1,721,073 research outputs found
Pengembangan Modul Salesprospect pada Sistem Informasi Trias Indra Saputra
P.T. Trias Indra Saputra merupakan perusahaan yang bergerak dalam
bidang manufaktur cable support dan electrical switchboard. Produk yang
dipasarkan merupakan produk yang dibutuhkan oleh setiap bangunan Tentunya
agar produk-produk P.T. Trias Indra Saputra dapat dipasarkan dengan baik maka
P.T. Trias Indra Saputra membangun suatu modul sistem untuk sales yang disebut
salesprospect sehingga setiap sales bisa mengetahui perusahaan mana saja yang
menjadi prospek, perusahaan yang menjadi pelanggan tetap, serta perusahaan
prospek yang sedang dipegang. Untuk mempermudah programmer dalam
pengembangan modul, maka modul yang sudah ada yang berbasis desktop
dimigrasi menjadi berbasis web dengan kriteria-kriteria yang diminta. Proses yang
diminta dalam modul adalah proses Create, Read, Update, dan Delete pada Data
Master, proses Create, Read, Update, dan Delete pada Data Transaksi, dan proses
otomatisasi rotasi sales yang melelebihi waku jatuh tempo.
Modul salesprospect dikembangkan dengan menggunakan Framework
Codeigniter yang merupakan syarat dari perusahaan untuk mengembangkan setiap
modul yang ada di perusahaan. Modul salesprospect telah dikembangkan oleh
peserta magang dan dievaluasi oleh supervisor peserta magang. Evaluasi dilakukan
dengan cara memperlihatkan demo modul yang telah dibuat berdasarkan
permintaan kepada supervisor. Hasil pengembangan modul salesprospect yang
sudah dievaluasi langsung dininta oleh supervisor untuk dimplementasi ke sistem
perusahaan
Application of Lean Manufacturing in Aluminum Cable Ladder Manufacturing Companies: Case Study at PT. Indra Saputra Triassic
After the Covid-19 pandemic, the manufacturing industry was faced with the challenge of continuing to create the highest quality products at the lowest possible cost and in the shortest possible time. PT also experiences this. Trias Indra Saputra is a manufacturer of Aluminum Cable Ladder located in Kabupaten Tangerang, Indonesia. Lean manufacturing is one method that can be used to identify and reduce waste in the production process. The existence of waste in the production process can lead to increased cost and processing time for a product. Value Stream Mapping (VSM), as an approach in Lean Manufacturing, can be used to find problems in the flow of products and information. Identification of waste begins with describing the current state of VSM and then analyzing the waste into 7 categories. After obtaining the waste category, continue conducting a Root Cause Analysis before designing and taking action to improve the process. By implementing Lean manufacturing PT. Trias Indra Saputra can reduce production time by 52%, Man Power by 70%, and production cost by 34% with the same quality even better than before
INDRA, SAPUTRA (2017), KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA NAZARUDDIN DI PASAR RAO NAGARI TARUANG-TARUANG KECAMATAN RAO KABUPATEN PASAMAN 1950-2016
ABSTRAK
Skripsi ini berjudul “Kehidupan Sosial Ekonomi Keluarga Nazaruddin di Pasar Rao, Nagari Taruang-Taruang, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman 1950-2016”. Penulisan ini berupaya untuk meneliti asal-usul keluarga Nazaruddin sebagai tukang gerobak di Pasar Rao dari tiga generasi yang menjadi tukang gerobak dan bagaimana perubahan-perubahan yang terjadi pada keluarga Nazaruddin serta bagaimana keturunannya menjalani kehidupan dari generasi ke generasi sampai tahun 2016.
Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Tahap awal adalah pengumpulan sumber-sumber yang berhubungan dengan penelitian. Pada tahap pengumpulan sumber dilakukan melalui studi pustaka dan lapangan dengen metode sejarah lisan dan wawancara. Setelah itu diperoleh sumber-sumber yang dapat diklasifikasikan menjadi sumber primer dan sumber sekunder. Penulisan diarahkan dalam bentuk deskriptif naratif. Kemudian data yang diperoleh dilanjutkan kepada tahap kritik. Tahapan yang terakhir adalah historiografi atau penulisan.
