1,722,122 research outputs found

    Penjelasan kekeliruan warna jingga bata dalam berpakaian

    Get PDF
    Kuala Lumpur: Tidak salah jika mengenakan pakaian berwarna jingga bata atau orange brick dengan syarat pemakainya menutup aurat, tidak menyamai imej orang kafir dan lelaki tidak cuba menyerupai wanita

    DARA JINGGA

    No full text
    This research uses Dara Jingga (1984) playscript by Wisran Hadi as the material object. The research is done by using the postmodern parody theory of Linda Hutcheon. Parody theory is utilized to find the implicit and explicit meanings as a new interpretation of the mythical and historical background of Dara Jingga script play. In so doing, it can reveal the author criticisms as an implementation of parodies in this act. The result of this research points out that the playscript of Dara Jingga is a parody of Dara Jingga or Bundo Kanduang myth and Pamalayu history text. Parody in this script play is a media used by the author to give a critical response toward power deviation which is done by power regime and its influence to the social system in Minangkabau. The criticisms toward power that are being passed on among others: criticizing authoritarian government form which prevents the freedom of expressing opinion, criticizing the power holder that monopolizes history, and criticizing power that is carried on with violence. The problems of power that are commented by Wisran Hadi in this play are also seen in its relations to social context in Minangkabau. This research sees author criticisms to some changes happening in the social system of Minangkabau. Several criticisms to those changes are for example: questioning the truth of Minangkabau's history dimness, criticizing the shifting role of custom chief, the kinship system performing and the sapping female position in Minangkabau

    TARI TOPENG MENAK JINGGA

    Get PDF
    Abstrak Tari Topeng Menak Jingga adalah salah satu tari karya Rd. Tjetje Somantri pada tahun 1947. Tari Topeng Menak Jingga ini termasuk kedalam ganre tari klasik yang disajikan secara tunggal oleh penari pria. Tujuan dalam penelitian ini yaitu memperoleh gambaran secara umum tentang Tari Topeng Menak Jingga dan pelestarian budaya khususnya di kota Bandung, Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan di kediaman narasumber yaitu R.H. Wigandi Wangsaatmadja yang bertempat di komplek Buah Batu Regency. Payung dari penelitian ini menggunakan kajian Etnokoreologi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Melalui observasi, wawancara, penelitian kepustakaan dan teknik pengumpulan literatur, serta menggunakan triangulasi untuk menganalisis.. Hasil penelitian ini mendeskripsikan tentang Tema, Struktur Koreografi, dan Rias Busana tari Topeng Menak Jingga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tari Topeng Menak Jingga menggambarkan sosok prilaku dan watak Menak Jingga Anom yang sudah mapan namun keadilan kebikjaksanaan nya kalah oleh hasrat duniawi sehingga menimbulkan prilaku yang berlebihan antara lain cepat marah, congkak, sombong, bengis dan tidak puas dengan apa yang diraihnya. Dengan adanya penelitian ini dapat mengingat kembali dan memberikan wawasan lebih mengenai tari Topeng Menak Jingga kepada seniman dan pelaku seni, serta melestarikan kembali tari Topeng Menak Jingga karya Rd. Tjetje Somantri

    PENGKAJIAN TARI TOPENG MENAK JINGGA

    Get PDF
    Skripsi yang berjudul “ Pengkajian Tari Topeng Menak Jingga ”.Tari Topeng Menak Jingga adalah salah satu tari karya Rd. Tjetje Somantri pada tahun 1947. tari Topeng Menak Jingga ini termasuk kedalam ganre tari klasik yang disajikan secara tunggal oleh penari pria. Penelitian ini di laksanakan di kediaman narasumber yaitu R.H. Wigandi Wangsaatmadja yang bertempat di komplek Buah Batu Regency. Payung penelitian ini menggunakan kajian Etnokoreologi. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi dengan analisisn menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini mendeskripsikan tentang Tema, Struktur Koreografi, dan Rias Busana tari Topeng Menak Jingga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tari Topeng Menak Jingga menggambarkan sosok prilaku dan watak Menak Jingga anom yang sudah mapan namun keadilan kebikjaksanaan nya kalah oleh hasrat duniawi maka timbulah prilaku yang berlebihan antara lain cepat marah, congkak, sombong, bengis dan tidak puas dengan apa yang diraihnya. Tari Topeng Menak Jingga ini memiliki 15 gerak pokok hasil dari pengembangan R. H. Wigandi Wangsaatmadja. The thesis entitled "The Study of the Menak Jingga Mask Dance". The Menak Jingga Mask Dance is one of the dances by Rd. Tjetje Somantri in 1947. This Menak Jingga Mask dance is included in the classical dance genre which is presented singly by male dancers. This research was carried out at the residence of the resource person, namely R.H. Wigandi Wangsaatmadja which is located in the Buah Batu Regency complex. This research umbrella uses ethnocoreology studies. The approach used in this study uses a qualitative approach with descriptive analysis method. Data collection techniques by means of observation, interviews, literature studies and documentation with analysis using triangulation. The results of this study describe the theme, structure of the choreography, and the make-up of the Menak Orange Mask dance. Based on the results of the study, it can be concluded that the Menak Jingga Mask dance depicts the behavior and character of the anomalous Menak Jingga who is already established but his wisdom and justice are defeated by worldly desires, so excessive behavior arises, including being quick-tempered, arrogant, arrogant, cruel and dissatisfied with what is being done. achieved. This Orange Menak Mask Dance has 15 main movements resulting from the development of R. H. Wigandi Wangsaatmadja

