30 research outputs found

    ANALISIS KESALAHAN PENULISAN PARAGRAF DALAM SKRIPSI MAHASISWA IAIN BUKITTINGGI

    No full text
    The problem of the research was various unrevealed errors found in studentsÔÇÖ theses at┬á Informatics and Computer Engineering Education┬á Department of IAIN Bukittinggi. This study is aiming at describing┬á the errors found in the studentsÔÇÖ theses. This is a qualitative research which describes the errors of studentsÔÇÖ writing theses. The data were collected through the technique bof documentary study. The source of data was the studentsÔÇÖ theses. The research consisted of five phases; Reading, Identifying, Coding, Summarizing, Displaying, and Summarizing the data. The result describes five errors in studentsÔÇÖ theses namely: uncohesive, uncoherent, incomplete, undeveloped, and┬á┬á unsequential arrangement of paragraphs

    ANALISIS KESALAHAN PENULISAN PARAGRAF DALAM SKRIPSI MAHASISWA IAIN BUKITTINGGI

    No full text
    The problem of the research was various unrevealed errors found in students’ theses at  Informatics and Computer Engineering Education  Department of IAIN Bukittinggi. This study is aiming at describing  the errors found in the students’ theses. This is a qualitative research which describes the errors of students’ writing theses. The data were collected through the technique bof documentary study. The source of data was the students’ theses. The research consisted of five phases; Reading, Identifying, Coding, Summarizing, Displaying, and Summarizing the data. The result describes five errors in students’ theses namely: uncohesive, uncoherent, incomplete, undeveloped, and   unsequential arrangement of paragraphs

    Pengaruh Pemenuhan Kebutuhan Remaja Terhadap Tindakan Bully Siswa Di PKBM Kasih Bundo Kota Bukittinggi

    No full text
     Salah satu hal yang perlu dipenuhi dalam masa perkembangan remaja adalah kebutuhan remaja. Salah satu dampak dari tidak terpenuhinya kebutuhan remaja adalah perilaku agresif. Perilaku agresif sangat erat hubungannya dengan tindakan bully yang banyak terjadi dikalangan pelajar saat ini. Hasil akhir dari bullying lebih dapat diprediksi dibanding hasil akhir dari agresi. Bullying disebut sebagai sub bagian dari perilaku agresif karena di dalamnya melibatkan agresi atau serangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemenuhan kebutuhan remaja terhadap tindakan bully siswa di PKBM Kasih Bundo Kota Bukittinggi

    PENGARUH PEMENUHAN KEBUTUHAN REMAJA TERHADAP PERILAKU AGRESIF SISWA DI PKBM KASIH BUNDO KOTA BUKITTINGGI

    No full text
    One of the things that needs to be met in adolescence development is the needs of adolescents. Teenagers as everyone else uses all his time to try to satisfy his physical, social, emotional and other personal needs. If each of the teenager's needs can not be met minimally, then adolescents will experience slowness in achieving their developmental tasks and even show deviant behavior. Adolescents whose needs are not met can perform self-defensive behaviors such as aggressive behavior, compensation, identification, rationalization, egocentricity, withdrawal as well as impaired physical growth. One of the effects of the unmet needs of adolescents is aggressive behavior. Individual aggressive behavior will have a very detrimental effect, both for the individual itself and for others. This study was conducted to determine the effect of teenagers' needs on aggressive behavior of students in PKBM Kasih Bundo Kota Bukittinggi. Based on the results of research known that the fulfillment of the needs of adolescents associated with aggressive behavior that he did in life. Where adolescent satisfaction affects 6.35% aggressive behavior in adolescent self. While the other 93.65% influenced by various other factors.&#x0D; &#x0D; Salah satu hal yang perlu dipenuhi dalam masa perkembangan remaja adalah kebutuhan remaja. Remaja sebagaimana setiap orang lainnya mempergunakan seluruh waktunya untuk mencoba memuaskan kebutuhan fisik, sosial, emosional dan kebutuhan pribadinya yang lain. Jika masing-masing kebutuhan remaja tidak dapat terpenuhi secara minimal, maka remaja akan mengalami kelambatan dalam pencapaian tugas perkembangan mereka dan bahkan memperlihatkan tingkah laku yang menyimpang. Remaja yang kebutuhannya tidak terpenuhi dapat melakukan tingkah laku mempertahankan diri seperti tingkah laku agresif, kompensasi, identifikasi, rasionalisasi, egosentrism, menarik diri serta gangguan pertumbuhan fisik. Salah satu dampak dari tidak terpenuhinya kebutuhan remaja adalah perilaku agresif. Perilaku agresif individu akan menimbulkan dampak yang sangat merugikan, baik bagi individu itu sendiri maupun bagi orang lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemenuhan kebutuhan remaja terhadap perilaku agresif siswa di PKBM Kasih Bundo Kota Bukittinggi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemenuhan kebutuhan remaja berhubungan dengan perilaku agresif yang dilakukannya dalam kehidupan. Dimana pemenuhan kebutuhan remaja mempengaruhi 6,35% perilaku agresif pada diri remaja. Sedangkan 93,65% lainnya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang lainnya.</jats:p

