56 research outputs found

    Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Self Efficacy terhadap Kinerja Karyawan di Unit PLTGU Tanjung Batu, Kutai Kartanegara

    No full text
    Optimalisasi kinerja perusahaan merupakan target akhir dalam setiap perusahaan. Penerapan K3 yang baik memberikan rasa aman dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, sementara self-efficacy yang tinggi mendorong karyawan untuk bekerja lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan self efficacy terhadap kinerja karyawan di Unit PLTGU Tanjung Batu, Kutai Kartanegara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan sebanyak 52 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas. Analisis data bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% responden memiliki tingkat K3 dalam kategori tinggi, 75% responden memiliki self efficacy tinggi, dan 65% responden memiliki kategori kinerja tinggi. Analisis bivariat pada hubungan K3 terhadap kinerja menunjukkan bahwa p-value sebesar 0,001 sehingga H0 ditolak. Selain itu, analisis bivariat pada hubungan self efficacy terhadap kinerja menunjukkan p-value sebesar 0,004 sehingga H0 ditolak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terhadap hubungan yang signifikan antara keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan self efficacy terhadap kinerja karyawan di Unit PLTGU Tanjung Batu, Kutai Kartanegara

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SIKAP IBU HAMIL DALAM PEMANFAATAN ANC DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGIRIAN KOTA SURABAYA

    Get PDF
    The coverage of pregnant women visit K4 in Surabaya for 2016 amounting to98.48%, the percentage is not far SPM targets have been set. This study was conducted inorder to determine the relationship of family support with the attitude of pregnant womenin antenatal care pemanfaartan Pegirian Puskesmas working area of Surabaya. Theresearch type is descriptive analytic with cross sectional approach or cross sectional. Thestudy was conducted in October-November 2017 in Pegirian PHC Surabaya. Thepopulation in this research that all pregnant women in the Puskesmas Peggirian.Sampling is by accidental sampling that 64 pregnant women who visited the health centerPegirian Surabaya. Data collected through interviews with the questionnaire guide.Analysis of the data that is in univariate and bivariate. The Results:results showed thatout of 64 pregnant women who lack family support but has a good enough attitude that asmany as 1 (100%), pregnant women who have pretty good support and have a prettygood attitude as well as 43 (72.9%). While pregnant women are getting support but theattitude of the mother is not good in 2 (50%). The test results meninjukkan OR sig 0.000and 9.660. there is a significant relationship between family support with the attitude ofpregnant women in antenatal care utilization in Puskesmas Wonokusumo Surabay

    Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat

    No full text
    xii, 143 hlm; 16 x 23 cm

    HUBUNGAN ANTARA SOSIAL BUDAYA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI PUSKESMAS MANGKUPALAS SAMARINDA

    Get PDF
    DHS data on breastfeeding in 2016 showed that 32% of infants under 6 months exclusively breastfed, while exclusive breastfeeding in East Borneo coverage by 60.06% and in Samarinda by 63%. Mangkupalas health centre attainment of exclusive breastfeeding for 52.5%, still less than the minimum target of 90%. Still a social custom to give additional food to infants before the age of four months. The research was carried out in the working area Mangkupalas health centre Samarinda in order to determine whether there is a relationship between the socio-cultural with breastfeeding infants in the region of Samarinda. The design of this study was an observational analytic supported with quantitative and qualitative data. This study is cross sectional. The population was all mothers who have babies born in January up to April 2016 in the working area Mangkupalas health centre Samarinda, as many as 282 people. Systematic sampling with sampling methods, and Bivariate Data were analyzed statistically using the product moment correlation test, with significance level of p <0.05. The results showed no significant relationship (p <0.05) between the social culture with breastfeeding in the work area Mangkupalas health centre. Based on the results of the study suggested the need for family support both husbands, parents / in-law, shamans and other community so that mothers exclusively breast feed the baby. Health care workers should be able to dig up the existing socio-cultural approach to society through religious leaders, community leaders, traditional birth and other community so as to assist the implementation of exclusive breastfeeding in infants

    Sosialisasi Aplikasi Mobile JKN pada Layanan Kesehatan Masyarakat di Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda

