Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Not a member yet
    450 research outputs found

    Studi Kasus Pada Ny. L Dengan Gagal Ginjal Kronik Melalui Terapi Menghisap Es Batu Untuk Membatu Mengurangi Rasa Haus Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo

    No full text
    Gagal Ginjal Kronik (GGK) atau Chronic Kidney Disease (CKD) adalah kondisi di mana fungsi dan struktur ginjal abnormal lebih dari tiga bulan, menyebabkan gangguan metabolisme, keseimbangan cairan, elektrolit, dan peningkatan ureum. Pasien GGK sering menjalani hemodialisis dan pembatasan cairan, yang memicu mulut kering dan rasa haus. Mengonsumsi es batu diusulkan sebagai cara mengurangi haus, karena memberikan efek segar, dingin, dan mensinyalkan ke otak bahwa kebutuhan cairan terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi menghisap es batu dalam menurunkan rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, yaitu studi mendalam pada satu individu (objek tunggal) dalam jangka waktu tertentu secara berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Intensitas haus diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dengan rentang skala 0-10. Hasil setelah diberikan terapi menghisap es batu, intensitas haus pasien mengalami penurunan signifikan. Skala haus pasien yang semula 8 (haus berat) menurun menjadi 4 (haus ringan). Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa terapi menghisap es batu efektif dalam mengurangi rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang membatasi asupan cairan. Pendekatan sederhana ini dapat menjadi intervensi yang bermanfaat untuk meningkatkan kenyamanan pasien Gagal Ginjal Kronik

    Penerapan Pemberian Jus Timun Dan Senam Hipertensi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Tinggi Pada Lansia Di Desa Prigi

    No full text
    Hipertensi adalah salah satu penyakit degeneratif yang prevalensinya tinggi pada lansia, serta menjadi kontributor utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Penanganan non-farmakologis seperti pemberian jus timun dan senam hipertensi telah terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus timun dan senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada lansia di Desa Prigi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah Ny. S, seorang lansia berusia 65 tahun yang mengalami hipertensi. Intervensi yang diberikan berupa pemberian jus timun sebanyak 250 ml per hari dan senam hipertensi selama 30 menit setiap hari selama 3 hari. Hasilnya menunjukkan penurunan tekanan darah signifikan dari 184/110 mmHg menjadi 159/88 mmHg. Ini membuktikan bahwa kombinasi jus timun dan senam hipertensi efektif menurunkan tekanan darah pada lansia, dan diharapkan dapat menjadi alternatif penanganan non-farmakologis

    Inovasi PROTEK3 Integrasi AI dan IoT dalam Meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Dunia Industri Indonesia

    No full text
    Penelitian ini mengeksplorasi inovasi PROTEK3 dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui integrasi AI dan IoT. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana menggabungkan AI dan IoT dapat meningkatkan keselamatan di seluruh industri. Menggunakan metode deskriptif analitis kualitatif dengan pendekatan normatif empiris, data dikumpulkan dari jurnal, dokumentasi, dan tinjauan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dan IoT dapat mengidentifikasi bahaya secara dini, memantau kondisi secara realtime, dan memberikan peringatan dini. Aplikasi PROTEK3 yang digunakan meliputi sensor IoT untuk mendeteksi gas berbahaya dan AI untuk memprediksi kecelakaan berdasarkan data historis. Sistem ini meningkatkan respons terhadap insiden dan mengurangi waktu tindakan korektif, sehingga meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Studi ini merekomendasikan adopsi AI dan IoT yang lebih luas dalam strategi K3 untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan di berbagai sektor

    Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Menopause Di Desa Banyuputih Kabupaten Situbondo

