21,610 research outputs found

    TINJAUAN YURIDIS TENTANG TUGAS DAN KEWENANGAN BALAI HARTA PENINGGALAN (BHP) DALAM PENGURUSAN PERWALIAN (Studi Kasus di BHP Semarang)

    No full text
    Balai Harta Peninggalan (BHP) adalah merupakan unit pelaksana penyelenggara hukum di bidang harta peninggalan, perwalian, dan kepailitan dalam lingkungan Departemen Kehakiman, yang secara struktural berada di bawah Direktorat Perdata, Direktorat Jendral Administrasi Hukum Umum, Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Adapun permasalahannya ini adalah (1) Bagaimana tugas dan kewenangan BHP dalam pengurusan perwalian (2) Kendala apa yang dialami BHP dalam melakukan tugasnya terkait dengan perwalian beserta dengan solusinya. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk memahami bagaimana tugas dan kewenangan BHP dalam pengurusan perwalian, 2) untuk mengetahui kendala apa saja yang dialami BHP dalam melakukan tugasnya terkait dengan perwalian beserta dengan solusinya. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah yuridis empiris. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara kepada para informan yang berada di lingkungan BHP Semarang. Tugas dan kewenangan BHP dibagi menjadi 2 bagian, yaitu sebagai wali pengawas dan wali sementara (karena jabatan), tugas dan kewenangan sebagai wali pengawas diatur dalam Pasal 366 KUH Perdata. Kendala-kendala yang dihadapi BHP beserta dengan solusinya adalah kendala dari aspek substansi hukum disebabkan oleh 2 faktor, yaitu perbedaan persepsi antar instansi pemerintah mengenai keberlakuan hukum tentang BHP dan peraturan materiil mengenai perwalian dan pengawasan perwalian oleh BHP, Kendala dari aspek penerapan atau penegakan hukum ialah rendahnya pemahaman instansi terkait mengenai kewenangan dan tugas BHP serta rendahnya tingkat koordinasi antar instansi pemerintah. Solusi dari kendala tersebut ialah dengan melakukan pemberdayaan kembali BHP yang bertumpu pada konsep pembaharuan hukum, pembaharuan hukum materiil yang diperlukan meliputi 2 aspek, yaitu aspek melalui pembentukan undang-undang BHP yang berlaku nasional dan aspek ketentuan mengenai perwalian di dalam KUH Perdata yang berlaku secara nasional tanpa adanya pembedaan golongan dan pembaharuan hukum materiil dan pembentukan hukum formil dengan upaya koordinasi dan kerja sama antara BHP dengan instansi lain berbasis teknologi komunikasi. Kata Kunci: tugas dan kewenangan, BHP, perwalia

    REKONSTRUKSI REGULASI PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN ANAK LUAR KAWIN TANPA AKTA NIKAH BERDASARKAN NILAI KEADILAN ISLAM

