372 research outputs found

    The Soul Of Jati

    No full text
    Tanaman jati merupakan salah satu tanaman penghasil kayu yang berkualitas tinggi. Tingkat keawetan dan kekuatan kayu yang dimiliki kayu jati menjadikanya bahan baku produk yang berkualitas, selain itu kayu jati juga memiliki ciri khas motif lengkung yang indah dan biasa disebut tahun kayu. Sehingga produk yang menggunakan kayu jati menjadi produk dengan kualitas tinggi dan mewah. Dari konsep yang mengangkat analogi dari Jati dengan judul The Soul of Jati tersebut, diaplikasikan ke dalam ide fashion kemudian dikombinasikan dengan feminine look dan gaya classic elegant. The Soul of Jati merupakan ide pemantik dalam perancangan karya desain fashion yang meliputi produk ready to wear, ready to wear deluxe dan haute couture. metodologi dalam pembuatan karya desain fashion ini meliputi 8 tahapan yaitu design brief, research and sourching, design development, prototype, final collection, promotion, dan bussines. Pembuatan karya busana berjudul The Soul of Jati merupakan proses aplikasi ide yang diangkat dari kearifan lokal kemudian menciptakan karya modern dengan trend fashion global sesuai dengan idealism pencipta. Karya desain fashion dapat digunakan sebagai sarana menyampaikan berbagai informasi tanaman jati secara umum. Key Words : Motif kayu, Classic elegant, Lengkung

    Kegiatan Hari Dongeng Prodi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya di TK Tunas Handayani Perumahan Pondok Jati, Sidoarjo

    No full text
    ABSTRAKREKA KARYA: Kegiatan pembelajaran menyenangkan merupakan impian siswa dan guru. Berbagai macam metode dan media pembelajaran diterapkan agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih variatif dan tidak membosankan. Teknik pembelajaran menggunakan media boneka tangan tidak asing bagi masyarakat saat ini. Sebagaimana kita ketahui, kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dimana saja, baik secara formal maupun tidak formal. Memperingati hari dongeng, Prodi Sastra Indonesia melaksanakan kegiatan parade dongeng. Pementasan boneka tangan ini dilaksanakan satu hari dengan murid-murid yang ada di TK Tunas Handayani yang bertempat di perumahan Pondok Jati RW 06, Sidoarjo. Tujuan dari teknik belajar dengan menggunakan boneka tangan ini adalah murid akan senantiasa berantusias untuk mendengarkan dan juga menyimak, dan juga untuk melatif kefokusan mereka pada saat pembelajaran berlangsung.Kata kunci: Boneka tangan, hari dongeng, pementasan dongeng, sastra anak.ABSTRACTREKA KARYA: Fun learning activities are the dream of students and teachers. Various kinds of learning methods and media are applied so that learning activities become more varied and not boring. Learning techniques using hand puppet media are already familiar in today's society. As we know, learning activities can be carried out anywhere, both formally and informally. To commemorate fairy tale day, the Indonesian Literature Study Program held a fairy tale parade. This hand puppet show was held in one day with Tunas Handayani Kindergarten students who took place in the Pondok Jati RW 06 housing complex, Sidoarjo. The purpose of this learning technique using hand puppets is so that students are always enthusiastic to listen and also listen, and train their focus during learning.Keywords: Hand puppets, fairy tale day, fairy tale performance, children's literature

    STUDI MEMBRAN CAMPURAN POLY (VINYL HIDROGEN SULFAT) DENGAN SERBUK KAYU JATI (Tectona grandis) TERHADAP TINGKAT ADSORPSI DAN DESORPSI BSA (Bovine Serum Albumin)

