200 research outputs found

    MUBA>HALAH DALAM AL-QUR’AN KAJIAN TERHADAP FENOMENA MUBA>HALAH DI MEDIA SOSIAL

    Full text link
    ABSTRAK Israwati, 2022. “Muba>halah Dalam Al-Qur‟an Kajian Terhadap Fenomena Muba>halah Di Media Sosial”. Skripsi Program Studi Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir Fakultas. Ushuluddin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Dr. H. Rukman A.R Said dan Abdul Mutakabbir. Skripsi ini membahas tentang muba>halah dalam al-Qur‟an dengan melihat fenomena di media sosial ( youtube). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan al-Qur‟an tentang muba>halah serta untuk mengetahui fenomena muba>halah yang ada di media sosial. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif deangan metode yaitu mempelajari komunitas atau budaya secara online. Pendekatan yang digunakan adalah ilmu tafsir fenomenologi. Adapun data primernya yaitu media sosial dan al-Qur‟an, sedangkan data sekunder yaitu jurnal, skripsi serta dokumen lainnya. Metode pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa muba>halah adalah salah satu solusi yang dilakukan pada saat terjadi suatu perdebatan dengan cara berdoa kepada Allah swt dengan sungguh-sungguh agar menjatuhkan laknat pada pihak yang berdusta. Muba>halah telah terjadi di zaman Rasulullah saw terdapat dalam QS Ali-Imra>n/3:61, dimana dalam ayat ini Nabi Muhammad saw mengajak Kaum Najran untuk bermuba>halah agar suatu kebenaran dapat dibuktikan dan pihak yang bersekutu mendapat laknat dari Allah swt. Kasus muba>halah berlanjut hingga zaman sekarang, dan pelaksanaannya cenderung tidak sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah saw sebagaimana dalam tiga kasus muba>halah yang terjadi di media sosial (youtube) diantaranya Bambang Tri, Keluarga korban laskar FPI, dan Para korban investor batu bara Ust Yusuf Mansur. Ketiga kasus tersebut dilakukan secara sepihak dan tidak memperhatikan ketentuan serta syarat sahnya muba<halah. Sebagai implikasi dari penelitian ini diharapkan agar masyarakat tidak dengan mudahnya melakukan muba>halah. Berselisih sedikit (beda faham) langsung diakhiri dengan muba>halah yang memiliki konsekuensi yang berat. Kata Kunci: Sumpah Muba>halah, Media Sosial

    “PeningkatanKemampuanMembacadalamMemahamiBeritadenganMenggunakanMetodeTPS (Think, Pair, Share) padaSiswaKelas VIIIU SMP Negeri 3 BontotiroKabupatenBulukumba.”

    Full text link
    ABSTRAK ISRAWATI AMIR.2014. “PeningkatanKemampuanMembacadalamMemahamiBeritadenganMenggunakanMetodeTPS (Think, Pair, Share) padaSiswaKelas VIIIU SMP Negeri 3 BontotiroKabupatenBulukumba.”Skripsi.JurusanBahasadanSastra Indonesia, FakultasBahasadanSeni, UniversitasNegeri Makassar.Dibimbingoleh Abdullah DoladanSulastriningsihDjumingin. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikanpeningkatankemampuanmembacadalammemahamiberitadenganmenggunakanmetodeThink Pair SharesiswakelasVIIIu SMP Negeri 3 BontotiroKabupatenBulukumba.Jenis penelitian ini adalah penelitiankualitatif yang berbentukpeneltiiantindakankelas (PTK). PenelitianTindakanKelasinidilaksanakan di SMP Negeri 3 BontotiropadakelasVIIIu semester 2 Tahunpelajaran 2013/2014.Data penelitianberupa data perencanaan, data pelaksanaan, dan data evaluasi. Data diperolehmelaluiobservasi, dantesdarisetiaptindakanperbaikanpenerapanpembelajaranThink Pair Share. Teknikpengumpulan data adadua, yaitutesdannontes.Teknikanalisisdanpengolahan data yang ditempuhpenelitidalampenelitianiniadalahdenganmenggunakanteknikanalisiskuantitatifdanteknikkualitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaranmembacadalammemahamiberitadenganmetodethink pair sharemengalamipeningkatan. Hal initampakpada proses danhaislbelajarmembacaberitasiswa. Perubahantingkahlakumenunjukkanbahwasikapsiswasiklus I menunjukkantingkahlakunegatif yaitu perhatian siswa dalam proses pembelajaran belum terfokus, sebagian siswa masih pasif, dan siswa belum bisa menyesuaikan dengan pola pembelajaran yang diberikan peneliti. Pada siklus II sudah terjadi perubahan tingkah laku siswa. Perubahan tersebut mengarah pada perubahan positif yaitu siswa lebih serius dalam membaca, perhatian siswa dalam proses pembelajaran sudah terfokus, siswa sudah mulai aktif, dan siswa sudah bisa menyesuaikan dengan pola pembelajaran yang diberikan peneliti. Hasilevaluasipembelajaranmembacadalammemahamiberitadenganmetodethink pair sharemenunjukkanpeningkatan. Peningkatantersebutdapatdiketahuisetelahmembandingkanhasilteshasiltessiklus I danhasiltessiklus II padasetiapaspek.Padaaspekmenuliskanaspek 5W dan 1H memperoleh rata-rata sebesar 78,92danmengalamipeningkatan 14,61 dari rata-rata siklus I yang hanyamencapai 64,31. Aspekmembuatrangkuman yang berkaitandenganisiberitamemperoleh rata-rata sebesar 76,91danmengalamipeningkatan 19,71 dari rata-rata siklus I yang hanyamencapai 57,20. Adapunaspekmenyimpulkanisiberitamemperoleh rata-rata 75 danmengalamipeningkatan 27,95dari rata-rata siklus I yang hanyamencapai 47,05. Kata Kunci: Membaca,Berita,danMetodeThink, Pair, Shar