    No full text
    Kehadiran seorang anak diluar perkawinan, banyak menimbulkan berbagai permasalahan dalam keluarga maupun di dalam bermasyarakat. Baik mengenai kedudukan hak, serta kewajiban anak tersebut. Kelahiran seorang anak luar kawin tidak hanya diakibatkan oleh suatu hubungan diluar nikah, dalam keadaan tertentu juga dapat melahirkan seorang anak di luar kawin seperti pelaksanaan perkawinan yang dilakukan hanya secara hukum adat dan tidak dicatatkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut ketentuan pasal 80 KUHPerdata, sebelum berlakunya Undang-Undang Perkawinan, disebutkan bahwa perkawinan harus dilakukan dihadapan Pejabat Kantor Catatan Sipil. Dalam pasal 81 KUHPerdata disebutkan, bahwa perkawinan secara agama harus dilakukan setelah perkawinan dihadapan Kantor Catatan Sipil. Tujuan dari Penelitian ini antara lain untuk : Mengetahui dan Menganalisis Bagaimana Implementasi regulasi akta kelahiran anak luar kawin yang berdasarkan nilai keadilan Islam, Mengetahui dan Menganalisis apa saja yang menjadi kelemahan dalam pembuatan akta kelahiran anak luar kawin tanpa akta nikah yang berdasarkan nilai keadilan Islam, Mengetahui rekonstruksi regulasi pembuatan akta kelahiran anak luar kawin tanpa akta nikah yang berdasarkan nilai keadilan Islam Metode penelitian menggunakan Paradigma Konstrukvisme , Jenis Penelitian, Metode Pendekatan Yuridis Sosiologis, Jenis Dan Sumber Data, Metode Pengumpulan Data, dan Analisa Data. Grand Theory dalam penelitian ini menggunakan Teori Keadilan Hukum Islam dan Landasan Pancasila sila ke 5, Middle Theory menggunakan Teori Sistem Hukum, dan Applied Theory menggunakan Teori Perlindungan Hukum. Hasil penelitian adalah : 1) Implementasi regulasi akta kelahiran anak luar kawin berdasarkan nilai keadilan islam belum berkeadilan, bahwa perlindungan anak luar kawin dalam hal ini sangat diperlukan dengan tidak memperlakukan secara diskriminatif, tidak adil dan menempatkan posisinya sama dengan anak-anak lainnya. Anak diluar perkawinan harus membutuhkan perlindungan hukum terlebih khusus untuk hak-hak keperdataannya agar supaya nantinya ketika hal-hal keperdatannya dipertanyakan maka anak diluar perkawinan mempunyai perlindungan khusus untuk melindungi segala hal yang berkaitan dengan keperdataannya. 2) Kelemahan pembuatan akta kelahiran anak luar kawin tanpa akta nikah berdasar nilai keadilan islam saat ini, dari aspek substansi hukum masih belum tegas formulasi hukum yang mengatur mengenai anak luar kawin. Sedangkan dari sisi struktur hukum, belum optimalnya sinergitas antara apparat penegak hukum, sehingga dibutuhkan sinergitas dari beberapa pihak lainnya. 3) Rekonstruksi regulasi pembuatan akta kelahiran anak luar kawin tanpa akta nikah yang berdasarkan nilai keadilan islam terdapat pada Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 sedangkan yang terbaru Undang-Undang No. 24 tahun 2013 Pasal 3 tentang Administrasi Kependudukan. Kata Kunci : Rekonstruksi, Regulasi, Perlindungan Hukum Anak, Keadilan Isla

    ERAN NOTARIS DALAM PELAKSANAAN KETENTUAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) TERHADAP PEMBAGIAN HARTA WARISAN KEPADA ANAK YATIM KORBAN BENCANA ALAM YANG BERADA DALAM PERWALIAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan ketentuan Kompilasi Hukum Islam mengenai pembagian harta warisan terhadap anak yatim korban bencana alam yang berada dalam perwalian. Untuk mengetahui dan menganalisis peran notaris terhadap pelaksanaan mengenai pembagian harta warisan terhadap anak yatim korban bencana alam yang berada dalam perwalian. Dan untuk mengetahui dan menganalisis kendala-kendala dan solusi-solusi terhadap pembagian harta warisan yang dialami oleh anak yatim korban bencana alam yang berada dalam perwalian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris, sedangkann metode pengumpulan data menggunakan library research dan Field research. Metode analisa data dilakukan secara kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif. Permasalahan Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Perlindungan Hukum,Teori Kewenangan, dan Teori Keadilan. Penelitian ini menghasilkan bahwa Pelaksanaan Ketentuan Kompilasi Hukum Islam mengenai Pembagian Harta Warisan Terhadap Anak Yatim Yang Berada Dalam Perwalian dapat dilakukan secara damai, jika terdapat sengketa maka diajukan ke Pengadilan Agama. Notaris memiliki wewenang untuk membuat Surat Keterangan Waris tanpa memperhatikan penggolongan penduduk. Dan berperan dalam Pembuatan Akta Pernyataan Waris/Surat Pernyataan Waris dan Surat Keterangan Hak Waris, jika terjadi sengketa dapat membuat Akta Perdamaian/Surat Perdamaian/Perjanjian Pelepasan Hak Tuntutan. Kendala dalam permasalahan ini a.wali menyalahgunakan harta kekayaan anak yang dalam perwalian;b.jika anak memiliki harta warisan berupa tanah dapat mengakibatkan sengketa waris;c.wali harus bersikap adil terhadap anak tersebut;d.kurangnya pemahaman masyarakat mengenai perwalian anak serta peran dan tanggung jawab wali;e. masih menggunakan aturan Hindia-Belanda atau golongan penduduk;f. masyarakat beranggapan peran notaris diperuntukan orang yang tunduk terhadap Peraturan Barat saja. Solusi: a.Wali harus mengganti rugi terhadap kerugian tersebut.b.Surat Keterangan Waris (SKW) yang dimiliki oleh si anak tersebut yang telah dikuatkan oleh Pejabat yang berwenang.c.Hilangnya hak perwalian dengan cara pencabutan kekuasaan perwalian. d.Perlu adanya sosialisasi serta pengarahan terhadap masyarakat. e.Sejak berlakunya Undang Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Administrasi Kependudukan, penggolongan penduduk sudah tidak diterapkan lagi karena adanya pemerataan penduduk. f.Perlu sosialisai mengenai peran notaris kepada masyarakat. Kata kunci : Peran, Notaris, Pembagian, Harta Warisan, KH

