1,721,010 research outputs found
IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDlKAN (KTSP) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR
This research aims at describing (1) Implementation of KTSP as effort to improve the student's learning mastery at Junior High School in Surakarta (2) The Readiness of teachers in KTSP implementation at Junior High School (3) Some factors supporting and impeding KTSP implementation as effort improve the learning mastery. The research was conducted in qualitative descriptive method. Research location was in Surakarta city. Data collecting technique was conducted through observation and interview. Analysis of data used interactive analysis with some steps, they are: (1) Collecting data; (2) Reducing data; (3) Presenting data and (4) Drawing of conclusion. Result of research showed that: (1) Implementation of KTSP in Junior High School in Surakarta has run pursuant to KTSP criteria where teachers given a right to develop their creativity in order to reach student's learning mastery (2) Readiness of teachers in KTSP implementation is addressed more in teaching learning process and in study service either classical or individual service (3) Some factors supporting KTSP implementation as effort to improve learning mastery are: students and teachers who interact and support each other in process of study and headmaster who has a right to determine policy. The obstacle factors are (1) Every class has a big amount of students (2) limited number of supporting facilities and basic facilities in learning process (3) teacher's ability in using learning instruments
IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDlKAN (KTSP) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR
This research aims at describing (1) Implementation of KTSP as effort to
improve the student's learning mastery at Junior High School in Surakarta (2)The
Readiness of teachers in KTSP implementation at Junior High School (3) Some factors
supporting and impeding KTSP implementation as effort improve the learning mastery.
The research was conducted in qualitative descriptive method. Research location was in
Surakarta city. Data collecting technique was conducted through observation and
interview. Analysis of data used interactive analysis with some steps, they are: (1)
Collecting data; (2) Reducing data; (3) Presenting data and (4) Drawing of conclusion.
Result of research showed that: (1) Implementation of KTSP in Junior High School in
Surakarta has run pursuant to KTSP criteria where teachers given a right to develop their
creativity in order to reach student's learning mastery (2) Readiness of teachers in KTSP
implementation is addressed more in teaching learning process and in study service
either classical or individual service (3) Some factors supporting KTSP implementation
as effort to improve learning mastery are: students and teachers who interact and support
each other in process of study and headmaster who has a right to determine policy. The
obstacle factors are (1) Every class has a big amount of students (2) limited number of
supporting facilities and basic facilities in learning process (3) teacher's ability in using
learning instruments.
Kata kunci:standar kompetensi, sains kimia, lembar kerja siswa, keterampilan proses,
aspek kimi
Pengaruh Literasi Keuangan dan Kemudahan Belanja Online tehradap Pengelolaan Keuangan pada Dosen FKIP di Universitas Sebelas Maret
This research aims to determine 1) the influence of financial literacy on financial management among FKIP lecturers at Sebelas Maret University and 2) the influence of the ease of online shopping on financial management among FKIP lecturers at Sebelas Maret University. The type of research used is quantitative with descriptive methods. The subjects of this research were FKIP lecturers at Sebelas Maret University with a sample of 80 lecturers who were determined using non-practical purposive sampling. Data analysis used in this research used multiple linear regression tests. The results of this research show 1) financial literacy has a positive and significant effect on the financial management of FKIP lecturers at Sebelas Maret University and 2) the ease of online shopping has a positive and significant effect on the financial management of FKIP lecturers at Sebelas Maret University. Apart from that, the results of this research also show that the independent variable has a contribution to the dependent variable. This research can provide an overview of the influence of financial literacy and ease of online shopping on financial management among FKIP lecturers at Sebelas Maret University.
