5,136 research outputs found

    Shahnizan Imran rangkul Anugerah Kecemerlangan Ir. Kee Book Hee UMPSA

    No full text
    GAMBANG, 26 Oktober 2024 - Berjalan mengikut keselesaan tetapi keluar dari kepompong menjadi prinsip dan kunci kejayaan Shahnizan Imran Mohd Nazri, 24 penerima Anugerah Kecemerlangan Ir. Kee Book Hee pada Majlis Konvokesyen Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) Ke-19 yang berlangsung di Dewan Kompleks Sukan UMPSA Kampus Ganbang

    Transkrip temubual bersama: Encik Jaafar bin Hj. Mohd Haris mengenai pencapaian beliau dalam bidang seni bina badan / Adim Azeedin Mazlan and Mohamad Imran Abdullah

    No full text
    Adim Azeedin bin Mazlan dan Mohamad Imran bin Abdullah telah menemubual Jaafar bin Hj. Mohd Haris atau dikenali sebagai Jaafar Besi, pada 22 Jun 2015. Temubual ini telah dibuat di restoran beliau iaitu di No.30, Kg. Tok Gubah, Segamat. Jaafar bin Hj. Mohd Haris telah dilahirkan pada tahun 23 febuari 1940 dikampung Tok Gubah, Segamat. Beliau berumur 75 tahun pada tahun ini. Beliau telah mendapatkan pendidikan di Sekolah Melayu Inggeris (SRP). Beliau mempunyai seorang isteri yang bernama Puan Arfah binti Arshad. Beliau telah mendirikan rumah tangga pada tahun 1963 dan mendapat empat orang cahaya mata iaitu bernama Jeffery, Azhar, Sharoom, dan Mohd Anuar. Encik Jaafar juga merupan ahli perniagaan kecilan dalam bidang makanan di Restoran D' Anjung dan mempunyai menu istimewa iaitu lempeng yang amat digemari oleh warga Segamat. Beliau juga merupakan jurulatih di Gym Fitness Segamat. Bermula dari 1960 beliau mula menglibatkan diri dalam seni bina badan ini. Minatnya yang mendalam dalam sukan ini mendorong kepada kesihatan diri beliau yang dahulunya kurus dan sentiasa sakit. Beliau telah mendapat gelaran Mr. Segamat, Mr. Muar, Mr.Tangkak dan Mr, Tampin pada era zaman 80an. Kehidupan orang melayu dahulu yang agak miskin tidak menghalang beliau untuk berusaha lebih gigih untuk menjadi juara setiap pertandingan yang disertai

    Integrity is … / Imran Danial Krish Abdullah

    No full text
    Anthology of 200 poems which were contributed by lecturers and academicians from UiTM and other higher learning institutions. This is in fact the largest collection of poems compiled in one anthology

    Demokrasi dalam surat Ali Imran ayat 159 perspektif Abdullah Saeed

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang interpretasi Abdullah Saeed atas teks-teks tentang etika-hukum dalam Alquran, salah satu di antaranya yang dipilih peneliti adalah tema mengenai politik, yakni syura (musyawarah). Interpretasi yang dilakukan menggunakan pendekatan kontekstual dalam menafsirkan ayat Alquran. Penafsiran kontekstual atas Alquran merupakan sebuah pendekatan yang memperhitungkan konteks sosio-historis Arab abad ke-7, begitu juga dengan konteks kontemporer umat Islam saat ini. Tradisi pengkajian Alquran pra-modern umumnya memiliki perhatian yang sangat berbeda dalam hal pemahamannya mengenai syura (musyawarah) dan mengkaji bagaimana syura dikonseptualisasikan dengan membandingkannya dengan masa modern. Oleh karena itu, umat Islam saat ini secara signifikan telah beranjak dari pemahaman pra-modern dan sekarang memperluas maknanya dengan masukkan pandangan kontemporer mengenai demokrasi dan pemerintahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mana dalam penyajiannya menggunakan teknik deksriptif-analisis. Penelitian ini berobjek pada ayat 159 surat Ali Imran dan teori penafsiran secara kontekstualis yang digunakan Abdullah Saeed dalam menafsirkan Alquran sebagai pendekatannya. Pengumupulan data dilakukan dengan teknik library research (riset kepustakaan) yakni berupa buku tafsir, buku karya Abdullah Saeed dan nuku-buku yang memiliki korelasi dengan penelitian ini. Pada kesimpulannya penelitian ini, 1) Saeed mencoba menafsirkan ulang atas konsep syura sebagai konsep yang mirip dengan demokrasi maupun lembaga demokrasi, 2) menafsirkan ulang konsep syura dalam konteks sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang baru, dengan menyoroti ciri kontekstual penafsiran Alquran

