1,720,986 research outputs found

    Kurva Laktasi Induk Domba Jonggol (Domba Ekor Tipis) Berdasarkan Umur Induk yang Dipelihara dengan Sistem Penggembalaan Grazing System

    No full text
    ABSTRACT The objectives of this research were to know the effect of ewe’s age on curve of milk yield reared on grazing. This research was done in The Jonggol Animal Science Teaching, and Research Unit (JASTRU) located in Singasari Village, Jonggol, Bogor district. As many 100 local sheep comprises of pregnant and lactating ewes on average 1-4 years old were used in this research. The sheeps were grazed from 9 a.m. to 4 p.m. and housed on night. The result showed that ewe’s age different effect its of curve milk yield. Lactation peak is expected within 1-2 weeks of lambing, followed by a decreasing phase to the 16 weeks. Decreace of theewes 1 year age showed is not stable if comparation the ewes 3-4 year age. Key words : ewes, curve milk yield,grazing system

    Peningkatan Kualitas Sakura Blok sebagai pakan suplemen terhadap Performa Sapi Kaur yang Dipelihara Terintegrasi dengan Kelapa Sawit

    Get PDF
    Pertumbuhan industri kelapa sawit saat ini yang mencapai 14,3 juta ha berpotensi menghasilkan hasil samping berupa pelepah sawit cukup besar yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ruminansia. Pelepah sawit tidak dapat diberikan kepada ternak ruminansia dalam bentuk tunggal karena memiliki beberapa kelemahan yaitu kandungan protein kasar rendah yaitu 1.32-4.80% dan terdapat kandungan lignin hingga 30.18% yang dapat menghambat sistesis mikrobia rumen. Oleh karena itu, pemanfaatan pelepah sawit sebagai ransum ruminansia harus ditingkatkan kualitasnya dengan perlakuan seperti amoniasi dan penambahan pakan kosentrat atau pakan suplemen. Sakura blok merupakan pakan suplemen hasil modifikasi Urea Molases Blok (UMB) dengan formulasi campuran bahan baku utama limbah gula kelapa, dedak, jagung, sagu, urea dan mineral yang mampu menyediakan keseimbangan energi, nitrogen dan nutrien lainnya yang mudah larut yang dibutuhkan pertumbuhan mikroba dan produksi ternak ruminansia. Sakura blok telah diproduksi secara komersil dan digunakan secara luas baik pada ternak pedaging maupun ternak perah di Propinsi Bengkulu. Namun demikian, sebagai pakan suplemen, kandungan zat nutrisi sakura blok tergolong rendah terutama protein kasar yang hanya 17.83%. Cacing tanah merupakan bahan pakan sumber protein yang berpotensi untuk meningkatkan kualitas sakura blok. Kandungan protein kasar cacing tanah cukup besar, yaitu 75% dan merupakan sumber utama asam amino bercabang seperti valin, leusin dan isoleusin yang diperlukan untuk pertumbuhan mikroba rumen. Keunggulan lain, cacing tanah dapat hidup dan berkembang dengan baik pada media kotoran ternak sapi untuk menghasilkan pupuk organik bagi tanaman kelapa sawit. Oleh karena itu dilakukan serangkaian penelitian: 1. Penelitian Tahap 1 Tujuan penelitian untuk mendapatkan formula terbaik dari penggunaan level cacing tanah dan bungkil sawit sebagai subtitusi jagung dalam sakura blok komersil dalam meningkatkan produk fermentasi rumen dan kecernaan zat makanan secara in vitro. Bahan yang diuji adalah penggunaan tepung cacing tanah pada level 0, 2, 4, 6, dan 8 % pada formula sakura blok plus dan sakura blok komersial sebagai kontrol. Bungkil sawit sebagai subtitusi bahan jagung diberikan dalam jumlah sama yaitu 15% pada masing masing perlakuan sakura blok plus. