463 research outputs found

    Maskulinitas yang Berubah: Analisis Wacana Konten Youtube Tysna Saputra

    No full text
    Abstract Masculinity has the understanding that a man should have a strict, male and rude attitude. A man who has a gentle nature, does not like heavy sports and others will be considered a taboo in society. Masculinity that has changed in society along with the development of the times, this is indicated by the emergence of male beauty vloggers who discuss about beauty, self-care, style of dress and so on. One of them is Tysna Saputra. Through his YouTube channel, Tysna Saputra uploaded a video titled SKIN CARE GUYS at CHILDREN COST! Tysna practices self care steps for men. This, builds men's awareness to be more able to take care of themselves and not feel taboo when doing it. The method used by the author is a qualitative research method, namely by using Van Djik's critical discourse analysis techniques. The method used is online data observation and tracking using data triangulation. The author's observation was to watch Tysna's YouTube video repeatedly and explain each scene and product used. Observations made by the writer will prove that by doing self-care, will not reduce the value of masculinity that exists in a man. This will be related to Van Djik's theory of analysis. Maskulinitas memiliki pengertian bahwa seorang laki-laki sudah seharusnya memiliki sikap yang tegas, jantan dan kasar. Seorang laki-laki yang memiliki sifat lemah lembut, tidak menyukai olahraga berat dan lainnya akan dianggap sebagai hal yang tabu di maskyarakat. Maskulinitas yang telah berubah di masyarakat seiring dengan berkembangnya zaman, hal ini ditunjunkkan dengan bermunculannya para beauty vlogger laki-laki yang membahas mengenai kecantikan, perawatan diri, gaya berpakaian dan sebagainya. Salah satunya adalah Tysna Saputra. Melalui kanal YouTubenya, Tysna Saputra mengunggah video dengan judul SKIN CARE COWOK harga ANAK KOST!. Tysna mempraktekkan langkah – langkah merawat diri untuk laki-laki. Hal ini, membangun awareness kaum laki-laki untuk bisa lebih merawat diri dan tidak merasa tabu saat melakukannya. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian kualitatif, yaitu dengan memakai teknik analisis wacana kritis Van Djik. Metode yang digunakan adalah observasi dan penulusuran data online menggunakan triangulasi data. Observasi yang penulis lakukan adalah menonton video YouTube Tysna dengan berulang – ulang dan menjelaskan setiap adegan dan produk yang digunakan. Observasi yang dilakukan penulis akan membuktikan bahwa dengan melakukan perawatan diri, tidak akan mengurangi nilai maskulinitas yang ada pada seorang laki-laki. Hal ini akan dikaitkan dengan teori analisis Van Djik. Keywords beauty vlogger; masculinity; youtube; discourse analysi

    Maskulinitas yang Berubah: Analisis Wacana Konten Youtube Tysna Saputra

    No full text
    Abstract Masculinity has the understanding that a man should have a strict, male and rude attitude. A man who has a gentle nature, does not like heavy sports and others will be considered a taboo in society. Masculinity that has changed in society along with the development of the times, this is indicated by the emergence of male beauty vloggers who discuss about beauty, self-care, style of dress and so on. One of them is Tysna Saputra. Through his YouTube channel, Tysna Saputra uploaded a video titled SKIN CARE GUYS at CHILDREN COST! Tysna practices self care steps for men. This, builds men's awareness to be more able to take care of themselves and not feel taboo when doing it. The method used by the author is a qualitative research method, namely by using Van Djik's critical discourse analysis techniques. The method used is online data observation and tracking using data triangulation. The author's observation was to watch Tysna's YouTube video repeatedly and explain each scene and product used. Observations made by the writer will prove that by doing self-care, will not reduce the value of masculinity that exists in a man. This will be related to Van Djik's theory of analysis. Maskulinitas memiliki pengertian bahwa seorang laki-laki sudah seharusnya memiliki sikap yang tegas, jantan dan kasar. Seorang laki-laki yang memiliki sifat lemah lembut, tidak menyukai olahraga berat dan lainnya akan dianggap sebagai hal yang tabu di maskyarakat. Maskulinitas yang telah berubah di masyarakat seiring dengan berkembangnya zaman, hal ini ditunjunkkan dengan bermunculannya para beauty vlogger laki-laki yang membahas mengenai kecantikan, perawatan diri, gaya berpakaian dan sebagainya. Salah satunya adalah Tysna Saputra. Melalui kanal YouTubenya, Tysna Saputra mengunggah video dengan judul SKIN CARE COWOK harga ANAK KOST!. Tysna mempraktekkan langkah – langkah merawat diri untuk laki-laki. Hal ini, membangun awareness kaum laki-laki untuk bisa lebih merawat diri dan tidak merasa tabu saat melakukannya. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian kualitatif, yaitu dengan memakai teknik analisis wacana kritis Van Djik. Metode yang digunakan adalah observasi dan penulusuran data online menggunakan triangulasi data. Observasi yang penulis lakukan adalah menonton video YouTube Tysna dengan berulang – ulang dan menjelaskan setiap adegan dan produk yang digunakan. Observasi yang dilakukan penulis akan membuktikan bahwa dengan melakukan perawatan diri, tidak akan mengurangi nilai maskulinitas yang ada pada seorang laki-laki. Hal ini akan dikaitkan dengan teori analisis Van Djik. Keywords beauty vlogger; masculinity; youtube; discourse analysi

