42 research outputs found

    Aktivitas Vasodilatasi Pembuluh Darah secara in vitro dan Uji Toksisitas Akut Minuman Fungsional Herbal Kaltim

    No full text
    Latar belakang:  pangan fungsional dapat berupa makanan atau minuman. Pangan fungsional lebih bersifat pencegahan terhadap penyakit, sedangkan obat lebih bersifat menyembuhkan penyakit. Minuman Fungsional Herbal Kaltim (MFHK) yang diracik dari bahan-bahan tumbuhan yang ada di Kaltim telah diketahui memiliki citra rasa yang enak dan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat tetapi belum diketahui aktivitas vasodilatasi pada pembuluh darah dan keamanan pada penggunaan akut secara oral. Tujuan: mengeksplorasi MFHK pada kontraktilitas tonus pembuluh darah secara in vitro dan keamanan pada penggunaan akut secara oral. Metode: MFHK dikeringkan lalu diuji kontraktilitas pada pembuluh darah dengan menggunakan organ terpisah aorta tikus dengan endotel, hasil dinyatakan dalam bentuk persen tonus kontraktilitas aorta. Uji toksisitas akut peroral menggunakan tikus Wistar dan mencit Balb/c jenis kelamin jantan dan betina. Hasil: pada uji kontraktilitas aorta didapatkan secara berurutan dalam persen tonus kontraktilitas aorta pada konsentrasi ekstrak MFHK 0,04 mg/mL adalah (1,02 + 1,43) % dan kontrol (3,27 + 1,00) % dengan p>0,05; pada 0,08 mg/mL didapatkan (-1,39 + 1,41) % dan (4,50 + 1,14) % dengan p<0,05; 0,16 mg/mL didapatkan (-5,36 + 1,40) % dan (8,42 + 2,00) % dengan p<0,05. Dosis tunggal ekstrak 2 g/kgBB yang diberikan secara oral tidak didapatkan kematian pada tikus dan mencit jenis kelamin jantan dan betina. Kesimpulan: ekstrak MFHK memiliki aktivitas vasodilatasi pada pembuluh darah secara in vitro dan tidak toksik pada pemberian akut secara oral. Kata kunci: Minuman Fungsional Herbal Kaltim – Vasodilatasi – Toksisitas Aku

    Aphrodisiac Activity of Ethanol Extract of Cratoxylum sumatranum (JACK) Blume Stems on Isolated Rat Corpus cavernosum

    Full text link
    Cratoxylum sumatranum (Jack) Blume of the Hypericaceae family is known as “Bentaleng†by Dayak Benuaq. In ethnobotany, Cratoxylum sumatranum stems (CSS) is used as energy drink or aphrodisiac, but its effect has not been scientifically proven. Research objective to study the aphrodisiac activity of CSS extract by screening the aphrodisiac activity in vitro. Method: CSS was collected from Kutai Kertanegara Regency, East Kalimantan Province. Extraction was by maceration with ethanol solvent for three days. Re-maceration was done twice. In vitro screening of aphrodisiac activity used isolated rat corpus cavernosum. The organ was placed into a 10 mL chamber containing Krebs-Henselheit solution at pH 7.4, 37°C and aerated with carbogen gas. After acclimation, a contraction test was performed with phenylephrine solution and after reaching the peak of contraction at plateau the Control (solvent extract) or CSS ethanol extract was administerd at cumulatively increased concentration. Vasodilation activity was known if the contraction response was decreased after the extract’s administration and expressed in percent contraction with negative value. Results: CSS ethanol extract induce vasodilatory response on rat Corpus cavernosum blood vessels. Vasodilation activity is increasing with increasing concentration of extract given compared to Control. Conclusion the aphrodisiac activity of CSS ethanol extracts is directly through the vasodilation action mechanism on blood vessels in the rat corpus cavernosum.