Kajian mengenai kehidupan Sosial Ekonomi Keluarga Nazaruddin merupakan sebuah kajian sejarah keluarga. Secara sederhana sejarah keluarga diartikan sebagai kajian sejarah sosial peristiwa masa lalu terhadap sebuah keluarga sebagai suatu lembaga sosial dalam tatanan kehidupan. Melalui kajian ini dijelaskan tentang kehidupan Nazaruddin sebagai tukang gerobak dan pola pewarisan kerja terhadap anak-anaknya, bagaimana hubungan antara tukang gerobak dengan pedagang, dan bagaimana dalam kehidupan sosial dan ekonomi keluarga Nazaruddin sebagai tukang gerobak dari generasi ke generasi hingga tahun 2016.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah kehidupan keluarga Nazaruddin dari generasi pertama sampai ke generasi ketiga mengalami peningkatan pendidikan. Sejak generasi pertama, yaitu Nazaruddin pada tahun 1948 sampai pada anak-anaknya, yaitu Junarman, Irsyad, dan Radiusman hingga generasi ketiga, yaitu cucu-cucu dari Nazaruddin. Peningkatan tersebut dapat dilihat seiring berkembangnya Pasar Rao dan meningkatnya jumlah pedagang yang datang ke Pasar tersebut. Hal ini berimbas kepada pendapatan tukang gerobak yang terus mengalami peningkatan. Pendapatan tukang gerobak cukup untuk memenuhi kebutuhan sosial ekonomi keluarga tukang gerobak. Contohnya, adalah pendapatan tukang gerobak, pendidikan anak-anak, dan gaya hidup keluarga tukang gerobak yang meningkat.
KATA KUNCI
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOM
PENGARUH KOMBINASI DAUN PAITAN (Tithonia diversifolia) FERMENTASI DENGAN DAUN ALPUKAT (Persea americana miller) TERHADAP KARAKTERISTIK CAIRAN RUMEN SECARA IN-VITRO
PENGARUH KOMBINASI DAUN PAITAN (Tithonia diversifolia) FERMENTASI DENGAN DAUN ALPUKAT (Persea americana miller) TERHADAP KARAKTERISTIK CAIRAN RUMEN SECARA IN-VITRO
Indra Saputra dibawah bimbingan
Prof. Dr. Ir. Mardiati Zain, MS dan Dr. Mardhiyetti, S.Pt, M.Si
Bagian Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan
Universitas Andalas, 2022
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh pemberian terbaik kombinasi daun paitan (Tithonia diversifolia) fermentasi dengan daun alpukat (Persea americana miller) sebagai sumber protein dan energi bagi ternak ruminansia secara In-vitro. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 (20% daun paitan fermentasi + 80% daun alpukat), P2 (40% daun paitan fermentasi + 60% daun alpukat), P3 (60% daun paitan fermentasi + 40% daun alpukat), P4 (80% daun paitan fermentasi + 20% daun alpukat). Parameter yang diukur adalah karakteristik cairan rumen: pH, total VFA dan kosentrasi NH3. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisa dengan metode analisis sidik ragam dan perbedaan rataan setiap perlakuan diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis menunjukkan setiap perlakuan berpengaruh berbeda nyata (P0,05) terhadap pH cairan rumen. Peningkatan persentase daun paitan fermentasi dapat meningkatkan total VFA dan kosentrasi NH3, namun pH cairan rumen normal. Rataan pH berkisar 7,25 – 7,31, total VFA berkisar 101,25 – 123,75 mM dan kosentrasi NH3 berkisar 19,98 – 24,44 mg/100 ml. Hasil penelitian dapat disimpulkan pada perlakuan P3 (60% daun paitan fermentasi + 40% daun alpukat) memberikan hasil yang terbaik terhadap nilai pH, total VFA dan kosentrasi NH3.
Kata Kunci : Daun alpukat, Daun paitan fermentasi, In-vitro, Karakteristik cairan rume
PENGARUH TINGKAT SUKU BUNGA, DEBT TO EQUITY RATIO DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP YIELD TO MATURITY OBLIGASI KORPORASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Indra Saputra Wibowo, 2015: The Influence Interest Rate, Debt to Equity Ratio,
and Size of Company toward Yield To Maturity of Corporate Bond Listed in
Indonesia Stock Exchange. Thesis. Department of Accounting Faculty of
Economic, State University of Jakarta.
This study aims to determine influence of Interest Rate, Debt to Equity Ratio, and
Size of Company toward Yield To Maturity of Corporate Bond Listed in Indonesia
Stock Exchange. Past research has shown different results. Therefore, research is
necessary to re- examine the effect of these three variables on corporate bond
yields. The population in this study were all non- financial corporate bonds are
listed and traded on the Indonesia Stock Exchange in the period 2012 to 2014,
which amounted to 22 bonds. Based on purposive sampling criteria obtained 17
samples bonds. The research hypotheses were tested using multiple linear
regression (multiple regression) . This study concluded that the debt to equity
ratio positifely affect yield corporate bonds with a significance value of 0.010 and
2,681 tcount greater than 2,007 ttable . While the Interest Rate and Size of
Company has no effect on corporate bond yield to maturity.
