1,753 research outputs found
artikel agung dwi prasetya1
Pengembangan media pembelajaran dalam matematika sangat diperlukan untuk mengajak peserta didik mempelajari matematika secara menyenangkan dan berkesan. Pembelajaran matematika menjadi menyenangkan dan berkesan melalui penggunaan media pembelajaran yang mengajak peserta didik belajar sambil bermain dan berinteraksi dengan peserta didik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan dan mengetahui kelayakan media permainan kartu Yu-gi-oh!. Proses pengembangan media ini berdasarkan model pengembangan ADDIE dengan tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi disetiap akhir tahapannya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media valid dan layak untuk digunakan dilihat dari hasil validasi media dengan skor 83,3% dan validasi materi dengan skor 91,6% keduanya kategori valid dan dapat digunakan. Sedangkan dari hasil uji coba media permainan kartu Yu-gi-oh! diperoleh hasil angket peserta didik dengan skor 88,29% dengan kategori sangat baik/praktis. Berdasarkan hasil tersebut maka penelitian ini disimpulkan dapat menghasilkan media yang layak dipakai dalam pembelajaran dan tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan menjadi media pembelajaran lainnya.
Kata Kunci: Pengembangan, Kartu, Operasi hitung campura
ANALISIS KONDISI SOSIODEMOGRAFI DAN EKONOMI KELUARGA YANG MENIKAH PADA USIA DINI DI KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Indrawati, Laily Dwi. 2014. Analisis Kondisi Sosio demografi Dan Ekonomi Keluarga Yang Menikah Pada Usia Dini Di Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si; (II) Drs. Mustofa, M.Pd Kata Kunci: Pernikahan, Kondisi Sosio demografi, Ekonomi Umur seseorang saat melakukan perkawinan berpengaruh kuat terhadap pola membina rumah tangga. Kecamatan Wajak merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki angka pernikahan dini tinggi di Kabupaten Malang. Pernikahan dini umumnya dilakukan pada usia belia yaitu kurang dari 20 tahun. Hal ini tidak sesuai dengan Undang-Undang Pernikahan nomor 1 tahun 1974 bahwa usia pernikahan perempuan seharusnya >16 tahun dan laki-laki > 19 tahun. Sehingga terjadi kesenjangan antara harapan dan kenyataan di lapangan yang menyebabkan munculnya berbagai masalah dalam rumah tangga, seperti tingginya tingkat perceraian, dan meningkatkan angka kematian bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola persebaran gejala pembentuk ruang yang dalam hal ini adalah keluarga yang menikah pada usia dini. Selain itu, mendeskripsikan karakter sosio demografi dan ekonomi keluarga yang menikah dini di KecamatanWajak, Kabupaten Malang. Penelitian ini bersifat ex post facto, karena berusaha memperoleh informasi tentang peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang melalui data tersebut untuk menemukan faktor-faktor yang mendahului/menemukan sebab yang mungkin atas peristiwa yang terjadi.Variabel penelitian ini meliputi: Kondisi Sosial, demografi, ekonomi dan polaper sebaran masyarakat yang menikah pada usia dini. Data yang dikumpulkan meliputi: umur masyarakat yang menikah pada usia dini, beban tanggungan keluarga, pendidikan, keikut sertaan masyarakat dalam organisasi, pekerjaan dan pendapatan. Data-data tersebut dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan pedoman wawancara. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan tabulasi frekuensi yang selanjutnya dinarasikan menjadi deskripsi bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tahun sukses sebagian besar masyarakat yang menikah pada usia dini adalah 7-9 tahun dan mayarakat umumnya mengikuti dua organisasi kemasyarakatan yaitu tahlilan dan diba’, (2) Masyarakat yang menikah pada usia dini umumnya mereka yang masih berumur 16 hingga 18 tahun dengan tanggungan hidup keluarga sebagian besar sebanyak 2 orang, (3) Kondisi ekonomi keluarga yang menikah dini di dominasi oleh keluarga yang berpenghasilan kurang dari Rp1000.000. keluarga yang berpenghasilan tersebut adalah yang memiliki pekerjaan tidak tetap, (4) keluarga yang menikah pada usia dini di Kecamatan Wajak memiliki pola yang berbeda di setiap desa, Desa Wajak memiliki pola mengelompok di sekitar pusat kota, Desa Codo dan Sumber putih memiliki pola memanjang sepanjang jalan
Abstract 1122‐000190: Persistent DWI Signal for 18 Months in Ischemic Stroke Patient with Carotid Web
Introduction: Diagnostic tools for acute ischemic infarcts include the use of DWI sequence on MRI to identify acute infarcts is especially useful since lesions can become hyperintense on this sequence very rapidly (Albers 1998). Over the next 15 days, DWI hyperintensity slowly decreases back to isointense. In some patients, however, there is persistent DWI hyperintensity past 1 month. There are theories that these persistent areas exhibit delayed onset infarct, prolonged ischemia, or perhaps different repair processes (Rivers, et al 2006). To this day, all DWI signals have been known to resolve within a few months even for persistent hyperintensities (Rivers, et al 2006). Carotid webs are a rare form of fibromuscular dysplasia that protrudes from the intimal tissues of carotid arteries. They are shelf‐like projections that grow into the lumen and disrupt normal blood flow (Zhang, et al 2018). These outgrowths are theorized to lead to ischemic strokes due to flow stasis and subsequent embolization of clots that form (Zhang, et al 2018). There is no consensus on the best management