    No full text
    Latar Belakang: Menopause merupakan akhir proses biologis dari menstruasi, yang dikarenakan terjadinya penurunan hormon estrogen yang dihasilkan ovarium. Enam puluh persen wanita yang mengalami menopause di Indonesia merasa kurang siap menghadapi perubahan tubuhnya karena kurangnya informasi yang diperoleh, baik dari tenaga kesehatan maupun keluarga. Fenomena ini menjadi relevan dengan kondisi di Desa Banyuputih yang masih banyak ibu tidak memiliki pengetahuan memadai tentang menopause, sehingga berdampak pada kesehatan fisik. Pengetahuan wanita yang lebih tentang menopause dapat mempengaruhi untuk mempersiapkan  diri dan bertindak tepat dalam menghadapi masalah kesehatan yang muncul akibat menopause. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang menopause di Desa Banyuputih Kabupaten Situbondo. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling didapatkan 50 responden wanita usia 45-55 tahun. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan menopause dalam kategori kurang yaitu sebanyak 44 orang (88,0%), kategori cukup yaitu 5 orang (10,0%) dan 1 orang (2,0%) responden memiliki tingkat pengetahuan tentang menopause dalam kategori baik. Simpulan dan Saran: Tingkat pengetahuan wanita tentang menopause di Desa Banyuputih termasuk dalam kategori kurang, maka disarankan bagi ibu agar meningkatkan pengetahuannya tentang menopause dengan cara mencari informasi dari media cetak, elektronik dan menghadiri penyuluhan-penyuluhan yang diberikan oleh tenaga kesehatan

    Pengaruh Edukasi Gizi Seimbang Menggunakan Media Buku Saku Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pencegahan Kekurangan Energi Kronis

    No full text
    Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil ditandai dengan LILA < 23,5 cm dan IMT < 18,5. Berdasarkan SKI 2023, prevalensi KEK mencapai 16,9%. Jika tidak ditangani, KEK dapat menimbulkan dampak negatif bagi ibu (anemia, perdarahan) dan janin (BBLR, prematur, stunting). Oleh karena itu, edukasi yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam upaya pencegahan KEK. Bertujuan mengetahui pengaruh edukasi gizi seimbang menggunakan media buku saku terhadap pemahaman ibu hamil mengenai pencegahan kekurangan energi kronis di Puskesmas Kuin Raya. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen, yaitu One GroupPretest-Posttest Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 33 ibu hamil, dengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan melalui Purposive Sampling. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Marginal Homogeneity. Hasil pengetahuan responden sebelum mendapatkan edukasi melalui media buku saku menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang, yaitu sebesar 36,4%. Sementara itu, setelah mendapatkan edukasi dengan media yang sama, mayoritas responden menunjukkan pengetahuan yang baik, mencapai 48,5%. Hasil uji Marginal Homogeneity yang dilakukan untuk membandingkan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05. Segingga diharapkan ibu hamil yang telah menerima edukasi dapat menyampaikan informasi tentang risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) kepada masyarakat, terutama kepada ibu hamil lainnya. Penggunaan media buku saku dalam proses edukasi berpengaruh positif terhadap pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Kuin Raya

    Tingkat Kecemasan Remaja Putri Terhadap Premenstrual Syndrom Dengan Menggunakan Beck Anxiety Inventory (BAI)

    No full text
    Latar belakang: Masa remaja merupakan periode perkembangan yang penuh dengan perubahan, baik fisik, emosional, maupun sosial. Salah satu masalah kesehatan reproduksi yang hampir selalu dialami remaja putri adalah Premenstrual Syndrome (PMS). Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan psikologis yang muncul pada fase luteal siklus menstruasi. Sekitar 20% dari mereka mengalami gejala yang cukup parah sehingga mengganggu rutinitas sehari-hari. Salah satu Gejala PMS yaitu kecemasan. Kecemasan yang berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan mental seseorang, meskipun beberapa tingkat kecemasan ringan mungkin tak terhindarkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan: Mengetahui tingkat kecemasan remaja putri terhadap Premenstrual Syndrome dengan menggunakan Beck Anxiety Inventory. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Samoel berjumlah 30 remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui checklist gejala PMS dan Beck Anxiety Inventory (BAI). Hasil: Mayoritas responden berada pada remaja akhir (18–21 tahun) sebanyak 25 orang (83,3%), sedangkan remaja menengah (15–17 tahun) sebanyak 5 orang (16,7%). Berdasarkan skor PMS, kategori ringan ditemukan pada 8 responden (26,7%), sedang 11 responden (36,7%), dan berat 11 responden (36,7%). Hasil pengukuran BAI menunjukkan kecemasan rendah pada 23 responden (76,7%), kecemasan sedang pada 5 responden (16,7%), dan kecemasan tinggi pada 2 responden (6,6%). Kesimpulan: Sebagian besar remaja putri mengalami PMS dengan tingkat sedang hingga berat, namun mayoritas masih berada pada kategori kecemasan rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan intervensi promotif untuk mencegah gangguan psikologis lebih lanjut pada remaja putri

    Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. S Umur 40 Tahun Dengan Faktor Resiko Umur, Letak Lintang Dan Preeklamsia Berat Di BPM Ny. R Wilayah Kerja Puskesmas Bumiayu Tahun 2024

    No full text
    Latar Belakang : Kehamilan Resiko Tinggi Umur >35 tahun adalah dimana kehamilan pada usia tersebut dikategorikan sebagai usia tua, pada usia tersebut akan terjadi perubahan pada jaringan alat-alat kandungan dan jalan lahir tidak lentur lagi. Kehamilan dengan letak lintang adalah suatu keadaan dimana janin melintang didalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. Kehamilan dengan preeklamsia berat yaitu sindrom klinis pada masa kehamilan setelah kehamilan 20 minggu) yang ditandai dengan peningkatan tekianan darah (>160/110 mmHg). Tujuan : Untuk memberikan pelayanan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai dari kehamilan sampai dengan penggunaan kontrasepsi melalui pendekatan manajemen kebidanan menurut varnay dan SOAP. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil : Berdasarkan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. S Dengan Faktor Resiko Umur, Letak Lintang, Dan Preeklamsia Berat, pada kehamilan trimester III kunjungan 1,2,3 di temukan masalah pada kunjungan ke 2 dan ke 3 dimana adanya kenaikan tekanan darah ibu disertai dengan protein urin positif I. Ny. S bersalin dengan persalinan section caesarea atas indikasi oligohidramion. Pada asuhan bayi baru lahir kunjungan 1,2,3 di temukan masalah pada kunjungan ke 3 dimana bayi mengalami ikterik. Pada asuhan nifas dari 6 jam post partum hinggan 42 hari ditemukan masalah pada kunjungan ke IV masa nifas Dimana ibu mengalami demam.

    Peran Pola Makan Sehat Dalam Mencegah Anemia Di Kalangan Para Remaja

    No full text
    Anemia merupakan keadaan dimana jumlah masa eritrosit mengalami penurunan yang ditandai oleh kadar haemoglobin dalam darah yang juga mengalami penurunan pada remaja putri kadar Hb yang dianggap normal adalah lebih dari 12gr/dl. Anemia menjadi kasus yang sangat banyak dijumpai terutama pada kalangan remaja putri dapat mengurangi produktivitas dan performa akademis, serta meningkatkan resiko komplikasi kesehatan lebih lanjut. penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan Teknik Total sampling, alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan haemometer digital di SMP AL-Hikmah 1 Benda, wilayah Puskesmas Sirampog, Kabupaten Brebes. Variabel independen dalam penelitian ini adalah status gizi, Pengetahuan remaja putri tentang anemia, dan pola makan. Penelitian ini dilakukan pada 43 responden, diperoleh remaja yang tidak mengalami anemia lebih sedikit yaitu sebanyak 16,279 dari pada remaja yang mengalami anemia 87,72%, kemudian pada status gizi 88,37% dengan Gizi baik lebih banyak dari responden yang mengalami gizi kurang 11,63%, kemudian pada tingkat pengetahuan mengenai anemia 34,88% yang memiliki pengetahuan yang baik lebih sedikit dibandingkan dengan pengetahuan yang kurang 65,12%. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola makan (nilai= 0,01), status gizi (nilai=0,003) dan pengetahuan remaja (nilai= 0,000) yang artinya memiliki hubungan signifikan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Berdasarkan hasil analisis yang paling besar pengaruhnya terhadap status anemia adalah status gizi. Prevalensi status gizi pada remaja putri di SMP Al-Hikmah 1 Benda dengan kategori gizi baik 88,37% dan gizi kurang 11,63%. Prevalensi kejadian anemia pada remaja putri di SMP Al-Hikmah 1 Benda yaitu lebih dari setengah sampel mengalami anemia (87,72%)