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 6 perlakuan (5 perlakuan level cacing tanah pada sakura blok plus dan 1 sakura blok komersil sebagai kontrol), diulang sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penggunaan level cacing tanah maka semakin meningkat kandungan protein kasar dan Total digestible Nuutrien pada sakura blok plus. Namun demikian, hasil analisa secara in vitro menunjukkan konsentrasi amonia (NH3), asam lemak terbang (VFA: Volatile Fatty Acid ), asam lemak bercabang (BCFA: Branched Fatty Acid) dan populasi bakteri teringgi dihasilkan pada perlakuan cacing tanah dengan level 6%. Konsentrasi pH rumen dan kecernaan nutrisi (bahan kering, bahan organik dan protein) tidak berbeda antar perlakuan. 2. Penelitian Tahap 2 Penelitian tahap kedua bertujuan mendapatkan dosis optimal suplementasi sakura blok plus pada ransum sapi pelepah sawit amoniasi. Pada penelitian tahap II ini diambil 3 peringkat terbaik dosis sakura blok plus yang optimal pada ransum pelepah sawit amoniasi dalam meningkatkan produk fermentasi dan kecernaan zat makanan secara in vitro. Suplementasi sakura blok plus pada perlakuan ransum pelepah sawit amoniasi diberikan sebanyak 8,10,12 dan 14 % pada masing-masing perlakuan. Perlakuan ransum pelepah sawit amoniasi kontrol digunakan 10% sakura blok komersil pada ransum pelepah sawit amoniasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga terbaik perlakuan pemberian sakura blok plus pada tahap 2 adalah level 10%, 12% dan 14%. Meskipun demikian, perlakuan sakura blok plus pada dosis 12% adalah yang paling optimal dalam meningkatkan NH3, VFA total, VFA parsial (asetat), kecernaan serat (neutral detergen fiber, hemiselulosa dan selulosa) dan total bakteri. Meskipun total gas terbanyak pada perlakuan level 12% dan 14% sakura blok plus dalam ransum berbasis pelepah sawit amoniasi, tetapi persentasi gas methan terkecil dihasilkan pada level 12% sakura blok plus, hal ini disebabkan proporsi antara asam asetat dan propionat yang rendah. 3. Penelitian Tahap 3 Tujuan penelitian dari penelitian tahap 3 ini adalah menguji 3 formula ransum Pelepah Sawit Amoniasi (PSA) terbaik hasil penelitian tahap 2 yang disuplemen sakura blok plus dalam meningkatkan performa ternak sapi kaur. Hasil penelitian secara in vivo pada tahap 3 diperoleh pertambahan bobot badan yang tinggi diperoleh perlakuan 12% dan 14% sakura blok plus. Namun secara ekonomi perlakuan suplementasi 12% sakura blok plus yang menghasilkan pendapatan paling besar, hal ini ditunjukan pada efisiensi ransum yang tinggi, feed cos per gain yang rendah, Income Over Feed Cost (IOFC) dan Reveune per cost (R/C) yang tinggi. Kesimpulan sakura blok plus merupakan modifikasi sakura blok komersil dengan menggunakan 6% cacing tanah dan bungkil sawit sebagai pengganti jagung. Suplementasi 10%, 12% dan 14% sakura blok plus pada ransum berbasis pelepah sawit amoniasi merupakan dosis yang optimal dalam meningkatkan produk fermentasi rumen, kecernaan dan total bakteri secara invitro. Meskipun demikian, suplementasi 12% sakura blok plus pada ransum berbasis pelepah sawit meberikan hasil yang terbaik dalam meningkatkan performa sapi kaur dan pedapatan yang dihitung berdasarkan biaya pakan

    THE EFFECTS OF MILK PRODUCTION OF THE JAVANESE THIN TAIL ON AVERAGE DAILY GAIN, WEANING WEIGHT AND SURVIVAL OF PRE-WEANING LAMB

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh produksi susu induk terhadap pertambahan bobot badan, bobot sapih dan daya hidup anak domba ekor tipis Jawa periode pra-sapih. Penelitian dilakukan di Unit Penelitian dan Pengajaran Ternak Jonggol (JASTRU), Desa Singasari, Jonggol Bogor tahun 2007. Domba yang digunakan adalah sebanyak 100 ekor dalam keadaan bunting dan laktasi yang berumur rata-rata 3-5 tahun. Domba dilepas untuk grazing dari pukul 9 hingga 16 dan malamnya dikandangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi susu secara nyata berpengaruh terhadap pertambahan berat badan, berat sapih pada 2 bulan dan daya hidup pra-sapih. Domba jantan memiliki rata-rata pertambahan berat badan, berat sapih dan daya hidup yang lebih tinggi dari pada betina