    Aktivitas Vasodilatasi Pembuluh Darah secara in vitro dan Uji Toksisitas Akut Minuman Fungsional Herbal Kaltim

    Full text link
    Latar belakang:  pangan fungsional dapat berupa makanan atau minuman. Pangan fungsional lebih bersifat pencegahan terhadap penyakit, sedangkan obat lebih bersifat menyembuhkan penyakit. Minuman Fungsional Herbal Kaltim (MFHK) yang diracik dari bahan-bahan tumbuhan yang ada di Kaltim telah diketahui memiliki citra rasa yang enak dan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat tetapi belum diketahui aktivitas vasodilatasi pada pembuluh darah dan keamanan pada penggunaan akut secara oral. Tujuan: mengeksplorasi MFHK pada kontraktilitas tonus pembuluh darah secara in vitro dan keamanan pada penggunaan akut secara oral. Metode: MFHK dikeringkan lalu diuji kontraktilitas pada pembuluh darah dengan menggunakan organ terpisah aorta tikus dengan endotel, hasil dinyatakan dalam bentuk persen tonus kontraktilitas aorta. Uji toksisitas akut peroral menggunakan tikus Wistar dan mencit Balb/c jenis kelamin jantan dan betina. Hasil: pada uji kontraktilitas aorta didapatkan secara berurutan dalam persen tonus kontraktilitas aorta pada konsentrasi ekstrak MFHK 0,04 mg/mL adalah (1,02 + 1,43) % dan kontrol (3,27 + 1,00) % dengan p&gt;0,05; pada 0,08 mg/mL didapatkan (-1,39 + 1,41) % dan (4,50 + 1,14) % dengan p&lt;0,05; 0,16 mg/mL didapatkan (-5,36 + 1,40) % dan (8,42 + 2,00) % dengan p&lt;0,05. Dosis tunggal ekstrak 2 g/kgBB yang diberikan secara oral tidak didapatkan kematian pada tikus dan mencit jenis kelamin jantan dan betina. Kesimpulan: ekstrak MFHK memiliki aktivitas vasodilatasi pada pembuluh darah secara in vitro dan tidak toksik pada pemberian akut secara oral

    Aphrodisiac Activity of Ethanol Extract of Cratoxylum sumatranum (JACK) Blume Stems on Isolated Rat Corpus cavernosum

    No full text
    Cratoxylum sumatranum (Jack) Blume of the Hypericaceae family is known as “Bentaleng†by Dayak Benuaq. In ethnobotany, Cratoxylum sumatranum stems (CSS) is used as energy drink or aphrodisiac, but its effect has not been scientifically proven. Research objective to study the aphrodisiac activity of CSS extract by screening the aphrodisiac activity in vitro. Method: CSS was collected from Kutai Kertanegara Regency, East Kalimantan Province. Extraction was by maceration with ethanol solvent for three days. Re-maceration was done twice. In vitro screening of aphrodisiac activity used isolated rat corpus cavernosum. The organ was placed into a 10 mL chamber containing Krebs-Henselheit solution at pH 7.4, 37°C and aerated with carbogen gas. After acclimation, a contraction test was performed with phenylephrine solution and after reaching the peak of contraction at plateau the Control (solvent extract) or CSS ethanol extract was administerd at cumulatively increased concentration. Vasodilation activity was known if the contraction response was decreased after the extract’s administration and expressed in percent contraction with negative value. Results: CSS ethanol extract induce vasodilatory response on rat Corpus cavernosum blood vessels. Vasodilation activity is increasing with increasing concentration of extract given compared to Control. Conclusion the aphrodisiac activity of CSS ethanol extracts is directly through the vasodilation action mechanism on blood vessels in the rat corpus cavernosum.

    Uji Aktivitas Vasodilatasi Ekstrak Etanol Kulit Batang Ketapang (Terminalia catappa Linn) Pada Aorta Tikus Wistar Putih

    No full text
    Prevalensi hipertensi di Indonesia dan dunia terus meningkat. Hipertensi memerlukan pengobatan jangka panjang dengan obat-obatan konvensional, namun obat konvensional memiliki kelemahan yaitu dapat menimbulkan berbagai efek samping. Untuk mengatasi permasalahan ini maka masyarakat menggunakan obat bahan alam sebagai alternatif pengobatan lainnya. tetapi penelitian mengenai obat antihipertensi berbahan alam terutama vasodilator masih terbatas sehingga diperlukan eksplorasi. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tanaman obat bahan alam yaitu kulit batang ketapang (Terminalia catappa Linn). Namun di Indonesia belum ada penelitian terkait kulit batang ketapang sebagai vasodilator. Untuk menilai apakah ekstrak etanol kulit batang ketapang memiliki aktivitas vasodilatasi. Aktivitas vasodilatasi  aorta tikus wistar putih diuji dengan metode isolated aorta bioassay yang diprekontraksi dengan fenilefrin. Penelitian ini menggunakan dua kelompok uji, yaitu kelompok kontrol dan kelompok ekstrak etanol kulit batang  Terminalia catappa (KBTC). Keduanya dimasukan ke dalam chamber berisi aorta tikus dengan log konsentrasi -2, -1,5, -1, -0,5, 0 dan 0,5 secara kumulatif. Hasil uji isolated aorta bioassay didapatkan ada aktivitas vasodilatasi pada log konsentrasi -1,0 penurunan persen tonus aorta sebesar 22,5%, sedangkan pada log konsentrasi tinggi hanya menyebabkan efek vasodilatasi lemah  yaitu pada log konsentrasi 0,5 menyebabkan persen penurunan tonus aorta hanya -6,2%. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat aktivitas vasodilatasi ekstrak etanol KBTC pada aorta tikus wistar putih