    The Role of Notaries in Implementing the Provisions of the Compilation of Islamic Law (KHI) on the Distribution of Inheritance to Orphans, Victims of Natural Disasters Who are in Trusteeship

    No full text
    This study aims to determine and analyze the implementation of the provisions of the Islamic Law Compilation regarding the distribution of inheritance to orphans who are victims of natural disasters who are in guardianship. To find out and analyze the role of the notary in the implementation of the distribution of inheritance to orphans victims of natural disasters who are in guardianship. And to find out and analyze the obstacles and solutions to the distribution of inheritance experienced by orphans who are victims of natural disasters who are in guardianship. The research method used in this research is juridical empirical, while the data collection method uses library research and field research. The data analysis method was carried outqualitative then presented descriptively. This research resulted in the main notary's responsibility in making inheritance deeds for the share of orphans who are victims of natural disasters who are in guardianship, still following the perspective provisions of Article 106 of Act No. 23 of 2006 as amended by Act No. 24 of 2013 concerning Population Administration. , because population classification has no longer been applied since the enactment of the Population Administration Law. Notaries have the authority to make a Certificate of Inheritance regardless of population classification. The authority of the Notary in making the Certificate of Inheritance for Indonesian Citizens is based on the provisions of Article 15 of the UUJN, so that the Certificate of Inheritance for Indonesian Citizens is made in the form of this authentic deed based on the provisions of Article 1868 of the Civil Code. The role of the notary in making SKW is only to confirm that the existence of an SKW is very authentic evidence. In addition, the role of the notary in the distribution of Islamic inheritance, but the one who has full authority to determine legal recognition and termination is the Religious Court. Notary in the distribution of inheritance plays a role in making the Deed of Inheritance Statement and Certificate of Inheritance Rights. If there is a dispute, the notary can make peace deeds and/or an agreement to relinquish the rights of claim. The notary in the distribution of inheritance plays a role in making the Deed of Inheritance and Certificate of Inheritance If there is a dispute, the notary can make peace deeds and/or an agreement to relinquish the rights of claim. The notary in the distribution of inheritance plays a role in making the Deed of Inheritance and Certificate of Inheritance If there is a dispute, the notary can make peace deeds and/or an agreement to relinquish the rights of claim

    TRANSFORMASI SEKOLAH BERBUDAYA PANCASILA MELALUI IMPLEMENTASI ETIKA DAN NILAI PANCASILA DI SMK PANCASILA SALATIGA

    No full text
    The transformation of Pancasila cultured school is a strategic step in realizing education that reflects the noble values of the Indonesian nation. This research aims to examine the implementation of Pancasila ethics and values in the educational process at SMK Pancasila, as an effort to strengthen students' character and create a learning environment based on national values. Through a qualitative approach, this study analyzes the implementation of Pancasila values, such as Gotong Royong, Social Justice, and Unity, in various aspects of school life, both in learning, extracurricular activities, and interactions between school members. The results showed that the implementation of Pancasila values in SMK Pancasila has had a positive impact in shaping the character of students who are noble, have a sense of responsibility, and care for others. However, challenges in the integration of Pancasila values still arise related to teaching consistency and active participation of all related parties. This study suggests the need to strengthen training for teachers and the involvement of parents and the community in supporting a school culture based on Pancasila.   Abstrak Transformasi sekolah berbudaya Pancasila merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi etika dan nilai Pancasila dalam proses pendidikan di SMK Pancasila, sebagai upaya untuk memperkuat karakter siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang berbasis pada nilai-nilai kebangsaan. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis penerapan nilai Pancasila, seperti Gotong Royong, Keadilan Sosial, dan Persatuan, dalam berbagai aspek kehidupan sekolah, baik dalam pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, maupun interaksi antarwarga sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai Pancasila di SMK Pancasila telah memberikan dampak positif dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, memiliki rasa tanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. Namun, tantangan dalam integrasi nilai Pancasila masih muncul terkait konsistensi pengajaran dan partisipasi aktif seluruh pihak terkait. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan pelatihan bagi guru dan keterlibatan orang tua serta masyarakat dalam mendukung budaya sekolah yang berlandaskan Pancasila