of carotid webs, and secondary prevention of recurrent strokes range from medical management to carotid stenting. Methods: This is a case report, and information for the patient was gathered through review of medical records on the EMR. Results: We present a case of ischemic stroke in the right basal ganglia/corona radiata, who presented with left sided weakness. The patient was found to have prediabetes, HTN, and HLD. However, she had recurrence of her symptoms over the next 18 months (figure 1). Repeat MRIs showed persistent DWI hyperintensity that slowly decreased in size and signal intensity over this period but in the same area as the initial infarct. The rest of the work up was only significant for a carotid web in the right internal carotid artery identified on conventional angiography. Ultimately she was managed with medical therapy including aspirin, statin, and antihypertensives. Conclusions: It is unclear whether the carotid web is associated with persistent DWI for such an extended time frame. There is very little research that explores the pathophysiology of ischemic strokes from carotid webs. In addition, there is even less information about the physiology of an evolving infarct that shows persistent DWI signals for such an extended time frame. Further studies that look into carotid webs may help us understand the best long term management in such patients. Future studies that explore the physiology of ischemic strokes that show such persistent DWI signals may elucidate and perhaps expand upon current management options and possibly identify new areas for intervention
Strike Three Yer Out!? : Examining the Constitutional Limits on the Use of Prior Uncounseled DWI Convictions to Impose Mandatory Prison Sentences on Repeat DWI Offenders
This Comment examines the constitutional implications of using prior uncounseled DWI convictions to incarcerate repeat DWI offenders. The Comment reviews the Supreme Court decisions that established the right to court-appointed counsel for the indigent accused and examines the federal constitutional limitations on the collateral use of prior uncounseled DWI convictions. It also critically evaluates state court decisions involving the collateral use of prior uncounseled DWI convictions. The author concludes that, because an uncounseled conviction is inherently unreliable, it should not be used to mandatorily incarcerate a DWI repeat offender
Analisis Struktural Sonata Op. 2 No. 1, 4th Movement Karya Ludwig van Beethovem
Beethoven adalah salah satu komposer dan pianis yang terkenal dari Jerman pada periode klasik. Semasa hidupnya, Beethoven membuat 32 sonata dan salah satu yang terkenal adalah Sonata Op. 2 No. 1. Sonata merupakan bentuk struktur yang banyak digubah oleh komponis pada periode klasik. Sonata Op. 2 No. 1 merupakan karya yang digubah oleh Beethoven pada awal karirnya dan dipersembahkan untuk gurunya, Joseph Haydn. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur musik, teknik pengolahan motif di antaranya sekuen, motif yang digunakan dan harmoni seperti progresi akord dan kadens yang terdapat dalam Sonata Op. 2 No. 1, 4th movement. Penelitian ini juga meneliti karakteristik Haydn yang ada di dalamnya dikarenakan karya Sonata Op. 2 No. 1 ini dipersembahkan kepada Joseph Haydn. Penelitian ini didasarkan dari practice-based research atau penelitian berdasarkan praktik. Penelitian ini bersandar pada dokumen secara tekstual dan menggunakan pendekatan musikologi. Struktur komposisi pada Sonata Op. 2 No. 1, 4th movement berbentuk sonata form yang terdiri atas eksposisi, pengembangan, dan rekapitulasi. Hasil penelitian menunjukkan komposisi ini menggunakan karakter Haydn yaitu menggunakan pola triplet broken chord, menggunakan sonata form pada movement terakhir, periode tema yang tidak teratur, dan ada kecondongan untuk menekankan pentingnya second subject.Beethoven was a prominent German pianist and composer of the classical era. Beethoven wrote 32 sonatas throughout his lifetime, the most well-known of which is the Sonata Op. 2 No. 1. A common form of structure used by many classical composers is the sonata. Beethoven wrote the Sonata Op. 2 No. 1 early in his career and dedicated it to his mentor, Joseph Haydn. This study is to examine the Sonata Op. 2 No. 1's chord progressions, cadences, and other harmonic elements as well as the compositional structure and theme processing procedures of the piece. As his Sonata Op. 2 No. 1 is devoted to Joseph Haydn, this study also looks at the traits of Haydn that are present in it. This research is based on practice-based research. This research relies on documents textually and uses a musicological approach. The fourth movement of the Sonata Op. 2 No. 1 is structured as an exposition, development, and recapitulation sonata. The study's findings demonstrate how this piece borrows elements of Haydn's style, including the use of a sonata form in the final movement, irregular theme periods, and a propensity to highlight the significance of the second subject
Karakterisasi Molekuler Kapang Dermatofita yang Diisolasi dari Hewan Terduga Menderita Dermatofitosis
Dermatofitosis, juga dikenal sebagai ringworm atau tinea, adalah infeksi jamur (mikosis) pada kulit, rambut, dan kuku. Penyakit ini disebabkan oleh jamur kosmopolitan dari genus Epidermophyton, Microsporum, dan Trichophyton. Dermatofitosis adalah penyakit zoonosis karena dapat menular ke manusia dan hewan.
