498 research outputs found

    ANALISIS SEMIOTIKA IKLAN LAZADA 6.6 IVAN GUNAWAN

    No full text
    ABSTRAK Sulfiah, 2024. “Analisis Semiotika Iklan Lazada 6.6 Ivan Gunawan” Skripsi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab, dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Palopo. Di bimbing oleh Wahyuni Husain dan Saifur Rahman. Skripsi ini membahas tentang Analisis Semiotika Iklan Lazada 6.6 Ivan Gunawan Versi Bajak Laut di You Tube. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos pada iklan Lazada 6.6 Ivan Gunawan versi bajak laut di You Tube. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan teori semiotika Roland Barthes dengan sumber data yakni data primer dari video iklan Lazada 6.6 dan data sekunder, kemudian data yang dihimpun dari sumber lain seperti artikel dan internet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, makna deotasi yaitu Ivan Gunawan yang sedang mempromosikan iklan Lazada dalam menyambut pesta gajian yang mengunakan kostum bajak laut, menggunakan aksesoris, dan riasan wajah. makna konotasi Ivan Gunawan dalam iklan ini menampilkan maskulinitas baru atau disebut metroseksual, dimana laki-laki metroseksual merupakan laki-laki yang mempedulikan penampilan fisiknya dengan melakukan perawatan diri, menggunakan kosmetik, berbelanja, dan mencari kesenangan diri. makna mitos yaitu membentuk sebuah ideologi bias gender yang membangun perspektif bahwa laki-laki yang menjaga penampilannya dengan menggunakan riasan wajah atau aksesoris bisa lebih menarik perhatian banyak orang. Kata Kunci: Semiotika Roland Barthes, iklan Lazada 6.6, Ivan Gunawa

    Mengagumkan, Hasil Desain Gadis Difabel Ini Dipakai Ivan Gunawan

    No full text
    Bermimpi ingin menjadi seorang desainer handal, kini gadis difabel asal Pekalongan ini tengah berusaha mengejar cita-citanya itu. Melansir berbagai sumber, Jumat (2/2/2018) Windy bersama ayahnya, Karsiden dan seorang pendamping berangkat dari Pekalongan menuju Jakarta. Sebelumnya, Windi pernah mengatakan jika dirinya sangat mengagumi Ivan Gunawan dan ingin bertemu dengan idolanya tersebut, dan kini mimpi tersebut menjadi kenyataan. Tak sampai di situ, mimpi Windi untuk menjadi seorang desainer pun sepertinya akan terwujud seiring pertemuannya dengan Ivan Gunawan yang menggunakan desain buatannya

    ANALISIS VISUAL KARYA IVAN GUNAWAN BERTAJUK “MAHARANI” PADA EVENT NEW YORK FASHION WEEK 2023

    No full text
    Ivan Gunawan menghadirkan pandangan baru tentang bagaimana fashion Indonesia dapat diperkenalkan ke dunia. Berbeda dengan desainer Indonesia lainnya yang biasanya fokus pada pengenalan kain-kain Indonesia saat ber-fashion show di luar negeri, Ivan Gunawan memiliki perspektif yang berbeda, yaitu dengan memadukan sejarah Nusantara di masa lampau dengan gaya hidup modern. Karakter dari busana karya Ivan Gunawan ini akan menjadi lebih berdasar manakala dilakukan analisis visual yang secara rinci difokuskan pada unsur desain busana, prinsip desain busana, dan karakteristik busana. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilaksanakan, penerapan unsur desain, prinsip desain, dan karakteristik busana pesta wanita dewasa karya Ivan Gunawan bertajuk “Maharani” pada event New York Fashion Week 2023 saling berkaitan dengan tema “Maharani” yang diusung oleh sang desainer serta berkaitan dengan tren-tren yang muncul pada event tersebut. Selain itu, terdapat motif Kipas Renjana dan Pakis Suvarna yang menjadi motif pertama kali diciptakan oleh Ivan Gunawan selama berkarir di bidang busana. Ivan Gunawan offers a fresh perspective on how Indonesian fashion can be introduced to the global stage. Unlike other Indonesian designers who typically emphasize the introduction of Indonesian textiles during international fashion shows, Gunawan integrates the historical narratives of Nusantara with contemporary lifestyles. A detailed visual analysis focusing on the elements of design, design principles, and characteristics of his garments reveals that the characteristics of Ivan Gunawan's creations are significantly enhanced. The analysis indicates that the design elements, principles, and characteristics of his women's evening wear collection titled "Maharani," showcased at New York Fashion Week 2023, are intricately linked to the theme of "Maharani" and resonate with the prevailing trends of the event. Additionally, the motifs Kipas Renjana and Pakis Suvarna, which were introduced by Gunawan during his fashion career, further enrich this collection

