1,721,426 research outputs found
Tazkiyatun nafs : intisari ihya ulumuddin
Buku ini menjadi istimewa karena pertama, ia menjelaskan secara sistematis dan mudah dicerna dimensi penyucian jiwa amal-amal Islami utama, seperti shalat, puasa, haji, membaca Al-Qur`an, zikir, dan tafakkur.
Ihya Ulumuddin merupakan kitab masterpice Imam al-Ghazali yang cukup populer bagi umat Islam. Keluasan isinya menjadikan setiap pembaca mudah untuk memahami kitab ini. Dan Sa'id Hawwa, seorang ulama yang cukup mumpuni dan dikenal luas keilmuan keislamannya, membuat ringkasan kitab sang Hujjatul Islam tersebut sehingga makin memudahkan kita untuk mengerti lebih dalam kandungan Ihya Ulumuddin. Buku ini patut dibaca oleh siapa pun yang hendak mengetahui Ihya Ulumuddin dan orang-orang yang mendambakan penyucian jiwa
Implementasi Nilai-Nilai Akhlak dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin Karangan Imam Al-Ghazali di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Ihya Ulumuddin
Akhlak mulia merupakan ajaran Islam yang berperan penting dalam peran
agama Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin yaitu Islam merupakan agama yang
memberikan rahmat bagi sekalian mahluk di muka bumi khususnya manusia.
Implementasi akhlak mulia dalam kehidupan dan bersosialisasi juga telah
ditanamkan kepada nabi Muhammad Saw. yang mana beliau merupakan nabi
terakhir panutan seluruh umat akhir zaman yaitu umat Islam.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai akhlak dalam
kitab Ihya’ Ulumuddin, untuk mengetahui implementasi kitab Ihya’ Ulumuddin
yang diajarkan di pondok pesantren, dapat membantu dalam implementasi nilai�nilai akhlak dalam kitab Ihya’ Ulumuddin di pondok pesantren Tahfidzul Quran
Ihya Ulumuddin, untuk mengetahui problematika dan kendala yang dihadapi dalam
implementasi nilai-nilai akhlak dalam kitab Ihya’ Ulumuddin di pondok pesantren
Tahfidzul Quran Ihya Ulumuddin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan
pendekatan kualitatif. Subjek penelitian skripsi ini adalah pimpinan pondok
pesantren dan 4 orang guru dan beberapa santri. Sedangkan objek pada penelitian
ini adalah implementasi nilai-nilai akhlak dalam kitab Ihya Ulumuddin Al-Ghazali
di pondok pesantren Tahfidzul Quran Ihya Ulumuddin. Penelitian ini berlokasi di
Desa Tabukan Raya, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala. Teknik
pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara
dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan teknik dari Miles dan Huberman dengan tiga tahapan, yaitu: data
reduction, data display, conclusion drawing/verification.
Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Nilai-nilai akhlak dalam kitab Ihya’
Ulumuddin yaitu: Tawadhu’, santun, Dermawan, mandiri dan suka menolong,
senang menghadiri undangan yang baik, saling memulai dalam memberikan salam,
sabar, suka mengunjungi orang sakit. 2) Hasil implementasi atau penerapan nilai
akhlak terhadap santri, peneliti menyimpulkan bahwa para ustadz dan ustadzah
benar-benar telah mengajarkan dan mencontohkan bagaimana perilaku akhlak yang
baik kepada para santri. 3) Problematika dalam implementasi nilai-nilai akhlak
tersebut yaitu: sulitnya pembiasaan nilai-nilai akhlak terhadap santri bar
IMPLEMENTASI TRACER STUDY BERBASIS WEB ROBOT TELEGRAM DI SMKN IHYA ULUMUDDDIN BANYUWANGI
Abstract. Alumni tracking or what is known as a tracer study is one of the most important activities at this time, especially in vocational-based education. With the link and match carried out in schools with industry, schools will be able to know the quality of their graduates and further information can be used to improve the learning curriculum.Currently, Ihya Ulumuddin Vocational School is conducting a tracer study still using the manual method with paper, when their alumni come to school and the results are not optimal. Completing a study tracker with this method is only able to track less than 15% of the number of graduates each year so that the picture of graduates of SMK Ihya Ulumuddin is very lacking. This data tracking study must also be submitted to the Director General of Vocational Schools at the end of each year and the school always has difficulties in providing this data. From this problem, it is said that the creation of a telegram robot application that is connected to the tracer study web application is the solution to the implementation of this