Keywords : Interest Rate, Debt to Equity Ratio, Size of Company and Yield To
Maturity
ANALISA PERHITUNGAN KAPASITAS PENGAMAN PADA PANEL RUANG BUSBAR DI PT TRIAS INDRA SAPUTRA
Panel listrik mempunyai fungsi sebagai perangkat pendistribusian dan sebagai proteksi tenaga listrik dari PLN dengan berbagai jenis dan ukuran yang dibutuhkan. Dalam pendistribusian tenaga listrik untuk penyediaan daya listrik pada suatu panel harus memiliki suatu peralatan pengaman. Pengaman ini berfungsi supaya apabila terjadi gangguan pada peralatan-peralatan listrik yang ada, gangguan tersebut dapat ditanggulangi dan tidak menganggu kinerja suatu panel pada pabrik tersebut. Contoh peralatan pengaman yang berfungsi untuk mengamankan peralatan dari gangguan hubung singkat dan beban lebih adalah Miniature Circuit Breaker (MCB) dan Mold Case Circuit Breaker (MCCB). Agar peralatan pengaman mampu bekerja dengan baik maka diperlukan ketepatan dalam pemilihan rating arus dan nilai breaking capacity pada komponen pengaman yang akan digunakan. Analisa dilakukan dengan membandingan hasil perhitungan manual, dengan perhitungan menggunakan software XL3-Pro calcul dan dengan komponen pengaman yang sudah terpasang. Setelah dilakukannya perhitungan dan dibandingkan hasilnya, komponen pengaman listrik masih layak digunakan sebagai pengaman apabila terjadi gangguan, baik gangguan hubung singkat dan arus berlebih pada peralatan – peralatan listrik yang ada pada panel ruang busbar di PT Trias Indra Saputra
PELAKSANAAN PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN DI PROVINSI RIAU BERDASARKAN PASAL 16 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 23 TAHUN 2021 TENTANG PENYELENGGARAAN KEHUTANAN
ABSTRAK
Indra Saputra Purba, (2023) : Pelaksanaan Pengukuhan Kawasan Hutan Di Provinsi Riau Berdasarkan pasal 16 Peraturan pemerintah Nomor 23 tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan kehutanan
Pengukuhan kawasan hutan menurut PP Nomor 23 Tahun 2021 merupakan kegiatan penunjukan kawasan hutan, penataan batas kawasan hutan, pemetaan kawasan hutan dan penetapan kawasan hutan. ditunjuk untuk memberikan kepastian hukum atas status, letak, batas dan luas kawasan hutan. Namun praktik pelaksanaan pengukuhan kawasan hutan dilapangan belum sepenuhnya terlaksana dilakukan oleh BPKH selaku pihak yang berwenang melakukan proses pengukuhan kawasan hutan yang mana akibat dari tidak selesainya pelaksanaan pengukuhan kawasan hutan sampai dengan tahap penetapan ini mengakibatkan banyaknya terjadi konflik di masyarakat baik itu antara masyarakat dengan pihak kehutanan maupun masyarakat dengan pihak swasta.
Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah pelaksanaan pengukuhan kawasan hutan di Provinsi Riau dan apa saja kendala pengukuhan kawasan hutan di Provinsi Riau. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum dengan pendekatan yuridis empiris yakni melihat suatu kenyataan hukum di masyarakat. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini ialah purposive sampling. Analisis yang di gunakan adalah analisis kualitatif dan penarikan kesimpulan secara induktif.
Dari hasil penelitian ini dapat di ketahui bahwa pelaksanaan pengukuhan kawasan hutan di provinsi Riau tidak terlaksana dilakukan oleh BPKH XIX Pekanbaru,hanya baru sampai pada tahapan penunjukan dari beberapa tahapan pengukuhan kawasan hutan. Penyebab pelaksanaan pengukuhan ada beberapa kendala yaitu klaim-klaim lahan oleh masyarakat serta kurangnya anggaran dalam pelaksanaan pengukuhan kawasan hutan di Provinsi Riau. Pelaksanaan pengukuhan kawasan hutan di Provinsi Riau seharusnya dilaksanakan sampai dengan tahapan penetapan kawasan hutan agar memberi kepastian hukum terhadap kawasan hutan yang ada di provinsi Riau.
