2,939 research outputs found

    Analisis Nilai Tambah Beras Ketan dan Strategi Pengembangan Lemang di Kota Tebing Tinggi

    No full text
    ELVIRA EKA PUTRI (160304107) dengan judul skripsi Analisis Nilai Tambah Beras Ketan dan Strategi Pengembangan Lemang di Kota Tebing Tinggi. Penelitian ini dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec sebagai ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. Sinar Indra Kesuma, M.Si sebagai anggota komisi pembimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar nilai tambah beras ketan menjadi lemang dan untuk menentukan strategi pengembangan usaha lemang yang sesuai di Kota Tebing Tinggi. Penentuan daerah dilakukan secara sengaja. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis nilai tambah metode Hayami dan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha lemang dengan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya nilai tambah beras ketan menjadi lemang adalah sebesar Rp. 112.670,26 dengan rasio nilai tambah sebesar 87,22%. Strategi yang digunakan yaitu strategi agresif, yaitu meningkatkan produksi, promosi, serta penjualan lemang dengan memaksimalkan faktor - faktor kekuatan dan memanfaatkan faktor – faktor peluang.ELVIRA EKA PUTRI (160304107) with the title of thesis is Analysis of the Value-Added of Glutinous Rice and Lemang Development Strategy in Tebing Tinggi City . Supervised by Bapak Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec as the Chairperson of Supervisory Committee and Bapak Ir. Sinar Indra Kesuma, M.Si as the Member of the Supervisory Committee. The purpose of this research was to find out the value-added of glutinous rice into lemang and to determine the strategy for developing lemang business that is suitable in Tebing Tinggi. The determination of the area done by purpossive. The data anaysis research method used is Hayami’s value-added analysis and to determine the lemang business development strategy used the SWOT method. The result of the research showed that the value-added of glutinous rice to lemang is Rp.112.670,26 with the value-added ratio of 87,22%. The strategy used is an aggressive strategy, namely increasing the production, promotion, and sales of lemang by maximizing the strength factors and utilizing oppurtunity factors.148 HalamanSkripsi Sarjan

    FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DYSMENORRHEA PADA SANTRI PUTRI DI PESANTREN MA’HAD IZZATUNA PUTRI KOTA PALEMBANG

    No full text
    Dysmenorrhea is one of the problems in adolescent reproductive health. The factors that influence dysmenorrhea are the factors that cause dysmenorrhea including age of menarche, stress and fast food consumption behavior (Sulfa Dianal, Hedy Herdiana2, 2023), nutritional status, menstrual patterns and family history (Hayati et al., 2020), knowledge and nutritional status (Septi et al, 2021), duration of menstruation (Mouliza, 2020), physical activity (Sugiyanto & Luli, 2020), sleep quality (Cahyaningsih et al., 2021) and cigarette smoke (Akbar et al., 2023). The purpose of the study was to determine the relationship between duration of menstruation, physical activity and diet (fast food) with dysmenorrhea. The research method used quantitative with an analytical survey design through a Cross Sectional approach. The population. in the study were all female senior high school students at the Ma\u27had Izzatuna Putri Islamic Boarding School, totaling 47 people. The sample determination was taken using the total sampling technique, the research sample were all female senior high school students at the Ma\u27had Izzatuna Putri Islamic Boarding School. The results of the chi-square test showed that there was a relationship between the duration of menstruation and dysmenorrhea in female students with a p-value of 0.040, there was no relationship between physical activity and dysmenorrhea with a p-value of 0.137, and there was a relationship between diet (fast food) and dysmenorrhea with a p-value of 0.025. Based on the results of the study, it is recommended to schools in order that can provide information related to adolescent reproductive health, especially about dysmenorrhea.Dysmenorrhea adalah salah satu masalah pada kesehatan reproduksi remaja. adapun faktor yang mempengaruhi dysmenorrhea yaituusia menarche, stress dan perilaku konsumsi fast food (Sulfa Diana1,Hedy Herdiana2, 2023), status nutrisi, pola menstruasi dan riwayat keluarga (Hayati et al., 2020), pengetahuan dan status gizi (Septi et al,.2021), lama menstruasi (Mouliza, 2020), aktivitas fisik (Sugiyanto & Luli, 2020), kualitas tidur (Cahyaningsih et al., 2021) dan asap rokok (Akbar et al., 2023). Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui hubungan antara lama menstruasi, aktivitas fisik dan pola makan (fast food) dengan dysmenorrhea. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain survey analitik melalui pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh santri putri tingkat SMA di Pesantren Ma’had Izzatuna Putri yang berjumlah 47 orang. Penentuan sampel di ambil dengan Teknik total sampling, sampel pelitian adalah seluruh santri putri SMA di Pesantren Ma’had Izzatuna Putri. Hasil dari uji chi-square didapatkan ada hubungan antara lama menstruasi dengan dysmenorrhea pada santri putri diperoleh p-value 0,040, tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan dysmenorrhea didapatkan p-value 0,137, dan ada hubungan antara pola makan (fast food) dengan dysmenorrhea didapatkan p-value 0,025. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk sekolah-sekolah agar dapat memberikan informasi terkait kesehatan reproduksi remaja terutama tentang dysmenorrhea

    HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 2 SURAKARTA

    No full text
    Danty Indra Puspitaningtyas, R1113013, 2014. HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 2 SURAKARTA, Diploma IV Bidan Pendidik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar belakang : Siklus menstruasi setiap orang berbeda-beda hal ini disebabkan berbagai faktor salah satunya adalah status gizi. Berbagai studi telah menunjukkan bahwa penurunan berat badan, terutama penurunan yang cepat, sering mengarah ke anovulasi dan amenore dan pada wanita gemuk memiliki risiko tinggi terhadap ovulasi infertil, dan fungsi ovulasi terganggu, sehingga menjadi tidak subur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 2 Surakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan metode cluster sampling. Besar sampel adalah 199 siswi SMA Negeri 2 Surakarta yang sudah memenuhi kriteria inklusi. Data status gizi diperoleh dengan pengukuran indeks masa tubuh (IMT) sedangkan data siklus menstruasi diperoleh dengan melakukan wawancara pada siswi tentang siklus menstruasi terakhir. Kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan bantuan program SPSS versi 17.0 for Windows. Hasil : Dari penelitian didapatkan hasil bahwa sebagian besar siswi di SMA Negeri 2 Surakarta memiliki status gizi normal (IMT 18.5-25) yaitu sebesar 57.3% dan siklus menstruasi normal (21-35 hari) yaitu sebesar 86.9%, serta p (sig) < 0.05 yaitu sebesar 0.010. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan siklus menstruasi. Kata kunci : Status Gizi, Siklus Menstruasi, Remaja Putr

    HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN DIKELAS XI SMA 1 PGRI BREBES TAHUN 2020