    Review on Compilation of Financial Statement Based on SAK ETAP (Financial Accounting Standard for Small and Medium Entities) at PT. RIZKY SAPUTRA in Periode September 2014

    No full text
    The research has been done in PT. Rizki Saputra in Bandung, Indonesia. The purpose of the research is to the preparation of financial statement based on SAK ETAP (Financial Accounting Standard for Small and Medium Entities) at PT. Rizky Saputra period September 2014 applicable for UMKM (Small and Medium Entities) in Indonesia. The method used is descriptive research, which aims to provide a clear picture of the state of the company, which acquired the data, collected and analyze and compared with the theories and the existing litelature on the litelature review in order to obtain a conclucion. Based on the results of the research, preparation of financial statements at PT. Rizki Saputra has been conducted by the author in accordance with SAK ETAP (Financial Accounting Standard for Small and Medium Entities) applicable in Indonesia. From this research, the researcher compose financial statement same with the rule of SAK ETAP (Financial Accounting Standard for Small and Medium Entities).   Keywords : Compilation Financial Statement, SAK-ETA

    KARAKTERISTIK PESAN DAKWAH PADA AKUN YOUTUBE CHANNEL ISLAM POPULER

    No full text
    ABSTRAK Akun Youtube Chanel Islam Populer membuat konten video yang menyajikan beragam informasi Islam dalam aplikasinya di kehidupan manusia. Sebagai tempat berbagi fakta-fakta seputar Islam, Muamalah, Syariah serta informasi Islam yang belum pernah diketahui sebelumnya. Akun Youtube Islam populer mencoba memberikan yang terbaik, Jika ada kesalahan datangnya berasal dari kreator dan jika ada yang benar semua berasal dari Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakteristik pesan dakwah yang terdapat dalam channel youtube Islam popular. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan atau Library Research, mengkaji dengan menggunakan kritis pengetahuan, temuan atau gagasan yang ada pada tubuh literatur, kemudian merumuskan atau menggabungkan teoritis dan metodologisnya ke dalam bahasan tertentu.Sumber data pada penelitian ini adalah video�video akun youtube channel islam popular pada bulan Januari hingga Maret 2024. Dengan metode pengumpulan data visualisasi media, dokumentasi dan analisis dta, Dalam penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa karakteristik pesan dakwah pada akun channel youtube Islam Populer yakni 3 karakteristik pesan dakwah diantaranya Karakteristik Pesan Dakwah Syariat Perintah yaitu dimana allah memperintahkan umat islam mempelajari Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat muslim agar hidup terarah. Selanjutnya Karakteristik pesan dakwah pada kebenaran, kebenaran dalam Islam merujuk pada Al- Qur’an yang menjadi sumber utama ajaran Islam oleh karena itu Al-Qur’an merupakan kitab suci yang menjadi tuntunan hidup seorang muslim. Dengan memahami ajaran Al- Qur’an, maka seorang muslim dapat menemukan kebenaran yang sedang dicarinya. Dan Karakteristik pesan dakwah keberagamaan. Yang dimana Agama dipeluk dan dihayati oleh manusia, praktek dan penghayatan agama tersebut diistilahkan sebagai keberagamaan (religiusitas). Dalam Beragama manusia menemukan dimensi dirinya yang menyentuh emosi dan jiwa. Oleh karena itu, keberagamaan yang baik akan membawa tiap individu memiliki jiwa yang sehat dan membentuk kepribadian yang kokoh dan seimbang. Kata Kunci : Pesan Dakwah, Karakteristik. ABSTRACT The Popular Islam Chanel YouTube account creates video content that presents various Islamic information in its application in human life. As a place to share facts about Islam, Muamalah, Sharia and Islamic information that has never been known before. Popular Islamic YouTube accounts try to provide the best. If there are mistakes it comes from the creator and if there is something right it all comes from Allah SWT. This research aims to determine the characteristics of da'wah messages contained in popular Islamic YouTube channels. This research uses a type of library research or Library Research, reviewing using critical knowledge, findings or ideas in the body of literature, then formulating or combining the theoretical and methodological aspects into a particular discussion. The data source in this research is videos from Islamic YouTube channel accounts. popular from January to March 2024. With media visualization data collection methods, documentation and data analysis, In this research, the author concludes that the characteristics of da'wah messages on the Popular Islamic YouTube channel account are 3 characteristics of da'wah messages, including Characteristics of Command Sharia Da'wah Messages, namely where Allah commands Muslims to study the Al-Qur'an as a guide to life for Muslims so that they live purposefully. Furthermore, the characteristics of the da'wah message are truth, truth in Islam refers to the Al-Qur'an which is the main source of Islamic teachings, therefore the Al-Qur'an is the holy book which is a guide to the life of a Muslim. By understanding the teachings of the Qur'an, a Muslim can find the truth he is looking for. And characteristics of religious da'wah messages. Where religion is embraced and lived by humans, the practice and appreciation of religion is termed as religiosity. In religion, humans discover dimensions of themselves that touch their emotions and soul. Therefore, good diversity will lead each individual to have a healthy soul and form a strong and balanced personality. Keywords: Da'wah message, characteristics

    Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Ujaran Kebencian (Hate Speech) Kepada Kepala Negara dan Kapolri (Studi Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor: 3006/ PID.SUS/2017/PN MEDAN)

    No full text
    Perkembangan teknologi dan informasi saat ini sudah semakin canggih sehingga memudahkan segala urusan manusia dan menjadi suatu gaya hidup bagi masyarakat di dunia salah satunya di Indonesia, tidak hanya berupa memberikan dampak positif saja, namun juga memberikan dampak negatif yaitu munculnya berbagai jenis kejahatan yaitu Ujaran Kebencian (Hate Speech). Oleh karena itu muncul permasalahan yakni Bagaimana aturan hukum pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku ujaran kebencian (hate speech) kepada Kepala Negara dan Kapolri, Bagaimana faktor penyebab terjadinya tindak pidana ujaran kebencian (hate speech) kepada Kepala Negara dan Kapolri, Bagaimana analisis terhadap putusan Pengadilan Negeri Medan nomor : 3006/ Pid.Sus/2017/PN medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian normatif, dengan sifat penelitian deskriftif analisis, yang bersumber dari data sekunder dengan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Dilakukan dengan pengumpulan data secara studi kepustakaan dan studi dokumen, dianalisis secara kualitatif. Dan menggunakan pendekatan Perundang-undangan (Statute Approach) dan Pendekatan Kasus (Case Approach). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ketentuan hukum tindak pidana Ujaran Kebencian (Hate Speech) yang dilakukan oleh pelaku difokuskan pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Faktor penyebab Pelaku melakukan ujaran kebencian terdiri dari Faktor Intern yaitu faktor individu dan faktor Ektern yaitu faktor lingkungan, ekonomi, faktor kurangnya kontrol sosial, faktor ketidaktahuan masyarakat, , faktor sarana dan fasilitas, faktor kemajuan teknologi, ketidakpuasan dengan kebijakan kepala negara dan ketidak becusan/seriusan Kapolri dan faktor Nilai. Analisis putusan Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor : 3006/ Pid.Sus/2017/PN Medan. Penulis tidak setuju dengan putusan Majelis Hakim dikarenakan keberlakuan dan tafsir atas Pasal 27 ayat (3) UU ITE tidak dapat dipisahkan dari norma hukum pokok dalam Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP sebagai genus delict yang mensyaratkan adanya pengaduan (klacht) untuk dapat dituntut, sehingga Pasal a quo ditafsirkan sebagai delik yang mensyaratkan pengaduan (klacht) untuk dapat dituntut di depan Pengadilan. Oleh karana orang yang dirugikan bukan pengadu langsung maka perbuatan ada namun tidak memenuhi unsur-unsur delik, sehingga haruslah diputus batal demi hukum. Menyarankan pemerintah lebih getol lagi mensosialisaikan Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). masyarakat lebih berhati-hati dan lebih bijak dalam menggunakan media internet khususnya media sosial sehingga tidak sembarang untuk menyebarluaskan informasi yang mengandung muatan ujaran kebencian dalam bentuk penghinaan dan atau perncemaran nama baik. Majelis Hakim dalam memberikan putusan terhadap pelaku Ujaran Kebencian (Hate Speech) harus mempertimbangkan aturan-aturan hukum yang ada dan fakta-fakta hukum.The development of technology and information is now becoming more sophisticated so that it facilitates all human affairs and becomes a lifestyle for people in the world, one of them in Indonesia, not only in the form of positive impact, but also a negative impact, namely the emergence of various types of crimes, namely Hate Speech ( Hate Speech). Therefore, the problem arises, namely how the rule of law for criminal liability against perpetrators of hate speeches to Heads of State and Chief of Police, How are the factors causing crimes of hate speech to Heads of State and Chief of Police, How is the analysis of Medan District Court Verdict number: 3006 / Pid.Sus / 2017 / PN medan. The method used in this study is normative research, the characteristic is descriptive analysis, which comes from secondary data with primary legal material, secondary legal material, and tertiary legal material. Conducted by collecting data in literature studies and document studies, analyzed qualitatively. And using the Statute Approach and Case Approach. Based on the results of the study it can be concluded that the legal provisions of the criminal act of Hate Speech conducted by the perpetrators are focused on Law Number 19 Year 2016 concerning Amendments to Law Number 11 Year 2008 concerning Information and Electronic Transactions (ITE). The factors that cause the perpetrators to do hate speech consist of internal factors, namely individual factors and extern factors, namely environmental factors, economics, lack of social control factors, ignorance of the community, factors of facilities, technological progress, dissatisfaction with the head of state policy and incompetence / National Police Chief and Value factors. Analysis of Medan District Court Verdict Number: 3006 / Pid.Sus / 2017 / PN Medan. The author disagrees with the Judge's decision because the validity and interpretation of Article 27 paragraph (3) of the ITE Law cannot be separated from the basic legal norms in Article 310 and Article 311 of the Criminal Code as genus delicts which require complaints (klacht) to be prosecuted, so Article the a quo is interpreted as an offense requiring a complaint (klacht) to be prosecuted before the Court. Because the person who is injured is not a direct complainant, then the action exists but does not fulfill the elements of the offense, so it must be decided to be null and void by law. Suggests that the government be more diligent in socializing Law Number 19 Year 2016 concerning Amendments to Law Number 11 Year 2008 concerning Information and Electronic Transactions (ITE). the public is more careful and wiser in using internet media especially social media so that it is not arbitrary to disseminate information containing hate speech content in the form of insult and / or defamation. The Panel of Judges in giving a verdict on the perpetrators of Hate Speech must consider the existing legal rules and legal facts that have.147 HalamanTesis Magiste