    Aku Berkarya dengan Cinta

    No full text
    Memiliki tekad kecil untuk menjadi seorang selebriti, yang sekaligus fashion designer, telah menjadi pilihan hidup Ivan Gunawan. Sepuluh tahun ia lalui dengan suka duka. Memilih tampil dengan dandanan wanita, terjerumus dalam pergaulan yang mengenalkannya dengan obat-obatan terlarang, hingga gaya hidup berfoya-foya, semuanya pernah ia lewati. Hingga akhirnya ia mengambil alih dan mengubah untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan, tak lepas dari dukungan para sahabat. Ivan Gunawan, seorang desainer yang tak pernah mengenyam pendidikan fashion, yang gigih dan bekerja keras mencapai cita-citanya, apa pun penilaian orang lain. Sosok pribadi yang hangat, rendah hati, dan pantang berbasa-basi, kini menapaki jalan kesuksesan tanpa mengenal lelah

    Ivan Gunawan : aku berkarya dengan cinta

    No full text
    257 p. ; 30 cm

    CODE SWITCHING USED BY IVAN GUNAWAN AS THE COMMENTATOR IN THE DANGDUT ACADEMY ASIA 2

    No full text
    The ability to acquire more than one language or called as bilingualism, leads people to use more than one language to communicate with others. This phenomenon is known as code switching. The reasons why people do code switching are vary, can be social factors and social dimensions. This phenomenon also happened in the Dangdut Academy Asia 2, a music competition, held in Indonesia, participated by 36 contestants from six different countries in Asia, like Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei Darussalam, Thailand, and Timor Leste. Because of the different languages owned by participants, all contestants, commentators, host, judges, and even audiences, code switching happened during the show. Moreover, Ivan Gunawan, one of the commentators from Indonesia who is fluent both in Indonesian and English often did code switching in that show. This study focuses on the type of code switching used by Ivan Gunawan when commenting the contestants’ performances and the reasons why he did it. There were 12 contestants from six Asian countries consisting of 6 males and 6 females, from six different countries. The data were taken from 4 episodes of November, 8th, 11th 14th, and 16t.h. The data were analyzed using the theory of code switching by Holmes and Wardhaugh. The result showed that four types of code switching proposed by Holmes and Wardhaugh were found in this study. The most dominant type of code switching which appeared in this study was intra-sentential switching, in which Ivan Gunawan mostly switched words within sentence. Then, the factor which probably motivated Ivan Gunawan in doing code switching was the topic, participants, and social context

    Campur Kode dalam Vlog OOTD (Obrolan Of The Day) Deddy Courbuzier dan Ivan Gunawan Episode “Baru Nge-Gym Igun Nantang Tinju Azka”

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh campur kode dalam percakapan yang terjadi pada Video Vlog Ootd (Obrolan Of The Day) Deddy Courbuzier & Ivan Gunawan. Campur kode pada penelitian ini merupakan pencampuran dua atau lebih bahasa yakni Bahasa Inggris dengan Bahasa Indonesia oleh penutur dalam suatu percakapan berupa serpihan kata, frasa dan klausa. Tujuan penelitian ini salah satunya untuk mengkaji bentuk campur kode yang terdapat pada vlog tersebut. Jenis penelitian dari vlog ini adalah adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Dengan cara: 1) simak: menonton dan mendengarkan video Video Vlog Ootd (Obrolan Of The Day) Deddy Courbuzier & Ivan Gunawan. (2) mentranskipkan percakapan, peneliti menterjemahkan semua tuturan dialog yang ada dalam video vlog Video Vlog Ootd (Obrolan Of The Day) Deddy Courbuzier & Ivan Gunawan, (3) menginventarisasi data, inventarisasi data adalah memilih dan mengelompokkan data sesuai dengan peneliti kaji yaitu mengolahnya menjadi data kata, frasa, klausa. Hasil penelitian dari vlog tersebut yaitu: campur kode eksternal berupa (1) Kata, (2) Frasa, (3) Klausa. Selanjutnya data yang ditemukan dalam Video Vlog Ootd (Obrolan Of The Day) Deddy Courbuzier & Ivan Gunawan tersebut memperoleh 39 data campur kode bentuk kata, 11 data campur kode bentuk frasa dan 25 data campur kode bentuk kalimat. Jadi total keseluruhan data yang ditemukan dalam video vlog tersebut berjumlah 77 data campur kode. Disimpulkan video vlog ini memberikan banyak motivasi agar kita lebih giat dalam mempelajari bahasa dan mempraktekkan dalam percakapan sehari-hari

    Gunawan Tjahjono & Josef Prijotomo: Postcolonial Traditionality

    No full text
    This small booklet contains the inaugural speeches of Gunawan Tjahjono and Josef Prijotomo on their appointments as professors at the University of Indonesiaand Surabaya Institute of Technology, 10 November. The texts provide novel insights into their respective approaches to Indonesian architecture, and appear here for the first time in English. An analytical reflection on their work by the architectural historian Abidin Kusno introduces them.History, Form & Aesthetic

    Studi Analisis Isi: Representasi Kritik Politik dan Ideologi Komunis pada Lukisan Karya Hendra Gunawan

