1,721,160 research outputs found
FIGURATIVE LANGUAGE IN RITUAL SPEECH OF PIKALAMBE CEREMONY IN LANDE VILLAGE, BUTON REGENCY(A SEMANTICS ANALYSIS)
INTAN AYU RAMADHANI. Figurative Language In Ritual Speech of Pikalambe Ceremony In Lande Village, Buton Regency (A Semantic Analysis) dibimbing oleh Dr. Ayub Khan, M.Si. dan Dr. Kamsinah, M.Hum.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses upacara Pikalambe dan menjelaskan tipe majas ungkapan ritual dalam upacara Pikalambe yang dilaksanakan di Desa Lande, Kabupaten Buton berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Penulis mewawancarai beberapa orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan tentang upacara ini. Penulis merekam pembicaraan dengan informan dan melakukan proses transkripsi ungkapan ritual yang digunakan. Dengan menggunakan teori figurative language, penulis mengamati ungkapan ritual tersebut dan mengklasifikasi tipe majas yang digunakan. Kemudian penulis menjelaskan makna implisit yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.Penelitian ini menunjukkan bahwa upacara Pikalambe yang diadakan di Desa Lande, Kabupaten Buton merupakan suatu proses peralihan dari gadis remaja menjadi wanita dewasa. Prosesnya dibagi kedalam 2 tahap. Pertama adalah hari pertama dan hari kedua (puhora, pibura, posipo, palego, dan padole) dan kedua adalah bululi kolambu, hari ketiga dan hari keempat (pibura, padole, pacirangga, pebaho, dan matano kariya). Majas diungkapan ritual dalam upacara Pikalambe berhbungan dengan kehidupan sehari-hari terdiri atas 5 tipe. Terdiri atas 5 data hiperbola, 3 data metapora, 3 data simile, 2 data personifikasi, dan I data repetisi. Dari ungakapan ritual ditemukan majas digunakan untuk menyampaikan pesan moral kepada para peserta upacara mengenai sikap mereka sebagai seorang wanita dewasa dan ketika mereka menjadi seorang istri.Kata kunci: majas, ungkapan ritual, upacara pikalambexiii + 62 hlm
PENERAPAN ONLINE SERVICE PEKERJA MIGRAN INDONESIA PADA PT INTAN AYU LESTARI KARAWANG
Abstract- The Indonesian Migrant Workers (PMI) complaint system which still uses the manual method, namely by migrant workers reporting complaints by whatsapp or telephone is considered less effective. Moreover, the Admin does not document it computerized so that incoming complaints are not optimal in handling. Complaints facilities and services in the form of a web are expected to overcome current problems. Good service will have a positive effect on the company and increase the trust of service users. The Online Service Information System Of Indonesian Migrant Workers Of PT. Intan Ayu Lestari Karawang is designed in line with the company's policy, which is committed to providing services by increasing customer satisfaction through the company's continuous system improvement program and can be a solution for companies in handling complaints of migrant workers. The waterfall modeling method is applied in system design where the process will be carried out sequentially to ensure the system runs according to plan and is feasible to use and easy to maintain. The results of the development of this system have been connected to the internet, users can access it anytime and anywhere.
Keywords: System, Indonesian Migrant Workers, Waterfall Modelling
Abstrak- Sistem pengaduan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masih menggunakan cara manual yaitu dengan pekerja migran melaporkan pengaduan dengan whatsapp atau telepon dianggap kurang efektif. Terlebih Admin tidak mendokumentasikannya secara terkomputerisasi sehingga pengaduan yang masuk menjadi tidak optimal dalam penanganannya. Fasilitas dan pelayanan pengaduan berupa web diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada saat ini. Pelayanan yang baik akan memberikan efek positif pada perusahaan dan meningkatkan kepercayaan pengguna jasa. Sistem Informasi Online Service Pekerja Migran Indonesia Pada PT. Intan Ayu Lestari Karawang dirancang sejalan dengan kebijakan perusahaan yaitu berkomitmen untuk menyediakan jasa dengan meningkatkan kepuasan pelanggan melalui program peningkatan sistem perusahaan secara berkelanjutan serta dapat menjadi solusi bagi perusahaan dalam menangani pengaduan pekerja migran. Metode watefall modelling diterapkan dalam rancangan sistem dimana proses akan dilakukan secara berurutan untuk memastikan sistem berjalan sesuai dengan rencana dan layak untuk digunakan serta mudah dalam perawatannya. Hasil dari pengembangan sistem ini telah terhubung dengan internet sehingga user dapat mengaksesnya kapanpun dan dimanapun.
