152 research outputs found

    Program lembaga swadaya masyarakat impressive santri semarang dalam meningkatkan literasi kesehatan digital di era revolusi industri 4.0 : studi di Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu Tembalang Kota Semarang

    No full text
    Kharisma Intan Nur Aini (2001046024) penelitian ini berjudul Program Lembaga Swadaya Masyarakat Impressive Santri Semarang Dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan Di Era Revolusi Industri 40 (Studi di Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu Tembalang Kota Semarang). Program Strata 1 Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang Tahun 2024. Literasi digital sebagai perubahan pada model pendidikan pesantren membawa arus baru literasi yang mana kini para santri dengan sangat mudah dan bebas mengakses informasi yang beredar diluar pesantren.. Di lingkup pesantren masih kurang memperhatikan kesehatan. Dengan padatnya kegiatan dan belum adanya muatan materi mengenai literasi kesehatan digital untuk para santri, maka para santri belum memiliki pengetahuan yang banyak di bidang ini. LSM Impressive Santri ini hadir dengan berbagai program mengenai literasi kesehatan digital yang dilakukan dibeberapa pesantren di Kota Semarang untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan di pesantren. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran LSM dan dampak peningkatan literasi kesehatan digital di era revolusi industri 4.0 oleh LSM Impressive Santri. Rumusan masalah dari penelitian ini : (1) Bagaimana program LSM Impressive Santri Semarang dalam meningkatkan literasi kesehatan digital di era revolusi industri 4.0, (2) Bagaimana dampak peningkatan literasi kesehatan digital di era revolusi industri 4.0 oleh LSM Impressive Santri Semarang. Dalam menjawab rumusan masalah, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dalam penelitian ini di dapat melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas menggunakan triangulasi. Kemudian teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Program LSM Impressive Santri dalam meningkatkan literasi kesehatan digital di era revolusi industri 4.0 program edukasi sosialisasi dan edukasi, instagram live, workshop literasi kesehatan digital untuk santri (2) Dampak peningkatan lierasi kesehatan digital terbagi dalam tiga aspek yaitu literasi kesehatan fungsional mempunyai ketrampilan dasar yang cukup dan memadai dalam mencari, membaca, menulis mengenai informasi kesehatan yang benar, literasi kesehatan komunikatif mempunyai kemampuan dalam mengakses sebuah informasi dari segala media dengan memperhatikan, memilih dan meneliti informssi yang tersedia. Namun dalam penerapan dalam kehidupan sehari-hari belum keseluruhan karena peran media tidak bisa meruubah perilaku seseorang secara keseluruhan, dan literasi kesehatan kritikal mempunyai kemampuan berfikir kritis dengan mampu mencari kebenaran informasi yang valid terlebih dahulu sebelum menerima informasi dari media manapun

    EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK REINFORCEMENT POSITIF UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA PGRI 1 TAMAN TAHUN PELAJARAN 2021/2022

    No full text
    NUR AINI, INTAN. 2022. Efektivitas Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Reinforcement Positif Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas XI IPS SMA PGRI 1 Taman Tahun Pelajaran 2021/2022. Skripsi. Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal. Pembimbing I : M. Arif Budiman S., M.Pd Pembimbing II : Hastin Budisiwi, M.Pd Kata Kunci : Bimbingan Kelompok, Teknik Reinforcement Positif, Minat Belajar Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Seberapa tinggi minat belajar siswa sebelum diberikan bimbingan kelompok dengan teknik reinforcement positif 2) Seberapa tinggi minat belajar siswa sesudah diberikan bimbingan kelompok dengan teknik reinforcement positif 3) Efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik reinforcement positif untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas XI IPS SMA PGRI 1 Taman Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimental design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive yaitu siswa yang minat belajarnya rendah. Sampel yang digunakan sebanyak 15 siswa. Adapun metode pengumpulan datanya menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis uji t-test one group pre-test and pos-test design. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Minat belajar siswa sebelum diberikan bimbingan kelompok dengan teknik reinforcement positif dalam kategori rendah (27%) sebanyak 4 siswa dan sangat rendah (27%) sebanyak 4 siswa. 2) Minat belajar siswa sesudah diberikan bimbingan kelompok dengan teknik reinforcement positif dalam kategori tinggi (33%) sebanyak 5 siswa dan sangat tinggi (33%) sebanyak 5 siswa. 3) Hasil perhitungan uji t-test diperoleh t_hitung = 3,655 dan t_(tabel ) dengan (dk) 15-1=14 dan alpha= 0,05 (5%) didapat t_(tabel ) = 2,145. Sehingga diperoleh t_hitung>t_(tabel ) (3,655>2,145). Dengan demikian hipotesis alternatif (Ha) diterima yang artinya bimbingan kelompok dengan teknik reinforcement positif efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas XI IPS SMA PGRI 1 Taman Tahun Pelajaran 2021/2022. Saran dari penulis diharapkan agar dapat menginspirasi siswa supaya mempunyai kesadaran untuk belajar, dan diharapkan kepada guru pembimbing dapat mengevaluasi setiap pelaksanan bimbingan kelompok di sekolah dengan menerapkan berbagai teknik bimbingan dan konseling, terutama teknik reinforcement positif untuk meningkatkan minat siswa

