1,722,385 research outputs found

    Profil Kodam Iskandar Muda

    No full text
    30cm;155ha

    Kodam Iskandar Muda Sejarah Dan Pengabdian

    No full text
    26 cm; 136 ha

    Analisa Penataan Parkir On Street Terhadap Kelancaran Lalu Lintas Di Jalan Iskandar Muda-Pabrik Es Kota Langsa

    No full text
    Kawasan perdagangan merupakan salah satu aset berharga yang berfungsi sebagai sumber pendapatan daerah baik pendapatan dari retribusi pasar maupun dari pendapatan parkirnya. Saat ini belum tersedia penataan parkir di wilayah pertokoan umum berlokasi di Jalan Iskandar Muda-Jalan Pabrik Es Kota Langsa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik parker dan apakah perlu dilakukan penataan ulang agar tidak terjadi peningkatan jumlah kendaraan dilokasi tersebut. Penelitian ini memfokuskan pada masalah kemacetan lalu lintas yang terjadi di Jalan Iskandar Muda – Jalan Pabrik Es yang berhubungan dengan parkir badan jalan (on street parking) dengan mengamati semua jenis kendaraan juga meliputi kendaraan ringan dan sepeda motor. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa parkir dibadan jalan mempengaruhi tingginya volume parkir disepanjang Jalan Iskandar Muda-Pabrik Es. Volume parkir tertinggi pada Jalan Iskandar Muda terdapat pada hari Sabtu 24 Desember 2022 mencapai 515 unit kendaraan yang parker. Pada Jalan Pabrik Es di hari Sabtu, Desember 2022 mencapai 473 unit kendaraan yang parkir. sedangkan volume parkir yang paling rendah pada Jalan Iskandar Muda hari Selasa 20 Desember 2022, yaitu 394 unit kendaraan yang parkir, dan pada Jalan Pabrik Es terdapat pada hari Kamis mencapai 437 unit kendaraan

    Analisis Pengaruh Pelebaran Jalan Terhadap Kapasitan Jalan ( Studi Kasus : Jalan Iskandar Muda, Desa Punge Jurong, Kec. Meuraxa Kota Banda Aceh)

    No full text
    Kota Banda Aceh adalah ibu kota provinsi Aceh yang menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya yang mengakibatkan banyaknya aktivitas kegiatan yang dilakukan sedangkan kapasitas dan kinerja jalan yang menampung arus kendaraan semakin terbatas khususnya di Jalan Iskandar Muda, desa Punge Jurong yang memiliki peran penting sebagai akses utama jalan raya yang menyebabkan kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan kapasitas ruas jalan di Jalan Iskandar Muda dan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelebaran jalan terhadap peningkatan kapasitas diarea tersebut. Metode yang digunakan adalah Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Untuk mendapatkan gambaran tentang kecepatan arus bebas, kapasitas dan hambatan samping dilakukan pengambilan data primer dan sekunder. Hasil pengamatan geometrik Jalan Iskandar Muda desa Punge Jurong kecamatan Meuraxa kota Banda Aceh diketahui bertipe jalan empat lajur dua arah dengan lebar penampang melintang jalan adalah 15,00 m. Dengan lebar masing-masing jalur 7,50 m. Untuk ukuran bahu jalan yaitu sebesar 2,50 m. Volume lalu lintas puncak dari tiga hari pengamatan pada ruas jalan Iskandar Muda yaitu pada hari Minggu 12 Mei 2024 sebesar 1174 smp/jam dan hari Sabtu 11 Mei sebesar 1033 smp/jam serta hari Senin 06 Mei 2024 sebesar 1060 smp/jam. Hasil tersebut membuktikan bahwa untuk tingkat pelayanan tertinggi berdasarkan indicator derajat kejenuhan dapat digolongkan pada kelas B dengan derajat kejenuhan untuk jam puncak dari tiga hari pengamatan yaitu DS = 0,37. Pelebaran jalan tersebut memberikan pengaruh positif, yaitu meningkatkan kapasitas ruas jalan yang berarti melancarkan gerakan arus lalu lintas pada ruas jalan tersebut

    Potential Analysis of Thunderstorm Occurrence Using SWEAT Method at Meteorology Station Sultan Iskandar Muda

