170 research outputs found

    Syaiful Islami's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    ESTETIKA SENI LUKIS KALIGRAFI KARYA SYAIFUL ADNAN

    Full text link
    ESTETIKA SENI LUKIS KALIGRAFI KARYA SYAIFUL ADNAN (Aghni Ghofarun Auliya, xviidan 138 halaman) skripsi S-1 Jurusan Seni Rupa Murni, Institut Seni Indonesia Surakarta. Skripsi ini menjelaskan tentang estetika seni lukis kaligrafi yang diciptakan oleh Syaiful Adnan dan karakter kaligrafi yang dibangun oleh Syaiful Adnan untuk diterapkan pada lukisan kaligrafinya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan bersifat deskriptif.Objek yang diteliti adalah nilai estetis dari seni lukis kaligrafi Syaiful Adnan.Penulis menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara.Validitas data menggunakan triangulasi data dengan memanfaatkan sumber data dan reviewwawancara yang telah dilakukan. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan interpretasi data.Untuk menjelaskan estetika seni lukis kaligrafi Syaiful Adnan menggunakan interpretasi melalui pendekatan teori estetika Susanne K. Langer. Hasil penelitian menunjukaan bahwa, karakter tulisan kaligrafi Arab pada lukisan kaligarfi Syaiful Adnan berbeda dengan karakter kaligrafi baku yang telah berkembang selama ini. Karakter kaligarfi tersebut dikenal dengan khat Syaifuly.Pembentukan karakter kaligrafi tersebut melalui beberapa faktor internal dan eksternal.Faktor internal meliputi faktor lingkungan tempat asal Syaiful Adnan, faktor pendidikan, dan faktor spiritual.Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor fenomena yang terjadi di masyarakat dan faktor bentuk kaligrafi yang artistik.Proses pembentukan karakter tersebut telah memunculkan nilai estetika pada lukisan kaligrafi Syaiful Adnan berupa simbol-simbol warna, bentuk, komposisi, dan ayat-ayat dari Al-qur’an dengan makna keindahan nilai-nilai Islami di setiap lukisan kaligrafi Syaiful Adnan

    PERAN PONDOK PESANTREN MBAH DUL DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI BERASASKAN ISLAMI

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Peran Pondok Pesantren Mbah Dul dalam Pembangunan Ekonomi Berasaskan Islami” ini ditulis oleh Syaiful Mujib, NIM 12402173680, Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dibimbing oleh Nur Aziz Muslim, M.H.I. Pondok pesantren sebagai pusat episentrum pendidikan keagamaan Islam di tengah-tengah masyarakat, dapat memiliki peran penting dan strategis dalam memegang kendali tatanan masyarakat. Salah satu wujud peran pondok pesantren tersebut adalah dalam pembangunan ekonomi di tengah-tengah masyarakat. Perpaduan antara konsep pembangunan ekonomi dengan nilai-nilai agama dapat memunculkan pola, metode, atau model berbeda dengan konsep pembangunan ekonomi konvensional. Pembangunan ekonomi ini dapat disebut sebagai pembangunan ekonomi berasaskan islami. Penelitian ini akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Mbah Dul Tulungagung. Pemilihan pondok pesantren ini karena Pondok Pesantren Mbah Dul Tulungagung merupakan salah satu pondok pesantren tertua di Tulungagung. Selain itu, sisi menariknya dari Pondok Pesantren Mbah Dul Tulungagung adalah dihuni oleh santri yang mayoritas juga seorang mahasiswa. Berdasarkan data tersebut, peneliti akan meneliti tentang peran pondok pesantren dalam pembangunan ekonomi berasaskan islami. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran dan aktivitas Pondok Pesantren Mbah Dul dalam pembangunan ekonomi berasaskan islami. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan tahap analisis data yang digunakan yaitu meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pondok Pesantren Mbah Dul sebagai Laboratorium Pembangunan Ekonomi Berasaskan Islami Skala Kecil. Praktik-praktik tersebut terwujud dengan berdirinya koperasi Pondok Pesantren Mbah Dul, terciptanya kelompok online shop, dan terdapat beberapa santri yang bekerja di tengah-tengah masyarakat. Kata Kunci: Pondok Pesantren, Pembangunan Ekonomi, Islam

    Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Nilai Islami materi virus untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar dan Curiosity Siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kelayakan modul Biologi berbasis nilai Islami materi virus, (2) mengetahui keterlaksanaan modul biologi berbasis nilai islami materi virus, (3) mengetahui bahwa modul biologi berbasis nilai Islami materi virus dapat meningkatkan kemandirian belajar, dan (4) mengetahui bahwa modul biologi berbasis niai Islami materi virus dapat meningkatkan curiosity siswa. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang mengadaptasi model Borg & Gall (1983). Prosedur meliputi sepuluh langkah yaitu (1) penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) validasi produk awal, (5) ujicoba terbatas, (6) revisi, (7) ujicoba lapangan, (8) revisi, (9) produk utama, dan (10) diseminasi terbatas. Penelitian bertempat di MA Ibnul Qayyim Putri. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar validasi modul pembelajaran, angket, lembar observasi kemandirian belajar, penilaian diri kemandirian belajar, dan penilaian diri curiosity (pre-test dan post-test). Teknik analisis yang digunakan adalah menghitung skor rata-rata yang dikategorisasi dan uji T dengan program SPSS versi 16 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) modul pembelajaran biologi berbasis nilai Islami layak digunakan berdasarkan validasi ahli modul, guru Biologi, dan teman sejawat; (2) terlaksananya pembelajaran dengan modul berbasis nilai islami sebagaimana yang direncanakan; (3) terdapat perbedaan yang signifikan dalam aspek kemandirian belajar antara siswa yang menggunakan modul pembelajaran Biologi berbasis nilai Islam dan siswa yang tanpa modul; (4) terdapat perbedaan yang signifikan dalam aspek curiosity antara siswa yang menggunakan modul pembelajaran Biologi berbasis nilai Islam dan siswa yang tanpa modu

    KEBIJAKAN BELT AND ROAD INITIATIVE (BRI) TIONGKOK PADA MASA PEMERINTAHAN XI JINPING. AUTHOR: Syaiful Anam, Ristiyani Ristiyani

    No full text
    KEBIJAKAN BELT AND ROAD INITIATIVE (BRI) TIONGKOK PADA MASA PEMERINTAHAN XI JINPING Syaiful Anam, Ristiyani Ristiyan