    No full text
    Remaja putri merupakan salah satu bagian dari populasi yang beresiko terkena keputihan dan perlu perhatian khusus. Penyebab keputihan antara lain disebabkan oleh jamur, bakteri, atau parasit. Personal Hygiene merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting untuk menghindari terjadinya infeksi yang dapat menyebabkan keputihan, infeksi bahkan mengakibatkan kemandulan dan hamil diluar kandungan serta kanker leher rahim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene dengan kejadian keputihan. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik dan rancangan penelitiannya dengan cross secional, adapun populasinya yaitu siswi kelas XI SMA 1 PGRI Brebes yang berjumlah 103 siswi, yang menjadi sampelnya adalah 82 siswi. Pengambilan sampel secara random sampling, adapun variabel penelitian variabel bebas adalah pengetahuan tentang personal hygiene dan variabel terikatnya adalah kejadian keputihan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian dari 82 responden menunjukan bahwa tingkat pengetahuan buruk pada remaja yang menderita keputihan 45,1%, lebih banyak dibandingkan dengan remaja yang tidak menderita keputihan yakni hanya&nbsp; 3,7%. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai ρ = 0,043 dan OR = 3,385 dengan CI 95% = 0,975&lt;OR&lt;15,232. Nilai ρ &lt; 0,05 dapat diinterpretasikan secara statistik bahwa ada hubungan yang signifikan antar tingkat pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene dengan kejadian keputihan. Sehingga tingkat pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene menjadi faktor risiko kejadian keputihan &nbsp;pada remaja putri. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene dengan kejadian keputihan di SMA 1 PGRI Brebes. Saran bagi sekolah diharapkan pihak sekolah dapat memperbanyak kegiatan dengan sasaran kesehatan reproduksi pada remaja. &nbsp;Remaja putri merupakan salah satu bagian dari populasi yang beresiko terkena keputihan dan perlu perhatian khusus. Penyebab keputihan antara lain disebabkan oleh jamur, bakteri, atau parasit. Personal Hygiene merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting untuk menghindari terjadinya infeksi yang dapat menyebabkan keputihan, infeksi bahkan mengakibatkan kemandulan dan hamil diluar kandungan serta kanker leher rahim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene dengan kejadian keputihan. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik dan rancangan penelitiannya dengan cross secional, adapun populasinya yaitu siswi kelas XI SMA 1 PGRI Brebes yang berjumlah 103 siswi, yang menjadi sampelnya adalah 82 siswi. Pengambilan sampel secara random sampling, adapun variabel penelitian variabel bebas adalah pengetahuan tentang personal hygiene dan variabel terikatnya adalah kejadian keputihan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian dari 82 responden menunjukan bahwa tingkat pengetahuan buruk pada remaja yang menderita keputihan 45,1%, lebih banyak dibandingkan dengan remaja yang tidak menderita keputihan yakni hanya&nbsp; 3,7%. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai ρ = 0,043 dan OR = 3,385 dengan CI 95% = 0,975&lt;OR&lt;15,232. Nilai ρ &lt; 0,05 dapat diinterpretasikan secara statistik bahwa ada hubungan yang signifikan antar tingkat pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene dengan kejadian keputihan. Sehingga tingkat pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene menjadi faktor risiko kejadian keputihan &nbsp;pada remaja putri. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene dengan kejadian keputihan di SMA 1 PGRI Brebes. Saran bagi sekolah diharapkan pihak sekolah dapat memperbanyak kegiatan dengan sasaran kesehatan reproduksi pada remaja.&nbsp

    HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMKN 4 PEKANBARU

    No full text
    Anemia merupakan kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari nilai normal, sehingga tidak mampu mengangkut oksigen secara optimal ke seluruh jaringan tubuh. Salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap anemia adalah status gizi yang ditentukan melalui Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT mencerminkan keseimbangan antara berat dan tinggi badan yang dapat mempengaruhi kadar hemoglobin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Negeri 4 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 88 remaja putri kelas X dan XI yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi IMT dan kadar hemoglobin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki IMT normal (56,8%) dan sebagian besar mengalami anemia (58%). Namun, hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian anemia (p-value= 0,582; p&gt; 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah status IMT tidak berhubungan secara langsung dengan kejadian anemia pada remaja putri. Diharapkan pihak sekolah dan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya asupan gizi seimbang dan konsumsi makanan kaya zat besi untuk mencegah anemia, terlepas dari status berat badan atau IMT.

    AQUATIC IN ASIAN GAMES: CONTEXT OF PISA-LIKE MATHEMATICS PROBLEM

    No full text
    This study aimed to create mathematical problems of uncertainty and data contents in PISA using aquatic context that were valid, practical and had the potential effect. This study was design research of development study. The subjects in this study were 10th-grade students of Indo Global Mandiri senior high school in Palembang consisting of 20 students. Data were gathered through interviews, observation, and tests. The results of data analysis showed that there were eight valid and practical items of PISA type of uncertainty and data contents. The contents obtained using bicycles and aquatic contexts in Asian Games. The 11 out of 20 students showed reasoning skills and reasonable arguments, and 9 out of 20 students showed reasoning skills and discussions but incomplete. It was because they were not used to solving PISA type problems in learning

    Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Kinerja Karyawan PT Indra Jaya Engineering Di Desa Perawang Barat Kabupaten Siak, Riau