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI TEKNIK PROBING PROMPTING DENGAN PENDEKATAN METAKOGNISI

    Full text link
    Dian Israwati (2020). Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa melalui Teknik Probing Prompting dengan Pendekatan MetakognisiSetiap siswa memiliki kemampuan berpikir yang berbeda-beda seperti dalam kegiatan berpikir untuk menerima dan mengolah suatu informasi. Kemampuan berpikir yang siswa gunakan adalah kemampuan berpikir kognitif atau dikenal dengan istilah metakognisi dalam dunia pendidikan seperti memonitor dan mengontrol pada setiap tahapan yang dilakukan. Siswa yang memiliki kesadaran metakognisi terlatih untuk selalu merancang strategi terbaik dalam memilih, mengingat, mengenali kembali, mengorganisasi informasi yang dimilikinya serta kemampuan pemecahan masalah yang dihadapi siswa. Oleh karena itu dibutuhkan upaya guru untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis melalui teknik pembelajaran probing prompting dengan pendekatan metakognisi siswa. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa diselidiki melalui tes akhir di setiap siklus pembelajaran. Proses metakognisi siswa diselidiki dengan lembar metakognisi dan wawancara. Aktivitas siswa dan aktivitas guru mengajar diselidiki setiap pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu 1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada siklus I mencapai ketuntasan 46,16% dan siklus II sebesar 61,54%. Pada siklus III meningkat menjadi 67,38% dan siklus IV sebesar 69,24%. Selanjutnya meningkat lagi pada siklus V sebesar 78,85%. 2) proses metakognisi siswa mengalami perubahan dalam memonitor dan mengontrol tahapan yang dilakukan siswa. 3) aktivitas siswa pada proses pembelajaran mengalami perkembangan dari beberapa indikator yang memenuhi kriteria waktu ideal. 4) kinerja guru pada siklus I, II, III, dan IV mencapai 68%, 71%, 76%, dan 78% dengan kategori baik. Sedangkan pada siklus V aktivitas guru sudah masuk ke kategori sangat baik dengan nilai kinerja 81%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa meningkat melalui teknik probing prompting dengan pendekatan metakognisi. Kata kunci: Pemecahan Masalah, Probing Prompting, Metakognis

    PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA TANAMAN JAHE UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA (STUDI KASUS DESA BALUTAN KEC. BUPON KAB. LUWU)