    No full text
    Telah dilakukan penelitian membrane campuran poly (vinyl Hidrogen Sulfat) dengan serbuk kayu jati terhadap Tingkat adsorpsi dan desorspi BSA (Bovine Serum Albumin). Poly (vinyl Hidrogen Sulfat) adalah hasil reaksi sulfonasi dari Poly (vinyl Alkohol) PVA dengan H2SO4 pa dengan perbandingan 1:18 (gram). Serbuk kayu jati digunakan sebagai senyawa aditif dalam membrane . Membran campuran serbuk Kayu Jati dengan Poly (vinyl Hidrogen Sulfat) dibuat dengan perbandingan 1:3, 1:4, 1:5, 1:6, dan 1:7 (gram). Karakterisasi dasar membrane dapat dilakukan dengan mengetahui seberapa besar kemampuan membran dalam mengadsorpsi albumin serum . adsorpsi membrane campuran Poly (vinyl Hidrogen Sulfat) dengan serbuk kayu jati terhadap albumin serum antara lain dipengaruhi oleh komposisi membrane temperatur,pHdan waktu. Optimasi komposisi membrane terhadap adsorpi albumin serum komposisi optimalnya diperoleh pada perbandingan 1:4 (gram), temparatur optimal diperoleh pada 20C dan pH optimalnya pada pH5. Kemampuan adsorpsi selama 7200 detik sebesar 17.200 ppm dengan konsentrasi awal 20 ppm dan desorpsi sebesar 13,2 ppm. Pada saat kesetimbangan diperoleh nilai konstanta sebesar 1,669

    MANAJEMEN KETATAUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KETATAUSAHAAN DI SMP AL-HUDA JATI AGUNG LAMPUNG SELATAN

    No full text
    ABSTRAK Manajemen ketatausahaan sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan ketatausahaan dengan fokus pada permasalahan terkait Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Dengan mengelola kelima aspek ini secara efektif, manajemen ketatausahaan dapat menciptakan layanan yang berkualitas, efisien, dan memenuhi harapan pelanggan secara menyeluruh. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana manajemen ketatausahaan di SMP Al-Huda Jati Agung Lampung Selatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan ketatausahaan secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan subjek penelitian yang terdiri dari kepala sekolah, waka kurikulum, kepala tata usaha dan siswa, sedangkan objek penelitian adalah manajemen ketatausahaan di SMP Al-Huda Jati Agung Lampung Selatan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait. Data yang terkumpul di analisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi informasi yang diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa: 1) Fasilitas fisik manajemen ketatausahaan di SMP Al-Huda Jati Agung Lampung Selatan menunjukkan praktik pelayanan memadai seperti sistem pengarsipan terorganisir dan alat tulis kantor, 2) Keandalan ketatausahaan di SMP Al-Huda Jati Agung Lampung Selatan dalam memberikan layanan yang konsisten dan akurat, 3) Daya tanggap di SMP Al-Huda Jati Agung Lampung Selatan berjalan, petugas tata usaha melayani kebutuhan wali murid dan siswa dengan cepat di dukung oleh sistem penilaian kinerja yang mendorong peningkatan responsivitas. 4) Jaminan di SMP Al-Huda Jati Agung Lampung Selatan menunjukkan sistem pengarsipan terorganisir dan pendataan perlengkapan tahunan mencerminkan komitmen terhadap perbaikan dan efisiensi operasional. Pelatihan staf meningkatkan kompetensi dan komunikasi yang jelas, 5) Empati di SMP Al-Huda Jati Agung Lampung Selatan oleh petugas tata usaha menunjukkan perhatian terhadap wali murid dan siswa, pelayanan memperkuat kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Kata kunci : Ketatausahaan, Kualitas pelayanan,Manajemen ii ABSTRACT Administrative management is very important in improving the quality of administrative services by focusing on issues related to Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy. By managing these five aspects effectively, clerical management can create quality, efficient services and fulfill customer expectations thoroughly. The purpose of this research was to analyse how administrative management at Al-Huda Jati Agung Junior High School in South Lampung effectively improved the quality of administrative services. The research method used was a qualitative approach, with the research subjects consisting of the principal, vice principal of curriculum, head of administration, and students, while the object of research was administrative management at Al-Huda Jati Agung Junior High School in South Lampung. Data collection techniques included interviews, observation, and analysis of related documents. The data collected were analysed using thematic analysis techniques to identify the information obtained. Based on the research results obtained by the researchers, it showed that: 1) Physical facilities of administrative management at Al Huda Jati Agung Junior High School in South Lampung demonstrated service practices were adequate, such as organized filing systems and office stationery; 2) The reliability of administration at SMP Al-Huda Jati Agung South Lampung provided consistent and accurate services; 3) Responsiveness at SMP Al-Huda Jati Agung South Lampung was functioning well, with administrative officers serving the needs of student guardians and students quickly, supported by a performance appraisal system that encouraged increased responsiveness; 4) Assurance at SMP Al-Huda Jati Agung South Lampung showed an organized filing system and annual equipment data collection that reflected a commitment to operational improvement and efficiency. Staff training improved competence and communication was clear; 5) Empathy at SMP Al-Huda Jati Agung South Lampung by administrative staff showed attention to student guardians and students, and these services strengthened customer trust and satisfaction. Keywords: Administration, Service Quality, Managemen

