1,721,158 research outputs found

    Tengku Mahkota Pahang masyhur Masjid Al-Jazari dan Iftar Jama'ie bersama 2000 warga UMPSA

    Get PDF
    PEKAN, 17 Mac 2025 - Kebawah Duli Paduka Mulia Tengku Mahkota Pahang, Tengku Hassanal Ibrahim Alam Shah Ibni Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, yang juga Pro-Canselor Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) berkenan memasyhurkan masjid UMPSA di sini sebagai Masjid Al-Jazari sempena nama seorang ahli sains dan tokoh jurutera Muslim terkemuka pada abad ke-12

    Crown Prince of Pahang officiates Masjid al-Jazari and joins Iftar Jama’ie with 2,000 UMPSA community

    Get PDF
    PEKAN, 17 March 2025 – His Royal Highness the Crown Prince of Pahang, Tengku Hassanal Ibrahim Alam Shah Ibni Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, who is also the Pro-Chancellor of Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA), officiated the UMPSA mosque, naming it Masjid al-Jazari, after the renowned 12th-century Muslim scientist and engineer

    Kitāb fī ma‛rifat al-hiyal al-handasiyya

    No full text
    detail, wine dispense

    Analisis Qira’at Shahihah Perspektif Ibnu al-Jazari

    Get PDF
    Artikel ini membahas tentang analisis qira’at shahihah menurut Ibnu al-Jazari, yang merupakan seorang ahli qira’at al-Qur’an pada ketujuh Hijriyah. Variasi bacaan al-Qur’an yang diidentifikasi oleh Ibnu al-Jazari memberikan kontribusi penting dalam memahami dan melestarikan bacaan yang otentik. Penelitian ini menggunakan metode analisis-deskriptif untuk mengkaji sumber-sumber primer, di antaranya yaitu kitab karya al-Jazari sendiri yang berjudul al-Nasyr fi al-Qira’at al-`Asyr dan nadzam al-Durrah al-Mudhiyyah fi al-Qira’at al-Tsalatsah al-Mutammimah li al-Asyrah. Selain itu juga mengkaji sumber sekunder berupa kitab, buku dan artikel yang berkaitan dengan qira’at shahihah. Artikel ini menjelaskan tentang pentingnya qira’at yang shahihah dalam memahami al-Qur’an dan juga membahas tentang peran Ibnu al-Jazari dalam menambahkan qira’at shahihah yang awalnya berjumlah tujuh qira’at yang dinisbatkan kepada para Imam qira’at sebagaimana yang dihimpun oleh Imam Mujahid, menjadi sepuluh qira’at yang dinisbatkan kepada tiga Imam yaitu, Imam Abu Ja’far bin Yazid al-Qa’qa’ al-Madani, Imam Ya’qub bin Ishaq al-Hadhrami al-Bashri dan Imam Khalaf bin al-Bazzar al-Asyir. Penentuan ketiga imam ini tentunya dengan menggunakan metode tersendiri dalam penyeleksiannya, ia menetapkan tiga kriteria khusus yaitu: ketersa-mbungan sanad, kesesuaian dengan kaidah bahasa Arab, dan kesesuaian dengan penulisan Mushaf/rasm ustsmani.Artikel ini membahas tentang analisis qira’at shahihah menurut Ibnu al-Jazari, yang merupakan seorang ahli qira’at al-Qur’an pada ketujuh Hijriyah. Variasi bacaan al-Qur’an yang diidentifikasi oleh Ibnu al-Jazari memberikan kontribusi penting dalam memahami dan melestarikan bacaan yang otentik. Penelitian ini menggunakan metode analisis-deskriptif untuk mengkaji sumber-sumber primer, di antaranya yaitu kitab karya al-Jazari sendiri yang berjudul al-Nasyr fi al-Qira’at al-`Asyr dan nadzam al-Durrah al-Mudhiyyah fi al-Qira’at al-Tsalatsah al-Mutammimah li al-Asyrah. Selain itu juga mengkaji sumber sekunder berupa kitab, buku dan artikel yang berkaitan dengan qira’at shahihah. Artikel ini menjelaskan tentang pentingnya qira’at yang shahihah dalam memahami al-Qur’an dan juga membahas tentang peran Ibnu al-Jazari dalam menambahkan qira’at shahihah yang awalnya berjumlah tujuh qira’at yang dinisbatkan kepada para Imam qira’at sebagaimana yang dihimpun oleh Imam Mujahid, menjadi sepuluh qira’at yang dinisbatkan kepada tiga Imam yaitu, Imam Abu Ja’far bin Yazid al-Qa’qa’ al-Madani, Imam Ya’qub bin Ishaq al-Hadhrami al-Bashri dan Imam Khalaf bin al-Bazzar al-Asyir. Penentuan ketiga imam ini tentunya dengan menggunakan metode tersendiri dalam penyeleksiannya, ia menetapkan tiga kriteria khusus yaitu: ketersa-mbungan sanad, kesesuaian dengan kaidah bahasa Arab, dan kesesuaian dengan penulisan Mushaf/rasm ustsmani