    Pengaruh Hipnosis Lima Jari Terhadap Gangguan Haid Dan Kecemasan Santriwati Baru Di Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru

    No full text
    Latar Belakang: Tidak teraturnya menstruasi mempengaruhi aktifitas dan kualitas hidup. Faktor terjadinya gangguan haid dapat di sebabkan karena kecemasan berlebih. Kecemasan berlebih menyebabkan perubahan sistematis tubuh, terutama sistem saraf di Hipotalamus perubahan ini dapat mempengaruhi peningkatan penurunan hormon Luteinisasi (LH) dan kortisol basal, yang dapat menyebabkan amenore (Sujarwo, 2023). Menurunkan kecemasan berlebih yang dialami seseorang dapat dilakukan dengan Terapi hipnosis lima jari. Tujuan: Menganalisis pengaruh Hipnosis Lima Jari terhadap Gangguann Haid dan Kecemasan pada santriwati baru di Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan metode korelasi. Populasi  penelitian ini santriwati kelas VII di Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru berjumlah 209 orang. Dengan menggunakan rumus slovin didapat jumlah sampel sebanyak 68 orang.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Uji univariat dalam penelitian ini menggunakan Analisis Paired-sampels T Test dan uji Bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji statistic Wilcoxon Signed Rank.  Hasil: Berdasarkan dari 68 responden diperoleh kecemasan normal sebanyak 17 orang, 14 orang diantaranya mengalami haid teratur. Responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 50 orang, 45 orang mengalami haid teratur 5 orang sisanya mengalami haid tidak teratur. santriwati yang mengalami kecemasan berat sebanyak 1 orang. Frekuensi Kecemasan setelah penerapan Hipnosis Lima Jari dengan hasil uji ( P= 0,2) ≥  α (0,05) dan Frekuensi Gangguan haid setelah penerapan Hipnosis Lima jari dengan hasil uji (P=0,12) ≥ α (0,05). Simpulan: Penelitian ini menjelaskan terdapat pengaruh yang signifikan antara hipnosis lima jari terhadap kecemasan maupun gangguan haid

    Efektivitas Penangganan Gizi Kurang Pada Balita Melalui Pos Gizi Di Wilayah Kerja Puskesmas Botania

    No full text
    Good nutrition is very important for the growth of infants and toddlers because it can affect the formation of organs and their functions, as well as nerve function, and the immune system. Poor feeding will cause nutritional disorders in infants such as obesity, malnutrition, severe malnutrition, and stunting. Malnutrition is a state of lack of nutrients which includes short and thin elements, where body weight according to age (BB/A) is at -3 SD to <-2 SD from the WHO-NCHS growth standard (PMK, No. 2 of 2020). This study is an experimental study with a post-test only control group design where there are 2 (two) groups, namely the control group and one treatment group (experiment). The research was carried out in July - November at the Botania Health Center in 2024. The population and sample of this study were malnourished toddlers. Data analysis used univariate, bivariate analysis, and One Way Anova statistics. Based on the results of the experimental study on the group that participated in the Nutrition Post with a Pvalue of 0.001, which means there is a difference in the weight of toddlers, while in the group that did not participate in the Nutrition Post with a Pvalue of 0.065, which means there is no difference in weight. Based on the results of the study, it can be concluded that for the Nutrition Post activities at the Botania Health Center, only 1 has implemented the Nutrition Post, and for the Health Center that implemented the Nutrition Post, there was an increase in the weight of toddlers with malnutrition. For the planning, implementation and follow-up plan for the Nutrition Post activities, it has been going well even though there are still obstacles. It is hoped that the Nutrition Post activities can be implemented in all existing Posyandu so that the handling of malnutrition can be resolved quickly

    113

    full texts

    450

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