    Pengaruh pelatihan dan supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi guru di sekolah dasar negeri kecamatan jati kabupaten kudus tahun 2020

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan perencanaan pelatihan dan supervise kepala sekolah pelatihan terhadap kompetensi guru di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jati Kabupaten Kudus Tahun 2020. 2) Mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan dan supervise kepala sekolah terhadap kompetensi guru di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jati Kabupaten Kudus Tahun 2020 3) Mendeskripsikan tindak lanjut pelatihan dan supervise kepala sekolah terhadap kompetensi guru di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jati Kabupaten Kudus Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data adalah yang digunakan adalah kuesioner, observasi dan studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 315 sampelnya 74, Sedangkan analisis datanya adalah analisis uji regresi linier berganda dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pengaruh pelatihan terhadap kompetensi guru Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jati Kabupaten Kudus Tahun 2020. Hasil pengujian hipotesis 1 menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kompetensi guru dimana diperoleh nilai t hitung sebesar 2,134 dan probabiliti (sig-t) sebesar 0,002 t tabel ( 2,176 > 1,993), 2) Pengaruh supervise kepala sekolah terhadap kompetensi guru Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jati Kabupaten Kudus Tahun 2020. Hasil pengujian hipotesis 2 menunjukkan bahwa hitung sebesar 2,462 dan probabiliti (sig-t) sebesar 0,002 t tabel ( 2,462 > 1,993). 3) Pengaruh pelatihan dan supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi guru Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jati Kabupaten Kudus Tahun 2020. Hasil pengujian ipotesis 3 menunjukkan bahwa nilai F hitung = 6,293 dan probabilitas (Sig-F) sebesar 0,003 F tabel ( 6,293 > 3,13). Penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah sangat penting dalam peningkatan kompetensi guru di sekolah. Oleh sebab itu kepala sekolah harus meningkatkan efektivitas pelaksanaan supervisinya agar kinerja guru lebih meningkat

    Artikel Eva Handayani

    No full text
    Students are a very important element in educational and teaching activities in schools. Educational institutions are established for the benefit of students. Therefore it needs to get enough attention from the implementation of education in order to achieve the objectives of national education as a whole.Therefore, as a prospective educator later, in order to be able to administer for students so that the learning process runs well it is necessary to understand about the administration of students / students. Therefore, the author tries to make a paper that discusses the administration of students