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COCEPT ATTAINMENT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN SELF CONFIDENCE PESERTA DIDIK KELAS XI PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI

    No full text
    ABSTRAK Pengaruh Model Pembelajaran Cocept Attainment Terhadap Pemahaman Konsep dan Self Confidence Peserta Didik Kelas XI Pada Mata Pelajaran Biologi Oleh: Nur Aini 1611060024 Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan pemahaman konsep dan self confidence peserta didik yang masih terlihat rendah. Selama ini pendidik hanya menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu teacher center dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran peserta didik kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Kotaagung masih kurang dalam kemampuan pemahaman konsep dan self confidence. Metode penelitian yang digunakan adalahquasi eksperimen design dengan design Post-test only control design. Sampel penelitian adalah menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol, kelas eksperimen yaitu kelas XI D dan kelas kontrol yaitu kelas XI H, teknik sampling yang digunakan yaitu secara random. Instrument penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman konsep dan angket self confidence yang dinyatakan layak untuk digunakan dalam penelitian. Berdasarkan hasil uji normalitas dan uji homogenitas, diperoleh bahwa data hasil dari kedua kelompok tersebut normal dan homogen. Selanjutnya uji hipotesis dengan menggunakan uji-t, penelitian yang dihitung dengan uji-t dari hasil posttest pemahaman konsep kelas kontrol sebesar 79,54 dan kelas eksperimen sebesar 84,51 memperoleh thitung> ttabel (2,736 > 1,996) dan persentase angket rata-rata kelas kontrol sebesar 75,48 dan kelas eksperimen sebesar 84,77 memperoleh nilai thitung yang lebih besar dari ttabel (2,763 > 1,996) dengan α = 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa H1 diterima artinya terdapat pengaruh model concept attainment terhadap pemahaman konsep dan Self-confidence peserta didik. Kata kunci :model pembelajaran concept attainment, pemahaman konsep, self confidence

    KEBERLAKUAN PRINSIP NON-REFOULEMENT SEBAGAI JUS COGENS DALAM HUKUM NASIONAL INDIA BERKAITAN DENGAN KEWAJIBAN NEGARA INDIA TERHADAP PENGUNGSI ROHINGYA DI NEGARANYA

