9 research outputs found
PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN, PROFITABILITAS, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2013-2017
ABSTRAK Nilai perusahaan berkaitan dengan harga saham, semakin tinggi harga saham maka akan semakin tinggi pula keuntungan yang akan didapatkan oleh pemegang saham maka nilai yang dimiliki perusahaan semakin naik. Nilai perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kebijakan dividen, profitabilitas, dan ukuran perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kebijakan dividen, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur dengan periode pengamatan tahun 2013-2015 yang berjumlah 151 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel sejumlah 11 perusahaan. Sedangkan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS.
Berdasarkan hasil analisis datamenunjukkan bahwa kebijakan dividen (DPR) dan profitabilitas (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV), sedangkan ukuran perusahaan (Size) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV). Koefisien determinasi (R2) dalam penelitian ini senilai 0,858 yang mana menunjukkan bahwa 85,8% variasi variabel nilai perusahaan (PBV) dapat dijelaskan oleh variasi variabel kebijakan dividen (DPR), profitabilitas (ROE), dan ukuran perusahaan (Size). Sementara itu sisanya sebesar 14,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian.
Kata kunci: nilai perusahaan, kebijakan dividen, profitabilitas, ukuran perusahaa
PENGARUH MOTIVASI, STRES KERJA, DAN SELF ESTEEM TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI LOCUS OF CONTROL (STUDI PADA PERUSAHAAN PROPERTY "PROCITY" SURABAYA)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh motivasi, stres kerja, dan self esteem terhadap kinerja karyawan melalui locus of control pada PT. Procity Surabaya. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan karyawan yang bekerja di PT. Procity yang terdiri dari beberapa divisi diantaranya pemasaran, akuntan, pajak, legal, dan public relation. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan menghasilkan 90 sampel karyawan. Sedangkan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian menggunakan bantuan aplikasi pengolahan data Smart PLS 3.0.
Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan, stres kerja berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, self esteem berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan, motivasi berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerjaa karyawan melalui locus of control, stres kerja berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan melalui locus of control, dan self esteem berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui locus of control
The effect of motivation, work stress, and self esteem on employee performance through locus of control
This study aimed to investigate the effect of motivation, work stress, and self-esteem on employee performance through locus of control at PT. Procity Surabaya. The population of this study were employees of PT. Procity that involves several divisions, such as: marketing, accountants, tax, legal, and public relations. The sampling technique was purposive sampling that observed 90 employees as samples. Moreover, the analysis technique applied a data processing application, i.e., the SmartPLS 3.0
As the results of data analysis, this study indicated that the motivation had significant effect on employee performance; the work stress had insignificant effect on employee performance; the self-esteem had significant effect on employee performance, the motivation had insignificant effect on employee performance through locus of control; the work stress had insignificant effect and on employee performance through locus of control; and the self-esteem had significant effect on employee performance through locus of control
ANALISIS PENGARUH BEBAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS PADA DEPARTEMEN GALANGAN KAPAL
This study analyzes the effect of workload and motivation on work productivity in one of the shipyard departments in Surabaya. The problem stems from project delays and high overtime hours, which indicate an imbalance in workload distribution and potentially low employee motivation. A quantitative causal study using multiple linear regression analysis was employed, and data were collected through questionnaires distributed to 36 employees using a saturated sampling technique. The results indicate that workload and motivation have a positive and significant effect on work productivity. Theoretically, this study contributes to strengthening the empirical evidence of the relationship between workload, motivation, and productivity. From a managerial perspective, the findings suggest that balanced workload distribution and improved employee motivation can help management reduce project delays and minimize overtime hours