    STANDARISASI EKSTRAK AIR DAUN JATI BELANDA DAN TEH HIJAU

    No full text
    Teh hijau memiliki nama spesies Camellia sinensis (L.) Kuntze, family Theaceae dan Jati belanda (Guazuma ulmifolia Lam.) termasuk kedalam family sterculiaceae Tujuan Penelitian ini adalah melakukan standarisasi ekstrak air daun jati belanda dan ekstrak air the hijau. Ekstrak distandardisasi dengan beberapa dua parameter yaitu parameter spesifik dan parameter non spesifik. Kadar sari larut air pada jati belanda 12,88 % dan teh hijau 40,88, sedangkan kadar sari larut etanol pada jati belanda 4, 23 % dan pada teh hijau 4,23 %. Hasil pengujian kandungan kimia menunjukkan pada ekstrak jati belanda mengandung saponin dan flavonoid sedangkan pada teh hijau mengandung tanin dan flavonoid. Kadar air ekstrak daun jati belanda 0,95 % dan teh hijau 2,79%. Hasil kadar abu total jati belanda sebesar 37,61% dan teh hijau 36,84%. Kadar abu tidak larut asam yaitu pada jati belanda sebesar 3,54% dan teh hijau 3,77%. Hasil dari penetapan susut pengeringan pada ekstrak jati belanda yaitu 0,46 % dan teh hijau 0,46 %. Ekstrak jati belanda maupun teh hijau berdasarkan pengujian standarisasi meliputi parameter spesifik dan non-spesifik memenuhi standarisasi mutu bahan baku

    PEMBUATAN TELUR PINDANG DENGAN PENAMBAHAN DAUN JATI (Tectona grandis L. f.) DAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.)

    No full text
    Pemindangan telur dapat menjadi upaya untuk meningkatkan daya simpan telur rebus dan keragaman makanan di Indonesia. Telur pindang merupakan produk pangan olahan tradisional  dengan kombinasi penggaraman dan perebusan dengan menggunakan bahan penyamakan protein. Telur pindang dibuat dengan lima rasio penambahan daun jati dan daun jambu biji (100: 0, 75:25, 50:50, 25:75, dan 0: 100). Sampel kemudian dianalisis fisikokimia yang meliputi kandungan tanin, warna, kadar protein, dan kadar lemak, jumlah lempeng total selama penyimpanan, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan rasio daun jati dan daun jambu biji mempengaruhi total mikroorganisme dalam telur selama 24 jam penyimpanan, dan tingkat kecerahan telur pindang. Formulasi terbaik berdasarkan jumlah total lempeng dan uji organoleptik adalah telur pindang yang telah direbus dengan 2% daun yang terdiri dari 50: 50 daun jati: rasio daun jambu biji dan direndam pada air rebusan selama 12 jam.

    Imlementasi Program Air Susu Ibu Ekslusif Pada Bayi di Desa Jati Rejo

    No full text
    Setiap tahun, minggu pertama 1-7 Agustus diperingati sebagai "Pekan Menyusui Sedunia", waktu untuk meningkatkan kesadaran tentang manfaat ASI untuk bayi di segala usia. Diperkirakan 16% cakupan bayi baru lahir akan mendapatkan ASI eksklusif pada tahun 2023 berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan data laporan Puskesmas tahun 2024 hingga bulan Mei di Desa Jati Rejo hanya ada 36 bayi yang mendapatkan Air Susu Ibu (ASI). Hal ini menandakan bahwa masih banyak ibu yang tidak menyusui anaknya secara eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi program ASI ekslusif pada bayi di Desa Jati Rejo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study), teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah 7 informan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa implementasi program Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif belum berjalan dengan maksimal. Ketersediaan sumber daya yang terbatas, sarana & prasarana yang kurang memadai, sikap masyarakat masih menjadi tantangan, Diluar itu Puskesmas juga berupaya untuk meningkatkan peran serta berbagai kalangan dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif di Desa Jati Rejo. Saran dalam penelitian ini yaitu diharapkan terus mengembangkan pendekatan yang lebih efektif, meningkatkan kesadaran dan partisipasi terhadap pelaksanaan program untuk meningkatkan derajat kesehatan

    IMPLEMENTASI KONSEP TUT WURI HANDAYANI DALAM PENDIDIKAN : Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 4 Batulawang Kecamatan Pataruman Kota Banjar