tracer study. The creation of this system begins after building the system with the SMK and the application is complete, trials and implementations are carried out after the alumni graduate. Workshops and training on tracer studies were also carried out to support the implementation of this Telegram-based tracer study system. From the results of this community service, a total of 74% of the graduates were obtained in 2021. With the telegram robot that has been implemented, the tracer study implementation will assist in answering tracer study questions, making it easier to collect data on alumni of SMK Ihya Ulumuddin in an effective and efficient manner in every year. Abstrak. Pelacakan alumni atau yang disebut tracer study merupakan salah satu kegiatan yang penting dilakukan saat ini, khususnya pada pendidikan berbasis vokasi. Dengan adanya link and match yang dilakukan sekolah dengan industri, maka sekolah akan dapat mengetahui kualitas lulusannya dan nantinya informasi ini dapat digunakan untuk memperbaiki kurikulum pembelajaran. Saat ini, SMK Ihya Ulumuddin melakukan tracer study masih menggunakan cara manual dengan kertas, ketika alumni mereka datang ke sekolah dan hasilnya kurang optimal. Pengisian tracer study dengan metode ini hanya mampu melacak kurang dari 15% jumlah lulusan setiap tahunnya sehingga gambaran mengenai lulusan SMK Ihya Ulumuddin masih sangat kurang. Data tracer study ini juga wajib disampaikan kepada Dirjen Vokasi setiap akhir tahun dan pihak sekolah selalu mengalami kesulitan dalam menyediakan data ini.. Dari masalah tersebut disimpulkan bahwa pembuatan sebuah aplikasi robot telegram yang terhubung dengan web aplikasi tracer study adalah solusi dari pelaksanaan tracer study ini. Pembuatan sistem ini dimulai dengan berdiskusi dalam membangun sistem Bersama pihak SMK dan setelah aplikasi selesai, ujicoba dan implementasi dilakukan setelah alumni lulus. Pelaksanaan workshop dan pelatihan mengenai tracer study juga dilaksanakan dalam mendukung implementasi sistem tracer study berbasis tekegram ini. Dari hasil pengabdian masyarakat ini, didapatkan pengisan sejumlah 74% dari jumlah lulusan di 2021. Dengan adanya robot telegram yang sudah diimplementasikan ini, pelaksanaan tracer study akan terbantu dalam menjawab pertanyaan tracer study sehingga mempermudah pengelola dalam mengumpulkan data alumni SMK Ihya Ulumuddin secara efektif dan efisien dalam setiap tahun
PENYUCIAN JIWA MENURUT PEMIKIRAN IMAM AL GHAZALI(STUDI TERHADAP KITAB MUTIARA IHYA' ULUMUDDIN YANG DITERJEMAHKAN DARI KITAB MUKHTASHAR IHYA' ULUMUDDIN)
Penelitian ini mengkaji mengenai penyucian jiwa menurut pemikiran Imam Al Ghazali dalam kitab mutiara ihya Ulumuddin. Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui pencucian jiwa menurut pemikiran Imam Al Ghazali dalam kitab mutiara ihya Ulumuddin. Penelitian ini sepenuhnya adalah riset perpustakaan atau White dari research yaitu penelitian yang kajiannya dengan menelaah dan menelusuri kitab mutiara ihya Ulumuddin dan difokuskan pada bahan-bahan pustaka. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik yaitu pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Pengumpulan data yang dibutuhkan untuk penelitian dibagi menjadi dua sumber yakni pertama sumber data primer yaitu mencakup pemikiran-pemikiran dan konsep Imam Al Ghazali tentang penyajian jiwa dalam kitab dasar yang diterjemahkan oleh Irwan Kurniawan dalam kitab mutiara ihya Ulumuddin. Kedua sumber data sekunder yaitu mencakup referensi-referensi lainnya yang berkaitan dengan tema pembahasan dalam penelitian ini. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa penyajian jiwa merupakan suatu hal yang terpenting bagi seorang muslim karena hal ini menyangkut akan kebahagiaan manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Penyesuaian jiwa merupakan sebuah trapesium agar kembali menjadi bersih dan suci dari segala macam kesalahan dosa pengisian jiwa hanya bisa dicapai melalui berbagai ibadah dan amal perbuatan tertentu apabila dilaksanakan secara sempurna dan memadai. Menurut Imam Al Ghazali ada beberapa sarana penyesuaian jiwa yang diungkapkan dalam kitab mutiara ihya Ulumuddin antara lain: niat ikhlas jujur, taubat, sabar dan Syuku
Konsep pendidikan Mental Spiritual Dalam Kitab Ihya „Ulumuddin Al-Ghazali
ABSTRAK
Anny Musta’inah : Konsep pendidikan Mental Spiritual Dalam Kitab
Ihya „Ulumuddin Al-Ghazali.
