3,945 research outputs found
Design and evaluation of special drug delivery techniques of poorly soluble drug for enhancing skin permeability
Ph. D.Includes bibliographical referencesIncludes vitaby Indrajit Ghos
Interview with Indrajit Coomaraswamy: Commonwealth Oral History Project
Interview with Dr Indrajit Coomaraswamy, conducted 23rd September 2014 in London as part of the Commonwealth Oral History Project. The project aims to produce a unique digital research resource on the oral history of the Commonwealth since 1965 through sixty oral history interviews with leading figures in the recent history of the organisation. It will provide an essential research tool for anyone investigating the history of the Commonwealth and will serve to promote interest in and understanding of the organisation. Biography: Coomaraswamy, Dr Indrajit. 1950- . Educated at Cambridge University and the University of Sussex. Staff Officer, Central Bank of Sri Lanka, 1973-89, serving in Economic Research, Statistics and Bank Supervision Divisions, with a period of secondment to the Ministry of Finance and Planning. Joined the Commonwealth Secretariat in 1990 as Chief Officer, Economics, in the International Finance and Markets Section, later becoming Director of the Economic Affairs Division and Deputy Director, Secretary General’s Office, before leaving ComSec in 2008. Returned as Interim Director, Social Transformation Programmes Division, Commonwealth Secretariat, in 2010. Special Advisor, Galleon Group
Tari Tradisi"Lesmana Indrajit"
Tari Tradisi"Lesmana Indrajit"
Penyaji: Purwoko, Ujian Penyajian Tugas Akhir Jur. Tari, Pendopo ISI Surakart
Tari Klasik"Anoman Indrajit"
Tari Klasik"Anoman Indrajit"
Penyaji: Joned Sri Kuncoro, Ujian penyajian tugas akhir Jur. Tari, Pendopo ISI Surakart
RIAS KARAKTER TOKOH INDRAJIT PADA PERGELARAN TATA RIAS THE FUTURISTIC OF RAMAYANA
RIAS KARAKTER TOKOH INDRAJIT PADA PERGELARAN
TATA RIAS THE FUTURISTIC OF RAMAYANA
Oleh:
Ninis Septi Lestari
08519134006
ABSTRAK
Proyek akhir ini bertujuan untuk : 1) Mendesain tata rias karakter serta
membuat kostum, aksesoris pada tokoh Indrajit dalam The Futuristic of
Ramayana, 2) Mengaplikasikan tata rias karakter, kostum, serta pemakaian
aksesoris untuk tokoh Indrajit pada dramatari The Futuristic Of Ramayana, 3)
Menampilkan tokoh Indrajit dalam Pagelaran The Futuristic Of Ramayana.
Penulis menerapkan unsur dan prinsip tata rias serta menggunakan sumber
ide dari pagelaran Ramayana. Proses merias tokoh Indrajit ini melalui tiga tahap
yaitu : 1) Tahap persiapan meliputi mendiagnosa wajah tokoh tari, merancang rias
wajah karakter, kostum dan aksesoris untuk tokoh Indrajit, merancang bentuk
wajah, rias mata, rias bibir, penerapan body painting, 2) Proses mengaplikasikan
rias wajah karakter, kostum dan aksesoris tokoh Indrajit dengan cara pembersihan,
pengolesan foundation, pemberian bedak, menggambar sketsa wajah Indrajit,
pembentukan mata, penempelan potongan rambutpada kumis dagu dan jambang,
pemberian blush on, pengolesan singuit warna merah pada seluruh badan, dan
pemakaian kostum, 3) Menampilkan rias wajah karakter, kostum dan aksesoris
tokoh Indrajit.
Hasil tata rias wajah karakter, kostum, dan aksesoris tokoh Indrajit dalam
drama tari The Futuristic Of Ramayana; 1)Hasil rancangan tata rias karakter dan
kostum melalui diagnosa wajah tokoh Indrajit yaitu perubahan wajah model yang
lugu dan pendiam menjadi wajah berkarakter Indrajit yang gagah perkasa dan
garang dengan mata yang dibentuk naik, shading di hidung tebal, dan warna bibir
lebih hitam, shading berawarna kehitaman blush on berwarna merah, lipstick
berwarana netral, shading pada dahi berwarna kecoklatan dan 2) Hasil tata rias
wajah karakter Indrajit adalah mata yang tajam,alis yang bercabang, 3)
Penampilan Indrajit di atas panggung proscenium, dengan lighting warna netral
dan merah, efek yang timbul pada hasil tata rias, kostum serta asesoris
memperjelas karakter yang gagah dan murka saat peperangan, di iringi musik
gamelan kolaborasi dengan pop modern.
