1,721,211 research outputs found
PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP KELENGKAPAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN JASATRANSPORTASI YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2014-2019
ABSTRAK
“PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEPEMILIKAN
MANAJERIAL, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS DAN LEVERAGE
TERHADAP KELENGKAPAN PENGUNGKAPAN LAPORAN
KEUANGAN PADA PERUSAHAAN JASA TRANSPORTASI YANG
TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2014-2019”
OLEH:
ILHAM AKBAR
NIM: 11673101899
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk
mengetahui bagaimana pengaruh kepemilikan institusional, kepemilikan
manajerial, likuiditas, profitabilitas, dan leverage terhadap kelengkapan
pengungkapan laporan keuangan pada perusahaan jasa transportasi yang
terdaftar di BEI pada periode 2014-2019. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak
13 perusahaan dengan metode penarikan sampel menggunakan metode purposive
sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui
laporan keuangan perusahaan. Analisis data menggunakan regresi data panel
yang terdiri analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik. pemilihan model regresi
data panel, dan uji hipotesis. Hasil analisis data atau regresi data panel
menunjukkan bahwa secara simultan kepemilikan institusional, kepemilikan
manajerial, likuiditas, profitabilitas, dan leverage berpengaruh signifikan
terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. Secara parsial variabel
profitabilitas dan leverage berpengaruh signifikan terhadap kelengkapan
pengungkapan laporan keuangan. Sedangkan variabel kepemilikan institusional,
kepemilikan manajerial, dan likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap
kelengkapan pengungkapan laporan keuangan.
Kata Kunci : Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Likuiditas,
Profitabilitas, Leverage, dan Kelengkapan Pengungkapan Laporan
Keuanga
SISTEM PELAYANAN INFORMASI BERBASIS WEB STUDI KASUS : KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA DAN CUKAI TIPE MADYA PABEAN B SIDOARJO
Ilham Akbar Prakosa, 2016. Sistem Pelayanan Informasi Berbasis Web Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Sidoarjo. Teknik Informatika Diploma II PDD UNS Akademi Komunitas Negeri Madiun. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Sidoarjo adalah salah satu kantor pemerintah yang berwenang dalam bidang Bea dan Cukai yang memiliki beberapa bagian atau bidang, yang semuanya memiliki informasi masing-masing. Demi memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa, KPPBC TMP B Sidoarjo menyediakan pelayanan informasi dengan e-mail sebagai medianya. Seiring berjalannya waktu pelayanan yang diberikan mulai menemui kendala seperti tidak dapat memonitor aktivitas pelayanan, lambatnya perhitungan jumlah pelayanan dalam satu bulan serta terdapat kesulitan dalam pencarian data yang sudah lama. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Sidoarjo, dalam mengelola data informasi masih menggunakan sistem manual, sehingga sering terjadinya kesalahan. Oleh sebab itu, perlu adanya aplikasi yang dapat mempermudah dalam permasalahan pendataan informasi. Pengumpulan data dalam pembuatan laporan Tugas Akhir ini adalah dengan metode penelitian lapangan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Sidoarjo, penelitian pustaka dan perancangan aplikasi. Dengan dibuatkannya Sistem Pelayanan Informasi di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Sidoarjo ini, maka dapat membantu mengurangi kesalahan dalam proses pelayanan informasi. Kata Kunci : Sistem Pelayanan Informasi, Bea dan Cukai, Data
PERAN VIDEO EDITOR DALAM PEMBUATAN VIDEO CINEMATIC ADAT MELAYU DI STUDIO AM PICTURE PEKANBARU
ABSTRAK
Nama : Muhammad Ilham Akbar
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Judul : Peran Video Editor Dalam Pembuatan Video Cinematic Adat Melayu Di Studio AM Picture Pekanbaru
AM Picture dalam karya karya hasil editing video selalu identik dengan nuansa khas Melayu Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Vidio editor dalam pembuatan video cinematic adat melau di studio AM Picture Pekanbaru dan objek penelitian ini adalah peran video editor dalam dalam pembuatan video cinematic adat melau di studio AM Picture Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dari peran editor melewati tiga tahap, pertama tahap pengumpulan data, dalam tahap ini seorang editor ikut berperan dalam pengambilan gambar dengan kameramen yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pada saat proses editing nantinya, kedua pengecekan data, pada tahap ini seorang video editor memastikan data sudah lengkap sebelum memasuki proses editing, seperti video recorder, audio yang akan digunakan, dan backsound, Tahap terakhir yaitu mixing (penggabungan antara suara dan video), teori yang digunakan adalah teori Gatekeeper oleh White, dari tiga tahapan tersebut maka terlihat editor sangat berperan penting dalam mengelola video cinematic yang akan diserahkan kepada klien.