Penelitian ini membahas tentang kajian konsep pendidikan mental spiritual
dalam perspektif kitab Ihya „Ulumuddin al-Ghazali dengan empat prinsip dasar
teori pendidikan mental spiritual yang dibangun oleh Imam al-Ghazali yang
meliputi : (1) Penanaman prinsip dasar ilmu dan akidah, (2) pembiasaan amalamal
lahiriyah, (3) melatih diri dalam mensucikan diri dari akhlak tercela
(tazkiyatun nafs), dan (4) pembiasaan dalam berperilaku mulia (ahlakul karimah).
Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi konsep pendidikan
mental spiritual yang terdapat dalam kitab Ihya „Ulumuddin al-Ghazali yang
bermuara pada pendidikan ruhani (kejiwaan/spiritualitas), (2) menjabarkan
metode dalam mendidik ruhani yang terdapat dalam kitab Ihya „Ulumuddin al-
Ghazali, dan (3) signifikansi pendidikan mental spiritual dalam kitab Ihya
„Ulumuddin Al-Ghazali terhadap generasi muda dalam upaya mewujudkan insan
kamil (waladun shalih).
Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan
pendekatan normative, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
menggunakan content analysis (kajian isi). Adapun tipe kajiannya bersifat
deskriptif-analitik, yakni memaparkan dan menganalisis konsep pendidikan
mental spiritual yang ada dalam kitab Ihya „Ulumuddin al-Ghazali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan mental spiritual
dalam kitab Ihya „Ulumuddin al-Ghazali adalah sebuah pendidikan jiwa manusia
yang menitik beratkan kepada aspek ruhani/spiritual (ruh, qalb, aql, dan nafs),
dengan tujuan mengajarkan aspek ruhaniah/spiritual ini agar berhubungan baik
dengan Allah SWT, rendah diri dihadapan-Nya serta tunduk dan taat kepada
manhaj-Nya, melalui ; pertama, penanaman prinsip dasar ilmu dan akidah. Kedua,
pembiasaan amal-amal lahiriah. Ketiga, melatih diri dalam mensucikan diri dari
akhlak tercela (tazkiyatun nafs). Keempat, membiasakan diri dalam berperilaku
mulia (akhlakul karimah). Adapun signifikansi pendidikan mental spiritual dalam
kitab Ihya „Ulumuddin al-Ghazali bagi generasi muda adalah upaya mewujudkan
insan kamil (waladun sholih), yaitu anak yang memiliki kualitas iman (quwwatul
„aqidah), kualitas ilmu pengetahuan (quwwatul „ilmi), tekun dalam beribadah
(quwwatul „ibadah), dan berbudi pekerti mulia (ahlaqul karimah) yang
keberadaannya mampu menebarkan keselamatan untuk semua (rahmatan lil
„alamin) yaitu tercapainya kebaikan dunia dan akhirat (fi al-dunya hasanah wa fi
viii
al-akhiratihasanah).
Kata Kunci : Pendidikan Mental Spiritual, Ihya „Ulumuddin, Al-Ghazal
Analisis Pendidikan Akhlak dalam Kitab Mau’izhatul Mu’minin Min Ihya’ ‘Ulumuddin
Kajian ini dijalankan bertujuan untuk menganalisis pendidikan akhlak yang terdapat dalam kitab Mau’izhatul Mu’minin Min Ihya’ ‘Ulumuddin karya Jamaluddin al-Qasimi. Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan kaedah kajian kepustakaan. Sumber utama dalam kajian ini adalah Kitab Mauizatul Mu' minin min Ihya’ ‘Ulumuddin. Data-data yang diperoleh kemudian dipilih, dieksplorasi, dipersembahkan, dan dianalisis. Hasil kajian ini menunjukkan bahawa terdapat tiga bentuk pendidikan akhlak menerusi kitab Mau’izhatul Mu’minin Min Ihya’ ‘Ulumuddin, iaitu: 1) akhlak kepada Allah SWT, 2) akhlak kepada Rasullullah SAW, dan 3) akhlak kepada sesama manusia
Petunjuk bagi orang beriman: ringkasan ihya ulumuddin
Ihya` Ulumuddin atau Al-Ihya merupakan kitab yang membahas tentang kaidah dan prinsip dalam menyucikan jiwa (Tazkiyatun Nafs) yang membahas perihal penyakit hati, pengobatannya, dan mendidik hati
Implikasi Pengajian Ihya Ulumuddin Terhadap Perubahan Prilaku Santri
FADLULLAH: Implikasi Pengajian Ihya Ulumuddin terhadap Perubahan Prilaku Santri
Manusia yang hidup di zaman modern dan millenial seperti saat ini benar-benar dihadapkan dengan berbagai macam ujian dan godaan dunia yang berat. Degradasi moral, kenakalan remaja, globalisasi, westernisasi, hedonisme, konsumerisme, dan materialisme adalah deretan penyakit dunia yang menggerogoti nilai-nilai religiusitas manusia, sehingga manusia hanya mementingkan aspek lahiriyah saja, sedangkan aspek batiniyah terkikis hilang.
