Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Not a member yet
450 research outputs found
Sort by
Pemberian Stimulasi Berpengaruh Terhadap Perkembangan Pada Balita
Pertumbuhan dan perkembangan anak secara fisik, mental, sosial, emosional dipengaruhi oleh gizi, kesehatan dan pendidikan. Sejak bayi dilahirkan hingga berumur satu tahun akan mengalami tumbuh kembang. Perkembangan seorang anak dipengaruhi oleh peranan lingkungan dan interaksi dengan orangtua. Apabila selama proses tersebut tidak disertai suasana hangat penuh kasih sayang antara orangtua dan bayi, maka proses tumbuh kembang tidak akan berjalan optimal. Pembinaan tumbuh kembang anak secara komperhensif dan berkualitas yang diselenggarakan melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita yang dilakukan dimasa kritis. Pada penelitian ini untuk membuktikan apakah stimulasi yang diberikan untuk balita berengaruh terhadap perkembangan pada balita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pra eksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest dengan Quota Sampling dengan jumlah 30 sampel. Analisis data yang digunakan adalah Uji Wilcoxon dikarenakan data tidak berdistribusi normal. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p value 0,000 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian stimulasi terhadap perkembangan pada balita. Ibu diharapkan memberikan stimulasi secara rutin yang berguna untuk meningkatkan perkembangan pada balita
Pengaruh Penyuluhan Demonstrasi SADARI Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri Pada Siswi Kelas X Di SMA N 1 Godean Kabupaten Sleman
According to data from the Global Burden of Cancer Study in 2020, the number of new breast cancer cases in Indonesia reached 68,858 (16.6%) out of a total of 396,914 new cancer cases. The prevalence of cancer in Yogyakarta Province exceeded the national average, standing at 4.1 per 1,000 population, which made it the highest in Indonesia. In 2023, Sleman experienced a significant surge in breast cancer cases, with 1,040 new cases recorded within a year. The total number of breast cancer cases in Sleman Regency reached 2,045. Among adolescents aged 15–19 in Sleman Regency, 30 new breast cancer cases were reported in 2023. This study aims to examine the effect of Breast Self-Examination (SADARI) counseling through demonstrations on the level of knowledge of 10th- grade female students at SMA Negeri (State Senior High School) 1 Godean. This study employed quantitative approach with pre-experimental design using one-group pretest-posttest model. The sample consisted of 45 respondents, selected through total sampling. The instrument used was a questionnaire on Breast Self-Examination (SADARI). The results of the Wilcoxon statistical test showed an Asymp. Sig. (2- tailed) value of 0.000. Since the value is less than 0.05, it can be concluded that "Ha is accepted," which indicates a significant effect of the SADARI demonstration counseling on the level of knowledge among 10th-grade female students at SMA Negeri 1 Godean
Hubungan Status Gizi dan Pola Makan Terhadap Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Bua
Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan yang paling sering terjadi di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi anemia untuk semua kelompok umur di Indonesia sebesar 16,2%; sementara untuk gender perempuan relatif tinggi sebesat 18% dbandingkan laki-laki 14,4%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan pola makan terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bua Kec. Bua Kab. Luwu Provinsi Sulawesi Selatan. Desain penelitian adalah kasus kontrol dengan responden sebanyak 48 orang. Kelompok kasus adalah ibu hamil anemia sebanyak 16 orang dan kontrol 32 orang . kasus diambil dari semua ibu hamil yang tercata diregister Puskesmas Bua. Kontrol diambil secara acak ibu hamil yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Bua. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara di rumah masing-masing responden. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat (uji chi square). Hasil: Variabel status gizi ditemukan hubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai adjusted OR (AOR)= OR=27,125 95% CI=7,888-93,272, p-value= 0,000 (p<0,05). Sedangkan pada variabel pola makan, ditemukan hubungan pola makan terhadap kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai adjusted OR (AOR) =30,125 95% CI= ,574-10,820, p-value= 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Status gizi yang tidak cukup dan pola makan yang tidak seimbang memiliki risiko besar mengalami kejadian anemia pada ibu hamil
Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Sumber Informasi Terhadap Perilaku SADARI Pada Remaja Putri Di SMAIT Raflesia Depok Tahun 2024
