604 research outputs found

    'Resting' and 'Fremantle Terzinas' Poems by author Hersri Setiawan (Translation into English by David T. Hill)

    No full text
    In late February 1993, Indonesian author Hersri Setiawan arrived for a brief visit to Australia to participate in the Perth Writers' Festival at the Fremantle Arts Centre. A former political prisoner held for nine years in detention without trial, he managed to leave Indonesia several years ago and now lives in the Netherlands as a political exile. These poems have been translated by David T. Hill

    Language Kinship as Regional Conflict Resolution in West Nusa Tenggara Comparative Historical Linguistic Study

    No full text
    West Nusa Tenggara (NTB) has two kinds of related ethnic languages, namely the Sasak language (BS) and the Samawa language (BSw). As related languages, the two ethnic groups often come into conflict. Conflicts are generally caused by the lack of a good and effective communication process. This study investigates the phenomenon of linguistic kinship and describes various phonemic features as a solution for resolving regional conflicts. The research uses Linguistics Historical Comparative (LHC) Theory with synchronic studies. The research method used phenomenological principles with qualitative descriptive research. The object of study is BS and BSw. The research instrument used Swadesh vocabulary and Lexicostatistical parameters. Data collection was conducted by documentation. Data analysis applied qualitative description technique includes reduction, presentation, and verification. The results showed that 68 words were the same, 52 words were similar, and 87 were different. Word relations based on parallel and serial structures of kin with contradictory meanings, such as: /apa/ (a~ə/-#), /anjing/(c~s/#V-V#), /baru/ (a~ǝ/#C-C# and Ø~?/-#), /benar/ (k~t/#-), /benih/ (ɛ~i/#CC#), and /bunuh/ (Ø~bǝ/#- and ?~ Ø/-#). In syllables and phonemes, BS and BSw have variants /e/ > [ǝ],[e],[Ɛ]. The percentage of relatives, 58%, is of language family status, both genetically and proto-Austronesian. The period of separation of the two languages is 1292 years, to be precise, occurred in 730 AD. The contribution of similarity is phonemically observed through three dimensions of inter-ethnic conflict resolution: signification, domination, and legitimacy. The research findings are in the form of formulations/concepts of solutions for resolving regional conflicts through the kinship of phonemic features of the Austronesian language, the traditions/culture and beliefs of speakers, and the social system of society. It is a reference for preventing regional conflicts in NTB in particular and Indonesia in general

    Slank, Musik, dan Kepentingan

    No full text
    Selama ini kita salah memandang musik hanya sebagai sebuah peristiwa seni yang netral dan tanpa bias. Musik sejak awal harus diklasifikasikan dalam dua kategoriberbeda. Pertama, ia adalah sebentuk karya seni bunyi yang dinikmati sisi estetisnya. Ide penciptaan bisa berasal dari mana saja, tapi tujuannya tetaplah memberi kenikmatan estetis pada pendengar. Kedua, karena kodratnya yang demikian, musik seringkali digunakan sebagai katalisator dalam menyampaikan pesan-pesan tertentu. Artinya musik tidak lagi netral, tapi berpihak. Hal itulah yang membedakan musik dengan kicauan burung. Sama-sama indah, tapi yang satu tak bisa disebut musik. Musik itu dilandasi dengan aspek kesengajaan, tidak hadir secara spasial. Kesengajaan maksud inilah yangdiperdebatkan, menempatkan musik “dalam bingkai kepentingan”. Tapi mari, walaupun sulit, kita lepaskan keterkaitan musik dengan penciptanya. Lepaskan musik dari beban-beban kepentingan musisinya. Biarkan bunyi musik itu mengalun, dinyanyikan, dan disenandungkan dalam peluh perjuangan mencari keadilan. Death of the author, adagium lawas bilang demikian. Tak ada salahnya kita tetap menyanyikan lagu-lagu Slank bertema sosial, kritikan, bahkan kebencian pada korupsi dengan lantang. Barangkali kini, yang menyanyikan itu semua bukan lagi Slank, tapi kita

    Social Dialect Variations in Sasak Monolingual Society

    No full text
    Social dialect variation is diversity and richness of dialect owned by an individual or group in Sasak monolingual society. Moreover, the diversity of social dialect is also often used as a medium for transferring ideology, identity, and existence by an individual or group of individual or other groups. Thus, the purpose of this study is to describe the form of vocabulary choice in social dialect variation of Sasak community to show differences in speech who is high social status (superior) and low social status (inferior) between individuals or groups and between women and men. The theory used is social dialect variation form of Janet Holmes and critical analysis Norman Fairclough. The data was collected by observing methods and interview as well as the basic techniques and derivatives, observation and documentation methods. Sources of data gathered from Sasak speakers who are communicating. Data were analyzed by using a descriptive qualitative method which aims to make a systematic description, categorization, and patterning. Data are presented formally and informally. At last, this study resulted in different forms of social dialect variation by an individual or group and by women and men who can cause a physical-psychic intersection