    Ittijahat Abi Dhu'ayb Al-Hudhali fi Qasidatihi Ar-Ritsa’

    No full text
    This article aims to know Ittijahat of Abu Dhu’ayb Al-Hudhali in his poem of Ritsa’. Ittijahat in this study is a description of the poet's tendency to divide Ar-Ritsa', namely Nadb and Ta'ziyah. Ar-Ritsa 'is one of the various forms of Arabic poetry. To analyze the discussion problem, the author uses descriptive analysis method, because this method is very appropriate to find out the picture and state of a thing by describing it in as much detail as possible based on the facts found in the data in question. The results obtained are: In the beginning of the poem, he tends to mourn (Nadb) their five children. He describes in it that he does not stop crying and has trouble sleeping until he becomes weak emaciated due to the intensity of the grief, pain and worries that dominated in his pysche. As for the middle of the poem to the end, the poet turns to the consolation (Ta’ziyah) of his children’s death, as he reflects on the reality of life and death, the poet declares that death is inevitable for every human being that he must accept it and let it go, which the poet portrayed in the exciting narrative style. The story is divided into three stories: the zebra, the bull of the beast, and the two knights.</jats:p

    Program “I’dad Lughowi” dalam Upaya Membekali Kemampuan Bahasa Arab Mahasiswa STIBA Ar-Raayah, Sukabumi

    No full text
    Nowdays, Arabic already has its own charm. Apart from the Al-Quran and Hadith as sources of Islamic Shari'a which are imported from the original source in Arabic, the emergence of scientific disciplines linked to Shari'a adds to the public's attraction and interest in studying Shari'a directly from its Arabic sources. Arabic language learning is starting to emerge with various strategies and methods applied. Some are successful and others need review. In this article, the author wants to examine Arabic language learning in the STIBA Ar-Raayah i'dad lughowi program which is considered successful because it has produced many regional, national and even international achievements. This article aims to examine the background of students in the STIBA Ar-Raayah i'dad lughowi program, the teaching and learning activities of the i'dad lughowi program at STIBA Ar-Raayah and the examination system implemented in the i'dad lughowi program. This article is a case study at STIBA Ar-Raayah using a descriptive qualitative approach. The results found in this research are (1) the background of students in the STIBA Ar-Raayah i'dad lughowi program who come from various regions and schools, (2) learning using the Arabiyyah book Baina Yadaik by maximizing the direct method and activities outside the classroom, (4) a unique exam system with Al-Qur'an exams, subject exams, syahri exams, nihai exams, as well as a rosib system for students who do not reach the minimum completion criteria. The results and conclusions of this research can be used as a reference for Arabic language educational institutions to make them more effective in the future