Kata Kunci : Pelakasanaan Pengukuhan Kawasan Huta
ANALISIS KETERISOLIRAN SISWA DAN PENANGGULANGANNYA (STUDI KASUS DI SMAN 9 BULUKUMBA)
A.Mei Indra Saputra, 2016. Skripsi. Analisis Keterisoliran Siswa dan Penanggulangannya (Studi Kasus di SMAN 9 Bulukumba). Dibimbing oleh Prof. Dr. H. Alimuddin Mahmud, M.Pd. dan Sahril Buchori, S.Pd., M.Pd. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini dilakukan di SMAN 9 Bulukumba, masalah dalam penelitian ini adalah keterisoliran siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui faktor penyebab dari keterisoliran siswa, (2) Untuk mengetahui bagaimanakah proses penanggulangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada dua orang siswa. Pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara naratif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyebab keterisoliran JT dan AN disebabkan oleh faktor internal dan eksternal yaitu ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri dengan dengan baik adalah salah satu indikasi bahwa anak tersebut tidak memiliki keterampilan dalam mengadakan hubungan sosial di sekolah serta tidak adanya minat untuk mengikuti kegiatan kelompok sebagai proses bersosial, konseli juga tidak mematuhi norma-norma di sekolahnya dan kurang bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan yang ada di lingkungan sekolahnya serta kurangnya perhatian dari lingkungan keluarganya. Penanggulangan keterisoliran siswa melalui konseling individual pendekatan behavioral kognitif dan organisasi merupakan suatu metode yang bertujuan untuk merubah perilaku dan pola pikir seseorang dengan cara memanfaatkan konformitas dalam kelompok, individu yang bergabung ke dalam suatu organisasi perilakunya akan berubah menyesuaikan norma yang ada dalam kelompok organisasi tersebut karena faktor konformitas. Selain itu siswa juga mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman melalui organisasi yang tidak didapatkan di kelas. Setelah bergabung dalam kegiatan keorganisasian, siswa tersebut tidak terisolir lagi. Dari kedua kasus sudah menunjukkan adanya perubahan yang mengarah kearah positif
SURVEI STATUS GIZI ATLET SEPAK TAKRAW KABUPATEN CIAMIS
Asupan nutrisi yang tepat merupakan dasar utama bagi penampilan prima seorang atlet untuk mencapai prestasi maksimal dengan ditopang status gizi yang baik. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui asupan nutrisi dan status gizi atlet sepak takraw Kabupaten Ciamis. Metode yang dipakai menggunakan metode deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 25 orang dengan metode total sampling. Data asupan nutrisi diperoleh dengan instrumen Foodrecall 24 jam dilakukan dua kali. Data status gizi diperoleh dengan pengukuran tinggi badan dan berat badan. Pengolahan data asupan nutrisi menggunakan aplikasi nutrisurvey 2007 dan data status gizi menggunakan rumus BMI. Hasil : Asupan kalori 6 atlet dalam kategori kurang, 12 atlet kategori baik, dan 7 atlet kategori lebih. Asupan protein semua atlet dalam kategori baik. Asupan lemak sebanyak 24 orang atlet kategori kurang dan 1 atlet kategori baik. Asupan karbohidrat kategori baik dengan 7 orang atlet dan dalam kategori lebih dengan 18 orang atlet. Untuk status gizi kategori underweight sebanyak 4 orang atlet, kategori normal 19 orang atlet, dan overweight sebanyak 2 orang atlet. Berdasarkan data-data hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa asupan nutrisi atlet sepak takraw Kabupaten Ciamis cenderung buruk karena setiap responden masih belum memiliki proporsi gizi berimbang dan status gizi secara keseluruhan rata-rata dalam kategori normal.
ABSTRACT
SURVEY OF THE NUTRITIONAL STATUS OF SEPAK TAKRAW ATHLETES IN CIAMIS DISTRICT
By : Indra Saputra
This script guided by : Dr. Surdiniaty Ugelta, M.Kes, AIFO
Proper nutritional intake is the main basis for the prime performance of an athlete to achieve maximum performance supported by good nutritional status. The purpose of this research was to knowing the nutritional intake and nutritional status of sepak takraw athletes in Ciamis district. The method used is descriptive method. The sample used was 25 people with total sampling method. Nutritional intake data were obtained using the 24-hour Foodrecall instrument which was out twice. Nutritional status data obtained by measuring height and weight. Nutritional intake data processing using nutrisurvey 2007 application and nutritional status data using the BMI formula. Results : 6 athletes in less category, 12 athletes in good category, and 7 athletes in more category. Protein intake of all athletes in the good category. Fat intake of 24 athletes in the low category and 1 athlete in the good category. Carbohydrate intake in good category with 7 athletes and in the category more with 18 athletes. For the nutritional status of the underweight category there were 4 athletes, 19 athletes in normal category, and 2 athletes overweight. Based on research data, it can be concluded that the nutritional sepak takraw athletes in Ciamis district tends to be bad because each respondent does not have a balanced proportion of nutrition and the overall nutritional status is in the normal category
- …