    Get PDF
    Salah satu hal penting dalam mengutamakan keselamatan penerbangan ialah informasi meteorologi yang tepat dan akurat terutama mengenai kondisi cuaca buruk seperti thunderstorm. Oleh karena itu, perlu dilakukan prakiraan potensi terjadinya thunderstorm, sehingga pihak maskapai penerbangan dapat menyesuaikan prosedur keselamatan baik pada saat take off, on the route, maupun landing. Pada penelitian ini dilakukan analisis data radiosonde pada 2 (dua) musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan untuk memprakirakan potensi terjadinya thunderstorm selama periode April-Desember 2016 dan Januari-Maret 2017. Data radiosonde tersebut diperoleh dari Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda yang telah diukur setiap dua kali dalam satu hari. Waktu pengukurannya ialah pada pukul 00Z dan pukul 12Z. Dengan menggunakan Software Rawinsonde Observation (RAOB) versi 5.7, dilakukan pengolahan data radiosonde sehingga diperoleh informasi parameter atmosfer seperti temperatur, titik embun, dan kecepatan angin. Parameter atmosfer tersebut dapat digunakan untuk memprakirakan potensi terjadinya thunderstorm selama dua belas jam kedepan, yaitu dengan menggunakan metode SWEAT (Severe Weather Threat) sehingga diperoleh SWEAT Indeks untuk setiap pengukuran radiosonde. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui SWEAT Indeks untuk wilayah Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda berkisar antara 39,8 - 355,4. Hasil analisis metode SWEAT diverifikasi dengan data aktual (data synop) yang diamati di Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda dan diketahui persentase kesesuaian antara data prakiraan dengan kondisi aktual yaitu 58,62-66,67%.One of the most important things in aviation safety is the accurate information of meteorology especially on bad weather conditions as thunderstorm. Therefore, need to forecast about potential occurrence of thunderstorm, so the airlines can adjust safety aviation when take of, an the route, and landing. In this research was analysis of radiosonde data has been done on two monsoon, they are summer and winter to forecast potential occurrence of thunderstorm since period April-December 2016 and January-March 2017. The radiosonde data was got from Meteorological Station of Sultan Iskandar Muda that had been measured every two times a day. The measuring time is 00Z and 12Z. Radiosonde data is processed by Software Rawinsonde Observation (RAOB) versi 5.7 until get information about the atmosphere parameters such as temperature, dew point, and wind speed. The atmosphere parameters can be used to forecast the potential occurrence of thunderstorm for the next twelve hours, using SWEAT (Severe Weather Threat) method until get SWEAT Index for every radiosonde measurement. Based on the research that has been done, the range of SWEAT Index for Meteorological Station of Sultan Iskandar Muda area is about 39,8 - 355,4. The result of analysis SWEAT method verified with the actual data (synop data) that is observed at Meteorological Station of Sultan Iskandar Muda and get the suitability of persentase between forecast data with actual condition is 58,62% - 66, 67%.Keyword: Thunderstorm, SWEAT Method, SWEAT Index, Synop Data, MeteorologicalREFERENCEBudiarti, M., Muslim, M., dan Ilhamsyah, Y. 2012. Studi Indeks Stabilitas Udara Terhadap Prediksi Kejadian Badai Guntur (Thunderstorm) di Wilayah Stasiun Meteorologi Cengkareng Banten. Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 13 No. 2 tahun 2012 : 111-117.Duhah, S., Andrius, dan Tauladani, R. 2010. Penggunaan Metode SWEAT Untuk Perkiraan Kejadian Badai Guntur di Atas Kota Pekanbaru Pada Bulan Oktober Hingga November 2009. Jurnal Photon Vol. 1 No. 1.Fadholi, A. 2012. Analisa Kondisi Atmosfer pada Kejadian Cuaca Ekstrem Hujan Es (Hail). Jurnal Ilmu Fisika Indonesia Volume 1 Nomor 2 (D).Fitrianti, N., Fauziyah, A. R., dan Fadila, R. 2015. Analisa Pola Hidup dan Spasial Awan Cumulonimbus Menggunakan Citra Radar (Studi Kasus Wilayah Bima Bulan Januari 2015). Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol. 2 No. 2 Juni 2015.Khairatih, I. 2015. Kaitan Jumlah Sambaran Petir dan Curah Hujan di Provinsi Aceh. Universitas Syiah Kuala : Tugas Akhir.Mayangwulan, D., Wiratmo, J., dan Siregar, P. M. 2011. Potensi Kejadian Badai Guntur Berdasarkan Parameter Kelembapan, Labilitas Udara, dan Mekanisme Pengangkatan (Studi Kasus: di Bandar Udara Frans Kaisiepo Biak). Jurnal Sains Dirgantara Vol.8 No.2 Juni 2011 : 139-156.Miller, R. C. 1972. Notes On Analysis and Severe - Storm Forecasting Procedures of the Air Force Global Weather Central : Technical Report 200 (Rev).Noviani, R. M. 2015. Analisis Potensi Kejadian Badai Guntur. Institut Pertanian Bogor : Skripsi. Novianti, D., Anjani, D., dan Hernaeny, U. 2015. Analisis Indeks Kejadian Badai Guntur di Stasiun Meteorologi Cengkareng Dengan Metode RAPID MINER dan FUZZY LOGIC guna Keselamatan Penerbangan. STMIK AMIKOM Yogyakarta.Sadek, O. S. Ahmed, M. A. 2015. Meteorological Indices Approach for Prediction of Thunderstorm Probability at Two Coastal Sites in Egypt.Septiadi, D., Hadi, S., dan Tjasyono, B. 2011. Karakteristik Petir dari Awan ke Bumi dan Hubungannya dengan Curah Hujan. Jurnal Sains Dirgantara Vol. 8 No.2 Juni 2011 : 129-13