    Cell and tissue culture: an overview

    No full text
    Introduction This book, Cell/Tissue Culture Research and Technology from Islamic Perspective, deals and discusses on issues pertaining to the applications of cell and tissue culture in the light of the advancements made in modern technology, particularly in biotechnology and nanotechnology. To dissect the many topics pertaining to this matter, the book is divided into 10 chapters. In Chapter 1, which is entitled, “Integration of Islamic Principles in Modern Science: Its Philosophy and Method”, Ibrahim A. Shogar, the writer, gives an in depth explanation of the approaches used by scholars, jurists and scientists of this modernized world in order to integrate Islamic principles in science and technology. He explains the many challenges that have, and will, be faced by Muslims in order to achieve Islamic integration in modern science, taking into account the opinions of old and new Muslim scholars. Through the philosophies and methods presented, the aim of showing the steady progression of Islamic integration in the promising field of science and technology is achieved. In Chapter 2, “Cell and Tissue Culture: An Overview”, Mohammad Syaiful Bahari Abdull Rasad and his co-author, focuses upon the basic requirements and arrangements that are necessary for the purpose of setting up, or working, in a cell/tissue culture laboratory. Brief explanations of protocols, equipment handling and maintenance are also incorporated into this chapter with the aim of exposing readers on the various regulations and equipment needed in a culture laboratory. A concise elucidation on a collection of cell lines is provided as an introductory towards the types of cells/tissues that can be found cultured in a normal cell/tissue culture laboratory. Overall, readers should have a fundamental understanding of the setup and requirements of a cell/tissue culture laboratory. Rahmatul Wahida Ahmad, in Chapter 3, which is entitled “Risk Assessment and Regulatory Aspects of Cell Culture”, stresses that safety and health of the occupants of the cell/tissue culture laboratory is to be the focal point of any cell/tissue culture research as the risks one is exposed to are aplenty. The level of risks, and the regulations that are established in most cell/tissue culture laboratory in order to counter and reduce the amount of exposure towards those risks, are highlighted in this chapter, with the hopes of putting cautions in readers who are involved with cell/tissue culture research. As Islam prioritizes safety and wellbeing of mankind, this chapter is of great significance before going further with other aspects of integrated science and Islamic principles. In Chapter 4, “Basic Techniques and Research in Cell Culture: Integration of Islamic Approach”, Mohammad Syaiful Bahari Abdull Rasad provides an explanation on how Islamic laws and regulations (shariah) could be applied in cell culture research with proper usage of alternative resources and materials. Discussions and suggestions in utilizing alternative approaches for cell culture research are stressed upon, with the aim of exposing readers with the possibilities of making modern science and technology more acceptable for Muslims, as well as other, communities. As a result, a perceptive on how to approach and integrate Islam into cell culture research is accomplished. The focus of Chapter 5 is on the “Diagnostic and Therapeutic Application of Cell and Tissue Culture from Islamic Perspective”. The writer, Mohammad Syaiful Bahari Abdull Rasad and his co-writer, Nur Aizura Mat Alewi, writes at great length on the various dilemmas as well as ethical and social issues posed by the utilization of cell and tissue culture in the field of diagnostic and therapeutic research. The writers emphasize that with the advancement in cell/tissue culture application in an assortment of researches, many issues, of old and new, have also arisen. Thus, it is the duty of Muslim scholars and scientists to search for knowledge and ascertain proper regulations that are in accordance to Islamic shariah as this would assist in safeguarding the interest of the Muslim ummah and at the same time, promote its progression in modern science. In Chapter 6, “New Era of Regenerative Medicine: An Islamic Perspective”, Ahmad Sukari Halim and his co-authors highlight the headway made by scientists and researches of this century on regenerative medicine. Diverse methods and approaches applied in modern science are stated thoroughly, keeping in mind on how Islam perceives and accepts advancement in life, as long as they are within the bound of Islamic rules and regulations (shariah). In Chapter 7, Mohd. Arifin Kaderi explains the various aspects of genetic engineering and how cells are utilized in this advancing field of biotechnology, taking into deliberation the issues that may arise based on Islamic perspective. Hence, this chapter entitled, “Applications of Cultured Cells in Genetic Engineering: An Islamic Perspective”, discusses topics such as gene/genome applications in genetic engineering, vaccines and antibodies productions and so forth. Elaborating further on the matter which have a degree of association, Munirah Sha’ban and her co-author, in Chapter 8, under the title, “Tissue Engineering: An Islamic Perspective”, write on a variety of aspects that need to be understood by Muslims concerning the utilization of tissue engineering from medical and scientific perspectives, with religious (Islamic) perspective playing a focal role in the discussions. It is indicated in the chapter that although the issues surrounding tissue engineering are continuously being reviewed and debated, Muslims should move forward with researches concerning tissue engineering while keeping in adherence to the shariah. Meanwhile, Muhammad Lokman Md. Isa in Chapter 9, “Stem Cells Research: Value, Ethical and Religious Views”, draws attention to several other religions, including Islam, and their opinions and views on the subject of stem cell research. It is interesting to note that the religions which have strong traditions of legal and religious laws, namely Judaism and Islam, support most forms of stem cell research. Finally, in the last chapter (Chapter 10) which was written by Shaharum Shamsuddin, entitled, “Nanobiotechnology and Nanomedicine: The Impact, Implication and The Unknown”, the writer puts forward a lengthy elaboration on a topic that has piqued the attention of many researchers and scientists of this era, which is the topic of nanotechnology. With in-depth input on different applications of nanotechnology, readers are able to further immerse themselves in the many prospects of nanotechnology, both known and unknown, that could benefit mankind in the future

    IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING ISLAMI DI MADRASAH TSANAWIYAH LABORATORIUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

    Full text link
    Abstract:This objective of this research to describe the implementation of Islamic counseling services atMadrasah Tsanawiyah Laboratory of UIN SU Medan, with details to describe how the implementation ofIslamic counseling services, what problems have solved through Islamic counseling services and any obstaclesthat occur in implementing Islamic counseling services at the Madrasah Tsanawiyah Laboratory ofUIN SU Medan. The research method is qualitative descriptive. The results showed that the implementationof Islamic counseling services at the Madrasah Tsanawiyah Laboratory of UIN SU Medan run well,effectively and give a positive impact on student development. How to implement Islamic counselingguidance services at Madrasah Tsanawiyah Laboratory of UIN SU Medan through several stages ofproblem identification, identification of causes of problems, calling students for guidance and monitoringstudent progress. In addition, Islamic counseling services in applied with three approach that is namelyapproaches advice, bilhikmah and warning. In the implementation also applied three techniques of spiritualexercise techniques, establishing affection and reflection alqudwah alhasanah. Some of the problemsthat have solved through Islamic counseling are like a gentle greeting, not going to school without a clearexplanation, not dressing according to school rules, pulling out of school, and fighting. Obstacles that occurin the implementation of Islamic counseling in Madrasah Tsanawiyah Laboratory of UIN SU Medan thatis inadequate madrasah facilities such as lack of prayer equipment also alqur’an. However, these limitationscan still be handled by encouraging students to bring their prayers and alqur’an equipment.Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan implementasi layanan konseling Islami di Madrasah TsanawiyahLaboratorium UIN SU Medan, dengan perincian untuk mendeskrpsikan bagaiamana pelaksanaan layanankonseling Islami, masalah-masalah apa saja yang di tuntaskan melalui layanan konseling Islami sertahambatan apa saja yang terjadi dalam melaksanakan layanan konseling Islami di Madrasah TsanawiyahLaboratorium UIN SU Medan. Adapun metode penelitian adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa implementasi layanan konseling Islami di Madrasah Tsanawiyah LaboratoriumUIN SU Medan berjalan dengan baik, efektif dan memberikan dampak yang positif pada perkembangansiswa. Cara implementasi layanan bimbingan konseling Islami di Madrasah Tsanawiyah LaboratoriumUIN SU Medan melalui beberapa tahap yaitu identifikasi masalah, identifikasi penyebab masalah, pemanggilansiswa untuk di bimbing serta memantau perkembangan siswa. Selain itu layanan konseling Islami diterapkan dengan tiga pendektan yaitu pendekatan nasehat, bilhikmah dan peringatan. Dalam pelaksanaannyajuga menerapkan tiga teknik yaitu teknik latihan spritual, menjalin kasih sayang dan cerminan alqudwah alhasanah. Beberapa masalah yang di tuntaskan melalui konseling Islami ialah seperti tutur sapa yangtidak santun, tidak masuk sekolah tanpa keterangan jelas, tidak berpakaian sesuai dengan peraturansekolah, cabut dari sekolah, dan berkelahi. Hambatan yang terjadi dalam implementasi konseling Islamidi Madrasah Tsanawiyah Laboratorium UIN SU Medan yaitu fasilitas madrasah yang kurang memadaiseperti kurangnya perlengkapan shalat juga alqur’an. Namun keterbatasan tersebut masih bisa ditanganidengan cara menganjurkan siswa untuk membawa peralatan shalat dan alqur’an masing-masing.Kata Kunci: Implementasi, layanan, Konseling Islami

    PENINGKATAN KETERAMPILAN MENEMUKAN POKOK-POKOKBERITA YANG DIDENGAR MENGGUNAKAN MODEL TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) BERBASIS BUDAYA SEKOLAH ISLAMI PADA SISWA KELAS VIII B SMP ISLAM SULTAN AGUNG 1 SEMARANG