    Full text link
    xxi ABSTRAK Israwati Wais. 2022 :“Pengembangan Usaha Budidaya Tanaman Jahe untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga (Studi Desa Balutan Kecamatan Bupon Kabupatan Luwu)” Skripsi Program studi Ekonomi Syariah Fakultas ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing Oleh Ikhsan Purnama S.E.Sy.,M.E Jahe merupakan salah satu tanaman rimpang yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya digunakan sebagai ramuan herbal.Salah satu hasil uji farmakologi membuktikan bahwa jahe menjadi salah satu ramuan antibakteri dan sebagai pencegahan antiinflamasi bagi tubuh. Di era modern saat ini,jahe diburu untuk dijadikan salah satu usaha yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga di masa pandemi, awal permasalahan yang dihadapi petani saat itu adalah buah coklat yang ditanam mudah terserang hama sehingga buahnya rusak atau tidak bagus. sehingga petani beralih ke tanaman jahe. banyak masyarakat Desa Balutan yang berbondong bondong menjalankan usaha budidaya jahe karena harganya melesat tinggi dimasa pandemi, banyak pedagang dipasar yang memasarkan jahe karena adanya permintaan dari konsumen, banyak konsumen yang memanfaatkan jahe sebagai ramuan herbal antiinflamasi di masa pandemi. xxii Banyak konsumen yang mengatakan bahwa jahe merah sangat ampuh menyembuhkan radang tenggorokan dan bisa membunuh sel kanker dalam tubuh, selain itu jahe merah juga ampuh meningkatkan sistem kekebalan daya tahan tubuh. Karena dinilai sebagai tanaman yang bermanfaat dan mudah dibudidayakan,usaha Jahe memiliki peran penting dalam meningkatkan ekonomi keluarga di Desa Balutan Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu. Jadi penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Responden penelitian dalam penelitian ini terdiri dari 10 orang petani dari total seluruh 20 Petani jahe yang ada Di Desa Balutan Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu. Penelitian menggunakan Metode Kualitatif Deskriktif dengan pendekatan studi kasus.Peneliti melakukan wawancara dan mengumpulkan responden penelitian dengan teknik data yang dikumpulkan peneliti secara langsung dari sumbernya. Sumber tersebut diperoleh melalui informan yang berhubungan dengan obyek penelitian melalui wawancara mendalam kepada pemilik utama yaitu pengelola usaha budidaya Jahe di Desa Balutan.dengan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha jahe berpotensi untuk meningkatkan perekonomian keluarga, karena dari hasil panen dijadikan modal usaha kembali dan usaha itu berputar terus seiring berjalannya usaha tersebut.budidaya jahe juga sangat mudah dibudidayakan sehingga petani jahe tidak kewalahan dalam mengurus proses budidayanya. Kata Kunci : Usaha Jahe, Meningkatkan Ekonomi Keluarg

    Pembinaan Akhlak Anak di Taman Kanak-kanak Dahlia Kelurahan Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala

    Full text link
    Berkah Israwati, 2015. Pembinaan Akhlak Anak di Taman Kanak-kanak Dahlia Kelurahan Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala.Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Drs. H. Imran Sarman.M.Ag Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pembinaan akhlak bagi anak berusia empat sampai enam tahun, pada masa ini anak sangat mudah meniru perilaku orang yang ada disekitarnya. Untuk itu diperlukan lembaga pendidikan untuk usia anak pra sekolah sebagai sarana dalam pembinaan akhlak agar anak tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif dan selalu berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan guru untuk membina akhlak pada anak dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembinaan akhlak tersebut. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru Taman Kanak-kanak Dahlia Kelurahan Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala yang berjumlah 6 orang. Objek penelitian ini adalah upaya guru dalam membinan akhlak anak Taman Kanak-kanak Dahlia Kelurahan Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu wawancara, dokumenter, dan observasi. Untuk analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan mendeskripsikan kejadian yang sesungguhnya dalam bentuk uraian kalimat, kemudian diambil kesimpulan dengan metode induktif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa upaya guru dalam pembinaan akhak pada anak melalui beberapa metode yaitu, keteladanan, nasehat, pengawasan, pembiasaan dan selalu mengingatkan. guru melakukan pengawasan terhadap prilaku siswa baik ketika siswa berada di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Dalam kegiatan keteladanan, guru memberikan contoh sikap yang baik kepada siswa seperti berbicara dengan sopan, bersikap sopan santun dan bertingkah laku yang baik karena setiap hal yang mereka lakukan adalah menjadi panutan bagi siswa. Selain itu guru juga memberikan nasehat, pengawasan, pembiasaan dan selalu mengingatkan sebagai upaya pembinaan akhlak pada siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembinaan akhlak pada siswa di Taman Kanak-kanak Dahlia Kelurahan Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala meliputi: latar belakang guru di Taman Kanak-kanak Dahlia yang diantaranya lulusan S1 dan DII, dan kepribadian guru yang baik, baik ketika mendidik dan mengajar, pengalaman mengajar guru terbilang sudah berpengalaman dalam mengajar , waktu yang tersedia sudah dijadwalkan oleh sekolah dan guru, lingkungan keluarga dalam membina akhlak sangat penting karena merupakan lembaga pendidikan pertama, dan lingkungan sekolah serta lingkungan masyarakat memberikan pengaruh besar kepada anak didik