    Sistem Informasi Perpustakaan di YP. SMU Sultan Iskandar Muda Medan

    No full text
    Dalam Tugas Akhir ini dibahas mengenai perancangan suatu sistem Informasi Perpustakaan di YP. SMA Sultan Iskandar Muda Medan dengan menggunakan bahasa pemrogaraman Visual Basic 6,0. Sistem Informasi Perpustakaan YP. SMA Sultan Iskandar Muda Medan, dengan mengikuti prosedur mendefinisikan masalah dengan jelas, menentukan metode penyelesaian permasalahan, membuat algoritma, menghubungkan struktur data yang cocok dengan algoritma, merancang sistem, uji sistem, hasil rancangan sistem. Dengan terciptanya Sistem Informasi Perpustakaan di YP. SMA Sultan Iskandar Muda Medan dapat diperoleh secara cepat, tepat dan terpercaya sehingga jumlah biaya, tenaga kerja serta waktu di dalam Perpustakaan di YP. SMA Sultan Iskandar Muda Medan dapat diminimumkan.60 HalamanKertas Karya Diplom

    Analisis Pelaksanaan Distribusi Pupuk Urea Bersubsidi Pt Pupuk Iskandar Muda

    No full text
    This study aims to examine the implementation of the subsidized urea fertilizer of PT Pupuk Iskandar Muda in Dewantara District, North Aceh, and analyze the distribution of subsidized urea at PT Pupuk Iskandar Muda based on the correct principle 6 indicators. The research location was chosen deliberately with the consideration that the area obtained the distribution of subsidized urea fertilizer by PT Pupuk Iskandar Muda. The method of determining the sample in this study used Snowball Sampling with 60 samples who bought subsidized urea fertilizer from PT Pupuk Iskandar Muda in the research area. The research data obtained from secondary data and primary data that have a relationship with the analysis of the distribution of subsidized urea fertilizer by PT Pupuk Iskandar Muda. They were collected by interviewing samples using a questionnaire with a Likert scaling instrument. Data analysis carried out using descriptive qualitative and quantitative statistics with validity test, reliability test, normality test, and Spearman’s correlation test. The results showed that the implementation of the distribution of subsidized urea fertilizer by PT Pupuk Iskandar Muda was under the technical implementation of the provision and distribution of fertilizers and was following principle 6.Penelitian bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan distribusi pupuk urea bersubsidi PT Pupuk Iskandar Muda di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara dan menganalisis pendistribusian pupuk urea bersubsisdi PT Pupuk Iskandar Muda berdasarkan indikator prinsip 6 tepat. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja dengan pertimbangan di daerah tersebut memperoleh penyaluran distribusi pupuk urea bersubsidi PT Pupuk Iskandar Muda. Metode penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan Snowball Sampling dengan sampel penelitian sebanyak 60 sampel yang membeli pupuk urea bersubsidi PT Pupuk Iskandar Muda di daerah peneltian. Data penelitian diperoleh dari data sekunder dan data primer yang memilki keterkaitan dengan analisis pelaksanaan distribusi pupuk urea bersubsidi PT Pupuk Iskandar Muda dikumpulkan dengan cara wawancara kepada sampel menggunakan kuesioner dengan instrumen penskalaan Likert. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif dan statistik kuantitatif dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, dan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan distribusi pupuk urea bersubsidi PT Pupuk Iskandar Muda sesuai dengan teknis pelaksanaan penyediaan dan penyaluran pupuk dan sesuai dengan prinsip 6 tepat.162 HalamanSkripsi Sarjan