 
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi Kerja Terhadap Kesiapan Kerja dengan Soft Skill Sebagai Variabel Intervening pada Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan motivasi kerja terhadap kesiapan kerja dengan soft skill sebagai variabel intervening pada Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret
PENGARUH PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN (PLP) DAN PERSEPSI KESEJAHTERAAN GURU TERHADAP MINAT MENJADI GURU PADA MAHASISWA FKIP UNS SURAKARTA
Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1) mengetahui dan menguji pengaruh antara variabel Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dengan minat untuk menjadi guru pada mahasiswa FKIP UNS Surakarta, (2) mengetahui dan menguji pengaruh antara variabel persepsi kesejahteraan guru dengan minat untuk menjadi guru pada mahasiswa FKIP UNS Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan proportional random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini didapatkan melalui angket atau kuisioner. Setelah data dikumpulkan, data tersebut akan melalui proses analisis dengan model regresi linear berganda. Berdasarkan hasil yang didapatkan, penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat menjadi guru dan persepsi kesejahteraan guru memiliki pengaruh yang positif namun tidak signifikan terhadap minat menjadi guru pada mahasiswa FKIP UNS Surakarta
THE EFFECT OF THE SCIENCE TECHNOLOGY SOCIETY AND THE QUANTUM TEACHING MODELS ON LEARNING OUTCOMES OF STUDENTS IN THE NATURAL SCIENCE COURSE IN RELATION WITH THEIR CRITICAL THINKING SKILLS
Abstract
This experimental study aimed to determine: 1) Differences in science learning outcomes between students who were taught via the Science Technology Society and the Quantum Teaching models; 2) Differences in science learning outcomes among students who have high, medium, and low critical thinking skills; 3) Relationship between these learning models and the critical thinking skills in terms of science learning outcomes. The participants of the study comprised 300 students from fifth grade of the private primary school in the Surakarta region. Out of the 300, 150 studentswere in the experimental group and 150 were in the control group. For the data collection two-way analysis of variance followed by the Scheffe test were administered. The result of the study showed that 1.) The level of science learning outcomes of the students who were taught via the Quantum Teaching model were higher than those taught via the Science Technology Society model. 2) There were differences in the level of science learning outcomes among the students who have high, medium, and low critical thinking skills. 3) There was no relationship between the learning models and the ability to think critically for improving science learning outcomes
KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN
Kepala sekolah mempunyai sejumlah peran yang harus dimainkan secara bersama, antara lain mencakup educator, manager, administrator, supervisor, motivator, entrepreneur, dan leader. Namun yang lebih penting lagi bahwa seorang kepala sekolah sebaiknya juga berfungsi sebagai pemimpin dalam menjalankan fungsi-fungsi pembelajaran. Termasuk berdiri di barisan terdepan dalam memimpin guru untuk selalu belajar. Karena keberhasilan kepala sekolah dalam memimpin akan berpengaruh pada keberhasilan guru dalam mengajar. Terkait dengan era Masyarakat Ekonomi ASEAN, maka kepemimpinan kepala sekolah yang profesional sebagai kepemimpinan pembelajaran (Instructional Leadership) sangat menunjang tercapainya pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien dalam menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dalam masyarakat ASEAN
Pengembangan Profesional Berkelanjutan dengan Model Three In One ( Pendekatan Lesson Study, Pembelajaran Berbasis TIK dan Penelitian Tindakan Kelas) untuk Meningkatkan Kinerja Guru Pasca Sertifikasi
Penelitian ini dimaksudkan untuk menyediakan suatu konsep pemodelan pengembangan profesional guru yang berkelanjutan dengan model Three In One ( pendekatan lesson study, pembelajaran berbasis TIK dan Penelitian Tindakan Kelas) untuk meningkatkan kinerja guru di wilayah Kota Surakarta. Untuk jangka pendek/tahun I penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme guru berkelanjutan pasca sertifikasi yang telah dilakukan, (2) mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam mengembangkan profesionalisme berkelanjutan pasca sertifikasi, (3) mengidentifikasi kegiatan dari lesson study, pembelajaran yang berbasis TIK dan Penelitian Tindakan Kelas bagi guru pasca sertifikasi.
