1,720,963 research outputs found
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERMUATAN KARAKTER BERBASIS ADOBE FLASH CS6 PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI
ABSTRAK
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERMUATAN KARAKTER BERBASIS ADOBE FLASH CS6
PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI
Oleh
INTAN KUSUMA DEWI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemanfaatan sarana, prasarana dan pengembangan teknologi dalam penggunaan media pembelajaran. Teknologi yang biasanya digunakan hanyalah LCD dan jumlahnya terbatas. Masalah lain yang ditemukan yaitu nilai karakter pada diri peserta didik masih dalam kategori sedang. Pendidik belum pernah menggunakan multimedia interaktif yang dapat menyisipkan nilai-nilai karakter. Pendidik dan peserta didik tertarik menggunakan multimedia interaktif bermuatan karakter berbasis Adobe Flash CS6. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D). Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Brog and Gall dengan tujuh tahapan meliputi tahap (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan bentuk awal produk, (4) uji coba terbatas, (5) revisi hasil uji terbatas, (6) uji coba produk lebih luas, dan (7) revisi hasil uji lebih luas. Hasil penilaian produk multimedia interaktif bermuatan karakter berbasis Adobe Flash CS6 sangat layak digunakan dengan persentase nilai kelayakan ahli materi mencapai 98.88%, ahli media 87.77%, ahli bahasa 90.55% dan ahli soal 90.00%, hasil validasi praktisi pembelajaran (pendidik biologi) sebesar 92.50% dengan kategori sangat layak. Hasil olah data pada angket peserta didik untuk mengetahui kemenarikan memperoleh persentase sebesar 86.21% yang diinterpretasikan bahwa multimedia interaktif bermuatan karakter berbasis Adobe Flash CS6 pada materi sistem pencernaan manusia kelas XI SMA ―Sangat Menarik‖. Kesimpulan produk multimedia interaktif bermuatan karakter berbasis Adobe Flash CS6 sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran biologi pada materi sistem pencernaan manusia Kelas XI SMA.
Kata kunci: Multimedia Interaktif, karakter, Adobe Flash CS6, sistem pencernaan pada manusi
Pengaruh motivasi terhadap peningkatan kinerja karyawan bagian marketing pada BRI Syariah, Bogor
Didalam suatu organisasi atau perusahaan, motivasi sangat diperlukan untuk dapat meningkatan kinerja karyawan demi tercapainya tujuan organisasi atau perusahaan, pemberian motivasi kepada karyawan dapat dilakukan dengan cara pemberian motivasi positif memotivasi (merangsang)bawahan dengan memberikan bonus kepada mereka yang berprestasi diatas prestasi standar, ataupun motivasi negative memotivasi (merangsang) bawahan yang berprestasi dibawah prestasi standar mereka akan mendapat hukuman. Sesuai dengan tujuan penelitian dalam penelitian ini akan dibahas hal.-hal sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui motivasi yang diberikan BRI Syariah , bogor 2. Untuk mengetahui kinerja karyawan pada bagian marketing BRI syariah, bogor 3. Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap peningkatan kinerja karyawan bagian marketing pada BRI Syariah , bogor Maka akan dapat dilihat dari hasil penelitian yang telah dilakukan penulis. Yang perlu diperhatikan dalam sebuah organisasi atau perusahaan dalam pemberian motivasi kepada karyawan adalah pemberian motivasi harus dilakukan secara bijaksana dan berkelanjutan, karena hal. itu dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Seperti penelitian yang telah dilakukan terhadap 30 orang karyawan bagian marketing BRI Syariah dengan memberikan 10 pertanyaan mengenai motivasi dan 10 pertanyaan mengenai kinerja karyawan yang hasilnya menyatakan memang terdapat hubungan yang cukup kuat antara motivasi dengan kinerja di BRI Syaria
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN FOKUS STUDI NYERI KEPALA DI RUANG MELATI RSUD KALISARI BATANG
Hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri sehingga menyebabkan meningkatnya risiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Nyeri kepala adalah perasaan rasa tidak nyaman yang menyerang daerah tengkorak (kepala) mulai dari kening kearah atas sampai belakang kepala (tengkuk leher). Angka penyakit hipertensi di Indonesia terus meningkat di karenakan adanya faktor risiko gaya hidup yang ada di masyarakat seperti mengkonsumsi lemak dan garam tinggi, kebiasaan merokok, makan secara berlebihan, minum-minuman yang mengandung alkohol, dan stress emosional sehingga dapat menyebabkan penyakit hipertensi semakin meningkat. Gejala yang dikeluhkan oleh penderita hipertensi antara lain sakit kepala (nyeri), kelelahan, mual, muntah, sesak nafas, gelisah dan pandangan kabur. Namun keluhan yang sering dirasakan dan sering dijumpai adalah sakit kepala (nyeri). Pada studi kasus ini penulis menggunakan metode deskriptif. Studi kasus ini dilakukan selama 3 hari pada bulan April tahun 2018. Hasil studi kasus yang dilakukan dengan menggunakan 2 subjek penelitian yang telah sesuai dengan kriteria inklusi didapatkan data bahwa pasien 1 dan pasien 2 menunjukan respon yang berbeda, hasil dari intervensi masalah keperawatan nyeri kepala yang dilakukan oleh Intan juga menghasilkan respon yang sama dengan hasil pasien 1 nyeri dan pasien 2 masalah belum teratasi sepenuhnya. Masalah yang dikatakan teratasi yaitu nyeri kepala berkurang atau hilang dengan skala 0 dengan menggunakan management nyeri. Namun, pada pasien 1 dan pasien 2 masih mengalami nyeri kepala pada pasien 1 dengan skala 2 dan pasien 2 dengan skala 3. Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan teknik non farmakologi untuk mengurangi nyeri), pasien menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang, pasien mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi, dan tanda-tanda nyeri).Kata kunci : Nyeri Kepala, Hipertensi
ANALISIS PERUBAHAN NT-proBNP SETELAH PEMBERIAN ANGIOTENSIN RECEPTOR BLOCKER (ARB) PADA PASIEN GAGAL JANTUNG (Penelitian Dilakukan di Poli Jantung RSUD Dr. Soetomo Surabaya)
BACKGROUND: NT-proBNP (N-Terminal pro Brain Natriuretic Peptide) is an inactive
fragment of BNP (Brain Natriuretic Peptide) secreted by stretched ventricle as response to
wall stress and elevated intracardiac pressure in patients with chronic heart failure. As a
specific cardiac marker, elevated NT-proBNP correlates well with heart failure severity and
class. The principle of heart failure therapy is modulation on neurohormonal activation,
which activated in heart failure pathophysiology. One of the therapy that modulate
neurohormonal is ARB. ARB can modulate neurohormon on RAA system, that result in
decreasing NT-proBNP level and favorable outcomes. Reduction in NT-proBNP more than
biologic variability (decrease > 25%) shows a therapy response.
OBJECTIVES: To analyze change of NT-proBNP after ARB therapy in ambulatory HF
patients at Cardiology Ambulatory Department Dr. Soetomo Teaching Hospital.
METHODS: This observational prospective study was carried in Cardiology Ambulatory
of Dr. Soetomo Teaching Hospital from September to December 2015. Blood sampling was
performed on patients who meet the inclusion criteria of the study at first visit (baseline) and
after 2 months therapy. NT-proBNP was measured by IMMULITE® as primary parameter
and creatinin as secondary parameter.
RESULT: There are 14 patients met the inclusion criteria of the study (11 males and 3
females). ARB therapy used in patients were Valsartan (64%), Telmisartan (22%) and
Candesartan (14%). After 2 months ARB therapy, a decrease in level of NT-proBNP with
initial baseline median 3092.5 (216 – 32112) pg/ml to 2135.5 (350 – 16172) pg/ml
respectively were statistically significant (p = 0,003). And the secondary parameter creatini
serum convert to eGFR shows a change in eGFR with initial baseline median 73.33 (37.05
– 266.68) ml/minute to 81.04 (39.31 – 167.02) ml/minute respectively were statistically not
significant (p = 0.657). There were 7 patients (50%) have a decrease > 25%.
CONCLUSION: In this study, we found that ARB therapy can change NT-proBNP level
significantly after 2 months therapy.
KEYWORDS: Natriuretic Peptides; NT-proBNP; Heart Failure; Angiotensin Receptor
Blocke
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
