mengurangi tingkat pelayanan Koridor Jalan Raya Juanda, perkembangan kawasan yang tidak merata, serta tumbuhnya pusat-pusat kegiatan baru di Jalan Raya Juanda. Upaya pengendalian yang ada masih belum optimal untuk mengendalikan perubahan penggunaan lahan dan mengurangi dampak yang telah dan mungkin akan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun arahan pengendalian penggunaan lahan di Koridor Jalan Raya Juanda.Metode penelitian dilakukan dengan menentukan pola perubahan penggunaan lahan di Kawasan Koridor Jalan Raya Juanda menggunakan teknik analisa deskriptif. Perumusan dampak yang disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan di Kawasan Koridor Jalan Raya Juanda dan analisis arahan pengendalian penggunaan lahan di Kawasan Koridor Jalan Raya Juanda yang dilakukan dengan delphi. Pengendalian penggunaan lahan di Kawasan Koridor Jalan Raya Juanda diatur dengan mengatur perizinan pemanfaatan yang dibedakan menjadi diijinkan, terbatas, bersyarat, dan dilarang. Adapun jenis-jenis kegiatan yang diijinkan adalah restoran, jasa bengkel, jasa pencucian mobil dan motor, jasa persewaan mobil, jasa travel, jasa bank, jasa pengiriman barang, apotek, makanan dan minuman, toko oleh-oleh, lapangan tenis. Sedangkan untuk kategori kegiatan yang diijinkan secara terbatas adalah penginapan losmen, rumah kost, SPBU, klinik kesehatan, penyaluran grosir. Ketentuan bersyarat adalah kompleks ruko, gudang, kantor, gereja, vihara, masjid, minimarket. Ketentuan khusus terkait keamanan penerbangan juga diberlakukan di Koridor Jalan Raya Juanda. Hal ini berkaitan dengan Koridor Jalan Raya Juanda yang termasuk dalam area Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan Bandara Juanda. Ketentuan khusus mengatur ketinggian bangunan dalam batas KKOP maksimal 3 lantai, mempunyai alat pengahalau burung untuk pemilik sawah, dan mengatur agar penggunaan ruang tanah, air, dan udara tidak mengganggu rambu-rambu pegunungan
    corecore