    Warna jingga dan kepentingannya / Nazima Versay Kudus

    Get PDF
    Pigmen wama jingga dihasilkan oleh dua warna primer iaitu merah dan kuning. Dalam masyarakat Melayu. warna jingga dikaitkan dcngan hasil alami scpcrti pinang masak, kunyit. labu dan kuning Iemak ketam. Sejarah Penggunaan Warna Jingga Menurut Phillips (2023), pada zaman Mesir Purba dan Zaman Pertengahan, mineral realgar dan orpiment yang menghasilkan warna jingga digunakan masing-masing untuk menghias makam dan manuskrip. Nama orange diberikan kepada warna ini pada abad ke-16. Sebelum itu. ia dikenali sebagai safron atau kuning merah. Apabila pedagang Portugis membawa pokok oren dari Asia ke Eropah pada akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-16, nama buah sitrus ini kemudiannya diabadikan sebagai nama warna tersebut. Warna Jingga dalam Teks Klasik Melayu Menurut carian dari Malay Concordence Project (n.d). sebuah korpus digital teks Melayu dalam talian, wama jingga diguna dalam beberapa teks klasik Melayu. Istilah ini kerap kali digunakan untuk menggambarkan warna pakaian. kain atau aksesori. Sebagai contoh, dalam Hikayat Panji Kuda Semirang, terdapat frasa “berkampuh sutra jingga". manakala dalam Syair Ken Tambuhan, disebut “berkampuh jingga bunga teratai". Perkataan “kampuh" di sini merujuk kepada kain sarung yang dijahit dari dua helai kain menjadi satu (Kamus DBP Online. 2017). Selain itu, dalam Hikayat Indera Nata. terdapat ungkapan “berkain jingga beremas”. Wama jingga juga digunakan untuk elemen hiasan lain. Sebagai contoh. dalam Hikayat Maharaja Marakarma, terdapat frasa “berpelana jingga" yang merujuk kepada lapik tempat duduk belakang kuda dan dalam Hikayat Inderaputera, disebut "kaca jingga

    Ozonasi Arang Aktif Adsorben Jingga Metil

    Get PDF
    Penelitian tentang ozonasi arang aktif adsorben jingga metil telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas daur ulang arang aktif dengan teknik ozonasi dengan mempertimbangkan pengaruh variasi ukuran arang aktif dan waktu kontak ozonasi terhadap besarnya konsentrasi jingga metil terukur. Sebelumnya jingga metil diadsorpsi di permukaan arang aktif kemudian endapan hasil adsorpsi diozonasi dengan laju alir sebesar 363 mL/menit. Penelitian ini menggunakan metode spektrofotometri untuk penentuan konsentrasi jingga metil terukur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran arang aktif dan waktu kontak ozonasi berpengaruh terhadap konsentrasi jingga metil terukur setelah ozonasi. Arang aktif setelah ozonasi dapat digunakan kembali untuk adsorpsi dan hasilnya lebih baik karena pori-pori ukurannya menjadi lebih luas sehingga lebih efektif untuk digunakan kembali

    Pemaknaan Topeng Jingga pada Tari Topeng Betawi (Analisis Semiotika Pemaknaan Topeng Jingga Pada Tari Topeng Betawi)