Kata kunci: Sistem, Pekerja Migran Indonesia, Waterfall Modellin
PENGARUH FEE AUDIT, KOMPETENSI AUDITOR, PERUBAHAN KEWENANGAN, KEPUASAN KERJA, DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI AUDITOR (SURVEY PADA AUDITOR KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI JAKARTA PUSAT)
ABSTRAK
INTAN AYU MENTARI. Pengaruh Fee Audit, Kompetensi Auditor, Perubahan Kewenangan, Kepuasan Kerja, dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi Auditor (Survey pada Auditor di Kantor Akuntan Publik di Jakarta Pusat). Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Jakarta, 2017.
Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh fee audit, kompetensi auditor, perubahan kewenangan, kepuasan kerja, dan gaya kepemimpinan terhadap motivasi auditor. Penelitian ini dilakukan menggunakan data primer dengan jumlah sampel sebanyak 83 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, analisis uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda pada tingkat signifikansi 5%. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji regresi parsial (Uji t) dan uji koefisien determinasi (R²).
Hasil penelitian ini adalah fee audit, kompetensi auditor, kepuasan kerja, dan gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi auditor, sedangkan perubahan kewenangan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi auditor. Penelitian ini hanya dilakukan pada auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) di wilayah Jakarta Pusat, selain itu penelitian ini hanya mewakili 35,0% dari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi auditor. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan variabel independen lainnya seperti reward, empowerment, recognition, resiko audit, atau stress kerja,
Kata Kunci: Fee Audit, Kompetensi Auditor, Perubahan Kewenangan, Kepuasan Kerja, Gaya Kepemimpinan, Motivasi Auditor
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PELAYANAN DISABILITAS PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA JAMBI
"Nama : Intan Ayu Firdaussya
NIM : 105170471
Judul : Kebijakan Pemerintah Dalam Pelayanan Disabilitas Pada Dinas
Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Jambi
Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui program yang dilaksanakan
oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jambi terhadap
pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk bagi penyandang disabilitas.
Kendala-kendala apa saja yang dialami selama pelaksanaan program
berlangsung. Upaya apa saja yang dilakukan untuk menangai kendalakendala
tersebut. Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif
dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara,
dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang diperoleh hasil dan kesimpulan
sebagai berikut : program kebijakan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan
Sipil Kota Jambi dalam pelayanan pembuatan Ktp-el bagi penyandang
disabilitas dilakukan melalui pelayanan terintegritas atau jemput bola. Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jambi mensosialisasikan layanan
jemput bola tersebut melalui Camat, Lurah, maupun RT, yang nantinya bisa
dilaporkan untuk dilakukan jemput bola. Dinas dengan faktor penghambatnya
yaitu; penyetingan alat memakan waktu yang banyak,perekaman bagi lanjut
usia sulit dilakukan, untuk masyarakat gangguan jiwa perlu adanya
pendampingan.