Latar Belakang : SADARI merupakan pemeriksaan payudara sendiri (secara mandiri) yang bertujuan mendeteksi secara dini ada atau tidak adanya benjolan abnormal pada payudara SADARI dapat dilakukan sejak awal pubertas pada remaja putri. WHO menyatakan kanker payudara memengaruhi 2,1 juta wanita setiap tahun dan menjadi penyebab kematian terbesar akibat kanker pada wanita, dengan perkiraan sekitar 15% dari total kematian wanita di dunia disebabkan oleh kanker payudara . Di Indonesia sendiri kanker payudara masih menduduki peringkat ke 2 sebagai kanker mematikan . Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti terhadap 30 responden di SMA IT RAFLESIA Depok Tahun 2024, didapatkan bahwa 18 responden belum pernah melakukan SADARI. Sedangkan 12 responden pernah melakukan SADARI . Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan pengetahuan sikap, dan sumber informasi terhadap perilaku SADARI pada remaja putri di SMAIT Raflesia Depok Tahun 2024. Metodologi: desain penelitian observasional analitik dengan metodologi penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah Teknik stratified random sampling sebanyak 165 responden. Analisis menggunakan Chi-square. Hasil: hasil yang di peroleh dari Chi-square. pengetahuan (p-value 0,485), sikap (p-value 0,042), sumber informasi (p-value 0,001). Kesimpulan: tidak terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku SADARI, terdapat hubungan sikap dan sumber informasi terhadap perilaku SADARI
Hubungan Usia Kehamilan terhadap Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin di RSUD Dr.H.LM.Baharuddin Kabupaten Muna Tahun 2023
Ketuban Pecah Dini (KPD) adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan dan setelah satu jam ditunggu belum ada tanda-tanda persalinan. Menurut data WHO, angka kejadian KPD di dunia mencapai 12,3% dari total persalinan, yang sebagian besar terjadi di negara-negara berkembang di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar, dan Laos. Di Indonesia, insiden KPD terjadi pada sekitar 8-10% dari seluruh kehamilan, dengan estimasi kejadian mencapai 3-10% dari total persalinan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan usia kehamilan dengan persalinan Ketuban Pecah Dini di RSUD Dr.H.LM.Baharudin M.Kes. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RS Baharuddin Kota Raha tahun 2023 dengan jumlah 988 persalinan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, diperoleh sampel sebesar 988 orang, dengan proporsi ibu melahirkan dengan KPD berjumlah 122 orang. Dari hasil uji statistik diperoleh nilai Contingency coefisien sebesar 0,736, nilai Odds Ratio (OR)= 0,927 serta nilai significancy 0,736 (p<0.05), maka Ha ditolak, dapat diartikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Usia Kehamilan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Sikap Remaja Tentang Pernikahan Dini di MAN 1 Sleman
Kasus pernikahan dini di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Dari data pengadilan agama permohonan atas dispensasi pernikahan dini tercatat 65 ribu kasus. Pengajuan permohonan tersebut lebih banyak disebabkan oleh kehamilan di luar nikah dan dorongan dari orang tua yang menginginkan anaknya untuk segera menikah. Pernikahan dini juga berdampak pada Kesehatan mental atau kondisi psikologis pasangan beserta anaknya. Ketidakstabilan emosi pada masa remaja dapat menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT yang berakibat perceraian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap sikap remaja tentang pernikahan dini di MAN 1 Sleman. Penelitian ini menggunakan Pre-Eksperiment dengan Design One Group Pretest-Posttest Design. Populasi sebanyak 68 responden dengan teknik Random Sampling, Instrumen penelitian adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil uji statistic uji wilcoxon diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (p<0,05) yang menunjukan ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Pemberian pendidikan kesehatan sangat mempengaruhi pengetahuan dan sikap seseorang, untuk itu edukasi dan sosialisasi tentang pernikahan dini harus terus digalakan oleh pemerintah maupun instansi terkait kepada remaja, agar remaja dapat terhindar dari dampak-dampak negatif yang akan ditimbulkan akibat pernikahan dini
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Skrining Pranikah Pada Calon Pengantin Perempuan Di Puskesmas Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan Tahun 2024