Kata kunci : Peran Editor, Proses Editing, Video Cinematic Adat Melay
PERAN PONDOK PESANTREN KEMPEK DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI LINGKUNGAN SEKITAR PONDOK PESANTREN PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Kasus Pondok Pesantren Kempek Gempol Cirebon)
Ilham Akbar Gatirozan. NIM: 1908202142, “PERAN PONDOK
PESANTREN KEMPEK DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI
MASYARAKAT DI LINGKUNGAN SEKITAR PONDOK PESANTREN
PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Kasus Pondok
Pesantren Kempek Gempol Cirebon)”, 2023.
Pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional Islam untuk
memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam dengan
menekankan pentingnya moral agama Islam sebagai pedoman hidup
bermasyarakat sehari-hari. Pondok Pesantren Kempek memiliki koperasi pondok
pesantren (koppontren) koperasi pondok pesantren (koppontren) Kempek ikut andil
dalam membangun tatanan perekonomian karena adanya kegiatan yang
melibatkan masyarakat. Koppontren Kempek melakukan pemberdayaan terhadap
masyarakat sekitar pada unit-unit usaha tertentu yang dimiliki oleh Koppontren.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan
dengan wawancara, observasi, dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode
deskriptif normatif sosiologis. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dari
pertanyaan-pertanyaan yang menjadi rumusan masalah: Pertama, bagaimana
bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan pondok pesantren
Kempek terhadap masyarakat sekitar pondok pesantren. Kedua, bagaimana
perspektif hukum ekonomi syariah terhadap praktik konsinyasi di koperasi pondok
pesantren Kempek. Ketiga bagaimana dampak kerjasama konsinyasi antara
koperasi pondok pesantren Kempek dengan masyarakat sekitar pondok pesantren.
Adapun hasil dari penelitian ini: Pertama, bentuk pemberdayaan ekonomi
masyarakat yang dilakukan oleh pondok pesantren Kempek ada 2 cara yaitu bina
manusia dan bina usaha, bina manusia yang dilakukan pondok pesantren yaitu
pengembangan kapasitas individu seperti pelatihan skil dan bakat, sedangkan bina
usaha yang dilakukan pondok pesantren melalui koppontren yaitu kerjasama
dalam bentuk konsinyasi pada unit usaha kantin. Kerjasama ini dapat memberikan
perbaikan kesejahteraan (falah) bagi masyarakat. Kedua, dalam praktik konsinyasi
di koperasi pondok pesantren Kempek melalui unit usaha kantin, sama halnya
dengan akad wakalah bil ujrah. Praktik konsinyasi dalam akad wakalah bil ujrah
dapat disimpulkan bahwa akad konsinyasi sudah sah menurut hukum Islam, karena
tidak ada syarat dan rukun yang bertentangan dengan sistem wakalah bil ujrah,
berakhirnya akad wakalah juga jelas dan akad tersebut telah disepakati oleh kedua
belah pihak. Ketiga, dampak dari kerjasama konsinyasi antara pondok pesantren
dengan masyarakat sekitar pondok pesantren yaitu kerjasama konsinyasi ini saling
menguntungkan bagi kedua belah pihak dimana koperasi mendapatkan produk dari
masyarakat untuk dijual kepada para santri dan koperasipun mendapatkan
keuntugan berupa 10% dari penjualan produk yang disetorkan masyarakat
sedangkan dampak untuk masyarakat yaitu dapat memenuhi kebutuhan komoditas
kecil, komoditas besar dan mendapatkan jaminan ekonomi dari keuntungan yang
didapat dari kerjasama konsinyasi dengan koperasi pondok pesantren.