    Factors Affecting The Acceptance of Going Concern Audit Opinions (Study on Companies Listed on IDX)

    No full text
    This study aims to investigate the variables that affect how going concern opinions are received. The variables include audit quality, company size, and debt default. The research method is quantitative. The research population is companies in the property, real estate, and building construction sectors that are listed on the Indonesia Stock Exchange. The sampling method is purposive sampling and samples are taken 64 observation data. The study's findings demonstrate that audit quality has no impact on the likelihood of receiving going-concern audit opinions, whereas firm size has a positive impact on the likelihood of receiving going-concern audit opinions. Debt default has no impact on the likelihood of receiving going-concern audit opinions

    SURVEI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN JASMANI TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI SISWA SMP NEGERI 33 MAKASSAR

    No full text
    ABSTRAK Akbar Wahyu Saputra. 2019. Survei Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Siswa SMP Negeri 33 Makassar. Skripsi. Jurusan penjaskesrek, Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Irvan Sir dan Andi Masjaya). Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui kondisi sarana dan prasarana pendidikan jasmani di SMP Negeri 33 Makassar. (2) Mengetahui tingkat hasil belajar siswa SMP Negeri 33 Makassar. (3) Mengetahui berapa besar pengaruh sarana dan prasarana pendidikan jasmani terhadap hasil belajar pendidikan jasmani siswa SMP Negeri 33 Makassar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan metode survei, dengan teknik pengambilan data sarana prasarana dan hasil belajar. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 33 Makassar kelas 2, teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah melakukan pemilihan secara acak dengan menggunakan teknik “simple random sampling” dengan cara undian, sehingga jumlah sampel sebanyak 30 siswa kelas 2 SMP Negeri 33 Makassar. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam bentuk persentase. hasil penelitian tentang kondisi sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran penjas di SMP Negeri 33Makassar dengan rata 42,3%, termasuk dalam kategori “cukup ideal” untuk mendukung proses pembelajaran penjas sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Hasil belajar pendidikan jasmani dengan melihat nilai harian siswa SMP Negeri 33Makassar memiliki nilai harian yang tergolong baik. Hal ini dibuktikan dari pengumpulan data tentang hasil belajar pendidikan jasmani siswa yang masuk dalam kategori baik atau setara dengan 81%. Sedangkan Pengaruh sarana prasarana ( X) terhadap hasil belajar (Y) siswa SMP Negeri 33Makassar sebesar 57,8 %.dan sisanya 42,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar persamaan regresi atau yang tidak diteliti. Kata kunci : Survei, Sarana dan prasarana, Hasil Belaja

    PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK AKIBAT ORANG TUANYA MENJADI KORBAN KRIMINALISASI (STUDI KASUS AHMAD SOFIAN)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak-hak anak yang harus diperoleh ketika orang tuanya sedang menjalani proses hukum baik sebagai pelaku kejahatan. Pada dasarnya orang tua merupakan pilar utama dalam perlindungan hak-hak anak. Namun hal ini menjadi kendala ketika orang tua sedang menjalani proses hukum sehingga hak-hak anak tidak terpenuhi sepenuhnya. Saat ini banyak pihak yang abai terhadap pemenuhan hak-hak anak ketika orang tua sedang menjalani proses hukum, bahkan aparat penegak hukum atau pemerintah tidak menyinggung hak-hak anak yang seharusnya diperoleh karena hal ini berkaitan dengan tumbuh kembang anak sebagai anak. generasi penerus bangsa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif-empiris dengan pendekatan analitis terhadap salah satu datanya menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil dan kesimpulan penelitian ini mendorong pemerintah dan pihak-pihak lain untuk memperhatikan hak-hak anak ketika orang tuanya sedang menjalani proses hukum, karena hal tersebut merupakan bagian dari hak asasi manusia yang harus dilibatkan setiap orang dalam pemenuhannya. Sehingga ketika orang tua anak menghadapi proses hukum, ternyata ada hak-hak anak yang harus dipenuhi berdasarkan amanat peraturan perundang-undangan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hak asasi manusia.orang tuanya sedang menjalani proses hukum, karena hal tersebut bagian hak asasi manusia yang semua orang wajib terlibat dalam pemenuhannya. Maka ketika orang tua anak sedang berhadapan dengan proses hukum, ternyata ada hak-hak anak yang harus dipenuhi berdasarkan amanat peraturan perundang-undangan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hak asasi manusia

    Pengaruh Metode Resitasi Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran Fiqih Di Pondok Pesantren Ar-Rummani Kubang Raya, Kampar

    No full text
    This research was motivated bythe problems about learning achievement that happened to students at Islamic junior high school boarding school Ar-Rummani Kubang Raya, Kampar. One of the students’ problems in fiqh lesson was learning achievement that students’ competence after they received learning experience. Then, learning achievement symptoms as follows: students could not give attention to teacher when explaining lesson, students could not have interest to follow fiqh lesson, students had lack of understanding in learning fiqh. In solving this problem, it used recitation method that suitable with boarding school ArRummani’s students need. The purpose in this research examined to know the influence of recitation method on students’ learning achievement in Fiqh lesson at Islamic Junior High School Boarding School Ar-Rummani Kubang Raya, Kampar. This research was quantitative with correlational approach. This research involved 89 population, and the technique to collect the data by using questionnaire, test, and documentation. From simple regression analysis with significant score smaller than 0.05 where p= 0.000<0.05, and Ho was rejected and Ha was accepted. It could be meant that there was any influence of recitation method on students’ learning achievement in fiqh lesson at Islamic Junior High School Boarding School Ar-Rummani Kubang Raya, Kampar. The influence score between X variable (recitation method) and Y variable (learning achievement) in 0.625 or 62.5% and classified in range 0.060-0.799 with strong category. It meant that the influence of recitation method on students’ learning achievement in fiqh lesson at Islamic Junior High School Boarding School ArRummani Kubang Raya, Kampar was in “strong” category

    Penerapan Personal Selling Dalam Meningkatkan Minat Produk Kreasi Di PT. Pegadaian (Persero) Cabang Tarandam Padang

    No full text
    Dimasa pandemic ini PT. Pegadaian tarandam cabang Padang membentuk personal selling untuk meningkatkan minat produk kreasi.Peran personal selling dalam meningkatkan produk Kreasi pada PT. Pegadaian Cabang Terandam adalah untuk menginformasikan lebih lanjut bagaimana produk Kreasi dapat diterima oleh nasabah pegadaian. Contoh program area yang bisa meningkatkan minat nasabah dalam memilih Kreasi pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Terandam Padang adalah program Kreasi Multi Guna. Pada program ini calon nasabah diberikan kebebasan biaya administrasi. Selain itu ada yang namanya program Kreasi Makro dimana nasabah menggadaikan emasnya dimana cicilan dibayar setiap bulannya
    corecore