    No full text
    Pengabdian ini bertujuan mengatasi kendala penggunaan aplikasi Mobile JKN di Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda untuk mempercepat pendaftaran pasien. Pendekatan Service Learning dengan observasi, wawancara, dan analisis Fishbone digunakan untuk mengidentifikasi masalah utama dan solusi prioritas. Hasilnya, aplikasi mobile JKN memberikan dampak positif mempercepat pendaftaran pasien serta efektif mengurangi antrean manual namun masih ada beberapa kendala yang dapat diatasi dengan intervensi edukasi, sosialisasi, dan jalur alternatif pendaftaran diusulkan guna meningkatkan akses dan efektivitas layanan digital kesehatan

    Penerapan metoda CSAMT (Controlled Source Audio-frequency magnetotellurics) dalam eksplorasi sumber panas bumi di daerah Wilis Jawa Timur

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian penerapan metoda CSAMT (Controlled Source Audio-Frequency Magnewiellurics) untuk melokalisir sumber pamas bumi ( daerah dengan tahanan jenis rendah < 15 Ohm.m) di daerah Wills Jawa Timur. Pada metoda ini medam elektromagnet (EM) dibangkitkan dengan menggunakan Transmitter (GGT-10) dan Transmitter pengontrol (XMT-16) dengan sumber generator ZMG-7,5 kVA yang dilengkapi regulator tegangan VR-1 (dengan kisaran frekwensi 0,125-8192 Hz). Kemudian menggunakan elektroda transmitter (terbuat dan plat alumunium) arus AC diinjeksikan ke dalam bumi. Dengan menggunakan penerina (Receiver GDP-16 dan elektroda porospot) data tahanan jenis semu direkam. Dalam penelitian ini berhasil ditemukan indikasi daerah prospek patios bumi dengan tahanan jenis rendah (<15 Ohm.m) mulai pada kedalaman 750 m pada daerah tengah dan Timur Laut daetrah penelitian (111°401-1110451 BT, 7°451-7°501 LS), dengan luas area diperkirakan 9 km2 A research of application of CSAMT (Controlled Source Audio-Frequency Magnetotellurics) method to locate geothermal energy source (area with low resistivity <15 Ohm.m) at Wilis area, East Java has been done. On this method, the electromagnetics field was generated by using transmitter (GGT-10) and transmitter controller (XMT-16) with motor ZMG-7,5 kVA provided voltage regulator VR-1 (with frquency about 0,125-8192 Hz). Then using transmitter electrode (made of alumunium plat), alternating current was injected inside earch. With using receiver (GDP-16 and porospout electrode) data of apperent resistivity was recorded. In this research was found indication of geothermal prospecting area with low resistivity (<15 Ohm_m) start of depth 750 m on midle and Sea East research area (111° 401-111° 451 E 7°451- 7°501 S) with wide of area assumed 9 km2. This document is Undip Institutional Repository Collection. The author(s) oTrifirpyright owner(s) agree that UNDIP-IR may, without changing the content, translate the submission to any medium or format for the purpose of preservation. The author(s) or copyright owner(s) also agree that UNDIP-IR may keep more than one copy of, this submission for purposes of security, back-up and preservation. ( http://eprints.undip.ac.i

    Faktor risiko dan asupan isoflavon pada pasien kanker payudara

    Get PDF
    Background: Breast cancer is noncommunicable chronic disease the prevalence of which is increasing all over the world, including in Indonesia and particularly East Java. Causes of breast cancer are unknown. Some studies show risk factors for breast cancer are hormonal, genetic, reproductive and endocrinologic factors. There is the isoflavon compound in soybeans that is known as anti-cancer with anti-estrogen activities. Objective: The study was aimed at identifying risk factor and the difference of isoflavone intake between breast cancer patients and healthy people in hospitals. Method: The study was analytic observational using matched case-control study design at comparison 1:2 with matching on a status of menopause. Cases were positive receptor estrogen breast cancer patients newly diagnosed during the first visit at hospital outpatient Oncologic Surgery Polyclinic. Controls were staff considered healthy based on the result of health examination at Dr. Ramelan Naval Hospital of Surabaya. Cases comprised 49 people and control 98 people taken through consecutive method. Data consisted of an identity of samples, weight, height, isoflavone intake, family history, use of hormone replacement therapy and parity. Intake of isoflavones was obtained from semiquantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ) and statistical test used Chi-Square and Odd Ratio (OR). Results: There was the difference in isoflavone intake and family history between cases and controls (p<0.05) and there was an association between isoflavone intake (OR=2.58; p=0.007) and family history (OR=18; p=0.002) and the incidence of breast cancer. There was no association between the status of obesity, parity, and use of hormone replacement therapy. Conclusion: There are differences in isoflavone intake of breast cancer patients compared with healthy people and there was no difference in the status of obese breast cancer patients compared to healthy individuals and isoflavone intake less 2.85 times the risk of breast cancer compared with adequate intake of isoflavones

    TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERMOHONAN PENGESAHAN PERKAWINAN YANG TIDAK DICATATKAN (ISTBAT NIKAH)

    Get PDF
    Abstract Every marriage in Indonesia should be based on Law No 1, 1974 of year about Marriage. But oftentimes because one/something a marriage is not booked, so a couple cannot have marriage certificate as an evidence for legal marriage that unacknowledged by country. Using normative methods, with specification writing of descriptive the analysis, the author will examine the application validation marriage that is not registered (marriage istbat). Every Judge’s consideration on accepting a request for legalization a not registered marriage (marriage istbat) is based on provision Article 7 paragraph (3) letter (e) Kompilasi Hukum Islam (KHI). Keywords      : marriage, not registered marriage, legalization of marriage that is not registered (Marriage Istbat) Abstrak   Setiap perkawinan di Indonesia harus tunduk kepada Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Namun seringkali karena sesuatu hal, perkawinan tidak dicacatkan sehingga tidak mempunyai akta nikah sebagai bukti sahnya perkawinan yang diakui oleh negara. Dengan menggunakan metode yuridis normatif, dengan spesifikasi penulisan deskriptif analisis, penulis akan menelaah permohonan pengesahan perkawinan yang tidak dicatatkan (itsbat nikah). Setiap pertimbangan Hakim dalam mengabulkan permohonan pengesahan perkawinan yang tidak dicacatkan (istbat nikah) adalah berdasarkan ketentuan Pasal 7 Ayat (3) huruf (e) Kompilasi Hukum Islam (KHI). Kata Kunci : Perkawinan, Perkawinan Tidak Dicatatkan, Pengesahan Perkawinan yang Tidak Dicatatkan (Istbat Nikah)

    KOMBINASI APLIKASI ANDROID “WHAT’S DATING VIOLENCE DAN PENYULUHAN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN KEKERASAN DALAM PACARAN

    No full text
    Kekerasan dalam pacaran merupakan masalah kesehatan masyarakat yang lazim dan serius. Setiap tahun sebanyak 20% dari remaja menjadi korban atau melakukan kekerasan secara fisik dan 10 - 20% korban atau melakukan kekerasan secara seksual. Penyebab tingginya angka kekerasan dalam pacaran terjadi akibat banyaknya perempuan yang tidak paham bentuk kekerasan fisik maupun psikis dalam suatu hubungan. Penelitian ini berusaha untuk menguji efektivitas program aplikasi andorid “What’s Dating Violence” dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja putri di Indonesia. Materials and methods : penelitian ini menggunakan studi Quasi Experimental Design dengan rancangan penelitian pretest-posttest with control group design. Sebanyak 320 remaja putri dari 2 SMK di Kota Samarinda di pilih dengan teknik multi stage sampling untuk menentuan lokasi penelitian dan responden penelitian dan didistribusikan secara merata ke kelompok kontrol dan intervensi. Kuesioner yang digunakan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis statistik dilakukan untuk mendapatkan distribusi frekuensi dan prosentase dari varibel, dan untuk menilai perbedaan rata-rata pengetahuan kekerasan dalam pacaran pada remaja. Hasil : Pengetahuan Remaja tentang kekerasan dalam pacaran pada kelompok Intervensi dan kelompok kontrol meningkat setelah dilakukan penyuluhan. Remaja yang megetahui kekerasan dalam pacaran lebih tinggi pada kelompok yang terpapar aplikasi “What’s Dating Violence” melalui ponsel. Penyuluhan hanya meningkatkan skor dari 33,87 menjadi 34,85 (2%), sementara pada kombinasi penyuluhan dan aplikasi meningkat hingga 33,89 menjadi 35,39 (5%) (p-value 0,000). Kombinasi penyuluhan dan aplikasi pada remaja meningkat secara signifikan rata-rata pengetahuan kekerasan dalam pacaran, dibandingkan dengan mereka yang hanya menerima penyuluhan. Dari hasil penelitian menyarankan aplikasi akan mencegah terjadinya kekerasan dalam pacaran dan mengurangi korban kekerasan dalam pacaran. Hasil studi bisa menjadi informasi penting bagi dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan Forum remaja PIK-Remaja untuk mensosialisasikan program aplikasi android khususnya kepada remaja perempua
    corecore