    Hubungan Komunikasi Guru Dengan Kecerdasan Emosional Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Di SMAN 1 Rao Utara

    No full text
    The aim of this research is to understand the relationship between teacher communication and students’ emotional intelligence in PAI subjects at SMAN 1 Rao Utara. This research was motivated by the low emotional intelligence of students. As a type of research, the author uses correlation research, which is a way to determine the closeness of a relationship between two or more variables which is explained by the magnitude of the correlation coefficient. The population of this research is all students of SMAN 1 Rao Utara, totaling 196 students and a sample of 49 students. The data collection technique for this research is a questionnaire. The results of research condected at SMAN 1 Rao Utara show that there is a relationship between teacher communication and students’ emotional intelligence in PAI subjects of 76.2% 23.8% the influence of other factors, so it can be concluded that there is a relationship between teachers. Communication and emotional intelligence of students. Emotional intelligence of students majoring in PAI at SMAN 1 Rao Utara. Improving teacher communication, namely the ability to perfect teacher communication skills by making changes suvh as attending seminars, reading lots of magazines, studying independently, researching one’s own potential and abilities, participating in various trainings to develop skills, abilities and attitudes related to a teacher’s career and educating students. For ein and to intelligence, namely by knowing their own emotions, controlling their own emotions, encouranging themselves, knowing other people’s emotions and building good relationships

    Implementation of Islamic Religious Education Learning for Children with Special Needs at Al-Azhar Elementary School Kota Bukittinggi

    No full text
    The segregation education system is starting to be abandoned and shifting to an inclusive education system. The inclusive education system is to unite children with special needs (ABK) with children without special needs (ATBK) in the same class they interact with, communicate and learn together. This research uses descriptive qualitative research with data collection obtained from observations, interviews, and documentation. The implementation of Islamic religious education learning for students with special needs at SD Al-Azhar Bukittinggi unites ABK students with ATBK in a fully inclusive classroom under the supervision of class teachers and special companion teachers (GPK). The implementation of Islamic Religious Education learning for children with special needs through inclusive education at SD Al-Azhar Bukittinggi students with special needs assisted by a striking companion teacher has a better understanding of the subject matter than ABK without a special companion teacher

    Faktor yang Mempengaruhi Akhlak Anak Putus Sekolah di Jorong Balai Cubadak Nagari Taram Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh akhlak anak putus sekolah yang berbagai macam bentuknya. Akhlak anak putus sekolah ini ada yang berakhlak terpuji dan ada yang berakhlak tercela, tidak semua anak putus sekolah yang memiliki akhlak tercela namun juga ada yang berakhlak terupuji. Anak putus sekolah tentu tidak mendapatkan pendidikan seutuhnya sehingga anak putus sekolah memiliki akhlak tercela seperti: tidak jujur, suka berbohong, bicara kasar dan juga mudah terpengaruh oleh lingkungan luar yang membuat anak putus sekolah suka mencuri barang orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui&nbsp; faktor yang mempengaruhi akhlak anak putus sekolah di Jorong Balai Cubadak Nagari Taram Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota agar akhlak anak putus sekolah berakhlak mulia. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya peneliti melakukan beberapa langkah yaitu reduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi akhlak anak putus sekolah di Jorong Balai Cubadak ialah insting, bawaan atau turunan, lingkungan, kebiasan, kehendak dan pendidikan. Lingkungan yang buruk akan mempengaruhi akhlak anak putus sekolah berperilaku tercela dan jika bawaan atau turunan orangtua berakhlak baik maka akhlak anak putus sekolah akan beraklak mulia

    Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan pada Siswa di SMPN 1 Bukittinggi

    No full text
    Environmentally Caring Character is an attitude and action that always strives to prevent damage to the surrounding natural environment, and develops efforts to repair natural damage that has occurred. Based on initial observations, the facts that the author found in the field are that there are still some students whose character is still far from what was expected, even though they have received PAI learning at school, such as there are still some students who like to throw rubbish carelessly, there are still some students who damage facilities. At school, there are still some students who are reluctant to be involved in cleaning the school environment and there are still some students who lack awareness in maintaining and maintaining gardens at school. The aim of this research is to determine the efforts of Islamic Religious Education teachers in forming environmentally caring character in class VIII students at SMPN 1 Bukittinggi and to describe the supporting and inhibiting factors in forming environmentally caring character in class VIII students at SMPN 1 Bukittinggi. The research in this thesis uses qualitative research. This research is descriptive qualitative field research as a research procedure that produces descriptive data in the form of written or spoken words from the people and behavior being observed. Based on the results of this research, it was found that the efforts of Islamic Religious Education teachers in forming students' environmentally caring character at SMPN 1 Bukittinggi were carried out in various ways, starting from the school principal's efforts in providing support and appreciation to students and parents, teachers' efforts in synchronizing learning materials with the character of caring for the environment, reminding students when someone behaves that does not reflect concern for the environment and modeling and providing an example to students. Supporting factors in the character education process at SMP N 1 Bukittinggi are good, namely the presence of pre-school experience, the existence of good learning motivation, the existence of students' attitudes and habits in learning, the teacher has the ability to deliver the material and can adapt it to the needs of the students, the teacher has high enthusiasm. in teaching. Meanwhile, the inhibiting factor: the bad habits of some students from home who are brought into the classroom, thus affecting other students