    Kecerdasan Buatan pacu kejayaan Khairul Imran Khalip, Penerima Anugerah Pelajaran Diraja UMPSA 2025

    No full text
    GAMBANG, 8 November 2025 – Ketekunan dan minat mendalam dalam bidang Kecerdasan Buatan (AI) menjadikan Khairul Imran Khalip, graduan Sarjana Muda Sains Gunaan Analitik Data dengan Kepujian, Pusat Sains Matematik (PSM), Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA), sebagai antara bintang cemerlang universiti apabila beliau dinobatkan sebagai penerima Anugerah Pelajaran Diraja (Pingat jaya Cemerlang) 2025. Menurut Khairul, penglibatannya dalam bidang AI bermula daripada keinginan untuk memahami bagaimana mesin dapat meniru dan mentafsir cara manusia berfikir, berbahasa dan beremosi. “Saya ingin membangunkan model yang bukan sahaja pintar dari segi teknikal, tetapi juga memahami konteks manusia

    ANALYSIS OF ABDULLAH SAEED'S CONTEXTUAL INTERPRETATION IN QS. ALI IMRAN VERSE 159 CONCERNING PARENTING PATTERNS FOR CHILDREN

    No full text
    This study analyzes Abdullah Saeed's contextual interpretation of QS. Ali Imran verse 159 with a focus on parental upbringing. Abdullah Saeed, a contemporary Islamic intellectual, emphasizes the need for a contextual approach in understanding the verses of the Qur'an to make them relevant to modern conditions. QS. Ali Imran verse 159, which speaks of the Prophet Muhammad's gentle and consultative approach with his companions, is used as a basis to examine principles of wise and compassionate parenting. This study employs a descriptive qualitative method with a literature review approach and aims to explore the relevance of the values contained in the verse to the challenges of parenting in the digital age. The results show that a contextual interpretation can provide comprehensive guidance for parents in building harmonious relationships and educating children with a gentle, wise, and consultative approach

    Managing condensationand mould in Malaysia

    No full text
    Dr Muhammad Syukri Imran Abdullah, registered professional engineer with BEM Malaysia, and Dr Khairul Azmy Kamaluddin, president of Biomedical Engineering Association of Malaysia (BEAM), look at the strategies Ministry of Health Malaysia is using to manage condensation-related mould issues in healthcare facilities, showcasing how they prioritise health and safety while navigating moisture control complexities

    PENAFSIRAN MAKNA SABAR DALAM QS. ALI IMRAN [3]: 200 (PENDEKATAN KONTEKSTUAL ABDULLAH SAEED)