    Aceh Darussalam masa Pemerintahan Sultan Iskandar Muda

    Get PDF
    Kerajaan Aceh Darussalam selama masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda telah mencapai kemajuan yang sangat tinggi menurut ukuran zaman itu, dan Aceh Darussalam telah berada di puncak kegemilangannya. Di bawah pimpinan raja yang gagah berani Sultan Iskandar Muda, kekuatan Aceh dan kebesarannya baik di dalam maupun di luar negeri disegani oleh Negara lain. Sultan Iskandar Muda telah mengadakan perundang-undangan yang terkenal dengan sebutan Adat Mahkota Alam yang disadur dan dijadikan batu dasar bagi raja-raja berikutnya. Dan pada masanya banyak sekali peraturan-peraturan yang disempurnakan dan juga penertiban hukum yang telah dibangunnya telah memperluas kemasyurannya sampai keluar negeri. Rumusan masalah dalam pembahasan ini adalah; 1). Apakah factor yang melatar belakangi munculnya kerajaan Aceh Darusslam dan bagaimana garis besar perkembangannya sejak berdirinya sampai pada masa Sultan Iskandar Muda. 2). Bagaimana gambaran dan situasi yang menyebabkan Sultan Iskandar Muda melibatkan diri dalam urusan pemerintahan kerajaan Aceh Darussalam dan bagaimana corak dan bentuk kerajaan pada masa Sultan ini. 3). Bagaimana gambaran dan dampak kebijaksanaan Sultan Iskandar Muda dalam usahanya untuk memmajukan Kerajaan Aceh Darussalam dan rakyat dalam berbagai bidang, baik bidang politik, bidang militer dan bidang ekonomi maupun bidang ekonomi maupun bidang budaya. Metode penulisan dalam pembahasan ini menggunakan Metode Hauristik (mengumpulkan data yang ada kaitannya dengan pembahasan), Kritik Data, yakni Kritik Ekstern dan Kritik Intern. Pengolahan datanya menggunakan metode Komperatif dan Analisis. Sedangkan penyajian Tulisannya yakni dengan Pola Informatif Analitis dan Informatif Diskriptif. Kesimpulan dalam pembahasan ini adalah; 1). Aceh Darussalam adalah sebuah kawasan yang terletak di daerah utaraa Sumatra Indonesia, yang sekarang merupakan satu daerah yang dikenal dengan nama Kerajaan Aceh besar. Kerajaan ini berdiri tahun 1514 M, dan sebagai pendiri sekaligus raja yang pertama adalah Sultan Ali Ibnu Syamsu Syah yang bergelar Sultan Ali Mughayat Syah. 2). Adapun yang melatarbelakangi berdirinya Kerajaan Aceh Darussalam adalah sejak berdirinya Kerajaan Malaka dan sampai pada masa kejayannya masih banyak daerah-daerah Aceh yang luas, meliputi Pasai, Aru, Lamuri dan daerah lainnya masih juga terdapat raja-raja kecil dengan kekuasaan terbatas dan belum ada yang bisa menyatukannya. Sejak Sultan Ali Mughayat Syah dapat mempersatukan kerajaan-kerajaan kecil itu, akhirnya terbentuklah suatu kerajaan yang berdaulat di utara Sumatra itu dengan nama Kerajaan Aceh Darussalam pada tahun 1514 M. 3). Sejak kerajaan Aceh Darusslam diproklamirkan menjadi sebuah Negara yang berdaulat oleh Sultan Ali Mughayat Syah tahun 1514 M, telah berhasil membawa dan mengantarkan pada zaman keemasan adalah Sultan Iskandar Muda, yang naik tahta dan mengendalikan pemerintahan pada tahun 1607-1636 M. Pada masa pemerintahan beliau, merupakan masa kebanggan dan kemegahan serta disebut zaman keemasan Kerajaan Aceh Darussalam. Dimana pada masa pemerintahannya tidak hanya pengaruh dan perluasan wilayah kekuasaan, tapi di bidang penertiban susunan pemerintahan dan hubungan antara rakyat dengan pemerintah atau rakyat dengan rakyat

