589 research outputs found
Konsep dosa jariyah dalam Al-Quran: studi tafsir tematik
Deskripsi dosa dikalangan akademik sudah menjadi hal yang lumrah. Oleh sebabnya, tulisan ilmiah mengenai dosa sudah banyak sekali, lengkap dengan persoalan taubat. Ada dosa, ada taubat. Kajian umum atau kajian sufistik sudah selesai ditatanan akademik, Pada intinya setiap yang dilakukan manusia seimbang dengan dampak yang didapatkan. Ada kebaikan ada pahala, ada keburukan ada dosa. Kurang dari penyelesaian akademik adalah persoalan dosa jariyah. Jika ada amal jariyah, lalu adakah dosa jariyah ? amal jariyah tak usang ditelinga, lalu bagaimanakah dengan dosa jariyah ? apakah dosa jariyah ada dalam al-Quran bagaimana al-Quran melihat yang demikian disini penulis memberikan penjelasan tentang dosa jariyah dalam al-Quran. dengan menggunakan metode mawd}u‘i, yaitu mengambil ayat-ayat dalam al-Quran yang mempunyai kaitan dengan tema atau judul tentang dosa jariyah atau ayat-ayat yang bisa mewakilinya (representatif) dan mengambil pendapat para mufasir serta diperkuat dengan hadis Nabi Saw yang berkaitan dengan dosa jariyah. Fokus pembahasan dalam penelitian ini pada surat an-Nahl ayat 25, al-Ankabut 13 dan Yasin ayat 12. Hemat penulis dosa jariah dalam al-Quran mempunyai kalimat yang berbeda al-Quran menyebutnya dengan kalimat liyahmilu auzarahum, liyahmilunna astqalahum dan wa na’tubuma qaddamu wa atha rahum menurut para mufassir setiap perbuatan dosa akan terus mengalir selama masih ada orang yang mengerjakan dosa tersebut baik karena mengajak, ataupun karena meninggalkan bekas (dosa) selama hidup didunia, para mufasir memberikan contoh dalam perbuatan dosa jariyah seperti al-Maraghi, orang yang memmulai kebencian, permusuhan sehingga banyak orang yang mengikutinya merekalah orang yang mendapatkan dosa jariyah. Tak terlepas setiap perbuatan dosa harus di ikuti dengan taubat agar perbuatan dosa tersebut terhapus dan bersungguh-sungguh berhenti tidak melakukan perbuatan dosa itu tetapi dalam hal dosa jariah bagaimana seseorang taubat dari dosa ini. al-Quran memberikan solusi yaitu bertaubat dengan sungguh-sungguh dan di ikuti dengan melakukan perbuatan kebaikan-kebaikan sehingga Allah ganti keburukan dengan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan selama hidup
Penerapan Manajemen Dakwah Dalam Pengembangan Seni Budaya Islam di Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah Kotapinang Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan
Pembahasan pada penelitian ini seputar tentang penerapan seni budaya Islam dalam penerapan manajemen dakwah pada Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah Kotapinang. Secara rinci yang akan dibahas pada penelitian ini seputar : pertama, membahas tentang bagaimana penerapan manajemen dakwah oleh Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah Kotapinang ? Kedua, tentang bagaimana upaya pengembangakan seni budaya islam bagi santri oleh Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah Kotapinang ?dan yang ketiga membahas tentang apa saja hambatan yang terjadi dalam upaya pengembangakan seni budaya islam bagisantri oleh Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah Kotapinang ? Alasan penulis memilih penelitian ini adalah ingin mendalami secara akademik tentang sejauh mana seni Islami dalam kerangka manajemen dakwah yang diterapkan di sekolah-sekolah pendidikan yang berbasis Islam khususnya yang ada di Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah Kotapinang.Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui penerapan manajemen dakwah oleh Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah Kotapinang. Kedua, untuk mengetahui upaya pengembangan seni budaya islam bagi santri oleh Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah Kotapinang. dan ketiga, untuk mengetahui hambatan yang terjadi dalam upaya pengembangakan seni budaya Islam bagi santri oleh Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah Kotapinang. Metode yang digunakan pada penelitian ini berjenis deskriptif, pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah kualitatif.Sumber data pada penelitian ini meliputi data primer, data sekunder, dan data tersier.