Penelitia ini bertujuan untuk menganlisis implikasi pengajian kitab Ihya Ulumuddin terhadap perubahan periaku santri. Metodologi yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi dan hermeneutika serta menggunakan pendekatan analisis data.
Menurut Imam Al-Ghazali, ada dua cara dalam mendidik akhlak, yaitu, pertama, membiasakan latihan dengan amal shaleh. Kedua, pembiasaan itu dikerjakan dengan di ulang-ulang. Imam Al-Ghazali dalam upaya mendidik anak memiliki pandangan khusus. Ia lebih memfokuskan pada upaya untuk mendekatkan anak kepada Allah SWT.
Menurut yang terdapat dalam kitab Ihya Ulumuddin Imam Al-Ghazali di halaman 154 berpendapat bahwasanya seorang murid sepatutnya merendahkan diri kepada guru dan memuliakan guru dengan menta’ati nya, ini dilakukan untuk keberkahkan dalam menuntut ilmu.
Dampak yang dirasakan oleh santri setelah mengikuti Pembelajaran Kitab Ihya’ Ulumuddin di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy yaitu yang semula belum mengetahui akhlak setelah mengikuti pengajian Ihya’ Ulumuddin menjadi tau dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, banyak yang merasakan perubahan positif yang semula kurang menghargai waktu menjadi lebih disiplin, yang semula kurang menghormati ilmu sekarang dapat menghormati ilmu, yang semula cuek dengan teman sekarang lebih peduli dan yang dulu tidak memiliki sikap ta’dzim dengan guru atau kyainya sekarang lebih menghormati.
KATA KUNCI : Ihya Ulumuddin, Al- Ghazali, Santr
Mutiara ihya ulumuddin : ringkasan yang di tulis sendiri oleh sang hujjatul islam
Buku ini ringkasan dari Ihya' 'Ulumuddin yang berjilid-jilid, oleh karena tuntutan zaman maka di buatlah ringkasannya, Mutiara Ihya' 'Ulumuddin yang memiliki keistimewaan karena ringkasannya di tulis olkeh Imam al-Ghazali
Konsep pendidikan akhlak menurut Al-Ghazali (study Ihya’ ‘Ulumuddin)
Skripsi ini berjudul “Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Al-Ghazali (Study Ihya’ ‘Ulumuddin)” maka masalah yang terdapat dalam penelitian ini adalah melihat dari peristiwa yang terjadi di zaman sekarang ini. Secara realita kita perhatikan sebagian besar dari lembaga pendidikan konsep yang diterapkan tidak sesuai lagi dengan aturan yang ada dalam Al-Qur’an. Untuk itu perlu mengkaji dan menggali kembali makna pendidikan akhlak dalam Al-Qur’an khususnya yang ada dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin.
Bertitik tolak dari masalah di atas, penelitian ini di lakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsep pendidikan akhlak menurut Al-Ghazali dalam buku Ihya’ ‘Ulumuddin.
Penelitian ini adalah penelitian perpustakaan atau riset (library research) Metode yang digunakan yaitu metode diskriptif, untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis menggunakan sumber data yaitu: data primer dan data skunder. Untuk mengetahui hasil penelitian ini, penulis menggunakan analisis isi (content analysis).
Ihya’ ‘Ulumuddin mengandung konsep pendidikan akhlak pertama. perintah untuk melaksanakan amanah. Kedua perintah untuk menegakkan keadilan. Ketiga kesadaran yang harus ada bagi diri manusia. keempat keimanan, kelima ketaatan dan kepatuhan yakni taat dan patuh kepada Allah dan Rasulnya. Keenam manajemen muncul dari ketaatan kepada pemimpin dan hukum Allah (Al-Qur’an dan Hadist) ketujuh ketaatan dan kepatuhan tersebut akan menghasilkan kedisiplinan.
Oleh karena itu semua konsep pendidikan akhlak yang terdapat didalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin yang telah dipaparkan hendaknya dijadikan sebagai salah satu pokok dari pendidikan kesalehan seorang muslim. dengannya dapat diharapkan kelak akan menjadi generasi Insan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT dan melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi larangannya. Dan memiliki akhlakul karimah yang dapat teruji dalam hal moralitasnya
- …