    Get PDF
    Penelitian Skripsi ini bertujuan untuk menguak makna dibalik Topeng Jingga pada Tari Topeng Betawi yang digunakan sebagai ciri khasnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk memperoleh penjelasan tentang hal-hal yag berhubungan dengan permasalahan. Sumber data didapatkan dengan cara melakukan observasi ke Sanggar Sinar Seli Asih yang berlokasi di Rawa Lumbu Bekasi Timur. Penulis melakukan pengamatan pada topeng jingga serta wawancara kepada ketua sanggar, instruktur tari dan tokoh masyarakat Betawi. Untuk mendapatkan data pendukung penulis juga mencari referensi pustaka melalui pencarian literatur-literatur yang berhubungan dengan ilmu komunikasi, budaya, dan semiotika. Penulis menggunakan analisis semiotika Roland Barthes yang mengkaji penanda, petanda denotasi, konotasi dan mitos. Melalui analisis Semiotika Roland Barthes terdapat makna yang muncul dalam topeng topeng jingga (merah) melambangkan karakateristik seseorang yang serakah, gagah, penuh amarah dan kelaki-lakian. Makna penanda dan petandanya terdapat pada pada rambut, alis, sepasang mata, lekukan diatas hidung, hidung, bibir dan gigi serta pada brewok. Makna denotasi terdapat pada pandangannya yang melotot, hidungnya besar, topeng ini seolah-olah seperti sedang mengernyitkan dahi, alisnya, kumis dan brewoknya semakin menonjolkan sisi kegarangan pada topeng jingga. Makna konotasi topeng jingga melambangkan sifat angkara murka yang terdapat dalam manusia. wajah berwarna merah, berkumis tebal menyeramkan yang melambangkan karakter besar dan gagah. Topeng ini menggambarkan orang yang serakah, angkara murka dan tidak dapat mengendalikan diri. Mitos yang terdapat pada topeng jingga menurut kepercayaan masyarakat betawi dapat menghindari dari malapetaka. Kata kunci : Budaya, Betawi, Topeng

    Tari Klasik"Menak Jingga Gandrung"

    No full text
    Tari Klasik"Menak Jingga Gandrung" Penyaji: Slamet Wahyu, Ujian Penyajian Tugas Akhir Jur. Tari, Pendapa ISI Surakart

    Menak Jingga : bacaan untuk remaja setingkat SMP

    Get PDF
    Janji yang terlanjur diucapkan, terlebih diucapkan oleh penguasa, selayaknyalah ditepati sebab jika diingkari, tentu banyak pihak yang kecewa. Sama halnya yang dialami oleh Menak Jingga, ia kecewa terhadap penguasa Majapahit yang ingkar janji sehingga dia menyerbu Majapahit. Hingga kini masyarakat Blambangan masih beranggapan bahwa Menak Jingga adalah pahlawan, tetapi bagi penguasa Majapahit, Menak Jingga adalah pemberontak. Ajaran moral yang dapat dipetik dalam cerita ini adalah bahwa kebenaran yang hakiki hanyalah kebenaran Sang Khalik pencipta alam jagad seisinya, sedangkan kebenaran menurut ukuran manusia dapat diputarbalikkan sesuai dengan selera penguasa. Selain itu, memperturutkan hawa nafsu serakah seperti yang dialami sang tokoh, ternyata dapat mencelakakan diri sendiri

    SISTEM INFORMASI JINGGA SEWA MOTOR BERBASIS WEB

    No full text
    Sistem Informasi Jingga Sewa Motor ini bertujuan untuk mencatat semua transaksi sewa motor yang terjadi di Jingga Rental Motor. Selama ini Jingga Sewa Motor belum mempunyai sebuah informasi, oleh karena itu semua catatan transaksi sewa motor masih dilakukan secara manual dalam bentuk hard copy (kertas) sehingga masih sering terjadi kesalahan-kesalahan dalam pencatatan dan perhitungan sewa, serta membutuhkan waktu yang lama apabila melihat atau mencari suatu transaksi yang pernah terjai di Jingga Sewa Motor. Berdasarkan permasalahan yang ada maka dibuatnya penelitian ini guna menciptakan sebuah sistem yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada. Sistem ini menggunakan blackbox testing sebagai pengujiannya, Blackbox testing adalah salah satu pengujian yang hanya melihat tampilan luar fungsionalitasnya saja tanpa mengetahui proses detail didalamnya Hasil dari penelitian ini berupa sebuah sistem informasi Jingga Sewa motor Berbasis web. Sistem ini dapat diakses melalui browser web, sehingga dapat membantu pengelola dalam mengelola transaksi sewa motor, user juga dapat dengan mudah melakukan pemesanan motor secara online, serta mendapatkan informasi mengenai harga dan stok motor yang tersedia. Kata kunci : html, motor, php, sewa, sistem informasi, Blackbox testin
    corecore