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, Wawancara dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini adalah yang pertama, penerapan manajemen dakwah dalam pengembangan seni Islami di Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah sudah berjalan dengan baik namun belum berjalan dengan maksimal.Kedua, upaya dalam pengembangan seni budaya Islam tidak tidak berjalan dengan maksimal karena beberapa faktor penghambat. Ketiga adalah hambatan-hambatan yang terjadi dalam pengembangan seni budaya Islam antara lain :dukungan dari pengelola Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah tidak maksimal, sumber daya manusia Guru yang mengajar terbatas, alokasi dana untuk pengembangakan seni budaya Islam tidak maksimal, kegiatan akademik padat, minat dan percaya diri santri kurang, fasilitas tidak memada
Hukum Penetapan Nominal Jariyah Masjid Perspektif Fiqih Empat Madzhab dan UU No 41 Tahun 2004
Akad tabarru` yang berbentuk jariyah diinterpretasikan pada wakaf, berdasarkan perspektif empat madzhab bahwasanya jariyah adalah asas legalitas dari adanya wakaf, dan berdasarkan hasil dari wawancara kepada ketua ta`mir masjid pengertian jariyah adalah intifa`ul `ain ma`a baqoul `ain. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui metode penetapan nominal masjid, dan mengetahui hukum penetapan nominal tersebut berdasarkan perspektif empat madzhab dan UU Wakaf. Metode penelitian adalah empiris, dengan pendekatan theoretical approach yaitu teori yang dihimpun langsung dari teori yang ada di kitab Fiqih masing-masing madzhab sebagai pisau analisa. Hasil penelitian ini menyebutkan metode penetapan nominal Jariyah tersebut berdasarkan Musyawarah Panitia Pembangunan, lalu diusulkan ke takmir dan pengurus masjid, kemudian dibawa ke Forum Tahlil Rutin agar dipilih salah satu dari penetapan nominal tersebut oleh masyarakat sesuai dengan kemampuannya. Perspektif empat madzhab berdasarkan kitab fiqih menyebutkan bahwasanya tiga madzhab kecuali madzhab Hanabilah bersepakat wakif harus ahlut tabarru` dan juga mukhtar. Perbedaan UU Wakaf dan pernyataan dalam kitab fiqih adalah dalam UU tidak mensyaratkan adanya muhtar. Sedangkan, dalam KHI pasal 217 mensyaratkan ahlut tabaru` dan mukhtar. Penetapan jumlah nominal jariyah menimbulkan adanya intervensi dalam akad tabarru` maka hukum hal tersebut adalah tidak boleh, berdasarkan pendapat KHI dan empat madzhab kecuali Hanabilah
Penggunaan Dana Jariyah Masjid untuk Kegiatan-Kegiatan di Masjid (Studi Kasus Masjid Darul Muttaqin di Desa Pandanrejo)
Masjid merupakan pusat kegiatan umat islam baik dsebagai sarana dan prasana ibadah, sosial bahkan ekonomi. Maka dari itu pengelolaan keuangan masjid yang baik dan bijak sangat dibutuhkan dalam proses pengelolaan dan pemanfaatnnya. Maka dari itu pengelolaan keuangan masjid yang baik dan bijak sangat dibutuhkan dalam proses pengelolaan dan pemanfaatnnya. Masjid hendaknya menjadi sumber kemaslahatan umat, sehingga personalianya seperti imam masjid, muadzin, yang memberi khotbah mendapat perhatian dari takmir masjid serta ada upaya untuk membuat perencanaan yang matang dalam kegiatan dakwah di masjid sehingga masjid berfungsi sebagai pusat dakwah keagamaan Islam yang positif bagi masyarakat. Pengadaan kegiatan-kegiatan di masjid memang menjadi beberapa terobosan para pengurus masjid untuk memakmurkan dan menghidupkan masjid. Dengan adanya pelaksanaan kegiatan-kegiatan di masjid para pengurus menggunakan dana jariyah milik masjid. Maka seringkali menimbulkan pertanyaan mengenai hukum dana jariyah masjid yang diperuntukkan untuk kegiatan-kegiatan di masjid.
Tujuan dalam penelitian ini adalah memahami mengenai konsep dana jariyah yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan di masjid dalam perspektif hukum Islam atau hukum fiqih menurut pandangan ulama madzhab, ulama hari ini dan ulama setempat serta pengurus masjid.
Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan kajian kepustakaan (library research) dan peneliatan lapangan (field research) sebagai bentuk mengkaji hukum islam dana jariyah dalam untuk digunakan pada kegiatan-kegiatan di masjid dari literatur dan juga mendapatkan hasil satu temuan di lapangan mengenai penggunaan dana jariyah masjid untuk kegiatan-kegiatan di masjid.
Kemudian setelah peneliti memiliki data yang telah terkumpul dan melakukan pembahasan mak kesimpulan peneliti mengenai hukum dana jariyah masjid digunakan untuk kegiatan-kegiatan di masjid memiliki dua perbedaan pandangan secara hukum dikalangan ulama. Ada yang memeperbolehkan dengan tujuan sebagai bentuk memberikan kemaslahatan untuk umat dan yang mengatakan tidak boleh karena digunakan bukan untuk masjid namun untuk kegiatan-kegiatan meskipun diadakannya di masjid.
Kata Kunci: Dana Jariyah Masjid, Kegiatan-Kegiatan di Masji
Penerapan Manajemen Dakwah Dalam Pengembangan Budaya Islam Di Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah Kotapinang Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami tentang penerapan
manajemen dakwah dalam bidang seni budaya pada Pondok Pesantren Ahmadul
Jariyah Kotapinang.Alasan penulis memilih penelitian ini adalahuntuk
mengetahui dan memahami secara akademik tentang sejauh mana seni Islami
dalam kerangka manajemen dakwah dapat diterapkan di sekolah-sekolah
pendidikan yang berbasis Islam khususnya yang ada di Pondok Pesantren
Ahmadul Jariyah Kotapinang.
Metode penelitian ini adalah dengan metode berjenis deskriptif dan dengan
pendekatan kualitatif dengan bersumber dari data primer, sekunder, dan
tersier.Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan melakukan
observasi, wawancara dan dokumentasi.Dengan informan yang diambil sebanyak
7 orang yang terdiri dari Pimpinan, Pengurus, Guru, dan Santri yang ada di
Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah Kotapinang.
Hasil dari penelitian ini adalahyang pertama,penerapan manajemen dakwah
dalam pengembangan seni Islami di Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah
Kotapinang sudah berjalan dengan baik meskipun terdapat kekurangan karena
adanya faktor-faktor yang mempengaruhi baik secara internal maupun eksternal
Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah Kotapinang.Pembahasan yang kedua adalah
bahwa upaya dalam pengembangan seni budaya Islam tidak tidak berjalan dengan
maksimal karena beberapa faktor penghambat.
Pembahasan yang ketiga tentang hambatan-hambatan yang terjadi dalam
pengembangan seni budaya Islam di Pondok Pesantren Ahmadul Jariyah
Kotapinang antara lain :dukungan dari pengelola Pondok Pesantren Ahmadul
Jariyah tidak maksimal, sumber daya manusia Guru yang mengajar terbatas,
alokasi dana untuk pengembangakan seni budaya Islam tidak maksimal, kegiatan
akademik padat, minat dan percaya diri santri kurang, fasilitas tidak memadai
Karakteristik Biskuit Tepung Mocaf dan Tepung Kulit Biji Kedelai Kuning (Glycine max)
Kulit biji kedelai kuning merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari produksi tempe yang belum digunakan secara maksimal, selama ini hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak padahal masih memiliki kandungan zat gizi yang banyak salah satunya adalah serat pangan. Kandungan serat pangan yang tinggi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan biskuit (dengan cara diolah menjadi tepung) bersama dengan tepung mocaf (pengganti tepung terigu) dan bahan pendukung lainnya seperti kuning telur sebagai sumber lemak, stevia dan sukralosa sebagai pemanis rendah kalori. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama yaitu perbandingan proporsi tepung mocaf dan tepung kulit biji kedelai kuning (90:10%, 80:20%, 70:30%, 60:40%, 50:50% dan 40:60%) dan faktor kedua yaitu penambahan kuning telur (4%,6% dan 8%). Data yang diperoleh di analisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan uji lanjut Duncans Multiple Range Test (DMRT) taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biskuit terbaik diperoleh pada perlakuan perbandingan proporsi tepung mocaf : tepung kulit biji kedelai kuning (40:60) dan kuning telur 8% dengan kadar air 6,92%, abu 1,65%, lemak 11,83%, protein 7,46%, karbohidrat 72,15%, memiliki nilai skoring organoleptik warna 3,04 (sedikit coklat), aroma 3,48 (kuat khas kulit biji kedelai kuning), rasa 2,76 (tidak berasa kulit biji kedelai kuning) dan tekstur 2,92 (sedikit renyah)
The meaning of Rebbe ritual as an interpretation of shadaqah jariyah in Probolinggo