    The Antioxidant Activity of Combined Green Arabica Coffee Bean and Dahu Leaf Extract using DPPH Radical Scavenger Method

    Full text link
    Coffee (Coffea arabica L.) and Dahu (Dracontomelon dao (Blanco) are combined to enrich the types of functional herbal drink with antioxidant properties. Dahu leaves and green coffee beans contain secondary metabolites with antioxidant properties. This research aims to investigate the interaction between the ethanolic extract of coffee (CA) and dahu (DD) and its effect on their antioxidant activity. The antioxidant activity test was performed using DPPH radical scavenging method on 2 control groups and 5 treatment groups, consisting of the CA sample group, the DD sample group, and 3 coffee and dahu (CA: DD) combination groups with different ratios. The research showed that antioxidant activities (%), expressed in mean ± SEM, for the control, DD, CA, CA:DD (1:1), CA:DD (3:1), and CA:DD (9:1) were (80.1 ± 0.4), (65.3 ± 1.5), (37.4 ± 2.4), (47.3 ± 0.4), (34.0 ± 1.4) and (33.4 ± 1.1) respectively. The coffee and dahu combination groups had lower antioxidant activities than single dahu extract, thus indicating an antagonistic interaction between coffee and dahu extracts

    Hubungan Konsumsi Herbal dengan Kepatuhan Minum Obat Standar pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Lempake Samarinda

    Full text link
    It is crucial for patients with hypertension to always control their blood pressure by consuming medicines for hypertension, the morbidity and mortality rates will be hopefully reduced. Medication adherence is necessary in order to reach the target of controlling blood pressure. There are a lot of causes affecting medication adherence, one of which is the consumption of herbal remedies. Objective: To investigated the correlation between the consumption of herbal remedies and medication adherence among patients with hypertension at Lempake Public Health Centre in Samarinda. Methods: The research design was analytical observational with a cross-sectional approach. The statistical analysis used Chi-Square test. The data were collected through interviews with 94 respondents. They were selected using convenience sampling and also asked to fulfill the identity form and MMAS-8 questionnaire. Results: Most respondents at Lempake Public Health Centre in Samarinda consumed herbal remedies (42.6%), but their medication adherence was low (82.9%). The significant p-value was 0.008 based on the statistical analysis. Conclusion: There is a significant correlation between the consumption of herbal remedies and medication adherence among patients with hypertension at Lempake Public Health Centre in Samarinda.Keywords:  herbal, hypertension, medication adherence, MMAS-

    Pengaruh Manipulasi Tangan secara Mandiri terhadap Nyeri Ulu Hati pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman: Effect of In-Hand Manipulation on Heartburn Among Students at Medicine Faculty, Mulawarman University

    No full text
    Nyeri ulu hati adalah keluhan fisik yang dialami dan dirasakan di daerah epigastrium pada abdomen. Pada penatalaksanaan nyeri ulu hati dapat dilakukan tindakan terapi secara non-farmakologi. Terapi pijat dengan manipulasi tangan dapat digunakan sebagai terapi non-farmakologi pada penderita nyeri ulu hati. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh terapi dengan manipulasi tangan secara mandiri terhadap nyeri ulu hati pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan metode nonequivalent pretest-posttest control group design. Data yang didapatkan berasal dari data primer berupa kuesioner, pre-test, dan pos-test di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Teknik sampling dengan metode purposive sampling diperoleh sebanyak 15 subjek tiap kelompok terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil uji statistik Mann Whitney didapatkan p sebesar 0,01 (p &lt; 0,05) yang berarti adanya perbedaan bermakna antara persentase perubahan skala nyeri ulu hati pada kelompok intervensi yang diberikan perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa manipulasi (Su Jok) pada tangan berpengaruh dalam menurunkan skala intensitas nyeri ulu hati
    corecore