Kata Kunci: Kebijakan Pelayanan Publik, Penyandang Disabilitas
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN SCREEN TIME TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI DAERAH PERKOTAAN
ABSTRAK
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN SCREEN TIME TERHADAP
KUALITAS TIDUR PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI DAERAH
PERKOTAAN
Intan Ayu Supyani Putri
[email protected]
Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani
Universitas Pendidikan Indonesia
Pada era modern saat ini banyak fenomena meningkatnya waktu menatap layar
pada semua kalangan terutama pada anak-anak sehingga tejadinya penurunan
aktifitas fisik yang berdampak pada kualitas tidur kurang baik bagi anak-anak usia
sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan
aktivitas fisik dan screen time terhadap kualitas tidur pada sekolah dasar di daerah
perkotaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan
metode pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa-siswi
sekolah dasar kelas 5 dengan usia 11 tahun di daerah Kecamatan Bojongloa Kaler,
Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu Cluster Sampling dan Proportionate Stratified Random Sampling
menggunakan rumus Yamane dengan taraf kesalahan 5% sehingga didapat
sebanyak 255 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan Physical Activity
Questionnaire for Older Children (PAQ-C) untuk mengetahui tingkat aktivitas fisik
siswa sekolah dasar dalam satu minggu terakhir, Adolescent Sedentary Activity
Questionnare (ASAQ) untuk megetahui tingkat screen time dalam waktu 7 hari, 5
hari waktu kerja dan 2 hari libur dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk
mengetahui waktu tidur selama 1 bulan terakhir. Analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu korelasi pearson. Hasil dari penelitian ini tidak terdapat
hubungan secara individu ataupun bersama-sama antar variabel.
Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Screen Time, Kualitas Tidur
ABSTRACT
THE RELATIONSHIP BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY AND SCREEN
TIME TO SLEEP QUALITY IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN
URBAN AREAS
Intan Ayu Supyani Putri
[email protected]
Elementary school physical education teacher education
Indonesian education university
In today's modern era there are many phenomena of increasing screen time in all
walks of life, especially in children, resulting in a decrease in physical activity
which results in poor sleep quality for school-age children. This study aims to
determine whether or not there is a relationship between physical activity and screen
time on sleep quality in elementary schools in urban areas. The method used in this
study is quantitative with a cross-sectional approach. The population in this study
were 11 year old grade 5 elementary school students in the Bojongloa Kaler District,
Bandung City. The sampling technique used in this study was Cluster Sampling and
Proportionate Stratified Random Sampling using the Yamane formula with an error
rate of 5% so that a total of 255 students were obtained. The research instrument
used the Physical Activity Questionnaire for Older Children (PAQ-C) to determine
the level of physical activity of elementary school students in the past week, the
Adolescent Sedentary Activity Questionnare (ASAQ) to determine the level of
screen time within 7 days, 5 days working time and 2 days off and the Pittsburgh
Sleep Quality Index (PSQI) to find out sleep time for the past 1 month. The data
analysis used in this study is Pearson's correlation. The results of this study there is
no relationship individually or collectively between variables.
Keywords: Physical Activity, Screen Time, Sleep Quality
HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PERAN DENGAN STRES KERJA PADA PEGAWAI DI KANTOR PUSAT SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DKI JAKARTA
ABSTRACT
INTAN AYU KHOTIMAH.Relationship Between Role Conflict With job Stress On Employees Of Unit Polices Pamong Praja’s Central Office in DKI Jakarta.Script, Jakarta: Office Administration Concentrations of Education, Economics Education Studies Program, Departement of Economics and Administrations, Faculty of Economics, State University of Jakarta. 2014.
