1,721,691 research outputs found
Strategi Pembelajaran Pesantren Ekologi Hidayatul Irpan dalam Melahirkan Peace Worker
Permasalahan tentang memanusiakan manusia seakan tidak pernah usai dibicarakan dalam berbagai kajian. Kasus-kasus intoleran terus bermunculan dan menjadi polemik yang tidak berkesudahan. Indonesia sendiri memiliki banyak warisan konsep yang telah diwariskan, diimplementasikan secara turun-temurun baik melalui hukum yuridis ataupun hukum kebudayaan bahkan keagamaan. Pesantren merupakan kawah candra dimuka untuk menuntaskan permasalahan intoleransi di Indonesia, karena pesantren adalah lembaga kaderisasi tokoh yang akan memimpin bangsa Indonesia ini. Pesantren Ekologi Hidayatul Irpan adalah pesanten yang mengajarkan nilai-nilai perdamaian melalui nilai-nilai alam semesta. Alam semesta adalah sumber pendidikan nilai. Sumber pendidikan nilai adalah Tuhan Y. M. E.. Di Pesanten Ekologi ini, santri diajarkan tentang nilai, moral, prinsip dan akhlak yang baik dalam membangun interaksi sesama umat manusia, baik yang beragama Islam, Kristen Katolik, dan Protestan. Perbedaan, di Pesantren Ekologi Hidayatul Irpan bukan sebuah ancaman untuk hidup rukun dalam agama yang berbeda. Perbedaan adalah rahmat kasih sayang untuk membangun hidup tentram, sejahtera dan berkadilan, serta bekejelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Peniliti melakukan wawancara dan pengamatan lapangan, serta telibat dalam berbagai aktifitas di pesantren. Sehingga peneliti dapat melihat bagaimana pesantren ekologi mengusung strategi melahirkan Peace Worker (pekerja perdamaian)
IRPAN SIREGAR's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
IRPAN SIREGAR's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Sang Pendobrak Dari Waghete “Perjuangan Seorang Pemuda Demi Bangsanya”
Buku kategori motivasi yang berjudul Sang Pendobrak Dari Waghete “Perjuangan Seorang Pemuda Demi Bangsanya” merupakan karya dari Irpan & Benediktus Angkus. Buku biografi ini dipersembahkan untuk memperkenalkan sosok Natalis Edowai, S.E., M.M., sosok muda yang sangat ingin mengabdikan dirinya kepada nusa dan bangsanya. Lewat jalur politik, dia bisa mengabdikan diri dan kepeduliannya untuk bangsa yang tercinta ini. Kisah sedih dan bahagia terpatri dalam setiap langkah dan sepak terjangnya. Sosok yang satu ini sangat menginspirasi kaum muda Papua. Semoga kita bisa membagikan kisah inspiratif ini untuk para pemuda yang giat berjuang untuk masa-masa yang akan datang. Buku ini terinspirasi dari biografi almarhum Bapak B.J. Habibie sehingga beliau ingin memperkenalkan sosok Natalis Edowai, S.E., M.M. ke khalayak ramai
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
EFEKTIVITAS PELAYANAN PENDAFTARAN NPWP SECARA ELEKTRONIK(EREGISTRATION)TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH WAJIB PAJAK TERDAFTAR DI KPP PRATAMA DUMAI
ABSTRAK
EFEKTIVITAS PELAYANAN PENDAFTARAN NPWP SECARA ELEKTRONIK(EREGISTRATION)TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH WAJIB PAJAK
TERDAFTAR DI KPP PRATAMA DUMAI
IRPAN SUSANTO
01776101001
Pajak adalah sumber penerimaan terbesar bagi negara, maka pemerintah dalam
hal ini Direktorat Jenderal Pajak terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat
untuk memenuhi kewajiban perpajakannya. Salah satu upaya yang dilakukan DJP adalah
dengan penerapan sistem teknologi informasi dalam pendaftaran wajib pajak untuk
memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak, atau disebut e-Registration. Nomor Pokok
Wajib Pajak sendiri mempunyai fungsi sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib
Pajak, menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan pengawasan administrasi
perpajakan, sebagai sarana dalam administrasi perpajakan, dan dicantumkan dalam setiap
dokumen perpajakan. Penelitian ini menjelaskan fenomena mengenai kepatuhan Wajib
Pajak yang dipengaruhi oleh pelayanan yang diberikan oleh KPP Pratama Dumai dan
penggunaan teknologi informasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui respon
masyarakat atas pelayanan pendaftaran NPWP dengan e-Registration, mengetahui proses
pelayanannya, kemudian mengetahui tingkat efektivitas dari pelayanan yang diberikan
terhadap peningkatan jumlah Wajib Pajak terdaftar di KPP Pratama Dumai. Dari
penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa pelayanan yang diberikan oleh pihak
piskus efektif meningkatkan jumlah Wajib Pajak terdaftar di KPP Pratama Dumai. Akan
tetapi masih ditemukan juga kelemahannya,yakni terbatasnya sumber daya manusia dan
sarana prasarana teknologi informasi yang kurang memadai. Penerapan pelayanan di KPP
Pratama Dumai sudah cukup baik, perlu dilanjutkan dan ditingkatkan sosialisasinya.
Kata kunci : NPWP, efektivitas, wajib pajak
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
