1,721,020 research outputs found

    REFORMASI BIROKRASI DALAM PENATAAN KELEMBAGAAN PEMERINTAHAN DAERAH DI PEMPROV. NTT

    Full text link
    This study examines bureaucratic reforrm in the provincial govermenth through the implementation of regional organizational structuring policies (OPD), in the provincial scope NTT according to PP No. 18 Th 2016. But The actual implementation of this policy is a change from the previous government regulation that is PP N0. 41 Th 2007. There must be some changes in the nomenclature of the regional apparatus organization (OPD) under the rule. But the important thung is that the main purpose of the policy must be realized. Where changes in the nomenclature of the organizational of regional apparatus organizational(OPD), will result in better value of effeciency and institutional effectiveness. This reseaarch is done by qualitative method, and concludes that basically in the implementation of the policy of organizing the regional apparatus of the province NTT, however with suggestions or recommendations of researchers is expexted to have implovement measures made by the government in implementing the next policy and in the implementation of government.Penelitian ini mengkaji reformasi birokrasi di Pemprov. NTT melalui pelaksanaan kebijakan Penataan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Pemprov. NTT sesuai PP No. 18 Tahun 2016. Namun sebenarnya pelaksanaan kebijakan ini merupakan perubahan dari Peraturan Pemerintah sejenis sebelumnya yaitu PP No. 41 Tahun 2007. Tentunya terdapat beberapa perubahan nomenklatur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berdasarkanperaturan itu. Namun yang terpenting adalah bahwa tujuan utama kebijakan tersebut harus dapat terwujud. Dimana perubahan nomenklatur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini, akan menghasilkan nilai efisiensi dan efektifitas kelembagaan yang lebih baik. Penelitian inidilakukan dengan metode kualitatif. Dan memberikan kesimpulan bahwa pada dasarkanya masih terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan kebijakan penataan Organisasi Perangkat daerah di Pemprov. NTT, namun demikian dengan saran atau rekomendasi daripeneliti diharapkan ada langkah perbaikan yang dilakukan Pemerintah Pemprov. NTT dalam pelaksanaan kebijakan selanjutnya, maupun dalam penyelenggaraan pemerintahannya

    APLIKASI AHP UNTUK PENILAIAN KINERJA DOSEN

    Full text link
    Dalam era globalisasi dunia pendidikan memegang peranan yang sangat penting. Setiap perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas untuk dapat memenangkan persaingan dengan perguruan tinggi lainnya. Untuk menghasilkan lulusan berkualitas diperlukan peningkatan mutu dalam penyelenggaraan pendidikan. Dosen sebagai salah satu unsur dalam penyelenggaraan pendidikan bertugas dan bertanggung jawab dalam melaksanakan proses pembelajaran, melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai tenaga pendidik para dosen dipacu untuk meningkatkan profesionalisme agar melakukan kinerja dengan baik. Penilaian kinerja dosen merupakan masalah yang melibatkan kriteria-kriteria dan sering menimbulkan subyektivitas pengambil keputusan. Oleh karena itu perlu aplikasi pendukung keputusan dengan menggunakan metode AHP (Analitic Hierarchy Process) yang diharapkan subyektivitas dalam pengambilan keputusan dapat dikurangi. Output yang dihasilkan oleh aplikasi ini dapat membantu pengambilan keputusan dalam penilaian kinerja dosen

    LUASAN ATUR

    Full text link

    UJI DAYA TOLAK EKSTRAK DAUN MINDIMelia azedorach linn DAN EKSTRAK DAUN KEMANGIOcimum sanctum linn SEBAGAI REPELEN NYAMUK Aedes aegypti