ANALYSIS OF POLLUTION LOAD IN THE WELANG RIVER DOWNSTREAM BASED ON ORGANIC AND HEAVY METAL PARAMETERS
To assess water pollution in the downstream of the Welang River, this research examines several key water quality indicators, including organic indicators (DO, COD, TSS) and selected toxic substances such as ammonia, chromium, and sulfide. Water samples were collected from four monitoring stations representing the estuarine zone and analyzed using the Pollution Index method in accordance with Government Regulation No. 22 of 2021. The results showed that DO levels varied between 3,6-4,2 mg/L, with COD levels reaching up to 25 mg/L, respectively. The highest level of TSS concentration was recorded at Station 4 (200 mg/L), while the highest ammonia level at Station 2 (1,38 mg/L). Chromium and sulfide levels varied between 0,015–0,031 mg/L and 0,0016–0,0029 mg/L. By integrating both organic and toxic parameters within a unified assessment framework, this approach offers a more detailed characterization of estuarine pollution—an area often underrepresented in national water quality monitoring programs. The analysis indicates that all stations are moderately to heavily polluted. These conditions are likely caused by a combination of domestic waste, agricultural runoff, and effluents from nearby industrial activities. These insights are intended to support better environmental planning and pollution control strategies, especially in coastal and estuarine zones under growing human pressure
ANALISIS EKONOMIS PEMBELIAN DAN PENYEWAAN KAPAL TONGKANG PADA PERUSAHAAN PELAYARAN DI SAMARINDA
This study aims to evaluate the economic feasibility of procuring a 300-ft barge through two schemes: purchase and lease, within the operational context of a shipping company in Samarinda. The analysis employs Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), and Benefit-Cost Ratio (BCR). Linear regression is used to determine the optimal barge dimensions based on payload capacity. Results show that the purchase scheme yields an NPV of Rp 35.38 billion and an IRR of 12.05%, with a PP of 1 year and 11 months. Meanwhile, the lease scheme yields an NPV of Rp 7.85 billion and an IRR of 24%, with positive cash flow from the first year. This study offers strategic recommendations for shipping companies to select procurement models aligned with investment priorities and financial conditions
Implementation of the K-Means Algorithm on Household Electric Load
Peningkatan konsumsi energi listrik rumah tangga menuntut adanya strategi pengelolaan daya yang lebih efisien. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menganalisis pola konsumsi listrik adalah dengan menerapkan algoritma K-Means Clustering. Algoritma ini memungkinkan pengelompokan data konsumsi listrik berdasarkan kesamaan pola penggunaan daya, sehingga dapat membantu dalam memahami perilaku konsumsi energi rumah tangga serta memberikan rekomendasi efisiensi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma K-Means pada data konsumsi listrik rumah tangga yang dikumpulkan dengan interval satu menit selama periode tertentu. Data yang digunakan mencakup berbagai parameter kelistrikan seperti daya aktif, daya reaktif, tegangan, dan nilai sub-metering dari beberapa perangkat listrik. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan dan praproses data, penerapan algoritma K-Means untuk pengelompokan pola konsumsi daya, serta evaluasi hasil clustering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma K-Means mampu mengelompokkan pola konsumsi listrik rumah tangga menjadi beberapa kategori berdasarkan tingkat penggunaan daya. Pengelompokan ini dapat membantu pengguna dalam mengidentifikasi perangkat dengan konsumsi energi tinggi serta merancang strategi penghematan energi. Selain itu, hasil analisis dapat digunakan oleh penyedia layanan listrik untuk mengoptimalkan distribusi daya dan merancang kebijakan yang lebih efisien. Hasil penelitian optimal menunjukkan jumlah cluster=3
Implementasi Perbandingan Algoritma k-Means dan DB-Scan Pada Beban Listrik Rumah Tangga