    Ismail al Jazari machines and new technologies

    No full text
    Al-Jazari was a 12th Century Turkish Scientist, Engineer and writer. His full name was Badi Al-Zaman AbulI-Izz Ibn Ismail Ibn Al-Razzaz Al-Jazari. He lived in Diyarbakir region in Turkey (1206 AD). As his town name is Cizre, the modern Turkish scripting of Jizra , his last name is known as Jazari (Uzun, 1997). Badi Al Zaman means “prodigy of the Age” and was applied to other well-known men (Hill, 1974). He served the Artuks a Seljuks dynasty in Diyarbakir, as a chief engineer – as did his father before him. He invented the crankshaft and some of the first mechanical clocks, driven by water and weights- used water power. He authored and drawed 60 inventions in his book "Al-Jami Bain Al-Ilm Wal-Amal Al-Nafi Fi Sinat'at Al-Hiyal" (The Book of Know-ledge of Ingenious Mechanical Devices). Kitab al-Hiyal is an interesting work on automatic control mechanism, fountains, devices, pipes, valves and siphons. The importance and originality of Kitab al-Hiyal is due to its being an earlier example of the automatic control studies in the history. There are a number of manuscripts of Jazari’s work in Oxford, Leiden, Paris, Dublin and Ýstanbul. Equally cranks may have first been documented by Al Jazari – 300 years before western engineers achieved this (Francesco di Giorgio Martini and Leonardo Da Vinci). He used some kind of symbols for understanding of his drawings like using of electronic circuits. We found that his machine drawings and manufacturings quite qualified understanding (http://orionrobots.co.uk/tiki-index.php?page=Al+Jazari). The aim of this study is to review and examine Al Jazari’s drawings and then, to compare and examine with the new technology period

    PERAN AL JAZARI DALAM PENGEMBANGAN ILMU MEKANIKA PADA MASA ABASIYAH (1136M-1206 M)

    Get PDF
    Penelitian ini berfokus pada dalam hal ilmu mekanika dari Yunani kuno sampai masa islam dan kontribusi Al – Jazari dalam pengembangan Ilmu mekanika modern. Adapun waktunya Al-Jazari lahir pada tahun 561 H (1165 M) dan wafat pada tahun 602 H (1210 M). Dimana dalam perjalanan hidupnya beliau mempunyai peranan besar dalam pengembangan ilmu mekanika. Ismail Al-Jazari menjadi kajian yang fokus bagi penulis, diantaranya membahas tentang sejarah perkembangan ilmu mekanika dari zaman Yunani kuno sampai dengan masa Islam juga Biografi dan kontribusi Al-Jazari. Dalam teknologi modern, hampir semua tipe mesin kendaraan berbahan bakar pasti memanfaatkan konsep relasi antara poros engkol piston (crankshaft) ini pertama kali diperkenalkan oleh Badi al-Zaman Abu al-Izz ibn Ismail al-Razzaz Al-Jazari (1136 M-1206 M). Al-Jazari membangun mesin pompa air yang pertama yang dibangun menggunakan konsep relasi antara poros engkol dan piston (crankshaft). Pada mesin pompa Al-Jazari, aliran air sungai menggerakan kincir air. Gerak kincir air tersebut selanjutnya menggerakan roda gigi yang sepusat dengan kincir air, roda gigi tersebut kemudian menggerakan roda engkol yang bersinggungan dengannya, akhirnya gerak rotasi roda engkol akan menghasilkan gerak transplasi piston untuk memompa air ke ketinggian tertentu dengan memanfaatkan klep (valve) pada pipanya. Seluruh proses tersebut tercatat dengan sangat detail dalam karya Al-Jazari. Kata kunci : Mekanika, Al-Jazari, Mekanika Al-Jazari, Automata