Background : premarital screening is a medical examination that will be carried out by health officials such as midwives on prospective brides before marriage to prepare for a healthy and planned pregnancy. According to data from the World Health Organization (WHO) in 2023, there are an estimated 12.7 million births among teenage girls aged 15-19, and nearly half a million births among very young girls aged 10-14, all of which represent 10% of all births worldwide. Based on preliminary studies conducted by researchers, data on visits by prospective brides at the Pancoran Sub-District Health Center in 2021 were 976 prospective female brides who conducted pre-wedding screening, in 2022 there was a slight decrease in visits by 928 prospective brides and in 2023 the number of visits by prospective female brides was 848 people, based on the latest data obtained by researchers bride visits until June 2024 were 397 people. Objective : to determine the factors related to the implementation of premarital screening on prospective brides in the Puskesmas area of Pancoran District, South Jakarta in 2024. Methodology : type of survey research with descriptive and analytical research sample this study is a Purposive sampling technique as many as 200 respondents. Analysis using Chi-square. Result : the result obtained from The Chi-square. age (p-value 0.590), occupation (p-value 0.030), knowledge (p-value 0.036), attitude (p-value 0.026). Conclusion : there is no relationship between age and the implementation of premarital screening. there is a relationship of employment, knowledge, and attitudes towards the implementation of premarital screening. Suggestion : in couples prospective brides be positive, seek information about pre-wedding screening to increase knowledge of prospective brides, and can take the time to carry out pre-wedding screening at least 6 months before marriage
Penerapan Latihan Senam Nifas Kepada Ibu Post Partum Spontan Terhadap Proses Involusi Uterus Di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
Masa nifas adalah masa sesudah persalinan yang berlangsung sekitar 6 minggu. Involusi uterus, yaitu proses pengembalian uterus ke ukuran sebelum hamil. Salah satu cara penatalaksanaan involusi uterus adalah dengan latihan senam nifas. Senam nifas membantu tubuh pulih dari perubahan yang terjadi selama kehamilan dan persalinan, seperti penyempitan fundus uteri yang terjadi dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi senam nifas pada ibu post partum di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo terkait pemenuhan kebutuhan dasar involusi uterus dan pengurangan rasa nyeri. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan senam nifas memiliki manfaat besar untuk mempercepat proses involusi uterus, yaitu pengecilan ukuran rahim setelah melahirkan. Gerakan gerakan yang dilakukan selama senam nifas merangsang kontraksi uterus, membantu rahim kembali ke ukuran semula dengan lebih cepat. Kesimpulannya, senam nifas efektif dilakukan untuk mempercepat pemulihan tubuh ibu dan mengurangi rasa nyeri pasca persalinan
Hubungan Pengetahuan Terapi Komplementer Terhadap Ketidaknyamanan Fisik Pada Ibu Hamil Trimester III
Perubahan dalam kehamilan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam kehamilan seperti mual muntah, nyeri punggung, sakit ulu hati, sering kencing, sakit kepala, cemas dan ketidaknyaman tersebut dapat ditangani dengan terapi komplementer. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan terapi komplementer terhadap ketidaknyamanan fisik pada ibu hamil trimester III. Jenis Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III sebanyak 35 orang. Karena jumlah populasi relatif sedikit atau kurang dari 100 maka sampel pada penelitian ini menggunakan total populasi yaitu sebanyak 35 ibu hamil trimester III. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Lebih dari setengah (60,0%) ibu hamil trimester III memiliki pengetahuan cukup tentang terapi kompelementer. Lebih dari setengah (77,1%) ibu hamil trimester III mengalami ketidaknyamanan fisik dengan kategori sedang. Terdapat hubungan pengetahuan terapi komplementer dengan ketidaknyamanan fisik pada ibu hamil trimester III (p = 0,008). Perlunya bidan memberikan penyuluhan atau konseling kepada ibu hamil trimester III mengenai terapi komplementer serta memberikan demo kepada ibu hamil agar ibu lebih memahami cara penerapan terapi komplementer untuk mengatasi ketidaknyamanan fisik. Untuk ibu hamil diharapkan dapat menerapkan terapi komplementer secara mandiri
Analisis Deskriptif Tingkat Digital Stres Remaja Di Kota Batam
Teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang dan penggunaannya di berbagai kalangan seperti remaja. motif penggunaan internet pada remaja di antaranya adalah untuk memperoleh status, mengekspresikan opini, berinteraksi sosial, memperoleh informasi, mengisi waktu luang dan sebagai hiburan. Salah dampak digitalisasi tersebut adalah munculnya stress digital pada remaja. Stres digital merupakan stres dan kecemasan yang menyertai notifikasi dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang diaktifkan melalui perangkat seluler dan media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat stress digital remaja yang ada di Kota Batam. Hasil penelitian menemukan bahwa diantara kategori normal, sedang, ringan dan berat mayoritas remaja berada pada kategori stress sedang yaitu 60,9 % remaja