    Full text link
    Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai sekarang masih merupakan masalah kesehatan bagi masyarakat. DBD disebabkan oleh virus dengue dan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama. Salah satu upaya untuk mengurangi kontak antar manusia dengan nyamuk Aedes aegypti yaitu menggunakan repelen. Repelen yang bisa digunakan yaitu ekstrak daun mindi dan ekstrak daun kemangi karena ekstrak ini mengandung suatu senyawa aktif seperti flavanoid, alkoloid, saponin, margosin dan eugol. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui konsentrasi yang efektif ekstrak mindi maupun ekstrak kemangi dan mengetahui manakah ekstrak tersebut yang lebih efektif sebagai repelen. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research dengan metode eksperimen quasi dimana rancangan penelitiannya adalah post test only control design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 ekor nyamuk Aedes aegypti dewasa setiap kali perlakuan (5 kali) dan setiap kali ulangan 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna rata - rata jumlah nyamuk yang menempel pada tangan dengan berbagai tingkat konsentrasi ynag diolesi dengan ekstrak daun mindi p value = 0,002 maupun ekstrak daun kemangi p value = 0,003. jumlah nyamuk yang menempel pada tangan yang diolesi ekstrak daun mindi berdasarkan lama pemaparan berbeda p value = 0,049 demikian pula pada ekstrak daun kemangi p value = 0,039. Dari kedua ekstrak tersebut tidak ada perbedaan maka dari itu kedua ekstrak tersebut sama - sama efektif digunakan sebagai repelen. Upaya untuk menghindari terjadinya kontak antara manusia dengan nyamuk Aedes aegypti dilakukan dengan menggunakan ekstrak daun mindi dan ekstrak daun kemangi karena kedua ekstrak tersebut aman dan ramah lingkungan. Kata Kunci: repelen, ekstrak daun mindi, ekstrak daun kemang

    ANALISIS RENTABILITAS MODAL SENDIRI DAN RENTABILITAS EKONOMI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN MODAL PADA PDAM TIRTA MAKMUR SUKOHARJO

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih menguntungkan antara modal sendiri dan modal asing dalam pemenuhan kebutuhan modal bila ditinjau dari rentabilitas modal sendiri dan rentabilitas ekonomi tahun 2001-2005 pada PDAM Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang meliputi neraca komparatif tahun 2001-2005, laporan laba/rugi komparatif tahun 2001-2005 dan keteranganketerangan lain yang berhubungan dengan neraca dan laba/rugi perusahaan. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi metode wawancara, dokumentasi, observasi dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis rentabilitas ekonomi dan analisis rentabilitas modal sendiri. Dari analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa:1) dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Profit Margin PDAM Tirta Makmur Sukoharjo masih rendah dan berfluktuasi, berarti efisiensi perusahaan masih rendah. Hal ini disebabkan karena biaya usaha/biaya operasional sering lebih besar dikeluarkan daripada pendapatan operasional yang diperoleh, sehingga diperoleh Profit Margin yang rendah; 2) Operating Asset Turnover PDAM Tirta Makmur Sukoharjo masih rendah dan berfluktuasi, hal ini berarti perusahaan belum efektif dan efisien dalam penggunaan aktiva dilihat dari perputaran Operating Assets (modal usaha) dalam suatu periode tahun efektivitas penggunaan aktiva perusahaan; 3) tingkat rentabilitas ekonomi PDAM Tirta Makmur Sukoharjo mengalami penurunan dari tahun ke tahun dan berfluktuasi, hal ini berarti semakin rendah rentabilitas ekonomi (dengan tingkat bunga tetap), sehingga penggunaan modal asing akan lebih besar, hal ini dapat mengakibatkan penurunan rentabilitas modal sendiri; 4) RMS pada PDAM Tirta Makmur Sukoharjo masih rendah dan berfluktuasi, hal ini disebabkan karena penggunaan modal sendiri yang kurang efisien sehingga laba yang diperoleh masih rendah sehingga menyebabkan RMS kurang maksimal dalam penggunaannya. PDAM Tirta Makmur Sukoharjo belum mampu untuk bekerja dengan hanya menggunakan modal sendiri tanpa bantuan dari modal asing

    Pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar kognitif dan minat belajar siswa pada materi sistem peredaran darah kelas XI SMA Negeri 1 Turi

