4 research outputs found
Proses Penataan Bahan Pustaka (shelving) Bagian Sirkulasi dalam Menunjang Penelusuran Informasi Pemustaka di Perpustakaan Universitas Negeri Malang.
ABSTRAK Oktavia, Intan Winda. 2017. Proses Penataan Bahan Pustaka (shelving) Bagian Sirkulasi dalam Menunjang Penelusuran Informasi Pemustaka di Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Titik Harsiati, M.Pd (II) Taufiq Kurniawan, S.IP, M.IP Kata kunci : Penataan bahan pustaka, perpustakaan Kegiatan shelving atau penjajaran koleksi buku merupakan kegiatan wajib dan dapat dikatakan sebagai ujung tombak layanan perpustakaan. Kegiatan shelving dilaksanakan setiap kali perpustakan akan buka dan atau tutup. Penataan bahan pustaka bertujuan memberikan kemudahan bagi pengguna dalam menelusur buku-buku yang diinginkan dengan mudah, cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup proses penataan bahan pustaka di bagian sirkulasi, penelusuran inforasi pemustaka, dan kendala yang dialami petugas shelving bagian sirkulasi di perpustakaan Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan bahan pustaka (shelving) di perpustakaan Universitas Negeri Malang telah sesuai dengan prinsip-prinsip metode penyusunan bahan pustaka yang telah diterapkan. Terdapat beberapa nomor punggung tidak urut dalam satu deret rak. Penelusuran informasi yang dilakukan oleh pemustaka di perpustakaan Universitas Negeri Malang cukup mudah. Salah satu alat yang digunakan untuk penelusuran informasi yaitu dengan menggunakan OPAC (Online Public Acces Catalog) OPAC dapat diakses melalui jaringan lokal perpustakaan Universitas Negeri Malang dan jaringan online. Data OPAC pada jaringan lokal perpustakaan sudah lengkap, namun pada OPAC jaringan online tidak lengkap. Kendala-kendala yang dialami petugas shelving meliputi kendala dalam hal tenaga kerja, sarana prasarana, dan waktu. Dengan demikian saran yang dapat diberikan penulis untuk petugas shelving perpustakaan Universitas Negeri Malang agar dapat lebih teliti dalam melakukan kegiatan shelving. Bagi pustakawan bagian TI perpustakaan Universitas Negeri Malang disarankan untuk memperbarui data yang ada pada OPAC (Online Public Acces Catalog). Bagi pimpinan perpustakaan Universitas Negeri Malang disarankan untuk melakukan penambahan tenaga kerja petugas shelving pada hari dan jam tertentu yang dibutuhkan
Kompetensi, Kendala, dan Upaya Peningkatan Kompetensi Pustakawan di Perpustakaan Universitas Kanjuruhan Malang
ABSTRAK Oktavia, Intan Winda. 2015. Kompetensi, Kendala dan Upaya Meningkatkan Kompetensi Pustakawan di Perpustakaan Universitas Kanjuruhan Malang. Tugas akhir, Program Studi Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Imam Agus Basuki, M.Pd (II) Drs. Hari Santoso, S.Sos. Kata kunci : kompetensi pustakawan, perpustakaan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pustakawan, kendala yang dihadapi dalam meningkatkan kompetensi, dan upaya yang dapat dilakukan pustakawan untuk meningkatkan kompetensi di perpustakaan Universitas Kanjuruhan Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diambil dari observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pustakawan di perpustakaan Universitas Kanjuruhan Malang masih perlu ditingkatkan pada masing – masing bidang yaitu sirkulasi, pengolahan, dan layanan pemakai. Kompetensi pustakawan dalam layanan pemakai masih kurang maksimal, tidak dapat membantu pemustaka melakukan temu kembali informasi sampai tuntas. Kompetensi pustakawan pada bagian pengolahan kurang. Pengklasifikasian pada bahan pustaka masih kurang tepat dan pustakawan tidak dapat menggunakan DDC manual. Setiap pustakawan berusaha meningkatkan kualitas kinerjanya sesuai dengan kerangka kerja yang ada. Pustakawan berusaha memberikan memberikan pelayanan prima agar pemakai puas dengan layanan yang diberikan. Kendala yang dihadapi perpustakaan Universitas Kanjuruhan Malang dalam meningkatkan kompetensi adalah kurangnya dana/anggaran dari atasan, waktu, dan sumber daya manusia yang minimal. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pustakawan di Perpustakaan Universitas Kanjuruhan Malang adalah: (a) pustakawan mengikuti pelatihan atau pendidikan formal maupun non formal dibidang ilmu perpustakaan, (b) pustakawan berusaha mengembangkan diri sendiri dengan keterampilan yang dimiliki, (c) pustakawan aktif mengikuti organisasi di bidang perpustakaan yang ada di Indonesia. Dengan demikian saran yang diajukan untuk pimpinan Universitas Kanjuruhan Malang dan pustakawan perpustakaan Universitas Kanjuruhan Malang yaitu: (1) pimpinan memberi beasiswa atau dana untuk perbaikan pendidikan (formal maupun non formal). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan pustakawan; (2) pustakawan diharap bersikap lebih proaktif dalam melakukan pelayanan pada pemakai. Tujuannya adalah agar pemustaka merasa puas dengan layanan dan akan kembali lagi ke perpustakaan; (3) pimpinan perpustakaan Universitas Kanjuruhan Malang perlu mengajukan penambahan pustakawan minimal D2 Ilmu Perpustakaan. Hal ini dilakukan agar tidak ada kerangkapan kerja didalam perpustakaan
KOMUNITAS PROSTITUSI ONLINE DI TENGAH MASYARAKAT VIRTUAL DALAM PERSPEKTIF HUKUM
Internet membuat pengembangan jejaring sosial dengan beberapa aplikasi. Masalah-masalah sosial dalam dunia nyata juga turut merambah ke dalam dunia virtual ini. Masalah prostitusi yang menjadi sisi hitam dalam masyarakat nyata, kini mulai bergeser ke dalam masyarakat cyber. Artikel ini membahas untuk mempelajari bagaimana dan apa saja media komunitas prostitusi online ditengah komunitas virtual dan juga menafsirkan pemahaman hukum dari hal tersebut. Metode memutus yang kami lakukan menentang studi literatur dan analisis media. Media yang digunakan oleh komunitas prosttusi online yaitu situs web, media sosial, dan aplikasi. Undang-undang yang terkait dengan komunitas prostitusi online yaitu Undang-undang RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang RI No.44 Tahun 2008 Tentang Pornografi,
PERTUKARAN SOSIAL (SOCIAL EXCHANGE) PADA LAYANAN DELIVERY ORDER DI BALAI LAYANAN PERPUSTAKAAN DINAS PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH (DPAD) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Pada era sekarang, internet merupakan suatu kebutuhan. Masyarakat lebih tertarik menggunakan media internet untuk mencari informasi dari pada harus keluar mencari dan meminjam buku di perpustakaan. Perpustakaan dituntut kreatif dan inovatif mengembangkan ide-ide untuk menjadikan perpustakaan tetap menarik. Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY mulai membuat inovasi baru berupa layanan delivery order atau pesan antar. Pada layanan di perpustakaan, terjadi pertukaran sosial. Dalam pertukaran sosial, masing-masing pihak dapat berkontribusi dan memberikan manfaat langsung. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis faktor adanya layanan delivery order, pelaksanaannya, dan pertukaran sosial yang terjadi pada layanan delivery order di Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY. Metode penulisan yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan triangulasi. Hasil dari penulisan ini yaitu adanya layanan pesan antar atau delivery order di Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY yaitu untuk peningkatan layanan publik dan membantu pemustaka difabel, sebagai inovasi layanan publik, dan membantu kinerja gubernur mengenai program sumber daya manusia. Pemesanan bahan pustaka layanan delivery order melalui website. Kendala dalam pelaksanaan layanan delivery order antara lain kurangnya bahan pustaka, sistem yang terkadang error, dan kurangnya promosi. Pertukaran sosial yang terjadi pada layanan delivery order Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY yaitu pertukaran sosial antara pemustaka dan pustakawan layanan delivery order, pertukaran sosial antara admin/kurir dengan pustakawan koleksi umum, dan pertukaran sosial antara pemustaka dengan Balai Layanan Perpustakaan DPAD DIY. Proposisi yang ditemukan dalam penulisan ini menurut teori pertukaran George Caspar Homans yaitu proposisi sukses, proposisi pendorong atau stimulus, proposisi nilai, proposisi deprivasi-satiasi, dan proposisi rasionalitas. Saran yang dapat diberikan penulis yaitu perpustakaan menambah koleksi populer dan memperbaiki sistem pada website yang sering gangguan