    Produksi Susu Induk terhadap Pengaruh Pertambahan Bobot Badan, Bobot Sapih dan Daya Hidup Anak Domba Ekor Tipis Jawa Periode Prasapih

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh produksi susu induk terhadap pertambahan bobot badan, bobot sapih dan daya hidup anak domba ekor tipis Jawa periode pra-sapih. Penelitian dilakukan di UnitPenelitian dan Pengajaran Ternak Jonggol (JASTRU), Desa Singasari, Jonggol Bogor tahun 2007. Domba yang digunakan adalah sebanyak 100 ekor dalam keadaan bunting dan laktasi yang berumur rata-rata 3-5 tahun. Domba dilepas untuk grazing dari pukul 9 hingga 16 dan malamnya dikandangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi susu secara nyata berpengaruh terhadap pertambahan berat badan, berat sapih pada 2 bulan dan daya hidup pra-sapih. Domba jantan memiliki rata-rata pertambahan berat badan, berat sapih dan daya hidup yang lebih tinggi dari pada betina

    Effectiveness of Replacing Rice Bran with Palm Oil Processing Solid by-products (Solid) on the Performance of Kaur Cattle

    Get PDF
    Sakura Block Plus is a feed supplement designed to enhance cattle performance, with rice bran accounting for 22% of its total ingredients. However, due to the increasing scarcity and rising prices of rice bran, palm oil processing solid by-products offer a potential alternative. This study aimed to assess the effect of Sakura Block Plus supplemented with solid at different levels as a substitute for rice bran on dry matter intake and body weight gain in Kaur cows fed a natural grass diet. A Latin Square Design (LSD) was employed, involving four treatments and four replications. The treatments consisted of wild grass plus a sakura block, with 5.5% (P1), 11% (P2), 16.5% (P3), and 22% (P4) of the solid as rice bran replacement. The results indicated that replacing rice bran with solid up to 22% did not significantly affect dry matter intake (P>0.05). Still, there was a trend toward increased body weight gain at the highest solid level. Dry matter intake averaged 7.22-7.96 kg/head/day (2.80-3.06% of body weight), while body weight gain ranged from 0.41-0.52 kg/head/day. These findings suggest that solid can replace up to 100% of rice bran in sakura block plus formulations without adversely affecting cattle performance.Sakura Block Plus merupakan suplemen pakan untuk meningkatkan performa ternak. Berdasarkan komposisi bahan penyusunnya, penggunaan dedak sebagai bahan baku dalam Sakura Block Plus mencapai 22% dari total bahan. Namun, dedak saat ini sulit didapatkan di pasaran dengan harga yang terus meningkat. Padatan hasil pengolahan kelapa sawit berpotensi menjadi alternatif pengganti bekatul karena ketersediaannya yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi sakura block plus yang mengandung solid pada berbagai level sebagai substitusi dedak terhadap konsumsi bahan kering dan pertambahan bobot badan sapi kaur yang diberi pakan basal rumput alam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Lengkap (RBSL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan ransum dibagi menjadi: Rumput alam + sakura block plus yang mengandung 5,5% solid (P1), 11% solid (P2), 16,5% solid (P3) dan 22% solid (P4) sebagai pengganti dedak. Penggunaan solid sampai level 22% sebagai pengganti dedak pada sakura block plus tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, namun terdapat kecenderungan pertambahan bobot badan pada level solid yang paling tinggi. Rataan konsumsi bahan kering berkisar antara 7,22-7,96 kg/ekor/hari (2,80-3,06% dari bobot badan), sedangkan pertambahan bobot badan berkisar antara 0,41-0,52 kg/ekor/hari. Solid dapat menggantikan hingga 100% dedak padi dalam formulasi sakura block plus tanpa mempengaruhi kinerja sapi kaur yang diberi pakan basal rumput alami

    PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus androgynus) DAN RAGI TAPE (Saccharomyces cereviciae) DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI TELUR PUYUH (Coturnix-coturnix japonica)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian tepung daun katuk (Sauropus androgynus) dan ragi tape (Saccharomyces cereviciae) dalam ransum pada level yang berbeda terhadap produksi telur puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian dilaksanakan dari tanggal 19 Desember - 29 Januari 2014 di Comersial Zona of Animal Laboratory (CZAL) Universitas Bengkulu dengan menggunakan kombinasi tepung daun katuk dan ragi tape. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan adalah tepung daun katuk (2,5% dan 5%) serta ragi tape (0,25%, 0,5% dan 0,75%). Kombinasi perlakuan yang digunakan dalam penelitian adalah K1R1 (2,5% tepung daun katuk dan 0,25% ragi tape), K1R2 (2,5% tepung daun katuk dan 0,5% ragi tape), K1R3 (2,5% tepung daun katuk dan 0,75% ragi tape), K2R1 (5% tepung daun katuk dan 0,25% ragi tape), K2R2 ( 5% tepung daun katuk dan 0,5% ragi tape), K2R3 ( 5% tepung daun katuk dan 0,75% ragi tape). Hasil penelitian dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) menunjukkan bahwa pemberian kombinasi K1R1 (2,5% tepung daun katuk dan 0,25% ragi tape) mampu meningkatkan produksi telur puyuh serta menurunkan konversi ransum sedangkan K2R3 (5% tepung daun katuk dan 0,75% ragi tape) nyata menurunkan produksi telur puyuh

    PENGARUH PEMBERIAN SAKURA BLOK PLUS YANG MENGANDUNG SOLID TERHADAP KONSUMSI DAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN SAPI POTONG YANG DIBERI PAKAN RUMPUT ALAM

    No full text
    Ternak ruminansia merupakan salah satu jenis ternak yang mampu memberikan kontribusi yang besar dalam kesejahteraan manusia dengan memberikan protein hewani yang paling potensial melalui daging dan susu. Rumput alam memiliki keunggulan tersendiri kandungan nutrisi yang tersusun jenis rumput alam spesies Axonopus compresus mengandung BK 29,6%., PK 7,5%., LK 30,8%, Fosfor (P) 0,05%, Kalsium 0,39%, dan ME (Mj/Kg) 8,7%. penggunaan sakura blok pada sapi bali dapat meningkatkan pertambahan berat badan sebanyak 0,3 kg/ekor/hari jika dibandingkan dengan sapi yang hanya diberikan pakan basal rumput alam. Lumpur sawit merupakan salah satu limbah hasil pengolahan sawit yang tidak termanfaatkan. Solid mengandung BK 91,57%, BO 89,32%, PK 13,74% dan SK 22,68%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Pemberian lumpur sawit (solid) dengan sakura blok plus Terhadap konsumsi dan Pertambahan Berat Badan (PBB) sapi kaur yang diberi pakan rumput alam. Penelitian ini sudah dilaksanakan selama 60 hari di Commercial Zone Animal Laboatory (CZAL) jurusan Peternakan dan Laboratorium Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Penelitian menggunakan Rancangan Bujur sangkar Latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Konsumsi Ransum merupakan selisih antara jumlah pakan yang diberi dengan jumlah sisa pakan. Pengukuran pertambahan bobot badan dilakukan selama ±2 bulan dengan cara menimbang berat badan ternak setiap periode. Pertambahan bobot badan dihitung dengan cara mengurangi bobot badan akhir dengan berat badan awal. Semua data yang diperoleh diolah dan dianalisis keragaman menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Jika perlakuan berpengaruh signifikan maka dilanjutkan dengan uji Duncan multiple range test (DMRT). Hasil sidik ragam didapatkan bahwa suplementasi sakura blok plus dengan penambahan berbagai level solid berpengaruh tidak nyata (P>0.05). Konsumsi BK ransum pada P3 memiliki nilai paling rendah dari semua perlakuan yaitu 7,23 kg/ekor/hari. Secara angka konsumsi BK ransum P4 menunjukkan hasil tertinggi yaitu 7,41 kg/ekor/hari. Pertambahan bobot badan merupakan salah satu peristiwa perubahan bentuk tubuhyang mengalami pembesaran karena kualitas pemberian pakan yang bagus. Perlakuan pemberian pakan blok dari masing-masing formula tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan. Pertumbuhan sapi potong yang di suplementasikan pakan blok berbasis lumpur sawit (solid) berkisar antara 0,22 – 0,38 kg/ekor/hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi sakura blok plus yang mengandung solid sebagai pengganti dedak tidak dapat memberikan pengaruh yang signifikan pada konsumsi BK ransum dan pertambahan bobot badan. Penggunaan solid 22% (P4) menghasilkan nilai konsumsi BK ransum tertinggi dibandingkan perlakuan yang lainnya solid tidak menurunkan konsumsi BK ransum dan belum mampu untuk menambah bobot badan pada sapi potong sehingga penggantian dedak padi menggunakan solid 100% pada P4 (22% solid) dapat digunakan. (Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, 2024