The community of Lemah Kembar Village has a form of local wisdom preserved in fostering relationships, not only about the living but also about people who have passed away through shadaqah jariyah. One way of the cultural wisdom is the rebbe ritual done by the Probolinggo community, which is seen as alms from living families to relatives who have passed away. This study focused on exploring community interpretations and the historical social construction of rebbe ritual in interpreting the meaning of shadaqah jariyah in the community of Lemah Kembar village, Sumberasih district, Probolinggo. The results revealed that the historical social construction of rebbe ritual emerged from the differences of community’s understanding about the shadaqah jariyah, which were grouped into three, namely the group of people who believed in rewarding the deceased, the students who carried out the tradition but interpreted it differently, and the students who refused to do the tradition because such rituals were considered contrary to Islamic teachings
AN ANALYSIS OF PARENTAL ENGAGEMENT TOWARD THE FOREIGN LANGUAGE ACQUISITION OF YOUNG LEARNERS
Jariyah, Ainun. 2020. An Analysis of Parental Engagement toward The Foreign Language Acquisition of Young learners. Thesis. English Education Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Antasari State Islamic University. Advisors : (I) Hj. Nani Hizriani, MA. (II) Nor Izzatil Hasanah, S.Pd, M.Pd.
Keywords: Foreign Language Acquisition, Parental Engagement.
Parental engagement is highly relevant to the educational achievement of children, which means the influences of parents has a great influence on the academic success of students and helps students to further improve their foreign language learning. The purpose of this study was to know and analysis of parental engagement toward the foreign language of young learners. The subject of this study is 10 parents of young learners from ages nine to twelve years old, who have different profession. They have children who are interested in foreign language, especially English. The method of this study was qualitative method through descriptive technique. The data were collected from interview and questionnaire about parents’ engagement in English learning process of their children. The result shows that there is 4 roles of parents play in helping their children acquire foreign language, such as be facilitator, motivator, model and monitor. They helped their children in acquired foreign language (English) by being engaged based on these roles. In conclusion, parents’ engagement plays very important roles in improving their children’s skill in English
Konstruksi Sosial Historis Ritual Rebbe Dalam Menginterpretasikan Makna Shadaqah Jariyah Pada Masyarakat Lemah Kembar Sumberasih Probolinggo
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana konsep yang dibangun oleh masyarakat Lemah Kembar tentang Shadaqah jariyah dan kaitannya dengan ritual Rebbe yang dikhususkan bagi orang yang sudah meninggal dalam kaitannya dengan orang yang masih hidup melalui ritual ater-ater
EFEKTIVITAS LAYANAN PENEMPATAN PENYALURAN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN JURUSAN DI PERGURUAN TINGGI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 TAMBANG
ABSTRAK
Iliyin Jariyah, (2022) : Efektivitas Layanan Penempatan Penyaluran terhadap
Pengambilan Keputusan Jurusan di Perguruan Tinggi pada
Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Tambang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan penempatan penyaluran
terhadap pengambilan keputusan jurusan di perguruan tinggi pada siswa sekolah menengah
atas negeri 2 tambang. Jenis penelitian ini adalah Pre-Experimental dengan desain One
Group Pretest Posttest. Penelitian ini dilakukan di SMA 2 Tambang. Populasi pada penelitian
ini adalah seluruh siswa kelas XII tahun ajaran 2022-2023 yang berjumlah 350 siswa.
Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode random sampling dengan
rumus slovin yaitu berjumlah 94 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
angket. Adapun untuk analisis data peneliti menggunakan rumus uji – t. Hasil penelitian ini
menunjukkan layanan penempatan penyaluran terhadap pengambilan keputusan pada
perguruan tinggi efektif yang dilihat dari probabilitas Asymp. Sig (2-tailed) 0,000 < 0,005
sehingga Ho di tolak dan Ha di terima.
Kata Kunci : Layanan Penempatan Penyaluran, Pengambilan Keputusan Jurusa
- …