Kata kunci : Indrajit, Rias karakter, The Futuristic Of Ramayan
KAJIAN ETNOKOREOLOGI TARI WAYANG INDRAJIT DI SANGGAR KENCANA UNGU DESA MERTASINGA KECAMATAN GUNUNG JATI KABUPATEN CIREBON
ABSTRAK
Tari Wayang Indrajit merupakan kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang di kalangan Keraton Kasepuhan Cirebon dan kemudian direvitalisasi kembali oleh Bapak Elang Panji Jaya di Sanggar Kencana Ungu Desa Mertasinga Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon. Tari Wayang Indrajit ini menggambarkan tokoh pewayangan Indrajit saat sedang berperang melawan Sri Rama. Penelitian ini menggunakan deskirptif analisis yang dikaji mellaui Kajian Etnokoreologi untuk menggambarkan dan menjelaskan masalah-masalah yang berkaitan dengan struktur penyajian Tari Wayang Indrajit. Berdasarkan gerak, rias dan busananya serta nilai yang terkandung di dalamnya. Teknik Pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka serta analisis data menggunakan triangulasi. Berdasarkan pengkajian etnokoreologi pada Tari Wayang Indrajit maka dapat disimpulkan bahwa kategori gerak locomotion (berpindah tempat) diwakili oleh gerak Gedig, gerak gesture (maknawi) diwakili oleh gerak Cimande, gerak pure movement (gerak murni ) diwakili oleh gerak Adeg-adeg, dan gerak botton signal (gerak penguatan) diwakili oleh gerak Adeg-adeg Variasi. Rias pada Tari Wayang Indrajit mengacu pada rias karakter, sedangkan busananya mengimitasi karakter Wayang Indrajit dan lebih menonjolkan identitas daerah dengan penggunaan kain batik motif mega mendung khas Cirebon. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Tari Wayang Indrajit merupakan salah satu tarian wayang Cirebon yang tumbuh dan berkembang dilingkungan keraton dengan menonjolkan ciri khas kental kebudayaan cirebon.
Kata kunci : Etnokoreologi, Tari Wayang Indrajit, Cirebon
ABSTRACT
Indrajit Puppet Dance is a traditional art that grew and developed among the Cirebon Kasepuhan Palace and was later revitalized by Mr Elang Panji Jaya in Sanggar Kencana Ungu Village Mertasinga Gunung Jati District Cirebon. This Indrajit Puppet Dance depicts Indrajit puppet characters while fighting Sri Rama. This study uses deskirptif analysis which is examined through the Ethnochoreology Study to describe and explain problems related to the structure of presentation of Indrajit Puppet Dance. Based on motion, makeup and fashion and the values contained in it. Data collection techniques used include observation, interviews, documentation, and literature studies and data analysis using triangulation. Based on ethnocoreological studies on the Indrajit puppet dance it can be concluded that the locomotion (displaced) motion category is represented by the Gedig motion, gesture (meaning) motion represented by the motion Cimande, the pure movement motion represented by the motion of Adeg-adeg, and motion botton signal (strengthening motion) is represented by the motion of Adeg-adeg Variation. Rias in Indrajit Puppet Dance refers to character makeup, while the fashion imitates the character of Indrajit Puppet and further highlights the identity of the area with the use of Cirebon mega mendung batik’s motif typical of Cirebon. Based on this, it can be concluded that Indrajit Puppet Dance is one of the Cirebon puppet dances that grows and develops in the palace environment by highlighting the thick characteristic of Cirebon culture.
Keywords: Ethochoreology, Indrajit Puppet Dance, Cirebo
Aurora Borealis
This is a thin-layer chromatography (TLC) plate, illuminated by an ultraviolet (UV) lamp emitting light at 365 nm, and displays bands which are reminiscent of aurora borealis, a phenomenon caused when solar winds disturb the magnetosphere. TLC is very commonly used technique in synthetic chemistry to identify compounds, determining their purity and follow the progress of the reaction. In this picture, I am analyzing a reaction mixture containing a pyrene-pyrazole based dye under UV light to see different bands, ultimately from which the dye will be purified and separated from the mixture. Without the UV light, different colored bands will not be available. The long-term goal of these dyes is to study how they influence with microtubules polymerization (MT), which are major component of the cell cytoskeleton, and play essential roles in maintaining cell shape, rigidity, motility, cell signaling and cell division in eukaryotes.Open Restriction set for Item 110758 on 2019-05-03T16:51:33Z with date null by [email protected] by Emilie Staubs ([email protected]) on 2019-05-03T16:53:29Z
No. of bitstreams: 2
Indrajit Srivastava.pdf: 1672023 bytes, checksum: d967009960e360c9b82a951b3644a93a (MD5)
Indrajit Srivastava.pdf: 1251110 bytes, checksum: d28b3ced350e6e5838ef84579fda0bde (MD5)Made available in DSpace on 2019-05-03T16:53:29Z (GMT). No. of bitstreams: 2
Indrajit Srivastava.pdf: 1672023 bytes, checksum: d967009960e360c9b82a951b3644a93a (MD5)
Indrajit Srivastava.pdf: 1251110 bytes, checksum: d28b3ced350e6e5838ef84579fda0bde (MD5)
Previous issue date: 2019Ope
TATA RIAS KARAKTER TOKOH INDRAJIT DALAM PERGELARAN TEATER TRADISI MAHA SATYA DI BUMI ALENGKA HANOMAN DUTA
Proyek akhir ini berjudul Maha Satya di Bumi Alengka “Hanoman Duta” yang menggunakan konsep 60% techno dan 40% tradisional dengan tujuan untuk: 1) merancang kostum, asesoris, dan rias karakter pada tokoh Indrajit; 2) menata kostum, asesoris, dan rias karakter pada tokoh Indrajit; 3) menampilkan kostum, asesoris, dan rias karakter pada tokoh Indrajit dalam pergelaran teater tradisi Maha Satya di Bumi Alengka “Hanoman Duta”.
Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan menggunakan Research and Development (R&D) dengan metode pengembangan 4D, yaitu; 1) define berupa proses analisis terhadap aspek cerita, karakter, dan karakteristik, sumber ide, dan pengembangan sumber ide tokoh Indrajit; 2) design berupa proses perancangan kostum, asesoris, dan rias karakter tokoh Indrajit; 3) develop berupa proses validasi terhadap desain kostum, desain asesoris, desain rias karakter, serta desain prototype tokoh Indrajit; 4) disseminate berupa proses penilaian ahli, gladi kotor, gladi bersih, dan pergelaran utama teater tradisi Maha Satya di Bumi Alengka “Hanoman Duta”.
Hasil yang diperoleh yaitu 1) rancangan asesoris dan kostum, dan rias karakter yang menerapkan unsur garis lancip, bentuk dekoratif, warna merah, tekstur berkilau, dan value. Sedangkan untuk prinsip desain berupa balance, harmoni, aksen, karakter yang dimiliki Indrajit yaitu berkarisma, dan disiplin dalam menjalankan perintah Rahwana sedangkan karakteristiknya yaitu gagah, berbadan besar, matanya bulat dan besar, sumber ide dengan pengembangan stilisasi; 2) penataan kostum dan asesoris diwujudkan dengan baju yang terbuat dari busa hati serta lengkap dengan menggunakan jubah, celana, serta pelengkap kostum berupa ikat pinggang atau sabuk, asesoris tangan, kaki, dan hiasan kepala yang menggunakan warna merah gradasi hitam, serta rias karakter yang diwujudkan dengan menggunakan facepainting warna merah dan menggunakan prostetik pada wajah untuk memberikan efek nyata pada tokoh Indrajit; 3) ditampilkannya pergelaran teater tradisi Maha Satya di Bumi Alengka “Hanoman Duta” pada hari Sabtu, 26 Januari 2019, pukul 13:00, di concert hall Taman Budaya Yogyakarta, dan dihadiri lebih dari 500 penonton yang pelaksanaannya berjalan lancar dan sukses
Muatan Nilai Pendidikan Karakter Tokoh Indrajit dalam Lakon Ramayana Versi Jawa Timuran
ABSTRACT Muatan Nilai Pendidikan Karakter Tokoh Indrajit dalam Lakon Ramayana Versi Jawa TimuranPudjastawa, Astrid Wangsagirindra. 2015. Muatan Nilai Pendidikan Karakter Tokoh Indrajid Dalam Lakon Ramayana versi Jawa Timuran. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Maryaeni, M. Pd., (II) Dra. Hj. Ida Lestari, M. Si.Kata kunci: nilai pendidikan karakter, Indrajit, ramayana, Jawa-TimuranMuatan pendidikan karakter pada lakon Ramayana versi Jawa Timurandapat berfungsi sebagai sarana media pembelajaran karakter bagi siswa. Tokoh Indrajit yang diposisikan sebagai tokoh antagonis, ternyata saat meninggal jenazahnya mendapat perlakuan khusus dengan cara dirukti. Selain itu, salah satu bagian dari cerita tentang kehidupannya dijadikan suluk oleh para dalang. Dengan diungkapnya muatan pendidikan karakter pada tokoh Indrajit dalam babon lakon Ramayana, dapat mengetahui tentang maksud perlakuan khusus pada tokoh Indrajit dan kemungkinan munculnya muatan pendidikan yang dapat sebagai contoh perilaku positif sesuai dengan pendidikan karakter menurut UU Nomor 20 Tahun 2003.Penelitian yang dilakukan bertujuan mengetahui apakah ada muatan pendidikan karakter tokoh Indrajit dalam babon lakon Ramayana versi Jawa Timuran. Subyek penelitian adalah buku “Layang Kandha Kelir” yang merupakan babon lakon wayang purwa versi Jawa Timuran. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode Hermeunetik atau “tafsir sastra”. Berdasarkan permasalahan penelitian dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggambaran tokoh Indrajit dalam balungan lakon terkait materi pendidikan karakter dapat digolongkan berdasarkan riwayat hidup menjadi (1) masa kecil, (2) masa remaja, dan (3) masa dewasa. Muatan nilai pendidikan karakter tokoh Indrajit dalam balungan lakon sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2003 tentang pendidikan karakter yang dijabarkan dalam 18 poin nilai pendidikan karakter. Tokoh Indrajit dapat dijadikan suri tauladan dalam bersikap sesuai dengan harapan UU Nomor 23 Tahun 2003
- …
