1,721,103 research outputs found

    Konsep Dasar Self Disclosure dan Pentingnya Bagi Mahasiswa Bimbingan dan Konseling

    Full text link
    Self-disclosure is one important aspect of interpersonal communication, which needs to have counseling students as prospective counselor. The ability of the students to perform self-disclosure has an important contribution in achieving academic success and the success of their social interactions. A person who has high self-disclosure tends to express the views, ideas, or ideas clearly without hurting the feelings of others. Based on the account of the phenomenon of self disclosure neglected by students Counseling. This article tries to describe about the urgency of self-disclosure on student guidance and counseling. Furthermore, this article will describe matters related to the sense of self-disclosure, the benefits of self-disclosure, the characteristics and dimensions of self-disclosure, the factors that influence self-disclosure and urgency for counseling students

    MENGEMBANGKAN KESEHATAN MENTAL DI LINGKUNGAN KELUARGA DAN SEKOLAH

    No full text
    Mental health is one of the psychological phenomena found in many fields of life. Mental health is indicated by the existence of a condition that is psychologically prosperous. Individuals who have good mental health will be able to form and develop themselves into productive and effective individuals. The factors that affect mental health are factors from the family and school environment. Families contribute an important role in forming mentally healthy individuals. If a family experiences disharmony, it has the potential to bring mental disability to the family member. Furthermore, the condition of individuals who experience mental disability tend to be brought to the school environment so that it influences learning activities at school. Another thing that happened was also the emergence of psychological stress symptoms experienced by individuals in the school environment. Such conditions contribute greatly to the emergence of various misguided behaviors, psychological distress in the form of stress, depression, anxiety, trauma and PTSD in individuals. This article will describe the efforts to develop mental health in families and schools to build a mentally healthy society

    A mathematical learning journey of toddlers in a multilingual environment: the case of Danesh

    No full text
    This paper aims to present how Danesh, a toddler who moved from Indonesia to Denmark at the age of one and a half years, learned rote counting in three different languages: Indonesian, English, and Danish. Her mathematical learning journey was observed from the first time she moved to Denmark until she was in a kindergarten. The findings show some factors that influence her multilingual counting abilities: watching nursery songs on YouTube, number board games and interaction with her parents, especially her mothe

    Pengembangan e-modul bibliotherapy untuk mencegah stres pada ibu muda

    No full text
    This study aims to produce a bibliotherapy e-module to prevent stress in young mothers. The research method used is the ADDIE development model (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The initial research subjects were 126 young mothers in Koto Baru District of Sungai Penuh City with purposive sampling. The research instrument used is the Parental Stress Scale (PSS) adapted to the Indonesian version. The e-module will be validated by 3 counseling experts for content and 2 IT experts for appearance or design, as well as a small group trial of 9 young mothers. Data were analyzed descriptively. The results showed that the developed e-module prototype is applicable to be used independently by young mothers to prevent stress

    Pengembangan dan validasi modul konseling kesehatan mental pasca bencana untuk konselor

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan  desain modul konseling kesehatan mental pasca bencana (2) melakukan tes validitas modul dan (3) melakukan tes  reliabilitas modul. Penelitian ini adalah deskriptif melibatkan 4 orang ahli dan 12 orang konselor dari beberapa daerah di Sumatera Barat sebagai subjek uji coba. Instrument yang digunakan mencakup (1) Instrumen Pengujian Validitas Isi Modul (2) Penilaian Pelatihan Peningkatan Pengetahuan Pelayanan Konseling Kesehatan Mental (3) Penilaian Kemahiran Pelayanan Konseling Kesehatan Mental (4) Instrumen Keterandalan Modul (5) Instrumen Sesi Pelatihan dan. Hasil penelitian ini mengungkapkan Modul Konseling Kesehatan Mental Pasca Bencana dapat diterima dan dapat digunakan untuk program peningkatan kesadaran diri, pengetahuan dan kompetensi konselor dalam melakukan konsing kesehatan mental pasca bencana. Diharapkan modul ini dapat digunakan oleh konselor dan dikembangkan oleh peneliti lanjut