Diagnosis dapat dilakukan pada spesimen uji dengan teknik konvensional dan molekuler. Teknik konvensional dilakukan dengan pemeriksaan natif menggunakan KOH 10-20% dan kultur pada media tanam untuk pengamatan koloni makro dan mikroskopis. Teknik pemeriksaan molekuler spesimen uji dapat dilakukan dengan PCR-RFLP untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih cepat dan tepat, penelitian ini menggunakan primer umum untuk fungi yaitu ITS 1 dan ITS 4, serta primer khusus untuk dermatofita yaitu Chytin Synthase 1. RFLP dilakukan dengan menggunakan enzim DdeI pada hasil PCR ITS positif pada dermatofita.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakter kapang dermatofita yang diisolasi dari 50 hewan terduga dermatofitosis dari Jakarta dan Bogor. Dari sampel tersebut didapatkan empat isolat positif Microsporum canis, yaitu: B1, B15, B16, dan J1U1. Keempat isolat dermatofita tersebut kemudian dikarakterisasi dengan metode PCR-RFLP dan sekuensing. Pola potong dan kesejajaran urutan isolat B1 berbeda dengan B15, B16, dan J1U1. Hasil pola potong keempat isolat pada penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya, perbedaan yang terjadi dapat digunakan sebagai pembeda karakter M. canis yang diisolasi dari Jakarta dan Bogor. Isolat J1U1 dan B16 M. canis hasil penelitian ini memiliki karakteristik pola potong pada 750, 550, 450, 250, dan 200 bp. Pola potong isolat B1 pada ukuran 250 bp dan 200 bp. Spesimen kerokan kulit J1U1, B16, B1 dan B15 menampilkan empat pita dengan ukuran 550, 450, 250, dan 200 bp.
Berdasarkan hubungan kekerabatan pada pohon filogenetik, isolat B1 M. canis memiliki keterkaitan genetik dengan isolat ATCC 23828. Isolat J1U1, B15 dan B16 memiliki keterkaitan genetik satu sama lain, dengan susunan genotipe yang sama ditunjukkan oleh isolat B15 dan B16
KAJIAN NEW HISTORISME DALAM NOVEL HATI SINDEN KARYA DWI RAHYUNINGSIH: A Study Of New Historicism In The Novel Of Hati Sinden By Dwi Rahyuningsih
Abstrak: Penelitian ini menggunakan perspektif new historisme dengan tujuan untuk mengidentifikasi sejarah dan budaya Indonesia dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih. Data dalam penelitian berupa teks, baik berupa kata, kalimat, atau wacana yang sesuai dengan rumusan masalah. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih yang diterbitkan oleh Diva Press pada tahun 2011. Instrumen dalam penelitian ini yaitu penulis yang berorientasi pada penelitian tentang sejarah dan budaya Indonesia dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan yaitu baca dan catat. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu kategorisasi, deskripsi, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih terdapat representasi sejarah Indonesia yaitu tentang Partai Komunis Indonesia. Kedua, representasi unsur budaya dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih yang terdiri dari unsur budaya pada sistem kesenian, sistem mata pencaharian hidup, dan sistem kepercayaan.