    Full text link
    Kata Kunci :Keterampilan menemukan pokok-pokok berita yang didengar, model TGT (Teams Games Tournament), pendidikan berbasis Budaya Sekolah Islami. Keterampilan menyimak untuk menemukan pokok-pokok berita yang didengar merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa kelas VIII B. Penggunaan suatu model, metode, dan media pembelajaran yang tepat juga mempengaruhi berhasil atau tidaknya proses pembelajaran menyimak untuk menemukan pokok-pokok berita yang didengar berjalan dengan baik. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana peningkatan hasil belajar siswa, perubahan sikap siswa, dan bentuk motivasi siswa kelas VIII B SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang setelah mengikuti pembelajaran menyimak untuk menemukan pokok-pokok berita yang didengar menggunakan model TGT (Teams Games Tournament) berbasis Budaya Sekolah Islami. penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil belajar, perubahan sikap, dan bentuk motivasi siswa kelas VIII B SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang setelah mengikuti pembelajaran menyimak untuk menemukan pokok-pokok berita yang didengar menggunakan model TGT (Teams Games Tournament) berbasis Budaya Sekolah Islami. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam empat tahap, yakni prasiklus, siklus I, siklus II, dan siklus III.Subjek penelitian ini siswa kelas VIII B SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang yang berjumlah 32 siswa.Penelitian menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif.Instrument penilaian yang digunakan meliputi penilaian tes dan nontes.Pedoman tes berupa tes tertulis, pedoman nontes berupa lembar observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil belajar siswa diperoleh dari tes menyimak untuk menemukan pokok-pokok berita yang didengar menggunakan model TGT (Teams Games Tournament) berbasis Budaya Sekolah Islami pada siswa kelas VIII B SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang pada prasiklus mencapai hasil rata-rata 1506 atau sebesar 47,06 dengan kategori sangat kurang. Kemudian setelah dilakukan tindakan pada siklus I nilai-nilai rata-rata meningkat dengan memperoleh sebanyak 2337 atau sebesar 73,03 dengan kategori baik namun hal ini belum dapat memenuhi batas KKM sebesar 75 sehingga dilakukan tindakan berikutnya pada siklus II mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan memperoleh rata-rata sebanyak 2751 atau sebesar 85,96 dengan kategori sangat baik hal tersebut juga sudah memenuhi batas KKM sebesar 75. Pada siklus III nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 2899 atau 90,59 dengan kategori sangat baik serta semua siswa sudah mampu melampaui KKM sebesar 75. Selain itu juga terjadi perubahan sikap dan motivasi siswa ke arah yang positif

    PKM Pelatihan Tutor Lembaga Kebahasaan Az-Zainiyah melalui Game Islami untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris

    No full text
    Pembelajaran bahasa Inggris, khususnya pembelajaran keterampilan berbicara (Speaking), yang diterapkan pada peserta Lembaga Kebahasaan di Wilayah Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid cenderung sulit dan membosankan, sehingga hal tersebut berpengaruh pada lambannya perkembangan keterampilan berbicara Bahasa Inggris (Speaking) peserta. Oleh karena itu, diperlukan adanya metode yang menarik dan efektif dalam pengajaran, salah satunya melalui game. Permainan (Game) adalah suatu akivitas yang mengandung unsur peraturan, tujuan, dan rasa kesenangan. Ada dua jenis permainan yang biasa dilakukan yaitu: permainan kompetisi (competitive games), di mana pemain atau tim berlomba untuk menjadi yang pertama mencapai tujuan, dan permainan kerjasama (co-operative games), di mana pemain dan tim bekerja sama untuk mencapai tujuan. PKM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada para tutor Lembaga Kebahasaan di Wilayah Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid melalui Game Islami untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris peserta Lembaga Kebahasaan. Tujuan pelatihan ini adalah melatih para tutor mengajar keterampilan berbicara (speaking) melalui permainan Islami sebagai metode pengajaran yang menarik dan efektif. Peserta pelatihan adalah para tutor Lembaga Kebahasaan di Wilayah Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid. Hasil dari PKM adalah meningkatnya kemampuan bahasa Inggris peserta Lembaga Kebahasaan di Wilayah Az-Zainiyah
    corecore