    Upaya Meningkatkan Komunikasi Antarpribadi Siswa Melalui Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Permainan Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Pemalang Tahun Pelajaran 2008-2009

    No full text
    Israwati, Rani. 2009. Upaya Meningkatkan Komunikasi Antarpribadi Siswa Melalui Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Permainan Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Pemalang Tahun Pelajaran 2008-2009. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Drs. Supriyo, M. Pd Pembimbing II: Dra. Ninik Setyowani, M.Pd. Komunikasi antarpribadi sebagai sesuatu yang harus dimiliki setiap manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya, hubungan dengan manusia lain tidak lepas dari rasa ingin tahu tentang lingkugan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan membuktikan seberapa besar upaya meningkatkan komunikasi antarpribadi siswa melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan pada siswa kelas VII H SMP Negeri 2 Pemalang tahun ajaran 2008-2009. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian Pre Eksperimen Design dengan jenis One Group Pre-test and Post-test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pemalang Tahun Pelajaran 2008-2009 yang berjumlah 30 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel random atau sampel acak, dimana yang menjadi sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII H berjumlah 10 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala psikologi dengan jumlah 76 butir soal dan 62 butir soal dinyatakan valid dan reliabel. Sedangkan metode analisis data untuk mengetahui keefektifan layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan sebagai upaya dalam meningkatkan perilaku komunikasi antarpribadi siswa melalui uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui gambaran siswa sebelum memperoleh layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan, secara keseluruhan siswa memperoleh persentase skor rata-rata 59,23% termasuk dalam kriteria rendah (R). Setelah memperoleh layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan, hasil post test secara keseluruhan menunjukan bahwa persentase skor rata-rata perilaku komunikasi antarpribadi siswa meningkat menjadi 86,45% yang termasuk dalam kriteria sangat tinggi (ST). Dengan demikian, siswa yang telah memperoleh layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan ini, perilaku komunikasi antapribadinya meningkat, dimana peningkatan tersebut sebesar 27,22%. Dari uji Wilcoxon diperoleh Zhitung sebesar 5,14 dan nilai Ztabel pada taraf signifikan 5% dan N=10 diperoleh Ztabel sebesar 1,96. Terkait dengan uraian tersebut maka tingkat komunikasi antarpribadi siswa sebelum dan setelah memperoleh layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan adalah berbeda dan mengalami peningkatan yang signifikan. Disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik permainan efektif sebagai upaya dalam meningkatkan komunikasi antarpribadi siswa kelas VII H SMP Negeri 2 Pemalang Tahun Pelajaran 2008-2009. Saran bagi siswa yang khususnya mengalami kecemasan dalam berkomunikasi antarpribadi, hendaknya dapat mengurangi kecemasan komunikasi antarpribadi dengan melatih diri untuk membiasakan berkomunikasi dengan orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung

    Students’ Perception toward Intensive Program of Foreign Language (PIBA) Roles in Developing Speaking Ability of Third Semester Student of Third Semester of Adab and Humanity Faculty

    Full text link
    This research describe about the perception which aimed know the students’ perception toward intensive program of Foreign Language roles in speaking ability of third semester student of Adab and Humanity Faculty. This research used mixed method of Quantitative and qualitative method. The instrument of the research were Interview sheet and questionnaire which consisted of 20 close ended question. The analysis of the data was based on the theory of Jordan et. Who talked about perception.The finding of this research showed that the majority of third semester of Adab and Humanity faculty gave positive perception towards roles English speaking in Intensive program of Foreign Language. The researcher revealed that the third semester student of Adab and Humanity Faculty gave positive perception towards roles in speaking ability on Intensive Program of Foreign Language at State Islamic University of Alauddin Makassar. They perceived they have fluency improvement (42.86%), good pronunciation (42.57%), vocabulary improvement (64.29%), motivation (62.86%) after join PIBA. The researcher concludes that the third semester student of Adab and Humanity Faculty of State Islamic University of Alauddin Makassar gave good perception toward Intensive Program of Foreign Language (PIBA)