Konsumsi daya listrik rumah tangga merupakan aspek penting dalam manajemen energi, terutama dalam upaya meningkatkan efisiensi penggunaan listrik. Clustering merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengelompokkan pola konsumsi daya listrik berdasarkan karakteristik tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa algoritma K-Means dan Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise (DBSCAN) dalam mengelompokkan beban listrik rumah tangga. Dataset yang digunakan berasal dari Household Electric Power Consumption yang tersedia di Kaggle, yang mencatat konsumsi daya listrik rumah tangga dalam satuan menit selama beberapa tahun. Data yang telah diproses melalui tahapan pembersihan, normalisasi, dan reduksi dimensi kemudian diklasterisasi menggunakan K-Means dan DBSCAN. Evaluasi performa dilakukan berdasarkan Silhouette Score dan Davies-Bouldin Index untuk mengukur kualitas klaster yang dihasilkan oleh kedua algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K-Means lebih unggul dalam mengelompokkan data dengan pola konsumsi yang jelas dan terdistribusi secara linier, sementara DBSCAN lebih efektif dalam mendeteksi klaster dengan kepadatan yang bervariasi serta mengidentifikasi data pencilan (outliers). Dengan demikian, pemilihan algoritma klasterisasi sangat bergantung pada karakteristik data dan tujuan analisis yang ingin dicapai
A ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA IKAN KERAPU MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PERAIRAN KOTA PROBOLINGGO
Budidaya ikan kerapu (Epinephelus sp.) berbasis keramba jaring apung (KJA) membutuhkan kondisi perairan yang sesuai, terutama terkait parameter oseanografi seperti kedalaman, salinitas, suhu, klorofil-a, total suspended solid (TSS), dan arus. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya kerapu di wilayah pesisir Probolinggo dengan memanfaatkan citra satelit MODIS/Aqua, VIIRS, dan Sentinel-3 OLCI. Parameter oseanografi diekstraksi dari citra Level-2 menggunakan algoritma standar NASA Ocean Color dan algoritma TSS Laili. Analisis spasial dilakukan melalui proses reclassify, pembobotan, dan teknik weighted overlay aplikasi sistem informasi geografis untuk menentukan kelas kesesuaian perairan, yakni sangat sesuai (S1), sesuai (S2), dan tidak sesuai (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perairan berada pada kisaran optimum budidaya, dengan suhu permukaan laut 30,24–30,50°C, salinitas 32,93–33,02 ppt, TSS 8.57–22,59 mg/L, serta konsentrasi klorofil-a yang mendukung kesuburan perairan. Kedalaman perairan 5–25 meter juga sesuai dengan standar kebutuhan struktural KJA. Secara spasial, wilayah sangat sesuai (S1) memiliki luas 4.951,67 ha (16,91%), wilayah sesuai (S2) mencakup 23.574 ha (80,52%), dan wilayah tidak sesuai (S3) seluas 749,94 ha (2,56%). Hasil analisis menunjukkan bahwa lebih dari 97% perairan Probolinggo masih layak dan potensial untuk pengembangan budidaya kerapu, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan kawasan budidaya laut yang berkelanjutan.Budidaya ikan kerapu berbasis keramba jaring apung (KJA) membutuhkan kondisi perairan yang sesuai, terutama terkait parameter oseanografi seperti suhu, salinitas, klorofil-a, Total Suspended Solid (TSS), arus, dan kedalaman. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya kerapu di wilayah pesisir Probolinggo dengan memanfaatkan citra satelit MODIS/Aqua, VIIRS, dan Sentinel-3 OLCI. Parameter oseanografi diekstraksi dari citra Level-2 menggunakan algoritma standar NASA Ocean Color dan algoritma TSS Laili. Analisis spasial dilakukan melalui proses reclassify, pembobotan, dan teknik Weighted Overlay aplikasi sistem informasi geografis untuk menentukan kelas kesesuaian lahan, yakni sangat sesuai (S1), sesuai (S2), dan tidak sesuai (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perairan berada pada kisaran optimum budidaya, dengan suhu permukaan laut 30.24–30.50°C, salinitas 32.93–33.02 ppt, TSS 8.57–22.59 mg/L, serta konsentrasi klorofil-a yang mendukung kesuburan perairan. Kedalaman perairan 5–25 meter juga sesuai dengan standar kebutuhan struktural KJA. Secara spasial, wilayah sangat sesuai (S1) memiliki luas 4951.67 ha (16.91%), wilayah sesuai (S2) mencakup 23574 ha (80.52%), dan wilayah tidak sesuai (S3) seluas 749.94 ha (2.56%). Hasil analisis menunjukkan bahwa lebih dari 97% perairan Probolinggo masih layak dan potensial untuk pengembangan budidaya kerapu, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan kawasan budidaya laut yang berkelanjutan.
Kata Kunci: kesesuaian lahan, budidaya kerapu, citra satelit, oseanografi, Probolinggo, sistem informasi geografis
 