    Peranan Kauselor dalam Perkhidmatan Kaunseling Pasca Bencana di Indonesia

    No full text
    Indonesia merupakan salah sebuah negara di dunia yang paling terdedah kepada bencana alam yang mengakibat pelbagai kerosakan muka bumi, kemusnahan harta benda di samping mendatangkan kecerderaan fizikal serta gangguan emosi dan psikologi. Keadaan ini jika tidak ditangani dengan kaedah yang tepat boleh mendatangkan masalah kesihatan mental dan psikososial di kalangan mangsa bencana. Kajian kuantitatif deskriptif ini bertujuan untuk melihat profil kaunselor, peranan, pengetahuan, dan minat dalam mengendalikan perkhidmatan kaunseling pasca bencana. Hasil kajian mendapati bahawa 69%, responden pernah terlibat dalam kaunseling pasca bencana manakala 58.6% tidak mempunyai latihan asas dalam kaunseling pasca bencana. Dapatan kajian juga mendapati 100% responden berminat dan memerlukan latihan khusus dalam memberi perkhidmatan kaunseling pasca bencana. Implikasi dari kajian ini seterusnya membincangkan peranan kaunselor dalam perkhidmatan kaunseling pasca bencana, keperluan garis panduan dan latihan khusus kaunseling pasca bencana di Indonesia.</p

    Urgensi Peranan Keluarga bagi Perkembangan Self-esteem Remaja

    No full text
    Adolescence is the period of interest due to their properties and its role in determining the life of society. The one that affects its development is self-esteem. Self-esteem is formed through the interaction of individuals with their environment. One family environment, if the environment providing something fun, self-esteem would be positive, but if its not fun and self-esteem will be negative, further support parents, parental control, and relationship to each other between the parents give a direct influence on the development of adolescent self-esteem. This article will expose further the importance of the role of the family in developing the self-esteem of teenage

    Analisis Kritik Terhadap Model Kipas; Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur

    No full text
    Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen integral dalam pendidikan yang eksistensinya dari waktu ke waktu semakin dibutuhkan. Sayangnya, pelaksanaan bimbingan dan konseling selama ini masih mengadopsi secara membabi-buta rumusan yang dibuat oleh para ahli yang berlandaskan pada falsafah Barat. Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur (KIPAS) yang dikreasikan oleh Andi Mappiare-AT muncul sebagai salah satu dari sedikit jenis bimbingan dan konseling yang berlandaskan pada budaya Nusantara. Fokus penulisan artikel ini mencakup deskripsi dan analisis kritis terhadap Model KIPAS; uraian tentang kontribusi Model KIPAS terhadap pengembangan diri dan penyelesaian masalah konseli, dan kontribusi terhadap citra konseling Indonesia. Basis budaya yang diusung oleh Model KIPAS menjadi keunggulan utama model ini, menjadikannya sangat efektif untuk diaplikasikan dalam pelayanan bimbingan dan konseling Indonesia. Disamping itu, terdapat beberapa kritikan terhadap Model KIPAS, khususnya terkait dengan masih minimnya kajian mendalam tentang karakteristik manusia Indonesia, dan “pemangkasan” tahapan konseling. Sebagai model yang berbasis pada budaya bangsa, Model KIPAS perlu mendapat dukungan dan upaya pengembangan lebih lanjut dari segenap praktisi dan akademisi bidang bimbingan dan konseling

    Konsep Body Image Remaja Putri

    No full text
    Munculnya penilaian dikalangan remaja putri standar tubuh saat ini yang mementingkan penampilan fisik dengan bentuk tubuh yang proposional, telah membuat remaja putri saat ini menjadi kurang percaya diri, remaja putri selalu menilai dirinya melalui kaca mata oranglain yaitu teman-teman sepergaulannya. Berawal dari penampilan fisik, remaja mulai memberikan gambaran dan persepsi tentang bentuk fisik yang dimiliki, kemudian beranjak pada penampilan fisik yang dimiliki orang lain hingga standar tubuh yang harus dimiliki setiap perempuan. Gambaran dan persepsi tentang penampilan fisik inilah yang disebut body image.</em

    Perbedaan Nomophobia Siswa Berdasarkan Jenis Kelamin

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seringnya penggunaan smartphone dapat mengakibatkan pengguna tidak bisa terlepas dari smartphone tersebut. Rasa takut yang berlebihan ketika berada jauh dari ponsel telah dianggap sebagai fobia zaman modern atau yang bisa disebut dengan istilah nomophobia, yang diperkenalkan dalam kehidupan kita sebagai bentuk dari interaksi antara manusia dan smartphone. Sampel pada penelitian ini adalah 144 orang siswa SMK Negeri 2 Payakumbuh yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Kemudian data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis uji beda (T- test) dengan taraf signifikansi (=0,005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, nomophobia pada laki-laki SMK Negeri 2 Payakumbuh Pada umumnya berada pada kategori sedang. Kedua, nomophobia pada siswa perempuan SMK Negeri 2 Payakumbuh pada umumnya juga berada pada kategori sedang. Ketiga, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nomophobia siswa laki-laki dan perempuan di SMK Negeri 2 Payakumbuh
    corecore