    No full text
    Intan Nur Aini, A.A.A. Nanda Saraswati, Fransiska Ayulistya Susanto Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang e-mail: [email protected]   ABSTRAK Pengungsi yang merupakan salah satu pergerakan manusia lintas batas negara seharusnya tidak diputus oleh pengadilan nasional suatu negara tanpa mengaplikasikan refugee law sebagai bahan pertimbangannya, utamanya bagi negara-negara yang belum memiliki instrumen hukum nasional khusus tentang pengungsi. Absennya prinsip non-refoulement yang merupakan prinsip terpenting refugee law dalam putusan Supreme Court India atas kasus Mohammad Salimullah & ANR. v Union of India & ORS. mengakibatkan 150 – 170 pengungsi Rohingya di Jammu terancam mengalami deportasi ke negara asal mereka, yakni Myanmar. Dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan menelaah putusan-putusan pengadilan yang ada sebelumnya, Peneliti menganalisis keberlakuan prinsip non-refoulement sebagai bagian dari jus cogens dalam hukum nasional Indonesia berkaitan dengan kewajiban negara India terhadap pengungsi Rohingya di negaranya. Sebagai bagian dari jus cogens, prinsip non-refoulement berlaku secara universal bagi seluruh negara di dunia, termasuk India, tanpa memandang apakah negara tersebut merupakan negara peserta konvensi internasional yang mengandung prinsip non-refoulement  atau tidak. Selain itu, prinsip non-refoulement juga telah diakui sebagai custom sebelum mendapatkan status sebagai jus cogens dan ditinjau dari putusan-putusan pengadilan sebelumnya, prinsip non-refoulement terbukti diakui dan diterapkan dalam hukum nasional India. Hal ini semakin memperkuat kewajiban India untuk mematuhi prinsip tersebut dan Supreme Court dapat langsung mengaplikasikannya sebagai bahan pertimbangan tanpa memerlukan adanya inkorporasi atau transformasi. Oleh karena itu, putusan Supreme Court India atas kasus Mohammad Salimullah dinilai tidak sesuai dengan kewajiban negara India terhadap prinsip non-refoulement sebagai jus cogens maupun kewajiban internasional India yang lain terhadap pengungsi Rohingya di negaranya. Kata Kunci: Prinsip Non-Refoulement, Jus Cogens, Kewajiban Negara, India, Pengungsi Rohingya   ABSTRACT The cross-boundary crimes should not be judged within the scope of a national court without applying refugee law as the consideration, especially for countries with no instrument of national law concerning refugees. The absence of the non-refoulement principle as the vital principle of refugee law in the Supreme Court Decision of India over the case of Mohammad Salimullah & ANR. V Union of India & ORS has caused 150 to 170 Rohingya refugees in Jammu to face refoulement deporting them to Myanmar. With conceptual and statutory approaches and the technique of analyzing the previous court decisions, this research analyzes the non-refoulement principle as part of just cogens in the national law of Indonesia regarding the responsibility of India for Rohingya refugees in the country. As part of jus cogens, the non-refoulement principle applies universally to all countries worldwide, including India without questioning whether the state concerned is a member of an international convention that takes into account the refoulement principle. Moreover, this principle started to be recognized as custom before it gained its status as just cogens. As seen from earlier court decisions, the non-refoulement principle is recognized and applicable in national law in India. This condition strengthens the responsibility of India to comply with this principle, and Supreme Court could directly apply this as a matter of consideration without any transformation. Therefore, the Supreme Court Decision of India over the case of Mohammad Salimullah is deemed not relevant to the responsibility of India regarding the refoulement concept as jus cogens or as the international responsibility held by India for Rohingya refugees in the country. Keywords: non-refoulement principle, Jus Cogens, state responsibility, India, Rohingya refuge

    PEMETAAN PENERAPAN PROGRAM SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA 17 SMA NEGERI DI BANDAR LAMPUNG

    No full text
    ABSTRAK PEMETAAN PENERAPAN PROGRAM SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA 17 SMA NEGERI DI BANDAR LAMPUNG Oleh : NUR AINI SEPTI SUSILAWATI Program sekolah berwawasan lingkungan merupakan salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat, bersih, dan indah. Sekolah yang berhasil menerapkan program sekolah berwawasan lingkungan akan mendapatkan penghargaan sebagai sekolah adiwiyata. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung per Desember 2019 di Bandar Lampung tidak ada sekolah yang mendapatkan penghargaan adiwiyata baik di tingkat Provinsi maupun Nasional. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program sekolah berwawasan lingkungan di Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data research survey dengan kuisioner yang berpedoman pada Peraturan Mentri Lingkungan Hidup Dan Kehutan Republik Indonesia No. 5 tahun 2013 tentang pedoman pelaksanan program adiwiyata dan Peraturan Mentri Lingkungan Hidup Dan Kehutan Republik Indonesia no. 53 tahun 2019 tentang penghargaan adiwiyata serta buku pedoman UI Green Metric 2019 dengan melibatkan 17 SMA Negeri di Bandar Lampung. Dengan enam kategori penilaian yaitu penataan dan infrastruktur (PI), energi (E), limbah (L), air (A), transportasi (T) dan pendidikan (P). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa SMA Negeri 9 Bandar Lampung merupakan sekolah dengan pelaksanaan program sekolah berwawasan lingkungan terbaik ditingkat SMA Negeri di Bandar Lampung. Kata kunci : Program sekolah berwawasan lingkungan, SMA Negeri di Bandar Lampun