    Audience Response Toward Gender Issue in the Documentary Film “He Named Me Malala”

    Full text link
    The findings underscore the stark differences in how men and women view the gender issues portrayed in the movie. The researcher concluded that respondents showed a positive response to the handling of gender issues in the movie. Viewers also highlighted Malala Yousafzai's courage as the protagonist and the message of female empowerment presented in the film's narrative. In addition, the interviews conducted revealed three important factors that influence the audience's perspective: family influence, educational background, and personal experience

    Hubungan Pemberdayaan Lansia Melalui Intervensi Senam Lansia

    Full text link
    Pendahuluan: Peningkatan jumlah populasi lansia berisiko terjadi beberapa masalah kesehatan baik masalah fisik, mental, sosial, dan kejadian berbagai penyakit degenerative, maka dari itu perlunya lansia memperdayakan dengan salah satu intervensi non-farmakologis melalui senam lansia, senam lansia dapat meningkatkan kualitas fisiknya menjadi lansia yang produktif, aktif, dan mandiri di usia senjanya. Tujuan: Penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan pemberdayaan lansia melalui intervensi senam lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur review dengan menggunakan kata kunci “Pemberdayaan Lansia dan Senam Lansia”. Adapun jumlah artikel yang ditelaah berjumlah 7 artikel. Pengumpulan artikel menggunakan database schoolar, portal garuda, Pubmed, sinci direct. Hasil: Pemberdayaan lansia melalui intervensi senam dapat mengatasi permasalahan kondisi fisik lansia dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Bentuk wujud dari upaya tersebut akan bermakna dan bermanfaat bagi diri lansia dan keluarga, apabila kondisi fisik lansia terjaga, oleh karena itu lansia akan memiliki kemandirian dan produktif, yang tidak hanya dalam aspek fisik saja, melainkan menyangkut aspek psikis, sosial dan ekonomi, sehingga ketergantungan kepada keluarga menjadi berkurang. Program pemberdayaan lansia lansia diantaranya Day care, Kreasi seni/ senam yoga, dan Dukungan sebaya/ Posyandu lansia suatu wadah untuk dapat membantu para lansia untuk meningkatkan taraf kesehatannya terutama dalam aspek fisik. Senam lansia ini dapat dilakukan setiap hari atau 1-4 dalam seminggu. Kesimpulan: Dari penelitian ini dari 7 artikel yang ditelaah dengan hasil penelitian bahwa ada hubungan erat antara hubungan pemberdayaan lansia terhadap peningkatan kualitas kesehatan lansia melalui senam yang dapat dilihat dari perubahan, peningkatan, dan pengaruh setelah melakukan senam. Saran: Diharapkan pemberdayaan lansia dengan melalui intervensi senam lansia ini agar dapat diupayakan mengingat bahwa peningkatan jumlah lansia yang semakin meningkat dan dapat dilakukan rutin setiap hari

    Studi Kualitas Air Limbah Rumah Sakit Umum Daerah Haji Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar Tahun 2011

    Full text link
    Rumah sakit sebagai salah satu tempat atau sarana pelayanan untuk menangani, merawat dan pengobatan menghasilkan limbah cair dalam jumlah yang cukup banyak. Rumah Sakit Umum Daerah Haji Padjonga Daeng Ngalle Kab. Takalar sudah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar limbah yang dikhawatirkan mengandung bahan yang berbahaya tersebut dapat aman atau bebas dari bahan pencemar sebelum dibuang. Dari hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan diperoleh kadar BOD 5 pada titik I (Inlet) 181,48 mg/l, dan titik II (Outlet) 118,12 mg/l. Kadar COD pada titik I (Inlet) 322,84 mg/l, dan pada titik II (Outlet) 229,05 mg/l. Jika dibandingkan dengan kadar maksimum yang diperbolehkan sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No Kep-58/MENLH/12/995, untuk kadar BOD5 dan COD kualitas air limbahnya belum memenuhi syarat
    corecore