    PERAN AL JAZARI DALAM PENGEMBANGAN ILMU MEKANIKA PADA MASA ABASIYAH (1136M-1206 M)

    Get PDF
    Penelitian ini berfokus pada dalam hal ilmu mekanika dari Yunani kuno sampai masa islam dan kontribusi Al – Jazari dalam pengembangan Ilmu mekanika modern. Adapun waktunya Al-Jazari lahir pada tahun 561 H (1165 M) dan wafat pada tahun 602 H (1210 M). Dimana dalam perjalanan hidupnya beliau mempunyai peranan besar dalam pengembangan ilmu mekanika. Ismail Al-Jazari menjadi kajian yang fokus bagi penulis, diantaranya membahas tentang sejarah perkembangan ilmu mekanika dari zaman Yunani kuno sampai dengan masa Islam juga Biografi dan kontribusi Al-Jazari. Dalam teknologi modern, hampir semua tipe mesin kendaraan berbahan bakar pasti memanfaatkan konsep relasi antara poros engkol piston (crankshaft) ini pertama kali diperkenalkan oleh Badi al-Zaman Abu al-Izz ibn Ismlail al-Razzaz al-Jazari (1136 M-1206 M). Al-Jazari membangun mesin pompa air yang pertama yang dibangun menggunakan konsep relasi antara poros engkol dan piston (crankshaft). Pada mesin pompa al-Jazari, aliran air sungai menggerakan kincir air. Gerak kincir air tersebut selanjutnya menggerakan roda gigi yang sepusat dengan kincir air, roda gigi tersebu kemudian menggerakan roda engkol yang bersinggungan dengannya, akhirnya gerak rotasi roda engkol akan menghasilkan gerak transplasi piston untuk memompa air ke ketinggian tertentu dengan memanfaatkan klep (valve) pada pipanya. Seluruh proses tersebut tercatat dengan sangat detail dalam karya al-jazari. Kata kunci : Mekanika, Al-Jazari, Mekanika Al-Jazari, Automata

    Al-Jazari contribution on the development of water supply systems

    Get PDF
    The objective of this study is to highlight AI-Jazari contribution in the development of water supply system. The significance of the study is that it places emphais on AI-Jazari and his inventions which laid the foundation for the machinery of irrigation and machine design. The methodology adopted in this research is library based and data is collected from reliable resources. The main focus of the chapter is to understand AI-Jazari's contribution in water raising machines which some of it can still be seen in several contemporary machines. The chapter explores the fifth chapter of his book which presents five different, useful inventions mainly to raise water for irrigation and domestic purpos

    AL-NASYR FI AL-QIRA'AT AL-'ASYR (Studi Kitab Karya Ibn al-Jazari tentang Kualifikasi Qira'at Sepuluh)