    Pembinaan Keagamaan Masyarakat Melalui Kegiatan MajelisTaklim di Kenagarian Salimpat Kabupaten Solok

    No full text
    Latar belakang peneliti membuat skripsi ini adalah dilatarbelakangi oleh kegiatan-kegiatan pembinaan keagamaan yang ada di majelis taklim Baitul Ikhlas jorong Tanjung Balik Kenagarian Salimpat Kabupaten Solok. Yang mana jamaah majelis taklim yang masih minim dalam pengetahuan keagamaan dan mempunyai sikap individualitas yang tinggi dalam lingkungan masyarakat. Tapi tidak menutup kemungkinan jamaah atau masyarakat untuk berubah ke yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan keagamaan yang dilakukan di majelis taklim Baitul Ikhlas yang membawa perubahan kepada hidup jamaahnya baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, artinya peneliti akan melihat fenomena yang terjadi di masyarakat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bentuk penelitian deskriptif&nbsp; kualitatif, karena peneliti berusaha mendeskriptifkan bagaimana&nbsp; bentuk-bentuk kegiatan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan di majelis taklim Baitul Ikhlas jorong Tanjung Balik Kenagarian Salimpat Kabupaten Solok. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Ketua Pembina majelis taklim Baitul Ikhlas, sedangkan informan pendukungnya adalah beberapa jamaah majelis taklim Baitul Ikhlas. Untuk memperoleh data penelitian, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan didukung dengan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif.Hasil penelitian ini meliputi bentuk-bentuk kegiatan pembinaan keagamaan masyarakat, yaitu (1) kegiantan bimbingan akidah yaitu kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada jamaah majelis taklim tentang keimanan kepada Allah Swt dan nabi Muhammad Saw. (2) kegiatan bimbingan ibadah yaitu kegiatan yang dilaksanakan untuk mengajarkan tata cara beribadah yang benar dan baik kepada jamaah majelis taklim. (3) kegiatan bimbingan akhlak yaitu kegiatan yang dilaksanakan untuk memberikan pemahaman secara tidak lansung kepada jamaahnya tentang bagaimana berakhlak kepada Allah Swt, berakhlak kepada sesama manusia dan juga bagaimana berakhlak kepada diri sendiri, dan (4) memberikan bimbingan dan pengajaran tentang hukum Islam, yang mana disini majelis taklim Baitul Ikhlas memberikan bimbingan dan pengajaran khusus terkait fiqh wanita, kegiatannya berbentuk pengajian (ceramah agama) yang mana dalam kegiatan ini dijelaskan kepada jamaahnya bagaimana seharusnya seorang perempuan dalam agama Islam

    Pengaruh Penggunaan Quizizz pada Tahap Evaluasi Mata Pelajaran Informatika terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 2 Tilatang Kamang

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi karena SMP N 2 Tilatang Kamang yang belum menerapkan penggunaan quizizz dalam evaluasi pembelajaran, kesulitan yang dialami guru dalam mengambil penilaian harian disebabkan karena kurang jelasnya tulisan siswa di lembar jawaban sehingga membutuhkan waktu yang lama dan penilaian harian yang biasanya digunakan pada proses evaluasi pembelajaran ialah papper and pencil test yang terasa rumit dan membosankan bagi siswa. Penulis menggunakan desain penelitian eksperimen semu untuk jenis penelitian eksperimental ini. Prosedur pengujian digunakan untuk melakukan metode pengumpulan data. Pretest dan posttest diberikan sebagai bagian dari metodologi pengujian dalam penelitian ini. Melalui hasil belajar siswa yang menjadi subjek penelitian dimanfaatkan untuk menggali informasi mengenai keefektifan pembelajaran. Menurut temuan penelitian, ini menunjukkan bahwa penggunaannya Quizizz dibandingkan penilaian kertas dan pensil akan menghasilkan hasil belajar siswa yang unggul dalam topik informatika. Hal ini cocok dengan temuan program data IBM SPSS Statistics v.26 untuk Windows, yang menggunakan uji-t untuk sampel yang diambil dari distribusi berbeda. uji menggunakan sampel terpisah. Pengambilan keputusan didasarkan pada apakah nilai sig (2-tailed) lebih besar kurang dari 0,05 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak, atau sebesar 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ho diterima. Nilai sig (2-tailed) adalah t-hitung = 155,06 &gt; atau 0,000 &lt; 0,05, menurut perhitungan data. T-tabelnya adalah 8,150. Nilai t taksiran tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan nilai t tabel pada taraf 5% seperti yang terlihat pada hal ini. Dengan ditolaknya nilai hipotesis (H0) dan hipotesis alternatif (Ha), maka dapat disimpulkan bahwa Quizizz berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar informatika siswa kelas VIII SMP N 2 Tilatang Kamang ditolak
    corecore