This study is aims to determine the relationship between role conflict with job stress on employees of Unit Polices Pamong Praja’s (Satpol PP) Central Office. This research was conducted for three months, starting from April to June 2014. The research used survey method with the correlatiion approach. The population in this study were 73 employees with achievable population were 65 employees who had been permanent employees. The sampling technique that used in this study was proportional random sampling with a sample were 55 respondents. The
instrument used to obtain data on variable X (role conflict) and variable Y (job stress) in this study were measured by using a Likert Scale. The data analysis technique stats by looking for a simple regression equation and the regression equations was Ý = 31,14 + 0,95 X, whereas the test requirements analysis were the test normality Y on X with Liliefors result if L count < L or 0,0545 < 0,12, it was mean that the distribution of data was normal. The test of significant and
linier regression by using the table Analysis of Variance (ANAVA) found that F count = 37,27 >
Ftable table = 4,02, it was mean if the regression was significant. Andlinier regression that was found that F count (1,57) < F (1,93), it was mean if the mode of regression that used was linear. The correlation of coefficient hypothesis test was conducted by Product Moment from Pearson, that found if r table =0,641. Test of significance with t count = 6,06, whereas t table =1,67. Because t , it can be concluded that there was a significant relationship between role conflict with job stress in Satpol PP’s Central Office. The Determination coefficient test was result KD =17,84 %. So, it was concluded that job strss given by role conflict as many as 41,10%
PENGARUH PERAN KOMITE SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 6 PEKANBARU
ABSTRAK
Intan Ayu Pertiwi, (2024): Pengaruh Peran Komite Sekolah terhadap Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Pekanbaru
Penelitian ini termasuk penelitian korelasi yang terdiri dari variabel peran komite sekolah (X) dan variabel peningkatan kualitas pembelajaran (Y). Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif korelasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Bagaimana peran komite sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Pekanbaru, (2) Bagaimana peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Pekanbaru, (3) Seberapa besar pengaruh peran komite sekolah terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Pekanbaru. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Pekanbaru. Objek dalam penelitian ini adalah Pengaruh peran komite sekolah Terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Pekanbaru. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Pekanbaru yang berjumlah 119 orang guru. Teknik yang digunakan dalam mengambil sampel adalah teknik rondom sampling dengan menggunakan sampel sebesar 92 orang guru. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan kolerasi product moment dengan bantuan SPSS ver. 23 for windows. Berdasarkan hasil peneltian menunjukkan bahwa, (1) peran komite sekolah berada pada skor 71,02% dengan kategori sangat baik, (2) peningkatan kualitas pembelajaran berada pada skor 78,44% dengan kategori baik, (3) Terdapat pengaruh positif antara peran komite sekolah terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Pekanbaru dengan nilai korelasi sebesar 0.387. Berdasarkan perhitungan diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0.387 lebih besar dari pada taraf signifikan 5% (0.207) maupun 1% (0.170). Nilai signifikan 0.000 < 0.05 maka diterima dan ditolak. Hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh nilai R sebesar 0,387. Hasil ini menunjukkan sumbangan variabel X terhadap variabel Y sebesar 38,7% dan sisanya 61,3% peningkatan kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh variabel lain.
Kata Kunci: Peran Komite Sekolah, Peningkatan Kualitas Pembelajara
Hubungan Tingkat Kesadaran Diri Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Puskesmas Wonosari Kabupaten Bondowoso
Abstrak
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Skripsi, Juli 2024
Nur Intan Ayu Berliana
Hubungan Tingkat Kesadaran Diri Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Diabetes
Melitus di Wilayah Puskesmas Wonosari Kabupaten Bondowoso
XVI + 86 Halaman + 2 bagan + 13 tabel + 19 lampiran
ABSTRAK
Diabetes melitus adalah penyakit bersifat kronis atau menahun ditandai oleh
bertambahnya kadar glukosa darah dikarenakan tubuh tidak mampu memproduksi
insulin. Kesadaran diri merupakan kemampuan seseorang dalam mengenali
perasaan, mampu mengendalikan diri, dan memiliki keyakinan kuat akan kelebihan
dan kekurangan. Kesadaran diri seseorang diperlukan untuk meningkatkan kualitas
hidup. Kualitas hidup merupakan suatu pemikiran seseorang mengenai kepuasan
atau kesejahteraan dari berbagai aspek kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan
lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat
kesadaran diri dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus di Wilayah
Puskesmas Wonosari Kabupaten Bondowoso. Penelitin ini menggunakan desain
korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling yang digunakan
adalah Quota Sampling dengan total sampel sebanyak 86 responden. Hasil
penelitian ini didapatkan 61 responden (70,9%) dengan tingkat kesadaran diri tinggi
dan mayoritas 47 responden (54,7%) mempunyai kualitas hidup yang tinggi.
Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Spearman Rank (Rho) dengan
α=0,05 diperoleh nilai p value 0,001, dan nilai r = 0,703 artinya terdapat hubungan
kuat antara tingkat kesadaran diri dengan kualitas hidup pada penderita diabetes
melitus di Wilayah Puskesmas Wonosari Kabupaten Bondowoso. Penderita
diabetes melitus di Wilayah Puskesmas Wonosari diharapkan mampu
meningkatkan kesadaran diri guna mempertahankan kualitas hidup tinggi melalui
partisipasi dalam kegiatan PROLANIS secara teratur yang diadakan oleh Puskesmas
Wonosari. Penderita diabetes melitus diharapkan juga dapat konsisten dalam
melakukan pengendalian diabetes melitus meliputi pemantauan kadar gula darah,
dan penerapan gaya hidup sehat
KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA KELAS VIII DI MTsN 1 TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa Kelas VIII di MTsN 1 Tulungagung” ini ditulis oleh Intan Ayu Maharani, NIM. 17204163134, 2020, Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, Pembimbing: Dra. Umy Zahroh, M.Kes., Ph.D.
Kata Kunci: Tingkat Kemampuan Literasi Matematika, Gaya Kognitif, Soal PISA
Kemampuan literasi matematika bagi siswa merupakan hal yang penting, dikarenakan siswa di sekolah semakin sering dihadapkan dengan banyak persoalan yang melibatkan penalaran, penerapan, dan menginterpretasikan matematika pada beragam konteks dan situasi masalah di kehidupan sehari-hari, seperti menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat bantu matematika untuk mendeskripsikan atau memprediksi fenomena. Oleh karena itu, siswa perlu latihan-latihan berupa soal PISA yang sudah sesuai dengan kemampuan literasi matematika. Kemampuan literasi matematika setiap siswa tidak sama karena dipengaruhi gaya kognitif siswa yang berbeda, diantaranya gaya kognitif reflektif dan gaya kognitif impulsif.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa bergaya kognitif reflektif kelas VIII di MTsN 1 Tulungagung, 2) mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa bergaya kognitif impulsif kelas VIII di MTsN 1 Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek yang digunakan pada penelitian ini adalah 4 siswa kelas VIII-3 dengan 2 siswa gaya kognitif reflektif dan 2 siswa gaya kognitif impulsif. Penentuan subjek berdasarkan hasil tes gaya kognitif. Teknik pengumpulan data menggunakan: 1) observasi, 2) tes, 3) wawancara, dan 4) dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah: 1) kemampuan literasi matematika siswa dengan gaya kognitif reflektif sudah mampu untuk menyelesaikan soal yang mengukur kemampuan literasi matematika pada level 1, 2, 3, 4, dan 5 dengan baik. Pada soal yang mengukur kemampuan literasi matematika pada level 6 masih kesulitan untuk menyelesaikan sehingga dapat diketahui bahwa siswa dengan gaya kognitif reflektif berada pada level 5 kemampuan literasi matematika, 2) kemampuan literasi matematika siswa dengan gaya kognitif impulsif sudah mampu untuk menyelesaikan soal yang mengukur kemampuan literasi matematika pada level 1, 2, 3, dan 4 dengan baik. Sedangkan soal dengan level 5, salah satu siswa mampu untuk menyelesaikan dengan baik. Pada soal yang mengukur kemampuan literasi matematika pada level 6 masih kesulitan untuk menyelesaikan sehingga dapat diketahui bahwa siswa dengan gaya kognitif impulsif berada pada level 4 dan 5 kemampuan literasi matematika
- …