    PENGARUH PEMBERIAN FERMENTASI TEPUNG KULIT PISANG JANTAN DENGAN MENGGUNAKAN NEUROSPORA CRASSA TERHADAP DEPOSISI LEMAK AYAM BROILER

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian fermentasi tepung kulit pisang jantan dengan menggunakan Neurospora crassa terhadap deposisi lemak ayam broiler. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Mei sampai 9 Juni tahun 2014 di Laboratorium Peternakan dan Laboratorium Lapangan Comercial Zone of Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Dalam penelitian ini menggunakan ayam broiler sebanyak 80 ekor. Tahapan penelitian dimulai dari persiapan kandang, pembuatan ferementasi tepung kulit pisang jantan, pemeliharaan ayam selama 36 hari, dan pemotongan. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang setiap ulangan terdapat 4 ekor ayam broiler. Perlakuan tersebut yaitu, P0 = Kontrol, P1 = Menggunakan 5% fermentasi tepung kulit pisang, P2 = Menggunakan 10% fermentasi tepung kulit pisang, P3 = Menggunakan 15% fermentasi tepung kulit pisang, P4 = Menggunakan 20% fermentasi tepung kulit pisang. Hasil sidik ragam menunjukan bahwa pemberian fermentasi tepung kulit pisang jantan dengan menggunakan Neurospora crassa berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap lemak abdomen, lemak gizzard, lemak penggantung usus, lemak leher, lemak paha, dan fatty liver score (warna hati). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian fermentasi tepung kulit pisang jantan dengan menggunakan Neurospora crassa level 20% belum mampu menurunkan lemak abdomen, lemak gizzard, lemak leher, lemak penggantung usus, lemak sartorial (paha), serta fatty liver score (FLS)

    Peningkatan Produksi Susu dan Income Over Feed Cost (IOFC) Kambing Perah dengan Penambahan Katuk (Sauropus adrogunus) dan Kunyit ( Curcuma longa) pada Sakura Blok

    Get PDF
    Demplot dilaksanakan selama 40 hari menggunakan rancangan bujur sangkar latin dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan (Gasperz, 1991). Masing-masing perlakuan dilaksanakan selama 10 hari (4 hari periode adaptasi dan 6 hari periode koleksi data). Perlakuan yang dilakukan di dalam Demplot (D) antara lain: D1(sakura blok), D2 (sakura blok+25 katu +2% kunyit), D3 (sakura blok +4% kunyit) dan D4 (sakura blok + 4% katu). Kambing perah yang digunakan dalam demplot adalah bengsa kambing Peranakan Etawa (PE) dengan berat rata-rata 50 kg, Pakan yang diberikan pada masing-masing perlakuan berupa hijauan (4 kg Indigofera sp: 1 kg Brachiaria decumbens), dan 4 kg ampas tahu (rekomendasi dari LPPB Pondok Kubang). Sakura blok diberikan sebanyak 150 gram/ekor/hari pada masing-masing kambing.hasil demplot menunjukan bahwa produksi susu tertinggi pada D4 yaitu sebesar 2.664,4 ml/ek/hari diikuti oleh  D2 (2,622.7 ml / ek / hari), D3 (2,456,2 ml / ek/ hari) and D1 (2,425 ml / ek /hari). Meskipun biaya ransum yang dikeluarkan pada D4 relatif paling tinggi diantara kelompok demplot, namun Income Over Feed Cost (IOFC) yang diperoleh juga relatif tinggi yaitu sebesar Rp,60.354/ekor/hari.sementara D1, D2 dan D3 IOFC yang diperoleh sebesar Rp54.859, Rp59.494   dan Rp55.484     Kata kunci : kambing perah, produksi susu, sakura blok, IOF
    corecore