    Housing preference among young people: a study from the perspective of university students in Malaysia / Mahazril ‘Aini Yaacob, Intan Nursyazwana Makmar Kadapi and Nur Izzaty Hussin

    No full text
    This article aims to investigate housing preferences among young people in Malaysia. This article argues the difference between the supply and demand of homes in this market that needs to be improved, especially on the actual needs of young people. This study utilises a quantitative survey to collect data, and statistical analysis to evaluate the research findings. The study's findings revealed that their housing preference was significantly influenced by factors such as housing price, housing location, housing environment and housing attributes. This research aims to assist housing providers in developing affordable housing that matches potential homebuyers’ preferences to avoid property overhangs and offer fundamental guidance to the government for creating housing policies that benefit young people

    MODUL PENGELOLAAN LABORATORIUM

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini mengevaluasi pengelolaan laboratorium Biologi di UIN Raden Intan Lampung.Subyek penelitian ini adalah kepala Laboratorium, koordinator laboratorium, staf laboratorium, Laboran Fisika dan Biologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi .Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen laboratorium Biologi telah dilaksanakan dengan efektif. Manajemen infrastruktur dan fasilitas telah memenuhi standar, dan mendukung efektifitas laboratorium sains,kelengkapan laboratorium Biologi, kelengkapan formulir administrasi juga sesuai dengan standar yang ditentukan yang telah difungsikan sebagaimana mestinya. monitoring dan evaluasi telah dilakukan dengan kondusif dan tepat. Berdasarkan penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa pengelolaan laboratorium Biologi telah dilaksanakan dengan efektif. Abstrak:pengelolaan, laboratoriu

    ANALISIS KONTRASTIF ONOMATOPE BAHASA JEPANG DAN BAHASA JAWA

    No full text
    ABSTRACT Supangat, Nur Aini Satyani Putri. "Contrastive Analysis of Onomatopoeia in Japanese and Javanese". Thesis Department of Japanese Studies Faculty of Humanities. Diponegoro University. The First Advisor Dra. Sri Puji Astuti, M. Pd. Second Advisor Elizabeth IHANR, S.S., M. Hum. In writing this essay the author discusses the 'Contrastive Analysis of Onomatopoeia in Japanese and Javanese'. The author chose this title because of the lack of discussion about the comparison between the onomatopoeic Japanese and Javanese. To write this thesis, firstly, the author collected data, and then analyze the data, after that, the dat presented in a descriptive form. Onomatopoeia in Japanese consists of two types, namely giseigo (giongo) and gitaigo incorporated in onshouchougo. Giseigo (giongo) are words that express mock voices or sounds of living beings and inanimate objects, while gitaigo are words that express the state.Classification giseigo (giongo) is divided into two, namely giseigo stating voice imitation of living things, and giongo stating imitation sounds of inanimate objects. Just as giseigo (giongo), gitaigo divided into three classifications. The classifications, namely gitaigo who declared a state of inanimate objects, giyougo who declared a state (state behavior) of living creatures, and gijougo who declared a state of heart (feeling) human. Of all these classifications outline has ten different meanings classification. Moreover, the characteristic forms contained on onomatopoeia also affect its meaning. Keywords: Onomatopoeia, Onshouchougo, Giseigo (Giongo), Gitaigo, Giyougo, Gijoug

    Analisis Penilaian Risiko pada UMKM Intan Brambang Kediri dengan Metode AHP

    No full text
    Pandemi korona yang terjadi di Indonesia memberikan dampak buruk serta masalah terhadap pelaku UMKM di yang memunculkan risiko baru yang harus dihadapi para pelaku UMKM. Untuk melakukan antisipasi pada kemungkinan terjadinya risiko dalam suatau usaha, perlu dilakukan manajemen risiko. Dalam penelitian ini menggunakan metode AHP sebagai metode dalam melakukan analisis terkait risiko yang dialami oleh UMKM. Metode AHP dipilih karena merupakan salah satu metode penilaian risiko yang dapat membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan membentuk struktur hirarki sehingga bisa mengembangkan bobot atau prioritas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil analisis risiko beserta alternatif solusi pada UMKM Intan Brambang Kediri. Dari hasil penelitian diperoleh 6 aspek risiko, 28 risiko yang teridentifikasi dan alternatif solusi berdasarkan prioritas hasil analisis dengan metode AHP
    corecore