    IMPLEMENTASI HUKUM SERTA HAK ASASI MANUSIA AKIBAT ULAH KREAK YANG DIPELOPORI ANAK MUDA DI SEMARANG

    No full text
    The presence of the young generation is something that is highly hoped for by the Indonesian people, as a driving force towards progress, but is their attitude a form of progress itself? Some time ago there was a stir in Semarang regarding the term kreak which was terrorizing residents, and this activity was a violation of the law and It turns out that the human rights violators are none other than young people themselves. Law is a tool to regulate how people's lives will run in the future and human rights are rights given by God to every human being and human rights cannot be revoked by anyone, so in this case it is included in the category of serious human rights violations, because several cases resulted in the death of victims, so can be said to be murder. This research was carried out using the case study method by reporting from several sources. Then, based on the results of my research, it turns out that the law and human rights violations of kreak in Semarang are caused by several influencing factors such as lack of attention from parents, wrong relationships, lack of religious education and the influence of social media.   ABSTRAK Kehadiran generasi muda adalah hal yang sangat diharapkan bagi bangsa Indonesia, sebagai pendorong menuju kemajuan, namun apakah sikap mereka adalah bentuk dari kemajuan itu sendiri, beberapa waktu lalu di Semarang sempat dihebohkan mengenai istilah kreak yang meneror warga, dan kegiatan tersebut adalah sebuah pelanggaran hukum dan HAM yang ternyata pelanggarnya tidak lain adalah anak-anak muda itu sendiri. Hukum adalah sebuah alat untuk mengatur bagaimana kehidupan masyarakat akan berjalan nantinya dan HAM Adalah hak yang diberikan oleh tuhan kepada setiap manusia dan HAM tidak bisa dicabut oleh siapapun, sehingga dalam kasus ini termasuk dalam kategori pelanggaran HAM berat, karena beberapa kasus mengakibatkan meninggalnya korban, sehingga dapat dikatakan sebagai pembunuhan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode studi kasus (case study)dengan melansir dari beberapa sumber. Lalu berdasarkan hasil dari penelitian saya, ternyata pelanggaran hukum dan ham dari kreak di Semarang disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi seperti kurangnya perhatian dari orang tua, salahnya pergaulan, kurangnya pendidikan beragama dan pengaruh dari sosial media

    The Poetry Anthology Ar-Robi fii qalbi by Sofi Ghoniyah: A Sociology of Author Perspective

    No full text
    This study aims to determine the sociology of the author in the poetry anthology Ar-Robi fii Qalbi by Sofi Ghoniyah based on the perspective of Rene Wellek and Austin Warren. This research focuses on four aspects, namely (1) the social background of the author in the anthology of poetry Ar-Robi fii Qalbi by Sofi Ghoniyah based on the perspective of Rene Wellek and Austin Warren; (2) the author\u27s social integration in the poetry anthology Ar-Robi fii Qalbi by Sofi Ghoniyah based on the perspective of Rene Wellek and Austin Warren; (3) author\u27s economic sources in the poetry anthology Ar-Robi fii Qalbi by Sofi Ghoniyah based on the perspective of Rene Wellek and Austin Warren; (4) professionalism in the authorship of Sofi Ghoniyah\u27s anthology of poetry Ar-Robi fii Qalbi based on the perspective of Rene Wellek and Austin Warren. This type of research is qualitative research. The data source of this research uses an anthology of poetry entitled "Ar-robi fii qalbi" by Sofi Ghoniyah.&nbsp; While the secondary data sources of this research were obtained from reading books or journals discussing the sociological theory of the authors Rene Wellek and Austin Warren. Data collection techniques in this study used interview techniques and note-taking techniques. The data validation technique used in this study is to increase persistence, triangulate data, and discuss with colleagues and experts. Meanwhile, for the data analysis technique, this research uses the Miles and Huberman method, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The researchers produced several data, namely (1) the author of the poetry anthology Ar-Robi fii qalbi is an educated author and has close interactions with her environment. (2) The author of the poetry anthology Ar-Robi fii qalbi has a high degree of integration. He mingles with the general public. (3) The main economic source of the author in Ar-Robi\u27s poetry anthology is not through her work but in her educational activities. As a teacher, her work is often used as learning material for her students. (4) The author of the poetry anthology Ar-Robi fii qalbi has high professionalism in the authorship of her work

    Pustakawan Dalam Perspektif Manajer Informasi: Studi Kasus Pada Mahasiswa Jurusan S1 Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry

    No full text
    This study aims to find out Librarian in Perspective of Information Manager (Case Study on Library Science Undergraduate Student of Adab and Humanities Faculty of UIN Ar-Raniry, Banda Aceh). This research uses quality descriptive approach, an approach that emphasizes more on the deductive and inductive deduc- tion process and on the analysis of the dynamics of relationship between observed phenomena, using scientific logic. The students of Library Science were observed to be 54 people for three months. For this research the author will explain in detail about UIN Ar-Raniry Banda Aceh Main Library in the perspective of information managers for llibrary users especially Library Science students class of 2016 intake. The research results are; Librarians are not yet fully able to become information managers at UIN Ar-Raniry Main Library of Banda Aceh, due the small number of librarians for this size of a college library. Lack of librarian contribution to be- come information manager, in order to be able to fulfill requirement of information for their users, in this case undergraduate student of Library Science. Regarding the perspective that a library must be able to provide all forms of information required has not been done well, especially the information needs fot this such of users in this case Library Science students
    corecore