    No full text
    Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara relevensinya dengan implementasinya terhadap praktek pendidikan. Namun dikhususkan penelitian ini mencakup: (1) Menganalisis cara mengimplementasikan Konsep Tut Wuri Handayani terhadap proses pembelajaran di sekolah, (2) Menganalisis kendala pelaksanaan implementasi peranan guru menurut Konsep Tut Wuri Handayani. (3) Menemukan upaya dalam mengatasi kendala dalam pelaksanaan implementasi peranan guru menurut Konsep Tut Wuri Handayani. Kegiatan penelitian yang nertujuan untuk memecahkan masalah yang terjadi saat ini dalam hal pendidikan dengan memunculkan kembali jati diri pendidikan bangsa Indonesia yang tidak lepas dari kearifan lokal bangsa Indonesia. Objek Penelitian Adalah Pemikiran Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek dalam penelitian ini adalah guru. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah observasi, wawancara, dan dokumen. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisis data dengan langkah-langkah, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian tentang Implementasi Konsep Tut Wuri Handayani dalam Pendidikan Di SDN 4 Batulawang, ditarik kesimpulan; 1) implementasi Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan guru berperan sebagai motivator, pembimbing, memberi jalan untuk mengarah kepada manusia yang dicita-citakan agama, bangsa dan Negara sudah tampak dalam proses pembelajarannya 3) Hambatan yang ditemui dalam menerapkan Implementasi Konsep Tut Wuri Handayani dalam Pendidikan terdapat dua faktor yang diantaranya adalah faktor internal atau faktor yang berasa dari dalam sekolah dan faktor eksternal atau faktor yang berasal dari luar sekolah. Faktor yang berasal dari dalam sekolah meliputi sumber daya manusia dalam hal ini pendidik atau guru, Sarana dan prasarana yang disediakan sekolah, dan kemampuan siswa itu sendiri; 3) Upaya sekolah untuk mengatasai beberapa hambatan adalah dengan mengembangkan sumber daya manusia dalam hal ini pendidik atau guru melalui pembinaan, Diklat pendidikan, dan pemberian tugas tambahan bagi guru. Kata kunci: Implementasi, Konsep Tut Wuri Handayani, Pendidikan ABSTRACT In general, this study aims to obtain a description of the educational KI Hajar Dewantara relevance to the teacher's implementation of educational practices. However devoted this study include: (1) analyzing how to implement the concept of Tut Wuri Handayani to the learning process at school, (2) to analyze the obstacles implementation of the role of teachers by concept of Tut Wuri Handayani. (3) Finding efforts to overcome obstacles in implementing the role of teachers according to Education Trilogy according to concept of Tut Wuri Handayani. Research Activities Aimed To Solve Problems that occur at this time in terms of education to bring back the identity of the Indonesian nation education can not be separated from the indigenous people of Indonesia. Research Object Is National Education Thought Ki Hajar Dewantara. This research use descriptive approach with subject in this research is principal, teacher. Techniques used in data collection are observation, interviews, and documents. In this research the researcher uses data analysis technique with steps, data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the results of research on the concept of Tut Wuri Handayani In SDN 4 Batulawang, drawn conclusions; 1) The implementation of concept of Tut Wuri Handayani in sdn 4 Batulawang still has implemented the whole education system as proclaimed in the unity of Indonesian education according to Ki Hajar Dewantara; 2) Ki Hajar Dewantara implementation in teacher education acts as a motivator, mentor, giving way to lead the human aspired to religion, nation and state, 3) Obstacles encountered in implementing the concept of Tut Wuri Handayani there are two factors which are internal factors or factors that come from the inside of the school and the external factor or factors that come from outside the school. Factors that come from within the school include the human resources in this case the educator or teacher, the facilities and infrastructure provided by the school, and the student's own ability; 3) Attempts to overcome some obstacles school is to develop human resources in this case educators or teachers through training, education training, and the provision of additional duties for teachers. Keywords: Implementation, Concept Tut Wuri Handayani, Educatio
    corecore