    Sultan Iskandar Muda : Palembang kemakmuran dan kegemilangan Aceh

    No full text
    Buku ini menceritakan tentang Sulthan Iskandar Muda, kekuasaan terbentang luas meliputi Sumatra dan semenanjung Malaka. Mewujudkan kestabilan ekonomi, sosial-politik, dan agama. menjalin baik hubungan diplomasi dan perdagangan dengan bangsa-bangsa di dunia. dua konkretisasi ini, kiranya mampu memprakarsai Aceh menjadi bilang negara kuat dari deretan negara-negara besar di dunia era kekuasaan suthan iskandar Muda

    IDENTIFIKASI KERENTANAN SEISMIK KAWASAN RINDAM ISKANDAR MUDA UNTUK PENATAAN RUANG WILAYAH PERTAHANAN

    Get PDF
    Resimen Induk Daerah Militer Iskandar Muda (Rindam Iskandar Muda) di provinsi Aceh merupakan salah satu objek vital pertahanan yang memiliki satuan jajaran yang terdiri dari: Sekolah Calon Tamtama (Secata), Sekolah Calon Bintara (Secaba), Depo Pendidikan Kejuruan (Dodikjur), Depo Pendidikan Bela Negara (Dodik Bela Negara). Secara geologi kawasan Rindam Iskandar Muda berada di atas  sesar (patahan) Aceh yang merupakan area potensi sumber kegempaan. Selain itu, sesar (patahan) Seulimum yang berada di timur dan zona subduksi yang berada di barat kawasan Rindam Iskandar Muda juga merupakan area-area potensi sumber utama kegempaan dari skala yang kecil hingga skala yang besar.  Dengan adanya pengembangan pembangunan dan infrastruktur yang berkesinambungan di kawasan Rindam Iskandar Muda maka salah satu upaya peningkatan mitigasi bencana gempabumi yaitu dengan pengetahuan terkait kondisi lapisan sedimen dan responnya terhadap gempabumi yang terjadi. Kajian mikrotremor melalui metode Horizontal to Vertical Spectrum Ratio (HVSR) dapat mengetahui karakteristik lapisan sedimen. Penelitian ini memiliki tujuan dalam mengidentifikasi frekuensi dominan (fo), faktor amplifikasi (A) dan indeks kerentanan seismik (Kg) berdasarkan hasil interpretasi kurva HVSR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Rindam Iskandar Muda memiliki rentang nilai frekuensi dominan antara 0.33 Hz hingga 11.6 Hz dengan variasi faktor amplifikasi antara 1.43 hingga 4.32 dan indeks kerentanan seismik antara 0.34 hingga 7.77. Berdasarkan manifestasi rentang frekuensi dominan tersebut, 55 % kawasan Rindam Iskandar Muda berada di atas permukaan tanah yang memiliki ketebalan lapisan sedimen lebih dari 30 meter. Ditinjau dari faktor amplifikasi lebih dari 77 % area Rindam Iskandar Muda berada dalam kategori rendah hingga sedang. Zona dengan indeks kerentanan seismik 6 hingga 7.7 berada nyaris melingkar melingkupi kawasan Rindam Iskandar Muda. Validitas terhadap varibael indeks kerentanan seismik memiliki akurasi yang tinggi dengan data-data visual di lapangan yaitu berupa tingkat keretakan dinding bangunan
    corecore