    No full text
    This study seeks to explore the political interests and ideology of communism which are considered to be represented in the paintings of Hendra Gunawan by the Orde Baru regime. Using the content analysis method, this study will review the intent that Hendra Gunawan was trying to convey in 10 paintings themed on people\u27s lives from 1950 to 1968, a phase where political party intervention in art is suspected. The results showed that there was a match between the political interests of the communist group and the interpretation of the painting in the form of messages expressed by Hendra in his paintings. By looking at the compatibility between the message conveyed by Hendra in his painting, and the indicators designed based on the Prinsip Kesenian 1959, most of which contain the political interests of the communist group in the cultural realm. So it can be concluded that Hendra Gunawan\u27s painting is a painting that is quite ideal for the interests of the communist group, by fulfilling 4 of 5 aspects, namely ideological aspects, class struggle, cultural values, and practical aspects. However, the non-fulfillment of 1 aspect in the form of describing the ideal conditions of the revolution resulted in the possibility of Hendra\u27s idealism being maintained, a possibility that is also a weakness of this research, in addition to the focus of research which only raises 1 character. Apart from that, it is very important to reveal the facts about Hendra Gunawan, because at that time Hendra with his work was recognized as one of the widely known masters of painting. It is hoped that, even though his paintings contain the ideology of communism, this does not necessarily become the reason for the disappearance of Hendra\u27s figure from history books. Because by eliminating the name Hendra Gunawan, it means you have removed an important part of the Indonesian art heritage. Key Words : representation, politics, communism, paintings, hendra gunawan  Penelitian ini berupaya menggali kepentingan politik dan ideologi komunisme yang dianggap terepresentasi dalam lukisan Hendra Gunawan oleh rezim Orde Baru. Dengan menggunakan metode analisis isi, penelitian ini akan melihat kembali maksud yang berusaha disampaikan Hendra Gunawan dalam 10 lukisan bertema kehidupan rakyat yang berasal dari rentang tahun 1950-1968, suatu fase dimana intervensi partai politik dalam ranah kesenian dicurigai banyak terjadi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesesuaian antara kepentingan politik kelompok komunis dengan hasil interpretasi lukisan berupa pesan yang diungkapkan Hendra dalam lukisannya. Dengan melihat kesesuaian antara pesan yang disampaikan Hendra dalam lukisannya, dengan indikator yang dirancang berdasarkan Prinsip Kesenian 1959 yang banyak memuat kepentingan politik kelompok komunis diranah kebudayaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa lukisan Hendra Gunawan merupakan lukisan yang cukup ideal bagi kepentingan kelompok komunis, dengan memenuhi 4 dari 5 aspek, yaitu aspek ideologis, perjuangan kelas, nilai budaya, dan aspek praktis. Namun tidak terpenuhinya 1 aspek berupa penggambaran kondisi ideal revolusi menghasilkan kemungkinan bahwa idealisme Hendra masih terjaga, satu kemungkinan yang sekaligus  menjadi kelemahan dari penelitian ini, selain dari fokus penelitian yang hanya mengangkat 1 tokoh. Terlepas dari hal tersebut upaya pengungkapan fakta tentang Hendra Gunawan sangat penting untuk dilakukan, sebab pada masanya Hendra dengan karyanya diakui sebagai salah satu maestro lukis yang dikenal secara luas. Diharapkan, meski ideologi komunisme terdapat dalam karya lukisannya, namun hal itu tidak serta merta dapat dijadikan alasan hilangnya sosok Hendra dari buku-buku sejarah. Karena dengan menghapus nama Hendra Gunawan, berarti telah menghilangkan salah satu bagian penting dari dunia kesenian Indonesia. Kata Kunci: Komunisme, Ideologi, Lukisan, Hendra Gunawan   &nbsp

    Conversational Style in Brownies (Obrolan Manis) Talk Show

    No full text
    This study deals with the analysis of Conversational style in Brownies (Obrolan Manis) Talk show. The aim of this study were to find out the types of conversational style used by two host and to figure out the realization of conversational style used by Ivan Gunawan and Ruben Onsu. This research was conducted by using descriptive qualitative analysis. The data were obtained from the utterance of Ivan Gunawan and Ruben Onsu in Brownies (Obrolan Manis) Talk show. There were 120 data which consist 61 utterances of Ivan Gunawan and 59 utterances of Ruben Onsu. The data collected were analyzed based on Miles and Huberman analysis model including data reduction, data display, drawing and verifying conclusion.The research finding showed thatthere were two types of conversational style that found in Brownies (Obrolan Manis) talk show.there were high involvement style and high considerateness style. conversational style classified based on the used of turn taking that devide into pause,overlap and backchannel. turn taking of Ivan Gunawan used 16 times pause, 40 overlap and 5 backchannel and Turn taking of Ruben Onsu used 31 times pause, 19 overlaps and 9 backchannel.So, it was concluded that Ivan Gunawan used high involvement style, it can be seen Ivan more often did Overlap. And Ruben Onsu used high considerateness style, it can be seen Ruben more often did pause. conversational style used by Ivan Gunawan and Ruben Onsu were realized by turn taking. In all segment Ivan Gunawan and Ruben Onsu used pause, overlap and backchanne
    corecore