    No full text
    Organizational climate is an important factor to measure the level of ability of an organization in carrying out its main tasks and functions. The more conducive the organizational climate, the higher the level of employee performance. This study aims to determine whether there is a relationship between organizational climate and employee performance of PT Indra Jaya Engineering. The population in this study were 82 employees at PT. Indra Jaya Engineering. Sampling using the saturated sample technique method. Methods of data collection using employee performance scale and organizational climate scale. The data analysis technique used in this study is the Pearson product moment which shows the results of the correlation coefficient r of 0.741 with p of 0.000 (p <0.05), which means that there is a significant positive relationship between organizational climate and employee performance at PT Indra Jaya Engineering. The better the organizational climate, the employee's performance will increase, otherwise if the organizational climate is not good then the employee's performance will decrease

    FUNGSI PENGAWASAN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SANTRI PONDOK PESANTREN AL MUHSIN PUTRI METRO UTARA KOTA METRO

    No full text
    ABSTRAK Upaya pengawasan kepada santri putri di pondok pesantren Al Muhsin putri sesuai dengan peraturan serta pemberian sanksi dalam meningkatkan kedisiplinan belum maksimal . Hal ini dilihat dari bentuk permasalahan menyangkut berbagai bidang dari pengurus pondok pesantren Al Muhsin dan santri pondok pesantren Al Muhsin putri . Salah satu permasalahan sering timbul dari kurang optimal ustadz/ustadzah dalam menyikapi perilaku pelanggaran santri pondok pesantren Al Muhsin putri. Penegasan dalam melaksanakan aturan haruslah di upayakan sebaik-baik mungkin agar bisa mencapai tujuan peraturan dan memberikan efek jera kepada santri pondok pesantren Al Muhsin putri untuk menaati peraturan yang sudah di rancang sebagaimana mestinya. Karna tujuan dari peraturan dan sanksi ialah untuk meningkatkan kedisiplinan santri pondok pesantren Al Muhsin putri. Pelaksanaan peraturan serta sanksi untuk santri pondok pesantren Al Muhsin putri yang melanggar sangat penting untuk bisa menjaga dan menciptakan lingkungan sosial warga pondok pesantren Al Muhsin putri. Berdasarkan latar belakang masalah dapat di atas dapat di ambil rumusan masalah tentang bagaimana Fungi Pengawasan dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri Pondok Pesantren Al Muhsin Putri Metro Utara Kota Metro. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Fungi Pengawasan dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri Pondok Pesantren Al Muhsin Putri Metro Utara Kota Metro sedangkan untuk metode penelitian penulis menggunakan metode observasi,metode wawancara dan metode dokumentasi. Hasil penelitian yang penulis dapat disimpulkan bahwasannya Bentuk perilaku tidak disiplin santri di Pondok Pesantren Al Muhsin Putri didasari dengan berbagai bentuk dan pengaruh dan dalam menanggapinya pengurus pondok harus memberikan ketegasan sanksi sebagai bentuk pendisiplinan santri agar segala bentuk kualifikasi pelanggaran tidak dilakukan maupun di ulangi oleh santri guna memberikan pelajaran kepada santri yang lain sebagai himbauan agar tidak melanggar aturan jika tidak ingin termendapatkan sanksi sesuai dengan kualifikasi bobot pelanggarannya. Sesuai dengan manajerial bagian kedisiplinan santri dari ibadah, pembelajaran,rukhtar atau hafalan, kebersihan , kesehatan dan perizinan harus lebih teliti dan bertanggung jawab guna akan mempengaruhi kedisipliann santri dalam menaati peraturan di pondok pesantren Al Muhsin putri. Kata Kunci : Pengawasan, disiplin, santri, pondok pesantren. ABSTRACT Supervision efforts for female students at the Al Muhsin female Islamic boarding school in accordance with regulations and the imposition of sanctions to improve discipline have not been maximized. This can be seen from the form of problems concerning various fields from the management of the Al Muhsin Islamic boarding school and students of the Al Muhsin female Islamic boarding school. One of the problems often arises from the less than optimal ustadz / ustadzah in responding to the behavior of violations by students of the Al Muhsin female Islamic boarding school. Affirmation in implementing the rules must be attempted as well as possible in order to achieve the objectives of the regulations and provide a deterrent effect on students of the Al Muhsin female Islamic boarding school to obey the regulations that have been designed properly. Because the purpose of the regulations and sanctions is to improve the discipline of students of the Al Muhsin female Islamic boarding school. Implementation of regulations and sanctions for students of the Al Muhsin female Islamic boarding school who violate is very important to be able to maintain and create a social environment for residents of the Al Muhsin female Islamic boarding school. Based on the background of the problem above, the formulation of the problem can be taken about how the Supervisory Function in Improving the Discipline of Students at the Al Muhsin Putri Islamic Boarding School, North Metro, Metro City. The purpose of this study is to determine how the Supervisory Function in Improving the Discipline of Students at the Al Muhsin Putri Islamic Boarding School, North Metro, Metro City, while for the research method the author uses the observation method, interview method and documentation method. The results of the study that the author can conclude are that the form of undisciplined behavior of students at the Al Muhsin Putri Islamic Boarding School is based on various forms and influences and in responding to it, the boarding school administrators must provide firm sanctions as a form of student discipline so that all forms of violation qualifications are not carried out or repeated by students in order to provide lessons to other students as an appeal not to violate the rules if they do not want to be subject to sanctions according to the qualification of the weight of the violation. In accordance with the management of the discipline of students from worship, learning, rukhtar or memorization, cleanliness, health and permits must be more careful and responsible in order to influence the discipline of students in obeying the rules at the Al Muhsin Putri Islamic Boarding School. Keywords: Supervision, discipline, students, Islamic boarding school