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya hasil belajar dan minat belajar siswa pada materi sistem peredaran darah kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Turi, Sleman yang masih kurang baik karena siswa kurang siap dalam mengikuti pembelajaran dan kurangnya variasi guru dalam menerapkan model pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar kognitif dan minat siswa pada materi sistem peredaran darah kelas XI SMA Negeri 1 Turi. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Turi. Sampel dalam penelitian ini yaitu 2 kelas. Kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan angket. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi guru, soal pilihan ganda, dan lembar angket minat siswa. Teknik analisis data meliputi N-gain, uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat pada penelitian ini menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Sedangkan uji hipotesis menggunakan uji Independent sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Hasil belajar kognitif berdasarkan analisis data dengan N-gain menunjukkan hasil pada kelas eksperimen sebesar 0,3215 dan kelas kontrol sebesar 0,3072. Dengan hasil belajar diperoleh nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,821>0,05 sehingga dapat dinyatakan H₀ diterima, yang artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran discovery learning. (2) Minat belajar menunjukkan hasil rerata siswa yang menggunakan model pembelajaran discovery learning yaitu 64,41% memperoleh kategori tinggi dan siswa yang menggunakan metode ceramah yaitu 45,5% yang termasuk ke dalam kategori rendah. Hal ini dapat diartikan bahwa ada pengaruh terhadap minat belajar siswa pada materi sistem peredaran darah

    MODEL PEMBELAJARAN SOFT SKILLS TERINTEGRASI PADA SISWA TATA BOGA TINGKAT SMK

    Full text link
    Kajian model pembelajaran soft skills terintegrasi bertujuan untuk mengkaji model hipotetik dari pembelajaran soft skills siswa kelas X program keahlian Tata Boga SMKN 3 Probolinggo. Model dikembangkan berdasarkan kajian konsep-konsep soft skills dikaitkan dengan konteks pembelajarannya pada bidang tata boga. Softskills diidentifikasi dari kurikulum tata boga kelompok produktif dan dieksplorasi dari dunia industri yang terkait. Kemudian soft skills dari hasil identifikasi ini diintegrasikan dengan pendekatan topik dan multi target. Implementasinya dalam pembelajaran menggunakan pendekatan psikologi pembelajaran eklektik antara behaviourisme, kognitivisme, konstruktivisme, dan humanisme. Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Responden berasal dari siswa kelas X Tata Boga 1 dan 2 berjumlah 65 anak. Waktu penelitian dilakukan selama 1 bulan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Rancangan model ini menekankan peran aktif siswa mulai dari merancang perilaku soft skills, mengkonstruksisoft skills terintegrasi melalui pengalaman belajar berbasis manajemen kinerja, dan melakukan refleksi untuk perbaikan berkelanjutan. Penerapan pembelajaran soft skills dapat membawa pengaruh yang besar bagi siswa dalam menumbuhkembangkan kompetensi dan keahliannya dengan baik dan benar. 

    Bimbingan Teknis (BIMTEK) Inovasi Pelayanan Publik Bagi Pemerintah Desa/Kelurahan di Kantor Kelurahan Fontein Kota Kupang

    No full text
    Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Fontein-Kota Kupang, adalah bagian program inkubasi inovasi pelayanan publik Provinsi NTT dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik.  Tujuannya adalah meningkatam kualitas pelayanan publik pada seluruh instansi penyelenggara pelayanan publik, termasuk Kantor Kelurahan. Metode pelaksanaan dilakukan dengan survey awal, dept interview, paparan materi, diskusi dan pendmpingan. Dalam pelaksanaan Bimtek dapat diketahui masalah mendasar dalam menciptakan inovasi pelayanan publik di Kantor Kelurahan Fontein Kota Kupang, yaitu masih rendahnya pengetahuan terkait menciptakan inovasi pelayanan publik dan ketrampilan berbasis teknologi informasi pada pegawai dan pimpinan Kantor Lurah.  Sehingga kegiatan Bimtek perlu diteruskan dengan pendampingan untuk dapat terus diikuti progress atau perkembangan pengetahuan maupun ketrampilan para aparat Kantor Lurah.  Oleh karena itu, kegiatan tersebut perlu dilakukan secara berkesinambungan, sehingga dapat menciptakan iklim inovasi pelayanan publik ditingkat Pemerintah Desa/Kelurahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan terapan dari hasil penelitian inovasi pelayanan publik dengan judul “Garugiwa In Line” a Portrait of The Success of Local Wisdom Based Population Administration Service Innovation In Ende District, pada Tahun 2023
    corecore