Pada tahun pertama penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Kota Surakarta dengn informan penelitian tahun pertama adalah guru-guru yang sudah bersertifikasi yang tergabung dalam MGMP tingkat SMP IPS dan SMA Ekonomi, baik Negeri maupun Swasta. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif dengan langkah-langkah: (1) Pengumpulan data; (2) Reduksi data; (3) Penyajian data dan (4) Penarikan kesimpulan.
Hasil Penelitian menunjukkan: (1) Identifikasi kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme guru berkelanjutan pasca sertifikasi yang telah dilakukan meliputi kegiatan pengembangan diri yaitu diklat fungsional, kegiatan kolektif guru dan publikasi ilmiah. Meskipun tidak semua kegiatan tersebut dilakukan secara optimal dan berkelanjutan, (2) Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam mengembangkan profesionalisme berkelanjutan pasca sertifikasi adalah: (a) Guru memerlukan waktu yang lebih untuk melakukan pengembangan diri untuk menjadi guru yang profesional, (b) Terbatasnya sarana dan peralatan pembelajaran untuk melakukan kegiatan belajar mengajar berbasis TIK, (c) Rendahnya penguasaan TIK, (d) Kurangnya penguasaan tentang penulisan karya ilmiah. (3) Identifikasi pelaksanaan Pengembangan Profesionalisme Berkelanjutan dari Pendekatan: (a) lesson study yaitu: bahwa pelaksanaan kegiatan lesson study jarang dilakukan oleh guru karena masih terkendala oleh sulitnya memadukan waktu yang tepat untuk berkolaboratif dengan guru lain, belum memahami tentangpelaksanaan lesson study yang efektif dan efesien, kurangnya jam pelajaran yang memadai dan kurangnya sarana pembelajaran yang memadai, (b) Penelitian Tindakan Kelas, yaitu: Kegiatan ini juga masih jarang dilakukan oleh guru, karena banyak diantara mereka belum memahami tentang Penelitian Tindakan Kelas, terbatasnya pengetahuan tentang penguasaan kerangka teori karena terbatasnya waktu untuk mencari referensi, belum memiliki motivasi untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas dan belum memahami dalam membuat laporan Penelitian Tindakan Kelas, (c) Pembelajaran berbasis TIK, yaitu masih banyak guru yang belum menguasai TIK, meskipun sarana komputer dan laptop sudah dimiliki, kurangnya pelatihan pembuatan media pembelajaran yang berbasis TIK dan masih banyak ruang kelas pada setiap sekolah belum ada sarana LCD, sehingga motivasi menggunakan pembelajaran yang berbasis TIK dikalangan guru masih rendah
Pengaruh Manajemen Waktu dan Intensitas Penggunaan TikTok terhadap Tingkat Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Sebelas Maret
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh manajemen waktu dan intensitas penggunaan TikTok terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta angkatan 2021-202
Pengaruh Literasi Keuangan dan Sikap Keuangan Terhadap Perilaku Keuangan Pada Mahasiswa Universitas Sebelas Maret dengan Gender Sebagai Variabel Moderasi
This study aims to determine the effect of financial literacy on financial behavior with gender as a moderation variable. The sampling technique uses non-probability sampling techniques, namely purposive sampling with a sample of 364 UNS students consisting of the Faculty of Economics and Business (Development Economics, Accounting, Management) and the Faculty of Teacher Training and Education (Economic Education, Accounting, Office Administration). Test validity using product moment and reliability test using Cronbach's alpha. Data collection using questionnaires with Likert scale which is further converted to dummy variables and the data analysis used is binary logistic analysis. The results of this study obtained that: 1) Financial literacy has a positive and significant effect on financial behavior in UNS students; 2) Financial attitudes have a positive and significant effect on financial behavior in UNS students; 3) Male gender strengthens the relationship between the influence of financial literacy and financial attitudes on financial behavior in UNS students; 4) Women's gender strengthens the relationship between the influence of financial literacy and financial attitudes on financial behavior in UNS student
- …