    Get PDF
    Kitab al-Nasyar fi al-Qira'at al-'Asyar karya Ibn al-Jazari adalah kitab yang membahas tentang qira'at sepuluh. Salah satu faktor yang melatar belakangi penyusunan kitab ini adalah untuk menepis anggapan sebagian masyarakat bahwa hanya qira'at tujuhlah yang memiliki sanad yang sahih sedang yang selebihnya itu adalah syaz. Penulis mecoba mengkaji kitab ini ditinjau dari dua segi. Pertama, apa dasar Ibn al-Jazari dalam kualifikasi sepuluh qira'at sehingga harus diterima oleh umat Islam. Kedua, bagaimana hubungan sab'ah ahruf dengan perbedaan qira'at sepuluh yang dikualifikasikan Ibn al-Jazari dan konsep sinonimitas dalam al-Qur'an. Persoalan-persoalan tersebut akan diteliti dengan menggunakan metode deskriptif analitis, yaitu metode yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang ada dengan analisa dan klasifikasi dengan obyek kajian primer, yaitu kitab al Nasyr fi al-Qira'at al-'Asyr karya Ibn al-Jazari, mengingat kitab ini merupakan kitab representatif dalam kualifikasi qira'at sepuluh. Dalam kualifikasi yang dilakukannya, Ibn al-Jazari menerapkan tiga syarat, yaitu kesesuaian qira'at dengan bahasa Arab, kesesuaian dengan rasm mushaf, dan kesahihan sanad. Namun dalam kesahihan sanad ini Ibn al-Jazari tidak menerapkan kriteria. mutawatir. Baginya jika kriteria ini diterapkan, maka justru akan menghapus banyak qira'at itu sendiri, termasuk qira'at tujuh. Sebuah qira'at yang memiliki sanad sahih, sesuai dengan mushaf dan bahasa Arab, maka dihukumi sebagai qira'at sahih yang harus diterima dan boleh dibaca dalam shalat, bahkan qira'at ini disertakan pula pada jajaran qira'at yang mutawatir, meskipun tidak sampai derajat mutawatir. Ibn al-Jazaii berasumsi bahwa qira'at mutawatir ataupun qira'at sahih tersebut sama-sama mengandung keyakinan dan kepastian. Dua hal inilah yang menjadi i'tibar dalam penerimaan sebuah qira'at. Dengan dasar ini Ibn al-Jazari termasuk ulama mutasahil dalam kualifikasi qira'at. Dalam memaknai sab'ah ahruf, Ibn al-Jazari menunjukkan bentuk perbedaan qira'at yang tidak lepas dari tujuh segi. Namun menurut Abu Syuhbah tujuh segi tersebut terlalu dipaksakan. Tujuh segi yang dipaparkan Ibn al-Jazari masih berpotensi mengalami penambahan ataupun pengurangan. Sab'ah ahruf sebenarnya tidak menunjukkan makna bilangan dalam arti yang sebenarnya. Ia mengisyaratkan adanya kemudahan dan kelonggaran dalam pembacaan al-Qur'an yang variatif. Bentuk kemudahan tersebut tidak lepas dari penggantian huruf, perubahan harakat, taqdim dan ta'khir, ataupun penambahan dan pengurangan, serta perbedaan dialek. Sab'ah ahruf dalam hadis Nabi saw. Tersebut tidak menunjukkan adanya sinonimitas dalam al-Qur'an sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama. Sab'ah ahruf tersebut sebenarnya menunjukkan adanya lafaz mutabayin mutawasil dalam al-Qur'an. Hal inilah yang mengisyaratkan adanya potensi tafsir dalam qira'at sebagaimana yang diungkapkan oleh Arkoun

    Anker Innovation Technology Co. Ltd. / Nur Ilya Farisha Mohd Jazari

    Get PDF
    Anker Innovation company is a company that manufactures electronic products. There are many brands and products under this company. It is mostly charging, audio, and smart innovation series are part of its offerings. In this study, we focus on home appliance’s product which is robot vacuum cleaner called RoboVac 30 under Eufy brand. Eufy is one of the part of Anker Innovation, most leading and trusted consumer electronics. RoboVac 30 is one of the best robot vacuum cleaner and it also have its problems. There are a few problem statement that explained in this report, firstly, it is about the shape and the height of the device not adjustable. Secondly, the device does not have self-emptying dustbin. Thirdly, the device cannot climb the staircase. Lastly, it does not have sensor to detect the dirt. However, the main purpose of this study is to renovate a product that can help user who are busy with their works or busy doing another house chores. So that, they can save their time to clean the entire house. Other than that, all the problem can be solve by implementing sensor technology such as dirt detection sensor and staircase sensor. This device also can come out together with self-emptying dustbin so that it easy for user to clean the dirt. By having adjustable height for the device also can increase the effectiveness of the RoboVac 30. However, a company need to manufacture a good quality of product with affordable price so that they can fulfil customer’s satisfaction
    corecore