    No full text
    Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia telah menjadi jawaban berbagai macam problematika kehidupan. Di era kontemporer, perlu adanya reinterpretasi dalam memahami ayat Al-Qur’an agar relevan dengan tuntutan zaman. Karena Al-Qur’an diturunkan dalam sosio-historis tertentu, maka perlu untuk memahami konteks ketika sebuah ayat diwahyukan serta kriteria linguistik teks sebagai salah satu alat untuk mengetahui pesan yang terkandung di dalamnya. Sabar merupakan salah satu perilaku terpuji yang banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. QS. Ali Imran [3]: 200 menjadi ayat sabar yang diteliti. Penelitian ini menggunakan metode penafsiran kontekstual Abdullah Saeed. Pemilihan menggunakan metode tersebut karena perlunya gagasan kontekstual terhadap ayat Al-Qur’an dalam menghadapi realitas yang dinamis. Kajian tentang sabar telah banyak dilakukan, namun belum ada yang meneliti menggunakan pendekatan kontekstual Abdullah Saeed. Langkah pertama, yaitu mengidentifikasi makna historis ayat melalui konteks sosio-historis ayat, analisis linguistik ayat, teks-teks paralel, kemudian menemukan hierarki nilai ayat tersebut. Langkah kedua, yaitu mengidentifikasi konteks penghubung ayat melalui penelusuran dalam beberapa literatur kitab tafsir mulai dari era pra modern hingga era modern. Langkah ketiga, mengkontekstualisasikan ayat dengan problematika kontemporer. Setelah meneliti menggunakan pendekatan tersebut, QS. Ali Imran [3]: 200 terdiri dari hierarki nilai wajib, nilai fundamental, dan nilai instruksional. Diketahui bahwa perintah taqwa dalam ayat ini berupa hierarki nilai wajib, sedangkan perintah ribat termasuk dalam nilai fundamental dan perintah sabar termasuk dalam hierarki nilai instruksional. Dalam kata perintah sabar tergolong yang terdiri dari sifat temporal dan universal. Dilihat dari penafsirannya, pada masa pra-modern, banyak mufassir yang menyatakan bahwa ayat ini merupakan perintah untuk bersabar dalam menghadapi musuh di medan perang, tetapi ada juga yang memaknainya bersabar dalam menjalankan ketaatan. Begitu pula pendapat para mufassir di era modern, maknanya yaitu perintah untuk mengalahkan musuh dalam hal kesabaran dan ketabahan untuk menghadapi berbagai macam kesulitan dan bencana. Oleh karena itu, sabar dalam menghadapi musuh di medan peperangan adalah sifat temporal dari QS. Ali Imran [3]: 200, sedangkan nilai universalnya adalah sabar dalam menjalankan ketaatan, memperkuat keimanan, serta dalam mengendalikan hawa nafs

    The dangers of fast food: understanding the perception of UiTM KBM Art & Design students towards fast food / Imran Abdullah Sharin

    No full text
    Fast foods are characterized as quick, easily accessible and cheap alternatives to home-cooked meals, designed for ready availability, use, or consumption and with little consideration given to quality or significance, according to the National Institutes of Health (NIH). They also tend to be high in saturated fat, sugar, salt and calories. In Malaysia, most students resort to fast food because they are constantly on the go, which often leaves little time for them to shop for and prepare meals in the same way as their parents or grandparents might have done. The fast food establishments, which offer drive-through service, answers a need for today's often over scheduled society. However, they are not fully aware of what fast food would do to their health. Despite its convenience and low cost, fast food contributes to heart disease, numerous types of cancer, diabetes and other chronic diseases, according to Dr. Steven Aldana, author of "The Stop and Go Fast Food Nutrition Guide" and former lifestyle medicine professor at Brigham Young University. High-calorie fast foods include too much saturated fat, trans fat and sodium, all of which negatively affect your cardiovascular system and overall health. This study aims to find out the perception of students of UITM KBM Art & Design on fast food. A questionnaire was used to collect relevant data and 50 responses were analyzed. The preliminary results show that students of UITM KBM Art & Design students perceive fast food to be bad for their health but only a handful agree that it is truly dangerous. Following an in-depth analysis, some recommendations for the study are presented

    Making Malaysia’s public healthcare system ‘greener’

    No full text
    Dr Khairul Azmy Kamaluddin, Ts Noor Muhammad Abd Rahman, and Dr Muhammad Syukri Imran Abdullah, discuss the advancement of sustainability programmes by the Malaysian Ministry of Health (MOH) to reduce carbon emissions within the country’s public healthcare sector
    corecore