    DAMPAK PSIKOLOGIS SISWA PUTRI SAAT MENGALAMI MENSTRUASI DALAM PROSES BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI SMA NEGERI 3 MEDAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak psikologis saat menstruasi yang dialami siswa putri dalam proses belajar pendidikan jasmani di kelas X SMA Negeri 3 Medan Tahun Ajaran 2014/2015. Keberhasilan suatu penelitian sangat erat hubungannya dengan metode yang di pergunakan dalam penelitian. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan melalui angket tertutup. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa putri kelas X SMA Negeri 3 Medan yang berjumlah 328 siswi. Jumlah sampel yang diambil 25% dari populasi setiap kelas yang telah disusun. Jumlah seluruh sampel 85 siswi teknik pengambilan sampel dengan menggunakan proporsional random sampling dan dilakukan dengan undian secara acak melalui gulungan kertas. Hasil penelitian dari 85 sampel terdiri dari 2 indikator yang disusun berdasarkan teori menunjukkan bahwa hasil analisis data berdasarkan Kematangan Mental siswa putri (67,54%) pada kategori tinggi. Berdasarkan Emosional siswa putri (53,48%) pada kategori cukup/netral. Dengan demikian Dampak Psikologis Siswa Putri Saat Mengalami Menstruasi dalam Proses Belajar Pendidikan Jasmani SMA Negeri 3 Medan Tahun Ajaran 2014/2015 adalah 60,04% dalam kategori cukup/netral

    DAMPAK PSIKOLOGIS SISWA PUTRI SAAT MENGALAMI MENSTRUASI DALAM PROSES BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI SMA NEGERI 3 MEDAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak psikologis saat menstruasi yang dialami siswa putri dalam proses belajar pendidikan jasmani di kelas X SMA Negeri 3 Medan Tahun Ajaran 2014/2015. Keberhasilan suatu penelitian sangat erat hubungannya dengan metode yang di pergunakan dalam penelitian. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan melalui angket tertutup. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa putri kelas X SMA Negeri 3 Medan yang berjumlah 328 siswi. Jumlah sampel yang diambil 25% dari populasi setiap kelas yang telah disusun. Jumlah seluruh sampel 85 siswi teknik pengambilan sampel dengan menggunakan proporsional random sampling dan dilakukan dengan undian secara acak melalui gulungan kertas. Hasil penelitian dari 85 sampel terdiri dari 2 indikator yang disusun berdasarkan teori menunjukkan bahwa hasil analisis data berdasarkan Kematangan Mental siswa putri (67,54%) pada kategori tinggi. Berdasarkan Emosional siswa putri (53,48%) pada kategori cukup/netral. Dengan demikian Dampak Psikologis Siswa Putri Saat Mengalami Menstruasi dalam Proses Belajar Pendidikan Jasmani SMA Negeri 3 Medan Tahun Ajaran 2014/2015 adalah 60,04% dalam kategori cukup/netral
    corecore