    PENANGANAN EMERGENCY KECELAKAAN KERJA OLEH PT. IDT TRANS AGENCY PADA CREW MV. YIN NENG PADA SAAT PERBAIKAN CRANE

    No full text
    ABSTRAKSI Setiawan, Angga. 2023.’’Penanganan Emergency Kecelakaan Kerja Oleh PT. IDT Trans Agency pada Crew Pada Saat Perbaikan Crane’’. Skripsi. Progam Diploma IV, Progam Studi Ketatalaksanaan Angkutan laut dan Kepelabuhanan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Purwantono, S.Psi, Mpd., dan Pembimbing II: Irma Shinta Dewi, M.pd Kecelakaan kerja di atas kapal adalah suatu kejadian yang tidak diharapkan dan terjadi secara tidak terduga yang dapat merugikan baik secara individu mau pun lingkungan sekitar. Pentingnya memperhatikan kesadaran keselamatan dan keamana dalam bekerja untuk meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menekankan pentingnya kesadaran dan keterampilan dalam memperhatikan keselamatan bekerja terkhusus di kapal saat melakukan pekerjaan yang penuh dengan resiko terjadinya kecelakaan kerja serta memberikan bebepara petunjuk yang dapat dilakukan untuk memberikan penanganan emergency apabila terjadi kecelakaan kerja di atas kapal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adala metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dengan teknik triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan yaitu penaganan emergency kecelakaan kerja oleh PT. IDT Trans Agency pada crew MV. Yin Neng pada saat perbaikan crane. Terdapat dua faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan ini yaitu faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam, penyebab terjadinya kecelakaan kerja yang bersumber dari manusia itu sendiri. Sedangkankan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar, biasanya berupa faktor yang berhubungan dengan lingkungan sekitar. Pentingnya penanganan pertama pada saat terjadi kecelakaan kerja di atas kapal sangatlah dibutuhkan untuk membantu meminimalisir cidera yang di alami korban sehingga dapat mengurangi jumlah korban jiwa yang disebabkan oleh kecelakaan kerja

    ITB Journal of Visual Art and Design : Vol. 1, No. 3, December 2007

    No full text
    1. The Semantics of "New" Batik Clothes: identifying users\u27 perception on the colors and patterns of newly developed West Javanese Batik Clothes / Achmad Syarief, Yanyan Sunarya 2. Hidden-Order dan Hidden-Power pada Ruangan Terbuka Publik, Studi Kasus: Lapangan Cikapundung, Bandung / RR. Dhian Damajani 3. Telaah Atas Ilustrasi Buku Roesdi djeung Misnem sebagai Bacaan Murid-Murid Sekolah Rakyat di Jawa Barat sebelum Perang Dunia II / H.W. Setiawan, Irma Damajanti, Prijanto Sunarto 4. Kajian Bahasa Rupa Berdasar Rekaman Video Pergelaran Wayang Kulit Purwa dalam Lakon \u27Parta Krama\u27 / Ismudyahwati, et al. 5. Konservasi Preventif Karya Seni Lukis bagi Mahasiswa Seni / Irma Damajanti 6. Pengolahan Material Serat Alami Menggunakan Enzim Mikrobiologi untuk Media Ekspresi Seni Dua Dimensi / Muksi

    Analisis Afiksasi Pada Teks Piato Presiden Joko Widodo Di Hari Antikorupsi Sedunia: Kajian Morfologi

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk menganalisis penggunaan afiksasi dalam pidato Presiden Joko Widodo, dengan fokus pada jenis-jenis afiks yang digunakan dalam menyampaikan pesan antikorupsi. Afiksasi, sebagai proses pembubuhan afiks pada kata dasar, dapat memperkaya makna kata dan memperjelas komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis teks, yang dilakukan pada teks pidato yang diambil dari tayangan Youtube KompasTV. Data dianalisis berdasarkan jenis afiks yang digunakan, yaitu prefiks, sufiks, dan konfiks, serta makna gramatikal yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afiksasi dalam pidato tersebut berperan penting dalam memperkuat pesan moral dan mengkomunikasikan ide antikorupsi. Hasl dan temuan berupa sistem prefiks pe-, di-, meN-, sufiks –an, –I, –nya, dan konfiks ke-an, per-an, di-kan, serta peN-an. Penggunaan afiks ini memperkaya makna kata dan meningkatkan pemahaman audiens terhadap pesan yang disampaikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami peran morfologi, khususnya afiksasi, dalam komunikasi politik dan pemahaman sosial masyarakat
    corecore