Kata Kunci: Pemberdayaan, Konsinyasi dan Hukum Ekonomi Syaria
MANAJEMEN PONDOK PESANTREN DALAM MEMBENTUK KARAKTER MANDIRI SANTRI DI PONDOK PESANTREN MAMBA'UL MA'ARIF TULUNGAGUNG
Skripsi dengan Judul “Manajemen Pondok Pesantren dalam Membentuk Karakter Mandiri Santri di Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Tulungagung” yang ditulis oleh Mohammad Ilham Akbar Nasrulloh NIM 126207202056, Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dibimbing oleh Dr. Drs. Imam Saerozi,M.H.I. Kata Kunci: Manajemen, Pondok Pesantren dan Karakter Mandiri. Penelitian membahas tentang manajemen pondok pesantren dalam membentuk karakter mandiri santri di Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Tulungagung. Peneliti tertarik untuk memilih lokasi penelitian di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Tulungagung terkait manajemen pondok pesantren dalam membentuk karakter mandiri santri di dalamnya, dikarenakan ada karakteristik tersendiri pada sistem pengelolaan serta pengembangan manajemen pondok pesantren dalam membentuk karakter mandiri santri. Karakteristik sistem manajemen inilah yang ingin diperdalam oleh peneliti sehingga dapat diteliti lebih jauh lagi. Fokus penelitian skripsi ini meliputi 1) Bagaimana perencanaan manajemen pondok pesantren dalam membentuk karakter mandiri santri di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Tulungagung? 2) Bagaimana pelaksanaan manajemen pondok pesantren dalam membentuk karakter mandiri santri di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Tulungagung? 3) Bagaimana pengawasan manajemen pondok pesantren dalam membentuk karakter mandiri santri di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Tulungagung?. Pendekatan penelitian yang digunakan peneliti adalah pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitiannya adalah studi kasus (case research). Data diperoleh sumber data yang dilakukan dengan observasi, wawancara,dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pesantren di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Tulungagung meliputi, 1) Perencanaan Manajemen Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Tulungagung dalam membentuk karakter mandiri santri dilakukan pada: a) awal sebelum pembelajaran dimulai, tahap awal ini dilakukan beberapa tahapan, meliputi: perumusan tujuan pendidikan, membuat kebijakan, membuat progam pendidikan, dan b) menentukan jadwal kegiatan. 2) Pelaksanaan Manajemen Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Tulungagung meliputi: a) memberi pengarahan, memberikan motivasi, menentukan kebutuhan materi santri, memimpin dan b) pembentukan karakter melalui kegiatan yang ada di pondok, misalnya . Kemandirian santri yang ditemukan di lapangan dimulai dari kemandirian ekonomi, sosial, hingga kemandirian dalam perilaku pengelolaan kehidupan sehari-hari yang sederhana, misalnya makan, mencuci, memimpin, pengambilan keputusan dan sebagainya. 3) Pengawasan Manajemen. Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Tulungagung dilakukan dengan melalui: struktur kepengurusan yang ada di asrama, pengurus bidang keamanan memegang kendali penuh atas pengontrolan santri agar tetap berjalan sesuai kegiatan dan hukuman bagi yang melanggar. Pengawasan dilakukan dengan 2 teknik yaitu a) Pengawasan secara langsung yakni keliling seputar lingkungan untuk menjaga santri yang bolos dan, b) tidak langsung dilakukan dengan pembacaan absensi yang dilakukan setiap malam sesudah kegiatan malam
Peran Komisi Aparatur Sipil Negara Terhadap Pelanggaran Etik Ditinjau Dari Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara
Pada zaman sekarang ini pekerjaan ASN sangat digemari oleh masyarakat
Indonesia karena jaminan hari tua yang baik dan mapan. Oleh karena itu banyak
masyarakat yang bekerja menjadi pegawai ASN. Tetapi tidak sedikit pula
pegawai ASN yang melanggar ketentuan etik atau melakukan pelanggaran etik
yang seharusnya dijaga karena mereka merupakan pegawai pemerintah dan
pegawai negeri sipil yang menjalankan roda pemerintahan di Indonesia. Berkaca
dari pernyataan diatas maka dibentuklah Komisi Aparatur Sipil Negara yang
selanjutnya disebut KASN yang secara umum bertugas untuk mengawasi
pegawai ASN. Dalam UU ASN, KASN merupakan lembaga nonstruktural yang
mandiri dan bebas dari intervensi politik untuk menciptakan Pegawai ASN yang
profesional dan berkinerja, memberikan pelayanan secara adil dan netral, serta
menjadi perekat dan pemersatu bangsa.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian Normatif yang menggunakan
sumber data Sekunder serta menganalisis data dengan metode analisis kualitatif
berupa uraian-uraian kalimat yang mudah dimengerti oleh pembaca.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa Terkait dengan fungsi KASN terdapat
pada Pasal 30 UU No.5 Tahun 2014 bahwa “KASN berfungsi mengawasi
pelaksanaan norma dasar, kode etik dan kode perilaku ASN, serta penerapan Sistem
Merit dalam kebijakan dan Manajemen ASN pada Instansi Pemerintah”. KASN
bertugas untuk menjaga netralitas Pegawai ASN, melakukan pengawasan atas
pembinaan profesi ASN dan, melaporkan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan
kebijakan Manajemen ASN kepada Presiden. Bahwa Komisi Aparatur Sipil
Negara dapat merekomendasikan kepada presiden untuk menjatuhkan sanksi
terhadap pejabat pembina kepegawaian dan pejabat yang melanggar prinsip sesuai
ketentuan perundang-undangan. Bahwa Pelanggaran terhadap kode etik Pegawai
negeri Sipil dapat dikenakan sanksi moral. Selain sanksi moral juga dapat berupa
sanksi administrasi bahkan lebih jauh lagi dapat berupa sanksi disiplin Pegawai
Negeri Sipil
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