Abstract: This research used new historicism perspective with the aim of identifying Indonesian history and culture in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih. The data in this research is the form of text, either the form of words, sentences, or discourse in accordance with the formulation of problem. The data source in this research is novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih, published by Diva Press in 2011. The instrument in this research is the author who oriented towards research on Indonesian history and culture in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih. The data collection technique in this research was carried out in two stages, namely reading and taking notes. The data analysis technique was carried out in three stages, namely categorization, description, and presentation of the data. The results show that first, in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih, there is a representation of Indonesian history, namely the Indonesian Communist Party. Second, the representation of cultural elements in the novel of Hati Sinden by Dwi Rahyuningsih, which consists of cultural elements in the art system, livelihood system, and belief system.Penelitian ini menggunakan perspektif new historisme dengan tujuan untuk mengidentifikasi sejarah dan budaya Indonesia dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih. Data dalam penelitian yaitu berupa teks, baik berupa kata, kalimat, atau wacana yang sesuai dengan rumusan masalah. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih yang diterbitkan oleh Diva Press pada tahun 2011. Instrumen dalam penelitian ini yaitu penulis yang berorientasi pada penelitian tentang sejarah dan budaya Indonesia dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan yaitu baca dan catat. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu kategorisasi, deskripsi, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih terdapat representasi sejarah Indonesia yaitu tentang Partai Komunis Indonesia. Kedua, representasi unsur budaya dalam novel Hati Sinden karya Dwi Rahyuningsih yang terdiri dari unsur budaya pada sistem kesenian, sistem mata pencaharian hidup, dan sistem kepercayaan
MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY (GD) DISERTAI MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN IPA (FISIKA) DI SMP
Fisika merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang
mempelajari tentang gejala alam dan menerangkan cara gejala tersebut terjadi.
Fisika dalam pembelajaran atau pelaksanaan pendidikan menyangkut dua
aspek proses dan produk, dalam aspek proses diharapkan dapat memunculkan
keterlibatan ilmiah dalam individu sehingga tiap individu dapat menemukan faktafakta,
membangun konsep-konsep, teori, dan sikap ilmiah yang dapat berpengaruh
positif terhadap kualitas maupun produk pendidikan. Permasalahan pada bidang
studi IPA terutama bidang fisika yakni pembelajaran fisika selama ini lebih
banyak menghafalkan rumus dan teori, bukan berdasarkan pemahaman. Siswa
dalam menerima informasi, lebih cenderung untuk menghafal informasi yang
didapatkan tanpa mencoba mengaitkan dengan konsep yang pernah dimiliki
sebelumnya. Hal ini dikarenakan siswa tidak mendapatkan pengalaman belajar
secara langsung selama pembelajaran sehingga siswa cenderung pasif selama
proses pembelajaran dan keterampilan proses sains siswa selama pembelajaran
kurang nampak dan pada akhirnya masih banyak siswa yang menganggap bahwa
fisika merupakan pelajaran yang sulit. Oleh karena itu, pemilihan model
pembelajaran harus sesuai dengan kondisi karakteristik siswa sehingga dapat
mengembangkan potensi yang telah dimiliki oleh siswa secara optimal. Salah satu
model pembelajaran yang dapat melibatkan siswa untuk aktif dalam pembelajaran
adalah model pembelajaran guided discovery (GD) disertai media audiovisual.
Tujuan pada penelitian ini adalah: 1) mendiskripsikan keterampilan proses
sains siswa menggunakan model pembelajaran Guided Discovery (GD) disertai
media audiovisual dalam pembelajaran IPA fisika di SMP, 2
The prevention of young driver's DWI (driving while intoxicated) and RWDI (riding with a driver under influence) in Europe: A social-sequential model
Inspired by the 'critical incident technique' of McKnight et al. (1995) who analyzed 12,000 drivers' decisions leading to (or not to) DWI, and indentified the influence of social, motivational, and economic factors, the author has developed a social-sequential model of young drivers' DWI and RWDI prevention
MANAJEMEN PENERBITAN OJS 3
The topic for Webinar RJI Jakarta Series #6 is "MANAJEMEN PENERBITAN OJS 3 and PENGENALAN OPEN PREPRINT SYSTEMS."
Speaker 1: Yazid Hady M. Pd
UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
RJI DKI Jakarta
Topic: Manajemen Penerbitan OJS 3
Speaker 2: Dwi Fajar Saputra M.M
UPN Veteran Jakarta
RJI DKI Jakarta
Topic: Pengenalan Open Preprint Systems
Moderator: Indrawati M.A
Universitas 17 Agustus 1945, Jakarta
RJI DKI Jakarta
Date: Wednesday, November 18, 2020
Time: 10.00 - 12.0
- …
